Cari Blog Ini

30 September 2019

Pengalaman Saat Anak Terkena Cacar Air

September 30, 2019 2 Comments
S aya ingat, hari itu Jum'at  malam dan Alya baru saja selesai belajar. Esok hari adalah UTS (sekarang istilahnya Penilaian Tengah Semester) pertamanya semenjak duduk di bangku SD.




"Bu ..tanganku ada bentolnya .." Kata si bocah sambil menunjukkan tangan kanannya. Satu lentingan merah berisi air, berukuran sedang terlihat di sana.

"Waduh, kena cacar air Nok.." Kata saya sambil buru-buru mengamati bagian tubuh lainnya. Ternyata ada 1 lentingan besar  3 lentingan kecil di kepala. Nyaris tidak terlihat karena tertutup rambut.

"Besok nggak usah sekolah dulu ya..UTS nya ikut susulan".

Saya beresi buku-buku belajarnya. Sebagai ibu sedih juga, harusnya ujian kok malah sakit. Tapi untung Alya biasa, nggak demam, nggak rewel, dan nggak sedih mikir UTS yang kepending. Anak-anak mah gitu, saat ujian kadang ibunya yang lebih sibuk dibanding anaknya.


"Asyik..kalau susulan nanti malah aku ngerjain soalnya di kantor guru, ada AC nya..

Untung si bocah malah semangat  mesti statusnya nyusul. Tanpa banyak menunggu, malam itu juga, saya minta ayahnya segera ke apotek terdekat membeli Acyclovir tablet, dan juga Acyclovir salep. 

Cacar Air, Salah Satu Penyakit Yang Gampang Sekali Menular


Sebenarnya  sejak beberapa hari sebelumnya pun saya sudah was-was kalau Alya bakalan terjangkiti cacar air. Dalam satu Minggu itu, 7 dari teman sekelasnya tercatat absen tidak masuk sekolah karena cacar air.

Ee...ternyata Alya menjadi yang ke 8 dari total 32 anak. Itu baru dari satu kelas paralel, entah kelas 1 yang lain dan kakak kelas lainnya.
Cacar air, memang sering mewabah di musim kemarau dan biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun, 1x seumur hidup (meskipun dalam beberapa kasus ada juga yang justru terkena saat dewasa, dan bisa saja lebih dari 1x terserang).

Virus Varicella Zoster si penyebab cacar air, gampang sekali menyebar. Sebuah situs kesehatan menyebutkan bahwa virus ini menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, kontak langsung dari lendir, air ludah atau cairan luka lepuh. Itulah alasan kenapa penderita yang sedang terjangkiti cacar air hendaknya meminimalisir kontak dengan orang lain. Ya, kalau anak-anak solusinya tidak usah ke sekolah dan tidak main di luar rumah dulu.

Gejala yang Umum Dialami Penderita Cacar Air dan Penangannya.


Gejala khas yang paling mudah diamati adalah munculnya ruam pada kulit, seperti lepuhan. Beberapa akan didahului dengan keluhan tidak nyaman pada badan, atau bisa juga demam.

Kalau kasusnya Alya tempo hari, malam sebelum lepuhannya muncul ia mengeluh capek dan minta dipijit, serta tidurnya gelisah. Untungnya, gejala-gejala tadi tidak disertai demam. Jadi, bisa disimpulkan bahwa tidak semua  gejala cacar air disertai dengan kenaikan suhu tubuh/demam.

Di daerah saya, masyarakat biasa menyebut cacar air dengan cangkrangen. Di era saya kecil, obat yang paling mujarab untuk mengobati gejala cangkrangen adalah daun dari pohon cangkring yang diambil sarinya, untuk digunakan sebagai campuran air mandi.

Sayang, saat ini pohon cangkring makin langka dan susah untuk ditemui. Kalau yang belum tahu pohon cangkring seperti apa, berikut fotonya. Sumber foto, googling di google image😊


Erythruna Fusca, atau tanaman cangkring yang kini semakin langka

Ketika saya bertanya kepada teman-teman via fb terhadap penanganan anak yang terkena cacar air, ternyata ada beberapa obat herbal/medis yang  mereka terapkan untuk mengobati cacar air, seperti:
  • Mengoleskan propolis pada lentingan
  • Mandi dengan air yang sudah dicampur dengan kayu secang
  • Mengoleskan obat luka pada lentingan cacar air
  • Mengoleskan lidah buaya pada lentingan yang sudah kering, agar bekas lentingan cepat pudar/tidak membekas
  • Menggunakan paduan Acyclovir salep+Acyclovir tablet
  • Menambahkan serbuk Pk dalam air mandi
Beberapa penanganan ini bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi, tapi tempo hari saya menggunakan treatment medis dengan memberikan acyclovir tablet+acyclovir salep+bubuk PK dan juga perisai untuk daya tahan tubuh, yakni imboost sirup.
"Enak bu..kalau disalep pakai ini..dingin!" Komentar Alya tentang Acyclovir salep. 

Pernah, saya mau nyoba olesi dengan obat luka yang kata teman bisa mempercepat pengeringan, tapi Alyanya nggak mau. Ya sudah, dan ternyata dengan obat-obatan yang saya gunakan itupun kemajuannya juga lumayan cepat. Si bocah tetap mandi 2 kali sehari, dan tanpa ada pantangan makanan. Justru saya minta Alya untuk banyak konsumsi makanan sehat.

Berapa Lama Gejala Cacar Air Sembuh?

"Mbak...kalau cacar air itu...orang tuanya kudu sabar," kata seorang teman.

Nasehat yang benar,  karena memang dari munculnya lentingan sampai benar-benar kering,  waktu yang dibutuhkan lumayan panjang. Bahkan seberapa banyak jumlah lentingan yang munculpun tidak sama, ada yang jumlahnya banyak hampir merata seluruh tubuh, tapi ada juga yang sedikit.  Bersyukur, karena Alya termasuk yang sedikit.

Lalu berapa lama sembuh? Kalau untuk yang benar-benar kulit kembali bersih (sampai bagian hitam bekas luka cacar mengelupas sempurna, bisa jadi butuh waktu satu sampai dua minggu.  Tapi karena pertimbangan luka cacar  sudah kering, dan semua teman-temannya sudah masuk sekolah kembali, akhirnya 6 hari pasca terjangkiti cacar air Alya masuk sekolah. Jadwal ujian susulan sudah menunggu juga soalnya.

Hari ke 5, cacar yang di wajah sudah mengelupas. Besok paginya sudah berangkat sekolah lagi😁

Semoga saja sih aman, sudah nggak ada lagi yang bakal tertular penyakit cacar  air ini.

Teman-teman punya pengalaman seputar cacar air juga? Boleh lho sharing di kolom komentar...


26 September 2019

Belajar Menulis Cerita Anak Bersama Wylvera Windayana

September 26, 2019 1 Comments

M
enulis itu tidak sulit. Kuncinya, niat dan mau. Apalagi menuliskan kembali apa yang kita lihat atau kita rasakan. Tapi menulis dengan memadukan pengalaman-hasil pengamatan dan juga imaginasi dalam bentuk cerita fiksi? Tidak  semudah yang dibayangkan, apalagi dalam bentuk cerita anak.

Terus terang saya belum bisa (atau belum terbiasa) menulis untuk segmen anak-anak, karena itu artinya  saya mesti menyesuaikan tema, menyesuaikan bahasa, dan juga mesti menyelipkan pesan di dalam cerita tersebut. Kelihatannya saja simple, hanya  butuh nulis beberapa kata, tapi untuk sebuah cerita anak yang bagus, banyak juga yang mesti dipikirkan.

Beruntung banget pas tanggal 19 September kemarin, saya bisa datang ke acaranya #KEBelajar chapter Jogja yang di berlangsung di Gudang Digital Online, Demangan, Yogyakarta. Di sana, selain bertemu dengan beberapa teman blogger, ada juga  Wylvera Windayana, sang narasumber yang siang itu berbagi ilmunya tentang tips menulis cerita anak yang menarik dan bisa menang lomba.

Lebih Dekat dengan Wylvera Windayana

Wylvera Windayana atau yang akrab disapa mbak Wiwik ini adalah tokoh penulis anak-anak yang sudah banyak sekali menelurkan tulisan anak-anak, baik dalam bentuk cerpen, buku, maupun novel. Dua diantara tulisannya adalah Misteri Anak Jagung, Misteri Hantu Bertopeng,  dan Prince Kim Yung. Disamping bakat, menulis adalah hobi yang ia tekuni sejak duduk di bangku SMP, yang kemudian ia asah melalui jurusan komunikasi FISIP Universitas Sumatera Utara.  Kini, selain menulis mbak Wiwik juga aktif menyebarkan “virus” menulisnya di berbagai event kepenulisan, dan juga guru ekstra jurnalistik. Karya-karya tulisan Wylvera Windayana yang lain, juga bisa dinikmati dalam bentuk blogpost di rumah maya beliau, www.wylvera.com

Menulis Cerita Anak Ala Wylvera Windayana


Yang memakai jilbab coklat itulah mba Wylvera Windayana

“Kalau ingin bisa menulis cerita anak…maka kunci utamanya, banyak-banyaklah membaca cerita anak.” Kata mba Wiwik yang hari itu terlihat cantik dan anggun dengan balutan atasan warna coklat dengan jilbab warna senada. “Cermati saja cerpen-cerpen di majalah B0xx, itu bagus-bagus, dan nggak mudah bisa lolos untuk terbit di sana” lanjutnya. Setelah banyak membaca, mencermati karya demi karya,  tahap yang paling penting adalah MULAI MENULIS. 

Untuk menulis sebuah cerita anak dengan segmen pembaca berumur 6-12 tahun, menurut mbak Wiwik ada beberapa poin penting yang mesti diperhatikan, antara lain:
  • Sebelum mulai menulis, bisa dipikirkan terlebih dahulu mengenai ide cerita, menentukan tokoh-tokoh, dan juga sinopsis cerita. 
  • Panjang tulisan antara 200-600 kata, dengan pemilihan kata yang sederhana. Karena pembaca adalah anak-anak, maka penulis juga mesti mempertimbangkan pemilihan kata/diksi. Pilih diksi yang sederhana dengan alur dan konflik yang tidak terlalu rumit.
  • Bagi alur cerita secara proporsional dalam bembukaan, penuturan konflik, dan juga closing. Limapuluh-100 kata pertama untuk pembukaan, 100-400 kata berikutnya sebagai bagian dari penuturan konflij cerita, dan sisanya gunakan sebagai penutup.
  • Tokoh cerita tidak harus menjadi protagonist. Bisa jadi, si tokoh berperan sebagai tokoh antagonis. 
  • Hal lain yang tidak boleh terlupakan oleh seorang penulis cerita anak adalah Ketepatan logika. 

Meski memberikan kesempatan mengembangkan imaginasi seluas-luasnya, tetapi dalam cerita anak unsur logika penting juga. Berikan gambaran yang pas dengan logika anak-anak”
Untuk membuat jalinan cerita menjadi menarik dan enak dibaca, mbak Wiwik juga mengingatkan untuk selalu menjaga 3 bagian penting dalam  cerita, yakni  narasi, desripsi dan dialog  yang sebisa mungkin ditulis secara imbang. Begitupun dalam penyusunan kalimat, mesti diingat:
  • Kalimat yang digunakan adalah kalimat sederhana, efektif, mudah dimengerti serta lebih banyak menggunakan kalimat aktif.
  • Tidak menyusun kalimat panjang dan bertumpuk
  • Menghindari kata-kata yang berkesan negative, kasar, tidak sopan, dan berkonotasi negative
  • Show, not tell! Point ini penting banget untuk membuat jalinan cerita menjadi hidup

Tips Menang Lomba Menulis Cerita 


Selain telah memiliki banyak karya tulisan, Wylvera Windayana atau Mba Wiwik ini juga dijuluki langganan juara. Saat ada perlombaan dan beliau tercatat sebagai peserta, bisa dipastikan karyanya akan menjadi salah satu pilihan juri. 

Untuk bisa menyandang predikat sebagai jawara, ada beberapa tips yang ternyata diterapkan ibu dua putera ini antara lain:

  • Selalu baca dan ikuti semua persyaratan lomba, mulai dari tema tulisan, tujuan lomba, syarat teknis penulisan, dan juga cermati batas waktu pengiriman tulisan Baca dengan teliti tema yang diberikan panitia. Jangan pernah lakukan negosiasi
  • Perbesar motivasi  dengan cara membaca karya pemenang lomba periode sebelumnya, print pengumuman lomba, lingkari merah hadiah lomba. Poin ini meski terlihat receh, tapi menurut mba Wiwik ini penting
  • Cari tahu selera juri, dengan membaca naskah-naskah pemenang dan juga mempelajari keunggulan naskah pemenang
  • Dari segi ide, buatlah yang unik. Unik bukan berarti “berat” tapi simple dan pas untuk usia anak. Narasikan ide tadi dengan memikat, jaga alur dengan baik, dan buat cerita mengalir indah
  • Endapkan terlebih dahulu sebelum nenekan tomol publish atau mengirimkan cerita. Baca tulisan berulang, lakukan editing.
Cukup lengkap apa yang dibagikan Mbak Wiwik siang itu. Sebenarnya ada sesi praktek menulis cerita anak juga, tapi saya ijin membolos karena mesti tugas negara, jemput anak-anak sekolah. Jadi sebenarnya saya juga masih punya PR..mempraktekkan ilmu yang sudah dibagikan Mbak Wiwik dan KEB :-D


21 September 2019

Menemukan "Pantai Pribadi" di Pantai Mbuluk Gunung Kidul.

September 21, 2019 3 Comments

S
eperti apa jadinya kalau hanya karena penasaran akan sebuah rute, dan akhirnya rute tadi membawa kamu ke tempat baru yang awalnya tidak direncanakan untuk dikunjungi?

Alasan itulah yang membawa dan mengantarkan kami ke Pantai Mbuluk. Semuanya berawal dari penasaran, "di sana ada apa ya..?"

Berawal dari Pantai Kukup, lanjut jalan ke arah barat menyusuri tepian pantai, menyeberang satu gundukan karang ke Pantai Ngrawe yang tengah hits, kembali lagi naik satu bukit di sisi barat, dan sampailan kami di Pantai Mbuluk.

Medan jalan untuk sampai ke balik bukit, sudah bertangga kok. Nggak gitu tinggi juga, jadi aman..😀

Berkali kali tulisan di papan kayu itu saya baca ulang. Mbuluk...bukan Mbluluk (calon buah kelapa). Benar, pantai ini memang bernama Mbuluk.

Pantai terlihat sepi dari aktivitas pengunjung. Ada beberapa yang datang berombongan, tapi semuanya hanya  lewat, tanpa singgah. Selain melalui Pantai Kukup, Pantai Mbuluk memang bisa dijadikan sebagai "pintu masuk" untuk menuju Ngrawe. Itulah kenapa saya menyebut pantai Ngrawe ini layaknya sebuah pantai Pribadi. Tak begitu luas, dan relatif sepi

Kondisinya jauh berbeda dengan dua pantai pengapitnya, Pantai Baron dan Pantai Ngrawe


Ada jembatan bambu juga yang mengelilingi karang, kalau mau uji keberanian

Dua karang besar, dengan garis pantai yang tak begitu lebar, menjadi ciri khas pantai yang terletak di sisi timur Pantai Baron ini. Selain  sepi, itu kondisi pantai masih bersih dan alami.  

Kalau yang dicari pengunjung adalah model-model pantai berfasilitas lengkap, bisa jadi pantai ini memang belum memenuhi syarat. Di sini, semuanya masih terlihat sederhana dan seadanya. Tapi kalau mendekat ke alam dan kealamian yang kamu cari, sangat mungkin kamu akan betah berlama-lama di Pantai Mbuluk ini.




11 September 2019

USB OTG SanDisk, Solusi Praktis Backup Data SmartPhone mu

September 11, 2019 40 Comments
M
“ba.. nggak ikut job operator xx?” Tanya teman, sesama blogger beberapa  bulan lalu.

“Nggak, aku nggak punya banyak foto makanan..di ponselku stok foto makanannya tinggal sedikit. Sudah pada tak hapus …” Jawab saya sedih. Waktu itu memang ada job dari sebuah operator seluler, dari segi fee lumayan, tapi syaratnya saya mesti upload banyak foto-foto makanan dalam satu hari.

Duh..saya kena batunya! Gara-gara nggak punya backup an foto, satu peluang cuma lewat tanpa bisa menangkap.
***

Sejak  memutuskan untuk serius ngeblog di tahun 2015, sampai saat ini terhitung  3 kali saya ganti perangkat, tablet-smartphone, dan kemudian smartphone lagi sampai sekarang. Sayangnya sering perangkat saya rusak duluan sebelum data saya pindahkan.

Karena alasan kepraktisan,  saya banyak ngedraft, ambil foto/video dengan menggunakan ponsel.  Saya bisa nulis di mana dan kapan saja, dengan posisi badan yang bahkan bisa sambil tiduran. Demikian juga dengan foto/video, saya bisa langsung ambil gambar, edit dan  publish melalui perangkat yang sama tanpa mesti transfer file terlebih dahulu.


Cuma masalahnya, saat ini pun kapasitas ruang penyimpanan ponsel saya terbatas. Sementara, tak jarang pekerjaan menuntut untuk banyak mengambil gambar baik berupa foto, maupun video. Belum lagi kalau  lagi pengen mendokumenkan polah anak-anak di rumah, acara jalan-jalan keluarga, termasuk download-an foto/video yang terkirim melalui Whats App grup.



Cara termudah yang sering saya tempuh saat merasa gambar/video itu sudah terpakai di blog, atau sudah ada yang terposting di akun Instagram adalah langsung menghapusnya, dengan tujuan ada space lagi untuk foto/video baru. Demikian pula untuk rushes video.

Pernah saya lupa membersihkan file-file berukuran besar, seperti video, trus numpuk chat sampai ribuan, smartphone saya nggak lagi jadi  smart tapi lambat banget kinerjanya. Bahkan pernah juga tahu-tahu hang, nggak bisa diapa-apakan selain menunggu baterenya habis.

Managemen data saya kurang bagus ya? Bisa jadi. Saya pernah menyimpan/membuat backup an daftar kontak yang ada diponsel (lama) di media penyimpanan online, tapi begitu saya ganti perangkat (baru),  saya nggak bisa akses kembali kontak-kontak yang tersimpan  karena lupa password.  *Resiko simpen di media penyimpanan online, plus kebanyakan akun.

Tapi saya yakin kok, saya nggak sendiri. Di luar sana banyak pula yang pernah mengalami nasib serupa; menyesal, sedih, gara-gara data kehilangan data, termasuk foto-foto dan juga video yang sebenarnya #DibuangSayang. 

Dirilis bulan September 2018 lalu, sebuah survey yang dilakukan Western Digital menyebutkan bahwa  67% orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone mereka. Pemicu hilangnya data di sini  bisa disebabkan beberapa hal seperti memori yang terbatas sehingga mau tak mau harus menghapusnya, terkena virus, kerusakan data ataupun kehilangan perangkat. 

Uniknya, sebanyak 80% dari total responden mengaku bahwa mereka sebenarnya menyadari pentingnya melakukan back-up data, tapi hanya sepertiga yang melakukan backup secara teratur selama sebulan sekali. Kenapa? Karena banyak yang berpikir bahwa proses backup atau pencadangan data adalah sesuatu yang rumit atau terlalu memakan waktu. 

Sebagai tambahan, survai ini mengambil sampel 1.120 responden dari 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan dan Makassar

Berdasarkan temuan di atas, kamu  termasuk golongan pemakai ponsel yang mana? 

Saya sendiri, meski belum termasuk kategori rajin, tapi belakangan mulai lebih sering memindahkan file dari smartphone ke netbook. Nggak mau lagi menyesal pas butuh data-data lama, tapi ternyata sudah tidak punya. 

Dengan lebih sering memindah data ke lain perangkat, ponsel pun berasa lebih cepat kinerjanya, karena space yang tersisa di media penyimpanan semakin lapang. Cuma dengan system backup data seperti ini, saya merasa kurang dari sisi kepraktisan. Nggak bisa langsung ambil di saat butuh. Selain itu saya juga  jarang nenteng  netbook saat di luar rumah. 

Untungnya, Western Digital mengerti kaum pemuja kepraktisan.  Untuk membantu pengguna mengelola dan membackup data dengan mudah dan cepat, Western Digital menawarkan solusi lengkap mobile storage dengan Brand SanDisk. Melalui  USB OTG SanDisk pengguna ponsel bisa melakukan backup data dengan mudah. 

Iya, tinggal nyolokin saja USB OTG #SanDiskAPAC ke smartphone, dan data bisa dipindah kapanpun, dimanapun, tanpa perlu buka laptop atau was-was dengan ketersediaan jaringan internet. Perangkat penyimpan data ini tersedia dalam  berbagai ukuran, mulai 16GB hingga 256 GB. Asyiknya, harganya terjangkau.

Betapa praktisnya proses transfer dan penyimpanan data dengan USB OTG SanDisk, bisa dilihat di video berikut






Jadi, sudah nggak ada alasan lagi kan untuk malas backup data? Oh, iya sebelumnya cek dulu pake aplikasi OTG checker ya, apakah perangkat kamu support media penyimpan OTG atau belum.

 #DibuangSayang dan #SanDiskAPAC

5 September 2019

Tips memilih Jam Tangan Bisa Telepon Dan Sms (SmartWatch)

September 05, 2019 5 Comments

P
rodusen smartwatch itu pinter manfaatin moment ya! Saya inget waktu itu pasca lebaran  Idul Fitri, trus anak-anak juga masih libur sekolah. Otomatis, waktu mereka di depan tv juga lebih panjang. Ternyata, ada satu merk smartwatch yang pasang iklannya sering banget.

Awal-awalnya bocah saya  Alya paling nyanyi-nyanyi jingle iklannya doang. Habis itu kepengen minta dibeliin. 

Untung keinginan bocah kelas 1 SD  masih bisa dikontrol. Terlebih, SD nya juga nggak ngebolehin anak-anak mengenakan smartwatch.

"Nanti...sekarang kamu belum begitu butuh smartwatch. Masih anak-anak. Fungsi Smartwatch itu akan maksimal kalau yang make sudah gede". Begitu rayu saya..

Anaknya nurut. Akhirnya, fixed beli jam tangan anak-anak biasa😁 Angpao lebaran anakpun masih aman, sebagian besar masuk ke rekening tabungan mereka. 


Pertimbangan Sebelum Membeli Smartwatch

Bukan berarti menolak kemajuan teknologi, tapi secara fisik keluarga kami ngumpul di satu rumah, satu kota. Fitur GPS yang disediakan smartwatch, belum kami butuhkan. Fitur kamera, telepon,  pesan masih kehandle oleh smartphone.

Akan berbeda cerita, kalau misalnya saja orang tua-anak tinggal berjauhan. Fitur-fitur yang dimiliki smartwatch tentu sangat membantu orang tua untuk melakukan pengawasan.  Nggak cuma untuk anak-anak saja sebenarnya,  bahkan menurut saya smartwatch ini akan lebih berdayaguna kalau dikenakan orang dewasa. 


Melansir dari berita Bali, ada beberapa tips dalam pemilihan smartwatch. Selain pertimbangan kebutuhan Vs keinginan, ada hal lain juga yang mesti diperhatikan, misalnya:

Interface. Pada jam tangan pintar terdapat dua interface yaitu tombol atau touchscreen. Saat ini fitur touchscreen banyak dipilih namun tidak ada salahnya memilih  tombol jika suka fitur klasik.

Desain. Untuk pemilihan desain smartwatch, sesuaikan saja dengan tampilan/style sehari-hari. Desain bandul besar lebih cocok untuk tampilan sporty, sementara  bandul kecil lebih enak dilihat untuk tampilan casual. Soal tali, pemakai bisa mengganti dengan berbahan stainless steel, karet, atau kulit. 

Dukungan notifikasi. Sekedar saran, pilihlah smartwatch yang mempunyai fitur notifikasi email, panggilan telepon dan pesan teks karena fitur tersebut membantu aktivitas manusia, Terlebih untuk orang yang super sibuk.

Sistem operasi. Selanjutnya sesuaikan  smartwatch  dengan sistem operasi sesuai smartphone, agar keduanya terkoneksi dengan baik. Sebetulnya ada juga smartwatch yang mendukung semua sistem operasi, cuma memang mesti menyiapkan budget ekstra kalau mau yang ini.

Baterai. Daya baterai merupakan faktor penting juga dalam penggunaan jam pintar. Karena semakin lama memakai, maka daya baterai akan semakin terkuras. Oleh karena itu pilihlah baterai smartwatch yang mempunyai kapasitas besar.



4 September 2019

Pentingnya Sertifikat SSL Pada Website

September 04, 2019 33 Comments


D
igitalisasi, membuat banyak perubahan dalam gaya hidup masyarakat.  Belanja, transaksi keuangan, semuanya bisa diselesaikan melalui sebuah layar dan sentuhan jari. Hampir semua aspek kebutuhan masyarakat tersedia dalam bentuk online. #OnlineinAja, dan semua menjadi lebih mudah dan praktis. 

Meski begitu, tantangan pun tetap ada. Semakin banyak ancaman dan bahaya yang mengintai dalam gaya hidup serba online ini.  Sering mbaca  kan, kalau saat ini kejahatan di dunia cyber makin marak? Kalau sudah terjadi, tidak hanya konsumen yang dirugikan, bahkan pemilik web pun akan terkena dampaknya, yakni kehilangan kepercayaan. Sebagai langkah antisipasi, salah satu cara efektif untuk mengantisipasi cyber crime adalah dengan melengkapi situs yang kita kelola dengan Secure Socket Layer (SSL).

Ada yang bingung, kenapa tiba-tiba saya ngobrolin hal-hal teknis gini? Semuanya berkat kesempatan yang diberikan Qwords saat perayaan ulangtahun ke 14 tanggal 28 Agustus lalu dengan mengundang teman-teman blogger Jogja dan beberapa media, untuk belajar tentang seluk beluk SSL ini.  Agar tidak berhenti dan lebih bermanfaat, ilmu yang saya dapat hari itu, saya tulis ulang dalam sebuah blogpost ya!


Satoria Hotel Yogyakarta, 28 Agustus 2019; menimba ilmu tentang SSL 

Blogger & Media Gathering, menandai 14 tahun qwords mengiringi bisnis online di Indonesia

Lebih Tahu Tentang SSL

Ibarat sistem keamanan pada rumah kita, maka SSL inilah yang berperan sebagai alat pengaman. Peran utamanya adalah mengenkripsi data antara komputer dan server, memastikan semua data yang melewati komputer ke server aman. Inilah yang akan melindungi pengguna dari berbagai kejahatan dunia maya seperti hacking, phising, dan juga penyebaran malware.


Ciri yang menandai bahwa sebuah situs sudah memiliki SSL adalah terdapat simbol  gembok, dan tambahan s (secure) pada alamat website.  Sekarang, coba deh cek web yang sering kamu kunjungi. Apakah sudah memiliki ciri-ciri diatas? Kalau sudah, itu artinya aman. Seandainya belum, sepertinya memang harus dipikirkan ulang.

Pentingnya SSL untuk Sebuah Website

Secara mudah, web yang bisa dibilang berhasil adalah web yang ramai pengunjung sekaligus mampu membuat pengunjungnya merasa nyaman, betah, dan aman untuk beraktivitas di dalamnya.

Seandainya dibaratkan web adalah rumah dan pengunjung adalah tamu, maka sudah sepantasnya apabila tuan rumah menjamin keamanan tamunya, Didalam dunia maya, hal yang mesti  terlindungi adalah data personal. Data di sini bisa berupa username, password, termasuk data-data perbankan. Ngeri banget kan kalau data tadi sampai jatuh ke pihak yang tidak bertanggungjawab?

Disinilah peran penting sebuah SSL hadir.

Selain alasan keamanan, ada beberapa keuntungan lain yang akan kita dapatkan apabila melengkapi website yang kita kelola dengan SSL, yaitu:
  • Situs web yang memiliki SSL akan dinyatakan sebagai website yang aman. Jaminan kemanan ini penting sekali, terutama untuk website yang berhubungan dengan transaksi-transaksi keuangan. Website aman, otomatis kepercayaan pengunjung akan naik.
  • Mesin pencari mengutamakan website yang sudah memiliki SSL certificate; google memberikan posisi yang lebih tinggi ke situs web yang aman dalam hasil pencarian. 
  • Rangking tinggi ---> traffict tinggi ----> posisi yang makin menguntungkan di halaman pertama google, secara otomatis ini akan berpengaruh terhadap SEO website.

Beragam SSL Certificate

Jika domain adalah alamat, web sebagai rumah maya, maka SSL adalah pagar/penjaga yang akan mengamankan rumah maya kamu. Ada SSL yang sifatnya gratisan, namun ada pula SSL berbayar yang tentu saja memberikan tingkat keamanan lebih besar. 

Berdasarkan tingkat validasinya, ada 3 macam SSL Certificate:
a. Domain Validation (DV)  SSL, merupakan SSL Certificate dengan tingkat validasi yang sangat mudah, prosesnya cepat. Merupakan jenis SSL yang banyak digunakan oleh website personal/blog
b. Organization Validation (OV) SSL. Seperti namanya, jenis SSL ini banyak digunakan oleh website bisnis seperti e-commerce maupun organisasi. 
c. Extended Validation SSL (EV) SSL
Merupakan standard validasi SSL tertinggj, sehingga sangat direkomendasikan untuk website bisnis, e-commerce, maupun toko-toko online. 

Sementara berdasarkan jumlah domain yang dilindungi, ada 3 jenis SSL Certificate, meliputi: Single domain SSL, wilcard SSL, dan Multi Domain SSL. 

Gudang SSL, sebagai Partner untuk Mendapatkan Sertifikat SSL

GudangSSl-Qwords
14 tahun Qwords, launching layanan baru yaitu GudangSSL

Gudang SSL merupakan layanan terbaru Qword yang resmi diluncurkan bersamaan dengan ulang tahunnya yang ke 14 beberapa hari lalu. Platform ini memfasilitasi para pengguna website untuk mendapatkan sertifikat keamanan terbaik, terhemat, dengan berbagai pilihan SSL dari Certificate Authority (CA) ternama di dunia seperti Globalsign, AlphaSSL, Entrust Datacard, Sectigo, RapidSSL, Symantec, Thawte, Geotrus, dan Digicert.

Selain harga murah dan terjangkau, sebagai salah satu penyedia SSL Indonesia GudangSSL juga memberikan banyak kemudahan, diantaranya:
  1. Harga hemat, dimana kamu bisa mendapatkan SSL murah bahkan dengan harga 30% lebih hemat dibanding harga dari Certified Authority
  2. Bekerja di semua browser
  3. Garansi 15 hari uang kembali
  4. Kemudahan pembayaran
  5. Security warranty
  6. Layanan 24 jam
  7. Bantuan instalasi
  8. Gratis Reissue SSL apabila private key SSL terhapus.
Baca juga : Menjadi Pemenang Usaha di Era Digital? Ini dia 5 Kuncinya!

2 September 2019

Kiat Penting yang Harus Diketahui Ibu Hamil

September 02, 2019 2 Comments
S
aya hamil? Nggak! Cuma belakangan lagi banyak ke kondangan nikahan, trus jadinya pengen bikin blogpost ini. Yaa...karena nikah sama hamil, kan hubungannya "dekat". 


Meskipun pasca pernikahan, kehamilan termasuk hal yang optional,  pilihan masing-masing pasangan, mau langsung merencanakan program kehamilan, atau menundanya terlebih dahalu. 

Kenapa? Karena kehamilan itu termasuk  proses hidup yang butuh bekal ilmu. Nggak cukup hanya setelah menstruasi terlambat, tunggu perut semakin besar, maka otomatis bayi keluar sehat. Untuk bisa menikmati dan menjalani 9 bulannya dengan baik, seorang perempuan butuh persiapan fisik, persiapan mental, dukungan dari banyak pihak. 

Jadi, kalau kamu perempuan menikah, dan sudah mengalami  tanda tanda hamil, nggak perlu khawatir apalagi takut.

Langkah pertama, konsultasi secara medis, dengan mendatangi bidan, pusat kesehatan masyarakat terdekat, atau dokter kandungan. Ini penting. Nantinya, tenaga medis akan mengecek ulang kadar hormin hcg dalam darah, untuk memastikan ada/tidaknya embrio yang tengah tumbuh dalam rahimmu. 

Kan ada testpack dengan keakuratan yang bahkan bisa mencapai 99%? Untuk beberapa merk, keakuratan test pack memang bisa diandalkan, tapi tidak ada salahnya kamu melakukan pengecekan ulang, agar apabila ada sesuatu yang tidak normal, bisa terdeteksi lebih awal.

Setelah positif hamil dan kamu ingin pertumbuhan janin yang ada dalam rahimmu sesuai dengan tahapan perkembangan, pastikan asupan yang kamu konsumsi adalah yang bernutrisi. Asupan nutrisi ibu + perkembangan janin dalam kandungan adalah dua hal yang saling berhubungan. 

Iya, memang tidak semudah teori dalam kenyataannya, karena di tri semester awal kehamilan, banyak ibu hamil mengalami morning sickness yang berlebihan. Boro-boro makan, kadang baru mencium bau uap makanan tertentu saja sudah muntah. Kalau itu yang terjadi, segera konsultasikan dengan bidan/dokter kandungan, agar mereka bisa merekomendasikan tindakan medis terbaik.

Periksa rutin, pantau ukuran  dan perkembangan janin. Poin pentingnya adalah, manfaatkan sesi konsultasi dengan tenaga medis semaksimal mungkin. Tanyalah sebanyak apa yang kamu mau tahu.

Itu kenapa, saat hamil maka saya menyarankan carilah bidan atau dokter kandungan yang komunikatif dan nyaman untuk diajak berdiskusi/bertanya tentang banyak hal. Selain itu, paling tidak, minimal 3 kali cek perkembangan janin via ultrasinigrafi (USG) abdomen. 

Pemantauan janin via USG sangat penting. Diawal kehamilan, usg sangat berguna untuk memastikan bahwa embrio dalam rahim benar-benar tumbuh dan berkembang. Di tengah kehamilan, melalui USG dokter dan orang tua bisa melihat perkembangan janin apakah sesuai dengan usia kehamilan. 

Sementara di minggu-minggu terakhir kehamilan, pemantauan USG sangat berguna untuk memantau posisi janin, ukuran, ketersediaan air ketuban, sehingga dokter bisa merekomendasikan apakah si Ibu bisa melahirkan secara normal, atau mesti melalui tindakan SC atau operasi caesar. Jadi, kalau masih ada yang beranggapan bahwa USG hanya untuk mengetahui jenis kelamin bayi, biar orang tua bisa segera mempersiapkap nama atau pakaian bayi, itu salah besar ya. 
Kehamilan merupakan proses yang hanya dimiliki dan dilalui perempuan. Dan agar prosesnya berjalan secara lancar dan sesuai harapan, ya mesti dengan bekal pengetahuan. So, buat kamu yang lagi hamil dan kebetulan nemu blogpost ini saat berselancar di dunia maya,s persiapkan semuanya semuanya dan semoga dilancarkan sampai proses lahiran ya!😁

Follow Us @soratemplates