Cari Blog Ini

10 Oktober 2019

Serba-Serbi Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Oktober 10, 2019 0 Comments

S
ekolah-kuliah-bekerja-menikah dan kemudian punya anak. Kalau sudah seperti itu, konon katanya sempurnalah garis kehidupan manusia. Yaa...paling tidak sempurna dimata orang tua dan orang-orang di sekitar kita. Maka begitu upacara pernikahan selesai, maka siap-siap saja mulai terbiasa dengan pertanyaan, “Sudah isi belum, atau kapan punya anak…?”

Kalau yang diharapkan belum juga datang, harap bersabar. Kehamilan, keberadaan bayi dalam rahim adalah hak prerogative sang Pencipta. Kalau kemudian ada dua garis merah di testpack, dan kamu dinyatakan hamil oleh dokter, maka  jalani saja masa kehamilan dengan gembira. 

Bisa jadi, awal kehamilan akan terasa berat bagi seorang perempuan, tapi percayalah di fase akhir kehamilan..ada moment yang bener-bener nyenengin, yaitu saat mempersiapkan pernak-pernik kebutuhan bayi. Kalau bisa saya gambarkan, ketika melihat pernik-pernik bayi yang mungil, warnanya lembut, rasanya…nano-nano. Seneng campur gemes!

Yaa, bisa jadi hanya seorang ibu yang tahu rasanya.

Berdasarkan pengalaman sebelum dua bocah saya lahir, ada beberapa piranti wajib yang mesti kami siapkan sebelum proses kelahiran mereka. Berikut daftar perlengkapan bayi baru lahir, yang mungkin saja akan bisa membantu calon ibu baru yang saat ini tengah menanti proses kelahiran. 



Baju, celana, dan beberapa pernak-perniknya
Kalau untuk new born, saya memilih model baju dengan tali atau kancing, tujuannya tentu saja agar lebih gampang pada saat proses memakaikan ke bayi. Untuk tipe lengan, bisa menyediakan dua tipe ya, lengan panjang dan juga pendek. Pemakaiannya menyesuaikan situasi dan kondisi cuaca.Untuk celana, bayi baru lahir bisa mengunakan popok kain, pospak, ataupun hanya celana; tentu saja masing-masing punya konsekuensi. 
Selain itu, dalam ranah busana bayi adalagi yang mesti disiapkan seperti:
  • Gurita (bisa diganti kaos dalam, cuma dalam hal pemakaian lebih mudah gurita), 
  • Bedong bayi (yang sekarang motif+bentuknya lucu-lucu)
  • Selimut (ketebalan, bisa disesuaikan dengan kondisi daerah, yang penting bahan pilih yang lembut)
  • Kaos kaki+ sepatu bayi, kaos tangan bayi
  • Tutup kepala
  • Alas ompol (saat tidak menggunakan diaper)
Perlengkapan mandi bayi
Harus ya, perlengkapan mandi antara bayi dan orang tua berbeda? Wajib kalau ini. Demi keamanan, pergunakan bak mandi untuk bayi (ember khusus). Gunakan juga peralatan mandi yang hanya  dikhususkan untuk bayi dan anak-anak, seperti sabun, sampo, lotion, dan juga minyak penghangat (telon). Ada banyak merek yang beredar di pasaran, dengan harga, aroma, dan ukuran bervariasi. Sekedar saran pilihlah perlengkapan mandi untuk bayi yang bersifat hipoalergenik; karena pada dasarnya kulit bayi sangat sensitive dibandingkan dengan kulit orang dewasa. 

Termasuk dalam perlengkapan ini adalah tisu basah, dan juga cutton bud untuk membersihkan bagian luar telinga bayi. Bisa ditambahkan pula gunting kuku ukuran kecil, karena kuku tangan bayi itu cepat sekali bertambah panjang.


Beberapa alat penunjang kenyamanan bayi
Namanya alat penunjang, maka sifatnya opsional. Yang bisa dikategorikan penunjang kenyamanan di sini, misalnya saja:
  • Box bayi : ini tidak wajib, tapi dua bocah saya menggunakan ini saat bayi. Pertimbangannya adalah keamanan saat tidur dan juga saat ia mulai aktif bergerak. Saya tinggal memasukkan si bocah ke box saat mau ditinggal sholat atau ada keperluan di kamar mandi
  • Gendongan. Beruntung karena sekarang banyak sekali macam/mode gendongan. Tinggal memilih mana yang dirasa paling nyaman untuk orang tua/si bayi. Sekedar saran, pilih model gendongan yang bisa jangka panjang digunakan, paling tidak sampai anak berusia 3 tahun.
  • Babystroller, berguna sekali saat mengajak bayi bepergian dalam jarak yang lumayan jauh dan  jangka waktu yang cukup lama.  Trolly bayi ini bisa digunakan bergantiian dengan gendongan
Kalau kamu adalah calon orang tua yang tengah menanti proses kelahiran buah hati, selamat ya! Semoga semuanya lancar sesuai harapan.

3 Oktober 2019

Jadikan Jogja sebagai Destinasi Wisata Pilihan dan Pastikan Liburanmu Makin Berkesan dengan Traveloka Xperience

Oktober 03, 2019 20 Comments

A khir tahun sudah di depan mata. Apakah kamu sudah mereka-reka rencana apa yang bakalan  dilakukan untuk menutup 2019 dengan manis? Bagaimana kalau liburan ke Jogja saja? Ada banyak alasan yang bisa membuatmu semakin mantap untuk menjadikan Jogja sebagai destinasi wisata favorit.

Memang sih, Jogja bukan satu-satunya destinasi wisata di Indonesia. Ada Bali, Bandung, Malang, Papua, dan juga banyak lagi lainnya. Negara kita kan kaya tempat-tempat cantik dan menarik. Meskipun begitu, ada beberapa alasan untuk menjatuhkan pilihan ke Yogyakarta sebagai tempat yang nyaman untuk menghabiskan jatah liburan akhir tahun.

Pertama, posisi Jogja gampang diakses 
Untuk moda transportasi udara, Jogjakarta punya bandara Internasional yang  melayani penerbangan domestik dan luar negeri. Saat postingan ini ditulis, masih ada dua bandara yang beroperasi yakni Bandara Adisucipto, dan juga Yogyakarta Internasional airport yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.  Sementara di jalur darat, kota ini juga punya sarana trasportasi umum seperti bis dan juga kereta api dengan jalur yang mencukupi. Sandainya kamu menginginkan sarana transportasi yang lebih bersifat pribadi, tinggal sewa mobil, atau  manfaatkan aplikasi untuk menyewa taksi secara online.

Kedua, kota ini juga punya sarana akomodasi yang memadai

Mau menginap dengan budget dibawah 100ribu permalam, atau menginginkan hotel mewah berfasilitas lengkap, semuanya bisa ditemukan di Jogjakarta. Kamu tinggal menyesuaikan dengan budget yang tersedia, dan juga lokasi-lokasi wisata yang hendak dituju saja.

Selain itu, Jogja adalah tujuan wisata yang lengkap

Ini bukan saya saja sebagai wong asli yang komentar. Banyak teman-teman luar kota/luar propinsi yang bilang kalau Jogja itu punya magnet dimana yang sudah mengunjungi, rata-rata pengen kembali. Salah satu penyebabnya adalah Jogja itu komplit. Hanya perlu singgah di satu kota, dan kemudian bisa menikmati wisata budaya, petualangan, dan wisata kuliner sekaligus. Ada beberapa referensi tempat wisata yang patut kamu coba, seperti diantaranya:

Malioboro

Liburan-di-jogja-dengan-traveloka
Malioboro di siang hari
Rugi ke Jogja, tanpa singgah ke Malioboro. Malioboro sebagai jantung kota telah lama dikenal sebagai surga wisata belanja. Deretan pertokoan, pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan  di sepanjang trotoar adalah pemandangan khas Malioboro di waktu siang-malam hari. 

Sementara di larut malampun, Malioboro tidak tidur, karena banyak warung lesehan yang justru memulai aktivitas di larut malam. Ada satu hari yang special untuk Malioboro, yakni Selasa Wage, karena setiap  hari di penanggalan Jawa tersebut Malioboro ditutup untuk semua kendaraan bermotor  mulai pukul 06.00-22.00 WIB, dan diganti dengan banyak pertunjukan kesenian yang digelar di sepanjang jalan.

Menyusur deretan panjang pantai di Gunungkidul

Wisata-pantai-Drini-gunungkidul
Pantai Drini, salah satu wisata pantai menarik yang bisa teman-teman kunjungi 
Traveloka-Xperience
Di samping bersih, kelebihan pantai Drini adalah ketersediaan sarana penunjang wisata pantai yang relatif lengkap

Kalau wisata pantai menjadi favorit kamu untuk menghilangkan penat, maka area wajb yang mesti dikunjungi adalah Gunungkidul. Di Kabupaten yang terkenal dengan makanan khas berupa tiwul dan belalang goreng ini, ada puluhan pantai yang siap menyambut wisatawan. Tinggal milih kok, mau yang akses jalannya gampang atau menantang, mau yang ramai dan full fasilitas penunjang kenyaman, atau pantai yang relatif sepi namun alami.

Menguji adrenalin dengan mengikuti Lava Tour Merapi

Berguncang di atas jeep terbuka, dengan medan jalan yang sering kali berkelok di Kaki Merapi adalah tantangan seru dari kegiatan tour ini. Pada intinya, di Lava Tour Merapi ini kamu bisa melihat secara lebih dekat sisa-sisa keganasan erupsi merapi dengan menyusuri bekas aliran lahar. Selain itu, kamu juga akan diajak singgah  ke beberapa destinasi pasca letusan seperti Museum Sisa Hartaku dan Bunker Kaliadem.

Jika kamu mau tantangan yang lebih menegangkan, coba saja Lava Tour Merapi  di kala hujan. Cipratan air dari atas dan sepanjang jalur lintasan jeep, tentu akan memberikan sensasi yang berbeda sebuah perjalanan wisata.

Liburan Makin Seru dan Berkesan dengan Traveloka Xperience

Saat melakukan sebuah perjalanan wisata, apa yang menurut kamu paling menarik untuk dikenang? Pengalaman baru dan seru yang diperoleh bukan? 

Kini, Traveloka sebagai salah satu Online Travel Agent di Indonesia siap menyempurnakan keseruan liburanmu dengan Traveloka Xperience.


Traveloka XPerience adalah platform pemesanan beragam produk aktivitas liburan dan gaya hidup, meliputi atraksi, bioskop, event, hiburan, spa dan kecatikan, olahraga, taman bermain, transportasi local, tur, pelengkap travel makanan dan minuman, serta kursus dan workshop
Traveloka Xperience mulai diperkenalkan oleh Traveloka sejak awal tahun 2019, sebagai salah satu cara memanjakan penggunanya dengan melengkapi produk dan layanan untuk kebutuhan hiburan dan gaya hidup yang terintegrasi dalam satu aplikasi.

Dengan Traveloka Xperience ini, diharapkan nantinya kamu mendapatkan beragam pengalaman yang unik, seru dan tak terbatas. Misalnya saja nih teman-teman lagi ada di Jogja, trus penasaran sama serunya Lava Tour Merapi. 

Ya tinggal klik-klik atau  ambil  saja smartphonemu  trus  gerakin jari, pilih-pilih sesuai kebutuhan, lakukan pemesanan dan pembayaran, dan selamat bertualang...! 



Pengen melengkapi liburan dengan wisata kulineran? #XPerienceSeru kulineran pun bisa kamu mulai dengan Traveloka Xperience. Tinggal pilih ke menu makanan dan minuman (food & drink) lalu klik bagian Dining Experiences, dan beres!



Jadi, sudah bukan waktunya lagi beranggapan kalau liburan itu sesuatu yang  membutuhkan persiapan rumit. Kan ada Traveloka Xperience yang siap jadi asisten. So, tunggu apalagi...

30 September 2019

Pengalaman Saat Anak Terkena Cacar Air

September 30, 2019 2 Comments
S aya ingat, hari itu Jum'at  malam dan Alya baru saja selesai belajar. Esok hari adalah UTS (sekarang istilahnya Penilaian Tengah Semester) pertamanya semenjak duduk di bangku SD.




"Bu ..tanganku ada bentolnya .." Kata si bocah sambil menunjukkan tangan kanannya. Satu lentingan merah berisi air, berukuran sedang terlihat di sana.

"Waduh, kena cacar air Nok.." Kata saya sambil buru-buru mengamati bagian tubuh lainnya. Ternyata ada 1 lentingan besar  3 lentingan kecil di kepala. Nyaris tidak terlihat karena tertutup rambut.

"Besok nggak usah sekolah dulu ya..UTS nya ikut susulan".

Saya beresi buku-buku belajarnya. Sebagai ibu sedih juga, harusnya ujian kok malah sakit. Tapi untung Alya biasa, nggak demam, nggak rewel, dan nggak sedih mikir UTS yang kepending. Anak-anak mah gitu, saat ujian kadang ibunya yang lebih sibuk dibanding anaknya.


"Asyik..kalau susulan nanti malah aku ngerjain soalnya di kantor guru, ada AC nya..

Untung si bocah malah semangat  mesti statusnya nyusul. Tanpa banyak menunggu, malam itu juga, saya minta ayahnya segera ke apotek terdekat membeli Acyclovir tablet, dan juga Acyclovir salep. 

Cacar Air, Salah Satu Penyakit Yang Gampang Sekali Menular


Sebenarnya  sejak beberapa hari sebelumnya pun saya sudah was-was kalau Alya bakalan terjangkiti cacar air. Dalam satu Minggu itu, 7 dari teman sekelasnya tercatat absen tidak masuk sekolah karena cacar air.

Ee...ternyata Alya menjadi yang ke 8 dari total 32 anak. Itu baru dari satu kelas paralel, entah kelas 1 yang lain dan kakak kelas lainnya.
Cacar air, memang sering mewabah di musim kemarau dan biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun, 1x seumur hidup (meskipun dalam beberapa kasus ada juga yang justru terkena saat dewasa, dan bisa saja lebih dari 1x terserang).

Virus Varicella Zoster si penyebab cacar air, gampang sekali menyebar. Sebuah situs kesehatan menyebutkan bahwa virus ini menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, kontak langsung dari lendir, air ludah atau cairan luka lepuh. Itulah alasan kenapa penderita yang sedang terjangkiti cacar air hendaknya meminimalisir kontak dengan orang lain. Ya, kalau anak-anak solusinya tidak usah ke sekolah dan tidak main di luar rumah dulu.

Gejala yang Umum Dialami Penderita Cacar Air dan Penangannya.


Gejala khas yang paling mudah diamati adalah munculnya ruam pada kulit, seperti lepuhan. Beberapa akan didahului dengan keluhan tidak nyaman pada badan, atau bisa juga demam.

Kalau kasusnya Alya tempo hari, malam sebelum lepuhannya muncul ia mengeluh capek dan minta dipijit, serta tidurnya gelisah. Untungnya, gejala-gejala tadi tidak disertai demam. Jadi, bisa disimpulkan bahwa tidak semua  gejala cacar air disertai dengan kenaikan suhu tubuh/demam.

Di daerah saya, masyarakat biasa menyebut cacar air dengan cangkrangen. Di era saya kecil, obat yang paling mujarab untuk mengobati gejala cangkrangen adalah daun dari pohon cangkring yang diambil sarinya, untuk digunakan sebagai campuran air mandi.

Sayang, saat ini pohon cangkring makin langka dan susah untuk ditemui. Kalau yang belum tahu pohon cangkring seperti apa, berikut fotonya. Sumber foto, googling di google image😊


Erythruna Fusca, atau tanaman cangkring yang kini semakin langka

Ketika saya bertanya kepada teman-teman via fb terhadap penanganan anak yang terkena cacar air, ternyata ada beberapa obat herbal/medis yang  mereka terapkan untuk mengobati cacar air, seperti:
  • Mengoleskan propolis pada lentingan
  • Mandi dengan air yang sudah dicampur dengan kayu secang
  • Mengoleskan obat luka pada lentingan cacar air
  • Mengoleskan lidah buaya pada lentingan yang sudah kering, agar bekas lentingan cepat pudar/tidak membekas
  • Menggunakan paduan Acyclovir salep+Acyclovir tablet
  • Menambahkan serbuk Pk dalam air mandi
Beberapa penanganan ini bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi, tapi tempo hari saya menggunakan treatment medis dengan memberikan acyclovir tablet+acyclovir salep+bubuk PK dan juga perisai untuk daya tahan tubuh, yakni imboost sirup.
"Enak bu..kalau disalep pakai ini..dingin!" Komentar Alya tentang Acyclovir salep. 

Pernah, saya mau nyoba olesi dengan obat luka yang kata teman bisa mempercepat pengeringan, tapi Alyanya nggak mau. Ya sudah, dan ternyata dengan obat-obatan yang saya gunakan itupun kemajuannya juga lumayan cepat. Si bocah tetap mandi 2 kali sehari, dan tanpa ada pantangan makanan. Justru saya minta Alya untuk banyak konsumsi makanan sehat.

Berapa Lama Gejala Cacar Air Sembuh?

"Mbak...kalau cacar air itu...orang tuanya kudu sabar," kata seorang teman.

Nasehat yang benar,  karena memang dari munculnya lentingan sampai benar-benar kering,  waktu yang dibutuhkan lumayan panjang. Bahkan seberapa banyak jumlah lentingan yang munculpun tidak sama, ada yang jumlahnya banyak hampir merata seluruh tubuh, tapi ada juga yang sedikit.  Bersyukur, karena Alya termasuk yang sedikit.

Lalu berapa lama sembuh? Kalau untuk yang benar-benar kulit kembali bersih (sampai bagian hitam bekas luka cacar mengelupas sempurna, bisa jadi butuh waktu satu sampai dua minggu.  Tapi karena pertimbangan luka cacar  sudah kering, dan semua teman-temannya sudah masuk sekolah kembali, akhirnya 6 hari pasca terjangkiti cacar air Alya masuk sekolah. Jadwal ujian susulan sudah menunggu juga soalnya.

Hari ke 5, cacar yang di wajah sudah mengelupas. Besok paginya sudah berangkat sekolah lagi😁

Semoga saja sih aman, sudah nggak ada lagi yang bakal tertular penyakit cacar  air ini.

Teman-teman punya pengalaman seputar cacar air juga? Boleh lho sharing di kolom komentar...


26 September 2019

Belajar Menulis Cerita Anak Bersama Wylvera Windayana

September 26, 2019 1 Comments

M
enulis itu tidak sulit. Kuncinya, niat dan mau. Apalagi menuliskan kembali apa yang kita lihat atau kita rasakan. Tapi menulis dengan memadukan pengalaman-hasil pengamatan dan juga imaginasi dalam bentuk cerita fiksi? Tidak  semudah yang dibayangkan, apalagi dalam bentuk cerita anak.

Terus terang saya belum bisa (atau belum terbiasa) menulis untuk segmen anak-anak, karena itu artinya  saya mesti menyesuaikan tema, menyesuaikan bahasa, dan juga mesti menyelipkan pesan di dalam cerita tersebut. Kelihatannya saja simple, hanya  butuh nulis beberapa kata, tapi untuk sebuah cerita anak yang bagus, banyak juga yang mesti dipikirkan.

Beruntung banget pas tanggal 19 September kemarin, saya bisa datang ke acaranya #KEBelajar chapter Jogja yang di berlangsung di Gudang Digital Online, Demangan, Yogyakarta. Di sana, selain bertemu dengan beberapa teman blogger, ada juga  Wylvera Windayana, sang narasumber yang siang itu berbagi ilmunya tentang tips menulis cerita anak yang menarik dan bisa menang lomba.

Lebih Dekat dengan Wylvera Windayana

Wylvera Windayana atau yang akrab disapa mbak Wiwik ini adalah tokoh penulis anak-anak yang sudah banyak sekali menelurkan tulisan anak-anak, baik dalam bentuk cerpen, buku, maupun novel. Dua diantara tulisannya adalah Misteri Anak Jagung, Misteri Hantu Bertopeng,  dan Prince Kim Yung. Disamping bakat, menulis adalah hobi yang ia tekuni sejak duduk di bangku SMP, yang kemudian ia asah melalui jurusan komunikasi FISIP Universitas Sumatera Utara.  Kini, selain menulis mbak Wiwik juga aktif menyebarkan “virus” menulisnya di berbagai event kepenulisan, dan juga guru ekstra jurnalistik. Karya-karya tulisan Wylvera Windayana yang lain, juga bisa dinikmati dalam bentuk blogpost di rumah maya beliau, www.wylvera.com

Menulis Cerita Anak Ala Wylvera Windayana


Yang memakai jilbab coklat itulah mba Wylvera Windayana

“Kalau ingin bisa menulis cerita anak…maka kunci utamanya, banyak-banyaklah membaca cerita anak.” Kata mba Wiwik yang hari itu terlihat cantik dan anggun dengan balutan atasan warna coklat dengan jilbab warna senada. “Cermati saja cerpen-cerpen di majalah B0xx, itu bagus-bagus, dan nggak mudah bisa lolos untuk terbit di sana” lanjutnya. Setelah banyak membaca, mencermati karya demi karya,  tahap yang paling penting adalah MULAI MENULIS. 

Untuk menulis sebuah cerita anak dengan segmen pembaca berumur 6-12 tahun, menurut mbak Wiwik ada beberapa poin penting yang mesti diperhatikan, antara lain:
  • Sebelum mulai menulis, bisa dipikirkan terlebih dahulu mengenai ide cerita, menentukan tokoh-tokoh, dan juga sinopsis cerita. 
  • Panjang tulisan antara 200-600 kata, dengan pemilihan kata yang sederhana. Karena pembaca adalah anak-anak, maka penulis juga mesti mempertimbangkan pemilihan kata/diksi. Pilih diksi yang sederhana dengan alur dan konflik yang tidak terlalu rumit.
  • Bagi alur cerita secara proporsional dalam bembukaan, penuturan konflik, dan juga closing. Limapuluh-100 kata pertama untuk pembukaan, 100-400 kata berikutnya sebagai bagian dari penuturan konflij cerita, dan sisanya gunakan sebagai penutup.
  • Tokoh cerita tidak harus menjadi protagonist. Bisa jadi, si tokoh berperan sebagai tokoh antagonis. 
  • Hal lain yang tidak boleh terlupakan oleh seorang penulis cerita anak adalah Ketepatan logika. 

Meski memberikan kesempatan mengembangkan imaginasi seluas-luasnya, tetapi dalam cerita anak unsur logika penting juga. Berikan gambaran yang pas dengan logika anak-anak”
Untuk membuat jalinan cerita menjadi menarik dan enak dibaca, mbak Wiwik juga mengingatkan untuk selalu menjaga 3 bagian penting dalam  cerita, yakni  narasi, desripsi dan dialog  yang sebisa mungkin ditulis secara imbang. Begitupun dalam penyusunan kalimat, mesti diingat:
  • Kalimat yang digunakan adalah kalimat sederhana, efektif, mudah dimengerti serta lebih banyak menggunakan kalimat aktif.
  • Tidak menyusun kalimat panjang dan bertumpuk
  • Menghindari kata-kata yang berkesan negative, kasar, tidak sopan, dan berkonotasi negative
  • Show, not tell! Point ini penting banget untuk membuat jalinan cerita menjadi hidup

Tips Menang Lomba Menulis Cerita 


Selain telah memiliki banyak karya tulisan, Wylvera Windayana atau Mba Wiwik ini juga dijuluki langganan juara. Saat ada perlombaan dan beliau tercatat sebagai peserta, bisa dipastikan karyanya akan menjadi salah satu pilihan juri. 

Untuk bisa menyandang predikat sebagai jawara, ada beberapa tips yang ternyata diterapkan ibu dua putera ini antara lain:

  • Selalu baca dan ikuti semua persyaratan lomba, mulai dari tema tulisan, tujuan lomba, syarat teknis penulisan, dan juga cermati batas waktu pengiriman tulisan Baca dengan teliti tema yang diberikan panitia. Jangan pernah lakukan negosiasi
  • Perbesar motivasi  dengan cara membaca karya pemenang lomba periode sebelumnya, print pengumuman lomba, lingkari merah hadiah lomba. Poin ini meski terlihat receh, tapi menurut mba Wiwik ini penting
  • Cari tahu selera juri, dengan membaca naskah-naskah pemenang dan juga mempelajari keunggulan naskah pemenang
  • Dari segi ide, buatlah yang unik. Unik bukan berarti “berat” tapi simple dan pas untuk usia anak. Narasikan ide tadi dengan memikat, jaga alur dengan baik, dan buat cerita mengalir indah
  • Endapkan terlebih dahulu sebelum nenekan tomol publish atau mengirimkan cerita. Baca tulisan berulang, lakukan editing.
Cukup lengkap apa yang dibagikan Mbak Wiwik siang itu. Sebenarnya ada sesi praktek menulis cerita anak juga, tapi saya ijin membolos karena mesti tugas negara, jemput anak-anak sekolah. Jadi sebenarnya saya juga masih punya PR..mempraktekkan ilmu yang sudah dibagikan Mbak Wiwik dan KEB :-D


21 September 2019

Menemukan "Pantai Pribadi" di Pantai Mbuluk Gunung Kidul.

September 21, 2019 3 Comments

S
eperti apa jadinya kalau hanya karena penasaran akan sebuah rute, dan akhirnya rute tadi membawa kamu ke tempat baru yang awalnya tidak direncanakan untuk dikunjungi?

Alasan itulah yang membawa dan mengantarkan kami ke Pantai Mbuluk. Semuanya berawal dari penasaran, "di sana ada apa ya..?"

Berawal dari Pantai Kukup, lanjut jalan ke arah barat menyusuri tepian pantai, menyeberang satu gundukan karang ke Pantai Ngrawe yang tengah hits, kembali lagi naik satu bukit di sisi barat, dan sampailan kami di Pantai Mbuluk.

Medan jalan untuk sampai ke balik bukit, sudah bertangga kok. Nggak gitu tinggi juga, jadi aman..😀

Berkali kali tulisan di papan kayu itu saya baca ulang. Mbuluk...bukan Mbluluk (calon buah kelapa). Benar, pantai ini memang bernama Mbuluk.

Pantai terlihat sepi dari aktivitas pengunjung. Ada beberapa yang datang berombongan, tapi semuanya hanya  lewat, tanpa singgah. Selain melalui Pantai Kukup, Pantai Mbuluk memang bisa dijadikan sebagai "pintu masuk" untuk menuju Ngrawe. Itulah kenapa saya menyebut pantai Ngrawe ini layaknya sebuah pantai Pribadi. Tak begitu luas, dan relatif sepi

Kondisinya jauh berbeda dengan dua pantai pengapitnya, Pantai Baron dan Pantai Ngrawe


Ada jembatan bambu juga yang mengelilingi karang, kalau mau uji keberanian

Dua karang besar, dengan garis pantai yang tak begitu lebar, menjadi ciri khas pantai yang terletak di sisi timur Pantai Baron ini. Selain  sepi, itu kondisi pantai masih bersih dan alami.  

Kalau yang dicari pengunjung adalah model-model pantai berfasilitas lengkap, bisa jadi pantai ini memang belum memenuhi syarat. Di sini, semuanya masih terlihat sederhana dan seadanya. Tapi kalau mendekat ke alam dan kealamian yang kamu cari, sangat mungkin kamu akan betah berlama-lama di Pantai Mbuluk ini.




11 September 2019

USB OTG SanDisk, Solusi Praktis Backup Data SmartPhone mu

September 11, 2019 40 Comments
M
“ba.. nggak ikut job operator xx?” Tanya teman, sesama blogger beberapa  bulan lalu.

“Nggak, aku nggak punya banyak foto makanan..di ponselku stok foto makanannya tinggal sedikit. Sudah pada tak hapus …” Jawab saya sedih. Waktu itu memang ada job dari sebuah operator seluler, dari segi fee lumayan, tapi syaratnya saya mesti upload banyak foto-foto makanan dalam satu hari.

Duh..saya kena batunya! Gara-gara nggak punya backup an foto, satu peluang cuma lewat tanpa bisa menangkap.
***

Sejak  memutuskan untuk serius ngeblog di tahun 2015, sampai saat ini terhitung  3 kali saya ganti perangkat, tablet-smartphone, dan kemudian smartphone lagi sampai sekarang. Sayangnya sering perangkat saya rusak duluan sebelum data saya pindahkan.

Karena alasan kepraktisan,  saya banyak ngedraft, ambil foto/video dengan menggunakan ponsel.  Saya bisa nulis di mana dan kapan saja, dengan posisi badan yang bahkan bisa sambil tiduran. Demikian juga dengan foto/video, saya bisa langsung ambil gambar, edit dan  publish melalui perangkat yang sama tanpa mesti transfer file terlebih dahulu.


Cuma masalahnya, saat ini pun kapasitas ruang penyimpanan ponsel saya terbatas. Sementara, tak jarang pekerjaan menuntut untuk banyak mengambil gambar baik berupa foto, maupun video. Belum lagi kalau  lagi pengen mendokumenkan polah anak-anak di rumah, acara jalan-jalan keluarga, termasuk download-an foto/video yang terkirim melalui Whats App grup.



Cara termudah yang sering saya tempuh saat merasa gambar/video itu sudah terpakai di blog, atau sudah ada yang terposting di akun Instagram adalah langsung menghapusnya, dengan tujuan ada space lagi untuk foto/video baru. Demikian pula untuk rushes video.

Pernah saya lupa membersihkan file-file berukuran besar, seperti video, trus numpuk chat sampai ribuan, smartphone saya nggak lagi jadi  smart tapi lambat banget kinerjanya. Bahkan pernah juga tahu-tahu hang, nggak bisa diapa-apakan selain menunggu baterenya habis.

Managemen data saya kurang bagus ya? Bisa jadi. Saya pernah menyimpan/membuat backup an daftar kontak yang ada diponsel (lama) di media penyimpanan online, tapi begitu saya ganti perangkat (baru),  saya nggak bisa akses kembali kontak-kontak yang tersimpan  karena lupa password.  *Resiko simpen di media penyimpanan online, plus kebanyakan akun.

Tapi saya yakin kok, saya nggak sendiri. Di luar sana banyak pula yang pernah mengalami nasib serupa; menyesal, sedih, gara-gara data kehilangan data, termasuk foto-foto dan juga video yang sebenarnya #DibuangSayang. 

Dirilis bulan September 2018 lalu, sebuah survey yang dilakukan Western Digital menyebutkan bahwa  67% orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone mereka. Pemicu hilangnya data di sini  bisa disebabkan beberapa hal seperti memori yang terbatas sehingga mau tak mau harus menghapusnya, terkena virus, kerusakan data ataupun kehilangan perangkat. 

Uniknya, sebanyak 80% dari total responden mengaku bahwa mereka sebenarnya menyadari pentingnya melakukan back-up data, tapi hanya sepertiga yang melakukan backup secara teratur selama sebulan sekali. Kenapa? Karena banyak yang berpikir bahwa proses backup atau pencadangan data adalah sesuatu yang rumit atau terlalu memakan waktu. 

Sebagai tambahan, survai ini mengambil sampel 1.120 responden dari 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan dan Makassar

Berdasarkan temuan di atas, kamu  termasuk golongan pemakai ponsel yang mana? 

Saya sendiri, meski belum termasuk kategori rajin, tapi belakangan mulai lebih sering memindahkan file dari smartphone ke netbook. Nggak mau lagi menyesal pas butuh data-data lama, tapi ternyata sudah tidak punya. 

Dengan lebih sering memindah data ke lain perangkat, ponsel pun berasa lebih cepat kinerjanya, karena space yang tersisa di media penyimpanan semakin lapang. Cuma dengan system backup data seperti ini, saya merasa kurang dari sisi kepraktisan. Nggak bisa langsung ambil di saat butuh. Selain itu saya juga  jarang nenteng  netbook saat di luar rumah. 

Untungnya, Western Digital mengerti kaum pemuja kepraktisan.  Untuk membantu pengguna mengelola dan membackup data dengan mudah dan cepat, Western Digital menawarkan solusi lengkap mobile storage dengan Brand SanDisk. Melalui  USB OTG SanDisk pengguna ponsel bisa melakukan backup data dengan mudah. 

Iya, tinggal nyolokin saja USB OTG #SanDiskAPAC ke smartphone, dan data bisa dipindah kapanpun, dimanapun, tanpa perlu buka laptop atau was-was dengan ketersediaan jaringan internet. Perangkat penyimpan data ini tersedia dalam  berbagai ukuran, mulai 16GB hingga 256 GB. Asyiknya, harganya terjangkau.

Betapa praktisnya proses transfer dan penyimpanan data dengan USB OTG SanDisk, bisa dilihat di video berikut






Jadi, sudah nggak ada alasan lagi kan untuk malas backup data? Oh, iya sebelumnya cek dulu pake aplikasi OTG checker ya, apakah perangkat kamu support media penyimpan OTG atau belum.

 #DibuangSayang dan #SanDiskAPAC

Follow Us @soratemplates