Cari Blog Ini

19 Maret 2019

Cara Mudah Menghitung Masa Subur

Maret 19, 2019 0 Comments

Untuk beberapa pasangan, proses kehamilan  bisa jadi merupakan suatu hal yang tidak perlu dipikir terlalu berat. Namanya menikah, berhubungan badan, hamil ya wajar dan normal. Bahkan kadang, sudah melakukan perencanaan kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi, masih hamil juga. Tetapi, banyak di luar sana, kehamilan berasa fatamorgana. Beragam cara untuk berikhtiar demi mendapatkan keturunan. 

Secara medis, kehamilan terjadi ketika sel sperma pria bertemu dengan sel telur wanita. Satu telur bisa jadi didekati oleh ratusan sperma, namun hanya sperma terkuat yang dapat menembus dinding luar sel telur. Ketika ada satu sperma yang mampu memasuki sel telur sampai inti sel telur, maka sel telur membentuk pertahanan diri, mencegah sperma lain memasukinya. Di sinilah terjadi apa yang dinamakan pembuahan atau konsepsi. 

Sperma mampu bertahan dalam tubuh wanita selama 7 hari.  Jadi, kunci untuk proses pembuahan yag berhasil adalah ketepatan waktu bertemunya sperma dan sel telur. Postingan  kali ini akan mengulas tentang metode penghitungan Kalkulator Masa Subur. Bisa jadi  informasi ini sangat berguna bagi pasangan yang telah menikah, atau tengah melakukan program kehamilan secara mandiri. 

Informasi Mengenai Kalkulator Masa Subur

Metode penghitungan masa subur dengan menggunakan Kalkulator Masa Subur ini, jelas sangat membantu. Namun perlu diingat, derajat keakuratannya dapat dipengaruhi berbagai faktor seperti misalnya siklus menstruasi si wanita. Rata-rata wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur akan lebih mudah menjalani program kehamilan.

Banyak ahli kandungan menyarankan, jika ingin pembuahan berhasil, maka pasangan usia subur mesti menargetkan masa ovulasi sebagai momen yang tepat untuk berhubungan seksual. Pembuahan sebenarnya hanya bisa terjadi pada saat ovulasi. Tetapi, ovulasi atau peristiwa lepasnya telur atau ovum dari bagian indung telur atau ovarium tersebut,  hanya terjadi sekali pada 1 hari dalam 1 siklus menstruasi.

Nah disinilah metode menghitung masa subur dengan menggunakan bantuan Kalkulator Masa Subur ini diperlukan. Caranya? Nggak sulit kok!



Pertama, tandai atau mengerti siklus menstruasimu. Biasanya, siklus menstruasi pada seorang wanita berlangsung 28 hari. Tetapi bila siklus lebih pendek ataupun lebih panjang, sebagai contoh misal 21-32 hari. Maka hal tersebut masih dapat dianggap normal dan bisa digunakan metode cara penghitungan kalkulator info masa subur juga. Ingat ya, siklus  mestruasi dimulai dari sejak haid hari pertama haid bulan lalu, sampai hari yang pertama haid bulan berikutnya.

Contoh mudahnya seperti ini: misalnya hari pertama haid terakhir saya tanggal 5 Maret 2019 dengan masa haid selama 7hari, dengan siklus 28hari. Maka dapat dihitung masa subur saya adalah 15-21 Maret 2019, dan masa paling subur 19-20 Maret . Dengan kalkulator masa subur, bahkan pasangan bisa berusaha untuk program bayi laki-laki atau perempuan. Ingat ya, kapasitas kita hanya berusaha, untuk hasil, sepenuhnya di tangan Sang Pencipta.

Sama seperti halnya kalkulator kehamilan, kalkulator masa subur ini sifatnya juga hanya sebagai alat bantu dengan hasil perhitungan sebagai perkiraan saja, karena berhasil atau tidaknya kehamilan, akan dipengaruhi banyak sekali faktor. Beberapa hal yang disarankan untuk mendukung keberhasilan program kehamilan diantaranya:
  •  Kurangi konsumsi alkohol
  • Jaga berat badan di angka ideal
  • Tidak terlalu sering berendam di air panas, karena akan mengurangi kualitas sperma
  • Kurangi stress
  • Terapkan pola hidup sehat
  • Konsultasi ke dokter
  • Berusaha, dan pasrahkan hasilnya pada Yang Kuasa
Bagi yang tengah berusaha mendapatkan keturunan, semangat ya! Terus berusaha, tanpa lupa berdoa. Ok?!

18 Maret 2019

Mengetahui Kalkulator Kehamilan

Maret 18, 2019 0 Comments


Kamu perempuan dan lagi  hamil? Atau  barusan nikah, trus lagi program kehamilan?
Tetap di sini ya, karena apa topik yang akan saya tulis ini cukup penting untuk kamu ketahui. Tapi saya nggak sedang hamil lho. Sudah pernah ngrasain jadi ibu hamil, begitu lebih tepatnya.
Biasanya, kalau lagi hamil salah satu hal pokok yang perlu diketahui adalah kapan due date, atau Hari Perkiraan Lahir si bayi. Saat saya hamil dua bocil saya dulu sih, bidan atau dokter masih menghitungnya secara manual, yaitu menggunakan rumus Naegele dengan berpatokan pada HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir. Selain itu, metode lain yang digunakan untuk menentukan usia kehamilan adalah melakukan pemeriksaan fundus uteri, atau tingginya puncak rahim, dan juga pemeriksaan melalui USG, baik itu abdomen maupun transvaginal.
Jaman makin maju. Sekarang, kita bisa mengunakan bantuan aplikasi untuk mengetahui berapa umur kehamilan, sehingga perkembangan janin lebih terpantau dan Hari Perkiraan Lahirnya juga bisa kita prediksi. Sudah banyak para ibu yang memilih untuk menggunakan kalkulator kehamilan. Dengan perhitungan memakai metode penghitungan kalkulator, info usia kehamilan juga dipercaya akurat, karena kemampuan kalkulator satu ini dapat menghitung kapan proses pembuahan terjadi. Dengan begitu, maka usia janin bisa diperkirakan.


Ketahui Info Penting Sebelum Memakai Kalkulator Kehamilan

Untuk bentuk dari metode penghitungan kalkulator info usia kehamilan itu sendiri hanya berupa info tabel dengan beberapa macam info data yang dibutuhkan. Sekarang ini telah banyak website atau situs yang membahas mengenai kehamilan serta menyertakan juga metode penghitungan kalkulator info usia kehamilan. Cara menggunakan metode ini juga bisa dibilang sangat mudah.
Pada beberapa metode penghitungan kalkulator info usia kehamilan yang sederhana pada umumnya hanya membutuhkan info berupa HPHT atau ‘Hari Pertama Haid Terakhir'. Dengan hanya bermodal info tersebut saja, kamu bisa memanfaatkan metode penghitungan kalkulator info usia kehamilan ini. Supaya menghitung dengan memakai metode penghitungan kalkulator info usia kehamilan hasilnya bisa lebih akurat lagi biasanya akan diperlukan juga informasi siklus haid rata-rata. Pada umumnya siklus haid rata-rata yaitu 28 hari, tetapi ada juga mereka yang siklus haid rata-ratanya lebih dari itu atau kurang seperti berkisar 21 hingga 35 hari.
Tetapi kalau kamu tidak tahu berapa siklus haidmu, trus gimana? Sementara ini, metode penghitungan kalkulator info usia kehamilan ini mengambil siklus rata-rata yang normal yaitu 28 hari, dan patokannya adalah HPHT kamu.
Oh, iya..tempo hari saya dokter kandungan, bukan periksa kehamilan sih, tapi karena siklus saya yang belakangan kacau. Dan  satu informasi yang baru saya tahu adalah, ketika darah menstruasi yang keluar itu sudah berwarna merah, itulah yang dihitung dokter sebagai hari pertama menstruasi. Kalau flek-flek yang berwarna kecoklatan, itu tidak dihitung.
Balik lagi ke kalkulator  usia kehamilan, meskipun mendekati akurat tetapi dalam kenyataannya tak mesti selalu tepat. Ada faktor-faktor lainnya yang bisa mempengaruhi aspek waktu persalinan, bisa maju ataukah mundur. Seperti misalnya faktor obesitas, jenis kelamin si, kehamilan anak yang pertama, serta memiliki warisan berupa genetik yang lambat dalam proses melahirkan. Berbagai faktor tersebut bisa menjadi hal yang menyebabkan tanggal persalinan bisa meleset dari penggunaan metode penghitungan kalkulator info usia kehamilan ini.

Manfaat Mengetahui Usia Kehamilan.

“Udah..biarin aja...ntar waktunya lahir juga bayinya keluar!” Ah..kalo itu mah, namanya hamil tapi nggak peduli.  Nggak usah ditiru! Usia kehamilan itu penting banget untuk diketahui calon orang tua, entah itu si calon ibu, maupun si calon ayah. Adapun manfatnya adalah:
  • Memberikan asupan gizi yang tepat yang sedang dibutuhkan oleh janin. Makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, berbeda sesuai usia kandungan
  • Menyesuaikan aktifitas sang calon ibu sesuai umur kehamilan. Pada dasarnya, kehamilan dibagi menjaditrisemester, dan ada patokan-patokan aktifitas yang dianjukan atau dilarang.
  • Mengetahui Hari Perkiraan Lahir
  • Mempersiapkan kebutuhan bayi
Baca juga: Pengalaman operasi Caesar, dan tips agar cepat sembuh

Nggak ada salahnya juga kita memanfaatkan teknologi. Saran saya adalah, manfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh sebuah aplikasi, tapi tetap diingat bahwa kehamilan yang paling aman adalah kehamilan yang terpantau tenaga medis.

Di Jogja, dan Bingung Mau Kemana? Beberapa Wisata Alam Ini Bisa Kamu Kunjungi Sekaligus Dalam 1 Hari

Maret 18, 2019 15 Comments

"Aku pengen ke Jogja, jalan-jalan, tapi kok bingung mau ke mana. Pengen aku nyobain wisata-wisata baru di sana. Tapi aku pengennya yang wisata alam...Enaknya kemana ya Lis..?.Oh, iya..aku punya waktu 1 hari". 

Seorang teman kuliah, yang kini di Jakarta beberapa waktu lalu berkirim pesan yang intinya kurang lebih seperti itu. Sebenarnya teman saya tadi  cukup hapal sudut-sudut Jogja, cuma memang sudah beberapa tahun terakhir berdomisili di Jakarta. Jadi ya wajar kalau kemudian dia penasaran ingin menjajal bertualang di beberapa obyek wisata baru nya Jogja.  Karena saya sering posting foto-foto wisata di media sosial, jadilah ia nanya ke saya. 
***

Belum begitu mengerti medan, punya waktu singkat, tapi pengen bisa maksimal untuk berwisata. Permasalahan yang jamak dialami wisatawan sepertinya. Kalau sudah begitu, kata kuncinya ya sebisa mungkin cari obyek wisata dengan daya tarik yang berbeda, lokasinya berdekatan, atau paling tidak jalur yang mesti dilalui sejalur. 

Untungnya, di Jogja itu semua memungkinkan. Di 4 kabupaten dan 1 Kota yang dimiliki, banyak tersebar lokasi-lokasi wisata yang saling berdekatan satu-sama lain, sehingga alokasi waktu yang digunakan untuk liburan, tidak hanya habis di perjalanan.

Diantara sekian banyak titik-titik lokasi wisata, berikut  area wisata yang bisa dijangkau dalam 1 hari:

Menikmati Kabut di Pinus Pengger

Hutan pinus Pengger berada di kawasan hutan pinus Mangunan, tepatnya Dusun Sendangsari, Desa Terong, Dlingo, Bantul. Dari arah kota Jogja, hutan wisata ini paling mudah dijangkau melalui kawasan Pathuk, Gunung Kidul. Jadi, setelah melewati Bukit Bintang dan melewati perempatan, pilih belok ke kanan ke arah Dlingo. Secara posisi, dibandingkan beberapa kawasan wisata serupa (wisata hutan pinus), Pinus Pengger berada paling utara, sehingga paling mudah dijangkau. 
Hal yang saya suka dari Pinus Pengger ini adalah, kawasan hutan yang terlihat bersih dan tak terlalu ramai. Pihak pengelola menyediakan banyak keranjang bambu yang difungsikan sebagai tempat sampah di area hutan. 

Bagi yang suka berfoto ria, tak perlu khawatir, karena di sini banyak tersedia spot-spot foto bergaya ala indian, yang tersusun dari batang dan ranting-ranting pohon. Tak hanya itu, karena masing-masing spot foto juga dilengkapi dengan informasi tentang makna dibalik bentuknya serta informasi mengenai  orang-orang kreatif dibalik penciptaannya.

Hutan-pinus-pengger
Salah satu spot foto Pinus Pengger. Foto: Dokumentasi pribadi

spot-foto-pinus-pengger
Informasi tentang nama, arti, dan juga siapa tangan kreatif dibalik karya-karya seni ini, bisa  dilihat/dibaca langsung oleh pengunjung. Foto : Dokumentasi pribadi

Untuk bisa menikmati keindahan dan keasrian hutan pinus Pengger, pengunjung tak perlu merogoh saku terlalu dalam, hanya 2500 rupiah perorang, plus biaya parkir kendaraan, 5000 untuk kendaraan roda 4. Untuk bisa berfoto dengan spot yang memukaupun, tak ada patokan harga tertentu. Saat saya ke Pinus Pengger tempo hari, yang saya lihat hanya semacam kotak infak, jadi bersifat sukarela. Bagi pengunjung yang pengen menikmati hutan ini dengan cara lain, bisa juga menyewa hammock dengan tarif @10.000

Menurut saya, ada dua waktu terbaik untuk menikmati hutan ini, yakni pagi saat masih terselimuti kabut, atau malam hari.  Kabut, selain berasa romantis, juga berasa segar. Sementara di malam hari, menjadikan kerlap-kerlip lampu di Jogja bagian bawah menjadi background foto, menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak pengunjung. 

Sarapan Menu Tradisional di Pasar Kakilangit

Seperti inilah lapak-lapak penjual di Pasar Kakilangit. Ada belasan pelapak, dengan barang dagangan berupa makanan, minuman, cemilan, dan juga oleh-oleh khas daerah. Foto : Dokumentasi pribadi

Pasar kaki langit, termasuk spot baru bagi pecinta wisata kuliner.  Letaknya masih berada  satu jalur dengan kawasan hutan, termasuk Pinus Pengger.  Menjadi menarik, karena apa yang  diperjualbelikan dipasar ini akan membawa kita bernostagia ke suasana Jawa tempo dulu. 

Di sini, kita akan bertemu  para penjual dengan pakaian tradisional, menu-menu kulineran lokal tempo dulu seperti gudeg manggar, jenang krecek, thiwul, dawet dengan penyajian yang berasa jadul juga; menggunakan peralatan makan yang berasal dari tanah liat. Tak berhenti di situ, karena suasana makanpun akan diiringi dengan pentas kesenian tradisional Jawa, misalnya gejog lesung.

Gejog lesung, seni musik yang bisa dibilang langka saat ini, tapi bisa ditemukan kembali di Pasar Kakilangit. Foto : Dokumentasi pribadi

Jangan lupa, sebelum melakukan transaksi  di Pasar Kakilangit, satu hal yang tidak boleh lupa adalah menukarkan uang rupiah dengan mata uang kayu di kedai penukaran uang. Mata uang kayu ini, menjadi keunikan tersendiri bagi pasar Kakilangit. Tak perlu khawatir, karena selesai berbelanja, mata uang kayu yang tersisa bisa kembali dirupiahkan. 

Soal harga? Aman. Menu-menu tradisional yang dijajakan di Pasar Kakilangit ini, hampir semuanya ramah di kantong, bahkan bisa jadi lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional. Selain aneka masakan makanan dan minuman tempo dulu, di sini pengunjung juga bisa berbelanja oleh-oleh khas Kabupaten Bantul, seperti wedang uwuh, geplak, sagon kering, dan lain sebagainya. 

Sayang nya, sampai saat ini pasar Kakilangit hanya beroperasi dua kali dalam seminggu, yakni hari Sabtu dan Minggu, pukul 06.00 pagi sampai 12.00 siang.


 Menikmati Deretan Panjang Pantai Gunung Kidul

Setelah menyegarkan paru-paru dengan udara hutan yang bersih dan mengisi perut dengan wisata kulineran di Kakilangit, perjalanan kita lanjutkan ke arah Kabupaten Gunungkidul, dengan menyusuri deretan panjang pantainya yang hampir semuanya menawan. Hanya dengan melewati 1 pintu retribusi, dan membayar 10.000 perorang, kamu tinggal memilih, dipantai mana kamu akan menghabiskan hari. Ada pantai Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Drini, atau Indrayanti (Pulangsawal) yang cenderung ramai, tapi sudah full fasilitas, atau deretan pantai baru yang lebih sepi dan alami, sehingga berasa punya pantai pribadi seperti misalnya Pantai Watu Kodok, Pantai Ngandong, atau Pantai Watulawang. Karena jarak antar pantai sangat dekat, kamu bisa mencoba dua pantai atau bahkan lebih dalam 1 hari yang sama. Keren kan?!

Pantai Drini, Gunungkidul. Hampir setiap hari pantai ini padat wisatawan manca/domestik. Foto: Dokumentasi pribadi
Pantai Ngandong, deretan pantai baru dengan posisi bersebelahan dengan Pandai Sundak. Foto: Dokumentasi pribadi

Pantai Watulawang, pantai baru dengan lokasi yang cukup tersembunyi. Foto: Dokumentasi pribadi
Urusan destinasi beres, urusan berikutnya adalah akomodasi, salah satunya transportasi. Jakarta-Jogja, dari segi waktu, paling efisien memang menggunakan jalur udara, alias pesawat terbang. 

Untungnya, sekarang banyak kemudahan bagi pecinta wisata untuk berburu tiket pesawat ke Jogja. Modal PC, laptop atau ponsel dan kuota internet, tak perlu lagi antre atau keluar biaya transportasi. Cukup install saja aplikasi Pegipegi.






Dengan pegipegi, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapat. Pertama, tentu saja praktis; tanpa perlu mengantre, kamu bisa berburu tiket pesawat murah kapan saja secara online 24 jam, dengan metode pembayaran yang juga praktis, via transfer ATM maupun kartu kredit. Kedua, kamu juga bisa memanfaatkan promo tiket pesawat yang sering diadakan. Lumayan kan, selisih harga tiket pesawatnya bisa buat beli oleh-oleh pas liburan. Ketiga, aman tanpa resiko kecopetan atau resiko tiket hilang. Kenapa? Karena kamu melakukan transaksi secara online di tempat aman, dan setelah transaksi berhasil, bukti transaksi akan dikrimkan langsung ke email. Dengan pegipegi, urusan tiket pesawat dijamin lebih murah, aman, dan nyaman.

Jadi bagaimana, sudah siap habiskan liburan di Jogja kan?

9 Maret 2019

Menjadi Pemenang Usaha di Era Digital? Bisa! Ini dia 5 Kuncinya

Maret 09, 2019 29 Comments
Ada suatu hari  di belakang, ibu saya bercerita dengan wajah  sumringah, namun penuh keheranan, hanya gara-gara sepeda. Sepeda keponakan lebih tepatnya.  “Wingi ki pit e Dika sing wis ra tau dinggo, didol mbakyumu no toko nggon internet (O*x (dot) com maksudnya) malah payu ki...lha di dol no ngomah malah mung diitung rongsokan. Nek adol nggon internet ki kepie to...?” Tanya  beliau ke saya. Ya, agak sulit memang menjelaskan ini kepada perempuan yang  berusia lebih dari 70 tahun.

Bagi beliau, gambaran internet bisa jadi hanyalah sebuah personal computer yang setiap hari dipakai mengetik. Itu saja. Maklum lah, Ibu saya sudah sepuh atau tua, jadi wajar kalau gaptek.  Sering saya menemukan raut keheranan ketika saya  yang terpisah puluhan kilometer justru tahu lebih cepat  berita lelayu atau berita duka  misalnya, atau bisa berchat ria dengan teman  SD melalui grup WA. 

Maklum, dijamannya Ibu, hampir semua  aktivitas, termasuk transaksi jual-beli dilakukan secara offline. Agar pesan tersampaikan secara cepat, antar orang harus bertatap muka, atau pembeli dan penjual ketemu dalam sebuah pasar yang benar-benar nyata dan terlihat mata.
   
Keheranan ibu saya dengan berbagai model transaksi online, senada dengan  pesimisme kakak tertua, saat saya mengusulkan usaha ternak yang telah digelutinya berpuluh tahun untuk didigitalkan. “Di Boyolali itu ada usaha ternak serupa...lebih gede malah, namanya mirip banget  usahamu ini. Mereka belum punya alamat di dunia maya sepertinya.  Ayo..sebelum keduluaan mereka, sewa domain, sama hosting Indonesia aja sekalian. Sudah era digital begini kok... masak belum punya website” Kata saya ngompori, eh memprovokasi. Memprovokasi asal ke arah yang lebih baik boleh kan?😊

Image : pixabay.com

Awalnya kakak sulung saya masih ragu. Alasannya adalah, usaha peternakan itu rata-rata digeluti masyarakat desa, dan masyarakat  desa itu tingkat penggunaan internetnya masih rendah. Begitu argumennya. 

Sambil menunggu Bapak yang waktu itu lagi opname, saya ngobrol dengan  Kakak tentang kecenderungan masyarakat sekarang yang banyak mengandalkan mesin pencari saat membutuhkan informasi  dan juga barang tertentu. Buat saya, membawa usaha peternakan ke ranah digital, selain menambah profesionalisme, sebenarnya juga peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Beberapa bulan kemudian, rupanya Kakak saya berubah pikiran. Dia yang awalnya ragu dan cenderung  malas-malasan, akhirnya mengambil keputusan untuk mendigitalkan usahanya. Nggak sekedar sewa domain, tapi juga sekalian minta jasa wordpress hosting.  Akhirnya bisnis peternakan yang  awalnya terlihat ndeso, punya webnya sendiri. 

“Dik...webnya di ramein. Biar rumah mayanya semarak.”  Pesan kakak ipar  yang  bertugas sebagai admin melalui aplikasi Whats App. “Siap!” balas saya cepat. 

Yup, bisnis dalam bidang peternakan merupakan  salah satu jenis wirausaha yang lahir dari nol dan tumbuh di tengah masyarakat pedesaan, tapi mempunyai cita-cita untuk mengimbangi perubahan jaman. Go nasional, atau bahkan go internasional, karena faktanya, saat ini kita sudah berada di era Globalisasi. Masyarakat digital tepatnya. 




Secara mudah, era  digital bisa diartikan sebagai  era atau masa dimana manusia dapat saling berkomunikasi secara dekat, tanpa terpisahkan jarak. Gejala yang paling mudah dilihat adalah terjadinya proses integrasi internasional dalam hal pemikiran, produk dan aspek kebudayaan lain yang disebabkan oleh kemajuan dalam bidang telekomunikasi, transportasi, dan juga internet.

Adalah Thomas L Friedman, dalam  The World is Flat yang membagi globalisasi berdasarkan jenis teknologi yang mempengaruhi dan menggerakkan kehidupan manusia.  Globalisasi 1.0 adalah masa dimana teknologi yang ada menggunakan tenaga kuda, tenaga uap, tenaga angin, tenaga air, dan sebagainya. Aktor utama pada periode ini adalah negara; bagaimana antar negara saling berhubungan guna memenuhi kebutuhan hidup.

Revolusi industri di abad 18, membawa kita pada globalisasi 2.0, dimana teknologi yang berkembang adalah teknologi mesin.  Sekitar tahun 2000, globalisasi 3.0 dimulai dan ditandai  dengan  kebudayaan masyarakat yang  mulai bergeser dengan semakin banyaknya penggunaan teknologi digital . Ukuran dunia semakin mengecil, nyaris tanpa jarak.  Pada era ini, individu mampu berperan sebagai aktor utama, mereka saling terkoneksi dan bisa secara mudah mendapatkan informasi. Dan kini, kita  tengah bersiap menghadapi globalisasi 4.0.

Digitalisasi, entah langsung maupun tak langsung tentu saja membawa banyak perubahan pada prilaku masyarakat. Hal-hal yang awalnya  terlihat mustahil, menjadi serba mungkin, dan serba bisa saja terjadi.  Banyak kemudahan dan kepraktisan yang kini dinikmati masyarakat, diantaranya:
  • Komunikasi semakin mudah; ada banyak cara antar manusia untuk saling terkoneksi  misalnya melalui media sosial, email, video call, dll
  • Fleksibel, tanpa terhambat jarak.  Saat ini banyak pekerjaan yang sifatnya remote, bisa diselesaikan dari jarak jauh tanpa harus ngantor atau bertatap muka secara langsung. Yang dibutuhkan hanyalah media yang sifatnya online
  • Terjadinya perubahan prilaku & lebih menyukai hal-hal yang sifatnya praktis, misalnya lebih memilih belanja online demi alasan kepraktisan, termasuk terjadinya perubahan dalam hal interaksi sosial (sibuk dengan gadget, lebih mengandalkan aplikasi, dan sebagainya)
  • Kuota internet menjadi kebutuhan primer, bahkan bisa jadi mengalahkan kebutuhan primer lainnya.

Era Digital Juga Menuntut  Lahirnya Banyak Creativepreneur

Image: pixabay.com

Sebagai salah satu  imbas positif dari era  digital, adalah tuntutan akan lahirnya banyak  creativepreneur  baru. Istilah creativepreneur  merupakan gabungan dari dua kata creative dan preneur.

Secara mudah creativepreneur bisa diartikan sebagai orang yang memulai atau menjalankan bisnis atau usahanya dengan mengunakan ide-ide kreatif. 

Mengapa  creativepreneur  menjadi sesuatu yang vital?  Tentu saja, karena tuntutan jaman. Saat ini, bisa dikatakan menjalankan usaha tanpa kreatifitas hanya akan menjadikannya stagnan atau jalan di tempat. Kalau tidak kreatif siapapun akan kalah atau tertinggal. Memang, kreatifitas mutlak diperlukan di sektor industri kreatif seperti seni, animasi, desain, videografi, fashion, maupun kuliner. Meski begitu, bidang lainnya seperti agrikultur, peternakan, juga membutuhkan komponen kreatif di dalamnya, meskipun porsentasenya memang tidak dominan.  Pada intinya adalah, semua bidang butuh creativpreneur.

Kunci Sukses Creativepreneur

Apakah semua orang bisa menjadi creativepreneur?  Jawabannya bisa. Untuk menjadi seorang creativepreneur, faktor bakat memang bisa berpengaruh. Tapi  jiwa kreatif dan enterpreneurship sebenarnya bisa dilatih dan dipelajari. Yang penting niat atau kemauan.  Merangkum dari beberapa sumber, setidaknya ada 5 kunci untuk bisa menjadi kreativepreneur yang  berhasil, yaitu:

Kreatif, bisa menelurkan ide-ide yang sifatnya out of the box. 
Dalam bahasanya Raditya Dika, creativepreneur yang berhasil adalah apabila ia bisa membuat karya yang berbeda; bahkan apa yang sebelumnya tidak pernah dipikirkan orang lain.

Inovasi tiada henti
Ha..ha, mirip tagline perusahaan motor ya! Tapi ini bener kok. Creativepreneur itu harus fokus dan konsisten, dan juga terus melakukan inovasi.

Mampu merespon perubahan dengan cepat

Pergerakan roda bisnis itu dinamis gengs. Apabila ingin maju, tentunya seorang creativepreneur harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut secara cepat. 

Pelajari Kompetitor
Dunia usaha ibarat ajang untuk berlaga. Mempelajari  siapa kompetitor, apa keunggulan mereka, termasuk bagaimana strategi mereka dalam menghadapi persaingan  adalah salah satu cara kita untuk menjadi pemenang. Caranya? Pelajari kelemahan kompetitor, dan gunakan itu sebagai celah untuk memenangkan pasar

Selalu Produktif, dan terapkan deadline
Creativepreneur yang baik, dituntut untuk selalu produktif dalam menelurkan karya/usaha dan juga produktif dalam memanfaatkan waktu. Batasan waktu atau deadline akan membiasakan kita untuk taat dan disiplin dalam mengelola waktu.

Memang butuh usaha dan perjuangan yang tidak ringan untuk menerapkan itu semua. Tapi saya yakin, asal kita benar-benar punya tekad kuat, kita bisa. Semangat ya, kita sama-sama berusaha!💪💪 Blogger juga termasuk  creativepreneur kan??


Qwords Cloud Web Hosting, Mendukung Creativepreneur  di Era Digital



Sebagai salah satu penyedia web hosting dan nama domain di Indonesia, tentu saja Qwords siap menjadi partner terbaik dalam memberikan  layanan web hosting yang berkualitas serta bisa diandalkan, demi terwujudnya masyarakat go online di era digital. Dukungan tersebut diwujudkan dalam peningkatan layanan melalui pembaharuan fitur serta peluncuran produk-produk baru, seperti:
Unlimited Hosting –paket hosting yang dapat diandalkan dan tanpa batasan, sehingga tidak lagi mengisolasi pengguna dengan batasan disk space. Selain itu, paket ini sudah dilengkapi dengan web accelerator yang membuat website lebih cepat untuk diakses
Wordpress hosting, yakni paket hosting yang didesain khusus untuk engine Wordpress yang kini bisa dinikmati dengan disk space yang lebih besar, gratis domain dan SSL, serta dukungan ekstra Cloud Pop, yang membuat website berbasis Wordpress bekerja jauh lebih optimal
Harga lebih terjangkau.  Meskipun telah melakukan upgrade jaringan, tapi dari sisi harga Qwords tetep berpegang sama tagline mereka “Reliable Fast Web Hosting with Reasonable Price”. Mulai dari 10.500/bulan, Qwords memberikan tawaran paket bundling Hosting 1 GB dan domain (dot) com. Ekonomis banget ya!

“Di masa memdatang, kami akan selalu berupaya menjadi partner terbaik bagi pelanggan, komunitas, rekan blogger, pemerintahan, UKM dan perusahaan”-Qwords.


7 Maret 2019

Ajaibnya Peran Sang Idola Bagi Anak-Anak

Maret 07, 2019 5 Comments

"Bu..aku jadinya berani cabut gigi" Kata Alya suatu sore. 

"Beneran...?"

"Iya. Tadi aku lihat di Youtube si Larics berani kok. Katanya cabut gigi itu nggak sakit"

Nambahi, Larics itu adalah youtuber cilik yang sering review mainan, dan channelnya si Larics ini sering banget ditonton sama Alya.  

Padahal satu hari sebelumnya saya ngrayu-ngrayu Alya untuk saya ajak ke dokter gigi nggak berhasil. Eh ini cuma karena nggak sengaja liat salah satu content viseonya Larics...langsung mau. 

Jadi, gigi bawah Alya itu ada yang numbuh (gigi dewasa baru), padahal gigi susunya belum tanggal. Statusnya baru goyang. Kesundulan kalo orang jawa bilang.

Takut nanti tumbuhnya nggak bagus, tak mintalah ia untuk mau diajakin ke dokter gigi buat dicabut. Ibunya gagal, gara-gara lihat youtuber idola cabut gigi...jadi berani.

Kasusnya mirip sama Raka dulu pas kelas 2 SD. Jadi ketika ponakan di sunat, saya nanya ke Raka sekalian.."mau sunat sekalian, mumpung ada teman?" dan ternyata mau saudara-saudara. Cuma minta syarat satu, pas sunat boleh sambil makan permen lolipop. Telisik punya telisik...ternyata dia terinspirasi dari Upin dan Ipin, yang waktu sunat juga sambil ngemut lolipop😂

Kesimpulannya, upin ipin mampu menjalankan perannya sebagai tokoh kartun panutan anak-anak, sementara Larics bisa menjadi influencer yang sukses!

Yeyy! Berani ke dokter gigi gara-gara Larics

Anak-anak dan Tokoh Idola.

Nggak cuma kita orang dewasa yang punya tokoh panutan alias idola loh. Ngalamin juga kan, bahwa sejak kecilpun kita punya tokoh yang kita gadang-gadang, kita idolakan. Waktu  kecil, saya pun  punya tokoh idola. April Oneil, gadis berambut cepak, yang berprofesi sebagai reporter dalam film Kura-Kura Ninja. Saya suka sosok April yang gesit.

Klo, kamu..siapa tokoh idolamu?

Kasus Alya + Raka, dan tokoh idola yang justru lebih "didengar" dalam pengambilan keputusan saat mereka harus bersikap, menunjukkan bahwa ternyata keberadaan sosok idola ini berpengaruh banget. 

Bisa jadi anak-anak akan menyerap pemikiran, mengikuti prilaku dari sang tokoh. Kalau saat ini sih masih aman yaaa.... Alya punya idola Larics yang ternyata pemberani, nggak takut saat giginya dicabut😀

Tapi kadang anak-anak itu nirunya masih utuh. Larics yang tiap hari cuma bermain (lha iya, memang banyak job review mainan sepertinya), trus mainannya banyak...mahal-mahal pula, pernah lho bikin iri Alya. Raka saja, makin besar ..saya tahu idolanya juga sudah mulai bergeser. Masih seneng nonton Upin-Ipin sih. Tapi pernah bilang ke saya pasca liat youtuber yang ngreview game, entahlah saya nggak tahu namaya..."Aku mau jadi youtuber..beli alat-alat boleh?" Saya belum bolehin. Sekolah prioritas dulu. Untung masih nurut. 


Gara-gara ada melihat program tv yang mengulas profesi youtuber, dan youtuber uangnya banyak, sering nonton youtuber game juga, Raka pernah bilang kalau ia mau jadi youtuber. Mau jadi apapun, asal itu nggak buruk..bermanfaat, ga masalah buat saya. Cuma sekarang, prioritas sekolah



Nah, disinilah pentingnya peran orang tua untuk memberikan pendampingan khusus. Biar apa? Agar anak-anak ini bisa memilah, hanya nilai positif dari sang idola yang mereka ambil.

Hu..hu, nggak gampang ya nggak jadi emak-emak dan bapak-bapak? Apalagi jaman sekarang...dimana sumber anak-anak untuk "mengambil" tokoh idola semakin banyak. Tv, youtube...

Ya udah, singsingkan lengan baju aja. Nggak boleh ngeluh, tetap berperan semaksimal mungkin. Begitu emak-emak, bapak-bapak??

3 Maret 2019

Daftar Wisata Alam Di Jepara Yang Paling Romantis

Maret 03, 2019 5 Comments
Ha...ha, judulnya..,😁😁 
Maklum lah, Februari masih belum lama pergi. Jadi aroma romantis-romantisnya masih ada ...hi...hi.

Image : pixabay.com
Suka kan liburan di tempat romantis? Hmm..definisi tempat romantis buat saya itu, cenderung tenang, lebih bernuansakan alam..gitu ajalah. Biasanya sih ga jauh-jauh dari pantai, atau gunung. Salah satu kota tujuan wisata yang memiliki tempat-tempat romantis versi saya, Jepara.

Baca juga: Menikmati Aneka Binatang Air di Kura-Kura Ocean Park, Jepara

Memilih Jepara untuk berlibur merupakan keputusan yang terbaik, karena di Jepara memang tempatnya wisata alam mulai dari pegunungan hingga lautan. Wisata alam di Jepara juga tak kalah dari wisata wisata alam lain di berbagai daerah. Selain kerajinan ukirnya, Jepara sendiri terkenal dengan berbagai wisata alam yang banyak di minati oleh setiap wisatawan.

Berikut ini 4 wisata alam di jepara yang menurut saya romantis

 Pulau Karimunjawa
Bicara tentang wisata alam di Jepara maka dalam bayangan sebagian orang mungkin akan terfikirkan oleh Pulau Karimunjawa, karena itu saya menempatkan Pulau Karimunjawa pada urutan pertama. Karena pada dasarnya Jepara memang di kenal akan Pulau Karimunjawa nya.

Di Pulau Karimunjawa wisatawan akan di suguhkan dengan banyak pulau-pulau dan pantai dengan pasir putih yang sangat eksotis. Di Pulau Karimunjawa para wisatawan juga dapat melakukan snorkling dan diving. Karimunjawa, adalah magnet bagi wisatawan asing maupun domestik.

Image dari Nasirullahsitam.com

Selain itu Pulau Karimunjawa juga dikenal sebagai surga yang tersembunyi di Jepara, karena hal itu maka para wisatawan jadi penasaran akan keindahan Pulau Karimunjawa sehingga mereka berkunjung ke Pulau Karimunjawa. Berwisata alam di Jepara rasanya belum lengkap bagi para wisatawan jika belum menengok keindahan Pulau Karimunjawa yang memesona.

 Pulau Panjang
Selain Karimunjawa, ada juga Pulau Panjang. Pulau ini terkenal  karena pemandangan dan keindahannya  yang bisa dibilang setara dengan Pulau Karimunjawa dan ini membuat para wiasatawan betah untuk berlama-lama menikmatinya.

Image dari akun Instagram @pulaupanjang_jepara

Selain itu, alasan pulau panjang banyak di cari karena selain dapat berwisata alam, wisatawan juga dapat berwisata religi. Jadi para wisatawan bisa dua wisata sekaligus. 

Pantai Bondo
Jika ingin berwisata alam ke Jepara,singgahlah pula sejenak di Pantai  Bondo. Bukan hanya sekedar menawarkan pemandangan yang menarik, tapi Pantai Bondo juga memiliki spot foto yang unik hingga di kunjungi banyak wisatawan setiap harinya.

Baca juga : Benteng Portugis, Wisata Sembari Mengingat Sejarah

 Tempur Village
Tempur village memang bukan satu-satunya wisata alam di Jepara yang menyuguhkan indahnya panorama pegunungan, namun Tempur Village merupakan satu-satunya wisata alam di Jepara yang menawarkan wisata Desa tersembunyi.

Dikatakan wisata tersembunyi karena Desa Tempur terletak diantara lima Gunung yang mengelilinginya, dan hal ini juga yang menyebabkan Desa Tempur termasuk dalam  zona blank area. Siap kan beberapa hari tanpa koneksi internet??

Meski begitu, sepulang dari Tempur Village kamu tetep bisa update feed Instagram dengan foto-foto cantik, karena di sana disediakan spot-spot foto untuk bergaya dan mengabadikan moment berharga.

Di desa ini pula, juga terdapat peninggalan sejarah berupa candi, yakni Candi Angin yang  usianya konon lebih tua dari Borobudur, dan kini kondisinya tinggal reruntuhan.

Candi Angin tinggal reruntuhan

Keunikan dan kekayaan Tempur village inilah, yang membuat desa ini recomended untuk dinobatkan sebagai salah satu desa wisata romantis di Jepara.

Keren kan Jepara??

Sayangnya, untuk ke  Jepara melalui jalur darat,  kabupaten ini baru bisa dijangkau langsung hanya dengan kendaraan pribadi, bis, travel, atau kendaraan rental. Jadi sayang juga kalau misalnya kamu termasuk salah satu yang berencana memanfaatkan libur lebaran dengan berburu harga tiket kereta api lebaran 2019 yang terjangkau, belum bisa menggunakan kesempatan ini. 

Sekedar saran, biar tetep bisa berromantis ria di Jepara, transit dulu saja di kota-kota wisata terdekat. Semarang atau Jogja misalnya.

Follow Us @soratemplates