3 Juli 2020

Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Menengah Berdasarkan Usia? Nggak Fair!


Beberapa hari ini saya sering buka web PPDB sekolah negeri nya Jogja. Paling sering yang level SD ke SMP.  Selo & kepo banget ya saya? Ha..ha, mumpung nggak ada deadline tulisan. 

Scrol-scrol, liat nama anak jaman sekarang yang cakep-cakep tapi makin susah diingat, liat nilai-nilai diperingkat atas sambil mbatin betapa senang dan tenangnya anak + orang tua kalau peringkat sudah di posisi atas seperti ini. 

Pasti akan berbeda dengan yang posisinya peringkatnya di ujung tanduk. Harap-harap cemas dan harus siap dengan beberapa kemungkinan, terlempar di sekolah negeri lain yang bisa jadi hanya "pelarian", atau pindah ke sekolah swasta. 

Kalaupun harus ke swasta, resikonya, harus ada pengeluaran ekstra untuk pos pendidikan. Dan saya yakin, nggak semua orang tua siap untuk ini.


Saya ngerasa PPDB  SMP tahun ini lebih lancar daripada  tahun kemarin, pas Raka masuk SMP. Untuk wilayah Sleman, tempat dimana saya tinggal sekarang  bisa dikatakan tanpa drama, tanpa protes orang tua. 

Tidak ada lagi  data siswa hilang disaat tahap seleksi  disaat  sedang berlangsung, seperti tahun lalu.

PPDB tahun ini, untuk wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta, meskipun secara garis besar masih menerapkan sistem zonasi, tetapi daya tampung untuk jalur prestasi maupun bibit unggul mengalami penambahan kuota.  

Menurut saya penambahan kuota anak untuk jalur bibit unggul dan jalur prestasi ini merupakan langkah positif. Kebijakan ini bisa kita anggap sebagai  bentuk penghargaan pemerintah kepada anak-anak yang telah berusaha untuk mendapatkan poin terbaik, agar bisa belajar di sekolah yang mereka inginkan. Bentuk penghargaan juga kepada orang tua, yang sudah mensuport anak-anak, agar bisa mendapatkan yang terbaik. 

Sayangnya, kebijakan yang lain justru diterapkan di Kabupaten di mana saya lahir dan dibesarkan. Bantul. Untuk pertama kalinya, sistem PPDB menggunakan indikator usia anak untuk menyusun peringkat. Anak yang usianya lebih tua dengan nilai yang biasa saja, bisa menggeser anak berskor tinggi, hanya karena usianya lebih muda. 

Menurut saya kebijakan seperti ini sungguh tidak adil. Tidak fair.  Anak-anak lulusan SD ini sudah bisa memilih, bisa menentukan pengen sekolah dimana, dan mereka juga tentunya sudah berjuang untuk mewujudkan keinginan mereka.

Jadi semestinya biarkan mereka bersaing secara fair dengan modal apa yang telah mereka perjuangkan selama duduk dibangku SD. Jangan tiba-tiba keinginan mereka terhempas karena sesuatu yang ada di luar kendali mereka. Nggak ada kan anak yang bisa men-set tanggal lahir mereka? Memang semakin tua, mereka semakin dewasa? Belum tentu juga kan?

Jujur...saya berharap...seleksi model peringkat usia ini tidak diterapkan lagi. Banyak yang dirugikan, banyak yang protes,  tapi entah kenapa seakan nggak didengar. 

Terserah kalau untuk jenjang PAUD, TK atau SD. Tapi untuk SMP bahkan SMA? Tolong jangan lagi. 

Karena kedepannya kebijakan ini hanya akan membuat anak-anak nglokro dan malas untuk berjuang, berkompetisi

"Sudah kalah duluan kok dari yang masuk sekolahnya telat atau langganan tinggal kelas, buat apa capek-capek nyiapin ujian, bimbel, dll." 

Pemikiran seperti itulah yang saya takutkan akan muncul  kalau kebijakan ini tetap diberlakukan di PPDB tahun depan.

26 Juni 2020

Penularannya Cepat, Waspadai Flu Singapura Pada Anak



Didekapnya jelly warna-warni itu erat-erat, pertanda suka.  Tapi giliran kami buka, Raka pun menggeleng. Saya sebagai ibunya, tentu saja was-was. Dari pagi, perutnya hanya terisi satu geles cereal. Cuma itu yang ia mau. Dan alangkah terkejutnya ketika ia membuka mulut, yang kami lihat berikutnya adalah sariawan dengan jumlah yang cukup banyak. Di rongga mulut dan tenggorokan. Kami pikir, Raka susah makan karena tubuhnya yang demam saja, tapi ternyata lebih dari itu. Hingga kemudian, guru PAUD nya memberitahu kalau beberapa anak di sekolahnya memang tengah terkena gejala yang sama, gejala yang mengarah ke diagnosa flu Singapura.
****

Peristiwa diatas sudah lama berlalu, saat sulung saya masih duduk di bangku PAUD. Tapi saya ingat benar, ketika ada suatu hari pulang dari sekolah tiba-tiba ia demam. nafsu makannya juga turun, dan beberapa hari setelahnya saya menemukan mulutnya penuh dengan sariawan. Selain itu, ada beberapa bercak merah pula di kakinya.

Itulah untuk pertama kalinya, kami mengenal salah satu jenis penyakit menular, yang sering disebut flu Singapura.


Flu-singapura-pada-anak

Berdasarkan pengamatan, flu Singapura pada anak sering mewabah pasa musim pancaroba, dan juga musim kemarau. Mirip-mirip campak, apabila sudah ada satu anak yang terkena, maka  peluang anak-anak  lain di lingkaran pertemanan/lingkaran sosial untuk tertular sangat tinggi.


Apa Itu Flu Singapura, dan Bagaimana Gejalanya

Karena memakai embel-embel Singapura, maka banyak yang mengira bahwa penyakit ini datang dari Singapura. Saya pun awalnya mengira seperti itu. Ternyata dinamai demikian karena penyakit ini mewabah untuk pertama kalinya di Singapura pada tahun 2009. Di Indonesia sendiri, kementrian kesehatan menyebutnya dengan PTKM, Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut.

Penyebab penyakit ini adalah virus jenis enterovirus, dengan masa inkubasi 3-7 hari. Penderita akan menunjukkan gejala 3-7 hari setelah terpapar virus.

Secara umum, gejala awal  terpapar virus ini sangat mirip dengan gejala terkena flu seperti demam, sakit kepala, hilangnya nafsu makan, dan tenggorokan yang sakit untuk menelan. Setelah itu, akan muncul gejala-gejala lain berupa timbulnya bintik merah di rongga mulut yang kemudian akan pecah menjadi sariawan. Selain di mulut, ruam merah juga akan muncul di area tangan dan juga kaki.

Apakah flu Singapura hanya menyerang anak-anak? Flu Singapura bisa menyerang siapa saja, anak-anak, dewasa maupun orang yang sistem imun tubuhnya tengah lemah. Orang dewasa yang terpapar virus ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, tapi berpotensi sebagai carrier atau pembawa virus.  Sementara anak-anak dan balita menjadi golongan yang paling rentan terhadap  virus ini. 

Cara Penularan Virus Singapura

Virus ini cepat sekali menular. Dulu, anak saya Raka pun sepertinya tertular saat ia bersosialisasi dengan teman-temannya di sekolah, tanpa tau siapa yang membawa virus ini untuk pertama kali. Pada dasarnya enterovirus bisa berpindah dari satu manusia ke manusia yang lain melalui cairan, seperti
  • Percikan air ludah
  • Blisters atau cairan yang keluar dari bintik
  • Kotoran
Beberapa aktivitas seperti melakukan kontak langsung, menyentuh permukaan barang yang permukaannya mengandung virus, tidak melakukan etika batuk secara benar merupakan faktor penyebab penularan virus flu Singapura.

Penanganan pada  anak yang terkena  virus Singapura

Sama halnya dengan beberapa penyakit yang disebabkan virus, gejala yang muncul akibat flu Singapura bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tidak ada vaksin khusus bagi penyakit ini, dan rata-rata gejala akan membaik dalam 7-10 hari. 

Cuma masalahnya saat gejala dialami oleh balita/anak-anak, pasti mereka akan merasa akan tidak nyaman. Paling sering adalah asupan makan dan minumannya menjadi sangat terganggu. Untuk meredakan demam, penanganan pertama bisa dengan memberinya parasetamol. Untuk sariawan di mulut, bisa diatasi dengan obat sariawan atau meringankannya dengan berkumur air garam. Sementara itu berikan juga makanan yang bertekstur halus dan juga minuman yang berenergi, untuk menjaga asupan nutrisinya. 

Namun apabila yang terjadi adalah  gejala yang tidak kunjung menghilang, bahkan anak rewel terus-terusan, segera bawa ke tempat pelayanan medis.  Yang nggak kalah penting adalah, mencari trik apabila si kecil kesulitan saat mesti minum obat.

Meski secara umum flu Singapura tidak termasuk penyakit berbahaya,  ada beberapa komplikasi flu Singapura yang mesti diwaspadai. Beberapa komplikasi yang sangat mungkin ditimbulkan karena infeksi virus flu Singapura antara lain:
  • Dehidrasi; ini tentu saja berkaitan dengan nafsu makan anak yang  turun, karena rasa nyeri saat menelan yang diakibatkan luka/sariawan pada  rongga mulut dan tenggorokan.
  • Ensefalitis atau peradangan pada jaringan otak dan bisa mengakibatkan gangguan syaraf. Jarang terjadi, namun merupakan jenis komplikasi yang sangat serius
  • Apabila virus masuk ke dalam selaput dan cairan otak, akan menyebabkan meningitis.

Penularan virus ini cepat, tapi virus ini bisa dicegah dengan menjaga pola hidup bersih. Biasakan cuci tangan dengan sabun, hindari kontak langsung dengan orang-orang yang bergejala, dan konsumsi makanan yang bernutrisi untuk memperkuat kekebalan tubuh.

Beberapa Fakta Menarik Tentang Sekolah Ramah Anak

Fakta-menarik-sekolah-ramah-anak

Sebentar lagi, tahun ajaran baru dimulai. Sudah memilihkan sekolah terbaik untuk buah hati? Sebagai orang tua, kita harus sadar bahwa sekolah merupakan lingkungan yang sangat penting bagi perkembangan anak setelah rumah. Pasalnya si kecil nantinya akan menghabiskan waktu di sekolah untuk jangka waktu yang cukup lama. Mulai dari pagi hari hingga menjelang petang karena adanya kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menyita waktu mereka. Itu berarti, lingkungan sekolah bagi si anak bisa menjadi rumah keduanya. 

Oleh karena itu kita harus memastikan bahwa anak merasa nyaman dan senang melakukan kegiatan belajar di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan dan program tentang Sekolah Ramah Anak atau SRA. 

Lalu apa sebenarnya SRA? Berikut dibawah ini beberapa fakta menarik tentang Sekolah Ramah Anak. 

Apa Itu Sekolah Ramah Anak? 

Sekolah Ramah Anak atau SRA merupakan program yang diselenggarakan oleh pemerintah Republik Indonesia. Kebijakan tersebut dilansir oleh KemenPPPA atau Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
 
Berdasarkan lembaran Panduan Sekolah Ramah Anak yang penyusunannya itu sudah melibatkan 12 kementrian, badan, dan juga yayasan tentang kesejahteraan anak, bahwa tujuan dari disusunnya kebijakan SRA tersebut adalah supaya dapat memenuhi, menjamin, serta melindungi hak hak yang dimiliki anak. 

Sekolah Ramah Anak atau SRA ini merupakan upaya untuk memujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak saat mereka berada di sekolah selama delapan jam. Melalui upaya sekolah untuk bisa menjadikan sebuah sekolah itu :
  • Bersih.
  • Aman.
  • Ramah.
  • Indah.
  • Inklusif.
  • Sehat.
  • Asri.
  • Nyaman. 
Gerakan SRA diatas jika disingkat menjadi BARIISAN, dimana gerakan tersebut akan membuat lingkungan sekolah menjadi sangat kondusif untuk dapat mendukung program belajar mengajar anak anak. 

Latar Belakang Dimunculkannya Kebijakan Sekolah Ramah Anak

Sekolah-ramah-anak

Menurut KemenPPPA salah satu penyebab dilahirkannya program tersebut adalah karena proses pendidikan di Indonesia yang masih menjadikan anak sebagai objek. Didalam hal ini, hanya gurulah yang selalu berada di pihak yang benar. Sehingga mudah terjadinya bullying yang dilakukan pihak guru, baik yang di sekolah ataupun madrasah. 

Ditemukannya beragam bentuk bullying yang sudah dilakukan pihak guru seperti berupa pelecehan (bullying), serta bentuk bentuk hukuman lainnya yang tidak mendidik bagi peserta didik. Contohnya saja berdasarkan data KPAI pada tahun 2013 sudah ditemukannya 504 kasus pencubitan, 357 kasus membentak dengan suara keras, dan 379 kasus menjewer. 


Enam Komponen Penting SRA

SRA ini sejatinya tidak bisa terwujud jika hanya mengandalkan sekolah saja. Penerapan SRA ini menurut KemenPPPA dilaksanakan dengan merujuk kepada enam komponen penting seperti :
  • Adanya komitmen tertulis yang oleh sekolah bisa dianggap sebagai kebijakan tentang SRA.
  • Melaksanakan proses pembelajaran yang ramah anak di sekolah.
  • Adanya para pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah terlatih dan memahami hak anak anak. 
  • Tersedianya saran dan prasarana di Sekolah yang ramah anak. 
  • Adanya partisipasi anak anak sendiri didalam pelaksaan program SRA.
  • Dibutuhkannya partisipasi dari orangtua sebagai pendidik utama, lembaga lembaga masyarakat, dunia usaha untuk mendukung sekolah, dan bahkan mereka para alumni sekolah. 

Lingkup SRA  Cukup Luas, Bahkan  Mengurus Jajanan Sekolah

Saat si kecil berada di sekolah, yang berpotensi melakukan bullying tidak hanya guru saja tetapi juga teman sekelas. Selain itu juga adanya kekhawatiran para orang tua terhadap kasus keracunan pada anak sekolah, yang disebabkan karena mengkonsumsi jajanan yang sudah tercemar zat zat yang membahayakan. Selain itu ada juga kasus anak yang menjadi korban karena tidak kokohnya sarana dan prasarana sekolah. Sebagai contoh karena bangunan yang tidak layak ataupun sudah rusak, termasuk area bermain anak. 

25 Juni 2020

Sst...Jangan Heran, Meski Kelihatannya Santai Di Rumah, Tapi Mereka Tetap Kerja dan Punya Penghasilan


Pekerjaan-yang-bisa-dilakukan-dari-rumah


Gara-gara Corona, istilah bekerja dari rumah atau Work From Home  menjadi akrab di telinga kita. Untuk meminimalisir penularan virus, beberapa sektor pekerjaan memang menganjurkan pegawai atau karyawannya bekerja dari rumah. 

Kalau yang sudah terbiasa bekerja di kantor, bisa jadi model bekerja dari rumah akan membutuhkan proses adaptasi yang tidak mudah. Gimana tidak? Melakukan pekerjaan (kantor) di rumah, pastinya harus tahan dengan banyak godaan, misalnya lagi serius di depan laptop...eh, diajakin sepedaan. Atau, pas  mesti ada meeting online, tiba-tiba si bocah  di rumah rewel minta jajan. Jadi memang benar kalau model work from home ini, dari sisi efektifitasnya memang jauh berbeda daripada model bekerja dari kantor.

Dan bukan rahasia juga, kalau sebenarnya tidak semua pekerjaan bisa dibawa ke rumah. Teman saya loh –PNS di sebuah lembaga pemerintahan di Surabaya -- pernah cerita klo saat WFH, serasa nggak ada bedanya dengan libur. Ya, karena memang tidak ada pekerjaan  (kantor) yang bisa dikerjakan saat di rumah. 

Tapi, ada juga lho beberapa profesi dengan tipe-tipe pekerjaan yang bisa di selesaikan di mana saja. Artinya, ia tidak terikat jam, tempat, maupun hari kerja.  Ini nih yang tampak luarnya santai. Malah kadang dikira pengangguran..wong orangnya di rumah, nggak pernah pake seragam. Bahkan saat keluar rumah, juga tidak ada identitas semacam ID card atau apa...sehingga tampilan mau pergi jalan-jalan dengan tampilan pergi urusan pekerjaan nggak ada beda. 

Faktanya, beberapa profesi Ini memang bisa bekerja dari mana Saja, siapakah mereka?


Makanya, nggak perlu buru-buru memvonis setiap orang yang setiap saat ada di rumah itu pengangguran ya. Trus jangan lantas berfikiran negatif kalau tiba-tiba melihat seseorang yang tampak luarnya tidak pernah berseragam, tapi ternyata secara ekonomi hidup berkecukupan. 

Bisa jadi, ia memang menggeluti salah satu pekerjaan ini dan menjalankannya secara profesional 

1. Penerjemah atau Guru Bahasa Asing Online

Memiliki kemampuan bahasa asing, merupakan modal yang bisa banget diandalkan untuk mendapatkan penghasilan. Di era digital semacam ini, job sebagai penerjemah atau translator bisa datang dari banyak klien. Bisa dari perusahaan-perusahaan semisal e-commerce  yang ingin mencari target di pasaran global, atau mungkin juga perusahaan yang hendak mengubah audio atau video ke dalam bentuk teks. 

Nilai plus dalam penguasaan bahasa asing, bisa juga lho dimanfaatkan untuk menekuni profesi sebagai guru. Kalau kebanyakan guru yang kita kenal dahulu mengajar di dalam kelas, nah era digital memberikan peluang yang sangat besar untuk menjadikan seseorang sebagai guru bahasa asing online. Mereka tak perlu keluar rumah, cukup memberikan materi kepada siswanya melalui aplikasi, Skype misalnya.

2. Digital Marketer

Pekerjaan-yang-bisa-dilakukan-dari-rumah

Profesi ini tumbuh subur seiring semakin banyaknya jenis usaha yang mempromosikan suatu produk jasa secara online dengan menggunakan media digital. Seorang digital marketer bisa jadi terikat dengan satu perusahaan tertentu, tapi sangat mungkin pula bekerja dengan banyak perusahaan sekaligus. Yang pasti,  mereka mesti menguasai dan mampu melakukan hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran secara digital seperti search engine optimization, content marketing, video marketing, aktif di media sosial, dan juga mengikuti perkembangan teknologi. 

Pekerjaan ini tidak mensyaratkan untuk mereka duduk di kantor dari jam 8 pagi sampai sore hari, tetapi bisa dilakukan secara remote/jarak jauh.

3. Penulis/Blogger

Penulis buku, blogger atau  penulis konten untuk web memiliki ritme kerja yang mirip satu sama lain. Mereka bisa menuangkan ide-ide tulisan mereka kapan dan dari mana saja. 

Pekerjaan-yang-bisa-dikerjakan-dari-rumah

Penulis menghasilkan buku, yang kemudian akan mendapatkan royalti dari penerbit. 

Sementara blogger? Ada beberapa cara yang dilakukan blogger untuk memonetisasi blog  mereka, seperti fee yang akan mereka dapatkan saat mengulas produk tertentu, mendapatkan kerjasama content placement, menjadi pemenang lomba blog, undangan pada suatu acara, ataupun saat mendapatkan kesempatan menulis untuk web lain, dan juga pendapatan sebagai publisher iklan. 

4. Programmer
Programmer adalah seseorang yang memiliki kemampuan/skill menulis dan merancang kode program-program komputer menggunakan bahasa –bahasa pemograman komputer. Pekerjaan ini dikenal sebagai pekerjaan dengan penghasilan tinggi dan masa depan yang menjanjikan, dengan peluang kerja yang terbuka lebar. Selain yang sifatnya ngantor, banyak juga programer yang membawa pekerjaan mereka ke rumah, atau mengerjakan job mereka dimana mereka nyaman. 

5. Desain Grafis
Banyak bidang usaha yang mebutuhkan jasa seorang grafis desainer. Bermodalkan jiwa seni dan ketrampilan mu membuat karya dalam bidang desain grafis, seseorang yang melakoni profesi ini tidak wajib datang ke kantor untuk kemudian duduk di depan komputer sepanjang jam kerja. Ia bisa saja hanya berhubungan melalui email dengan klien, mengirimkan desain ataupun hasil akhir karyanya dalam bentuk file, dan mendapatkan gaji pun masuk melalui transfer rekening bank.

Selain 5 profesi diatas, sebenarnya masih banyak profesi-profesi lain yang bisa dijalankan dari rumah.  Jadi, jangan cepat underestimate dengan orang tampaknya hanya luntang-lantung di rumah seolah-olah tak ada pekerjaan. Bisa jadi, hanya jam kerja mereka  saja yang berbeda. 

17 Juni 2020

Rinaresep.com, Dapur Digital Tempat Berburu Berbagai Resep Masakan

berbagai-resep-kreasi-masakan-rinaresep.com

Untuk menciptakan berbagai kreasi masakan yang lezat, terkadang kita membutuhkan panduan. Kunci terpenting adalah, kita bisa memilih pemandu yang benar-benar membantu dan memudahkan kita untuk mencapai tujuan tersebut

Ah, beruntungnya mamak-mamak jaman sekarang. Ibaratnya, asal punya niat dan kemauan, memasak jenis masakan apapun bisa  dilakukan dengan panduan resep masakan secara online. Bumbu-bumbu atau bahan-bahan  apa yang dibutuhkan, bagaimana proses pemasakan/pengolahan yang benar, semuanya bisa dilacak melalui mesin telusur. 

Kondisi ini tentu berbeda sekali dengan era 90-an, di saat penggunaan teknologi internet belum se massif sekarang. Untuk bisa mendapatkan aneka resep berbagai makanan/minuman, maka cara yang bisa dilakukan waktu itu adalah meng klippingnya dari majalah, koran atau harus membeli buku resep masakan. 

Memang, agak repot dan memakan banyak waktu. 

Bandingkan dengan saat ini. Asal punya smartphone dan kuota, beres semuanya. Beragam resep masakan bertaburan di dunia maya. Dari ribuan  penulis, banyak sekali! Tinggal kita sebagai user saja yang menyeleksi, mencari mana yang sekiranya sesuai dengan apa yang kita mau. 

Dari sekain banyak web penyedia resep-resep masakan, satu yang recommended adalah Rinaresep.com

Menemukan Beragam Kreasi Masakan di Rinaresep.com


Saya senang mencicip beragam kuliner. Cuma sayangnya, untuk urusan masak-memasak masalah saya sering sama dengan kebanyakan manusia penghuni bumi yang lain; kemampuannya terbatas 😀

Untuk mendapatkan cita rasa terbaik,  sebenarnya saya masih sering membutuhkan panduan saat mengolah bahan mentah menjadi makanan siap santap. 

Untungnya, apa yang saya butuhkan mendapatkan jawaban dari Rinaresep.com.

Dibuat pada bulan April 2020, Rinaresep.com digawangi  oleh 4 anak muda kreatif yaitu Widya Abdurrozaq, Anggraini, Miftah Aulya dan Shilvia Rozalia, RinaResep.com memang sejak awal bertujuan untuk membantu para ibu yang sering bingung saat ingin menyajikan menu-menu yang lezat tiap harinya, dan juga membantu kaum muda yang kepengen belajar masak. 

Membuka halaman demi halaman dari Rinaresep.com ini acara masak menjadi  menyenangkan, namun juga tetap praktis. Resep masakan yang ada, sudah dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori. Dan ini sangat mempermudah pengguna untuk menemukan resep yang mereka inginkan, mau resep minuman, resep makanan, ataupun resep kue.  

Bahan-bahan yang diperlukan dipaparkan secara detail, mulai dari jenis dan jumlahnya, berikut detail cara masaknya.  Agar lebih mudah, kita  juga bisa menggunakan fitur search/pencarian.


kategori-web-rinaresep.com
Pengkategorian resep-resep masakan berrdasarkan jenisnya, dan ini sangat membantu pengguna


Enaknya belajar masak dari Rinaresep.com adalah menu-menu yang ditampilkan rata-rata menu yang sederhana. Step-stepnya ditulis sesimpel mungkin agar mudah dipahami pembacanya. Selain itu, pada setiap menu juga ditampilkan informasi nutrisi dari masakan. Membantu banget bagi mamak-mamak yang lagi diet, biar itung-itungan kalorinya nggak meleset 

Tak hanya menampilkan berbagai kreasi masakan dari negeri sendiri, di situs ini sayapun juga bisa memperkaya kekayaan kuliner dengan resep-resep makanan dan minuman dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Italia, Prancis, China, dan juga Amerika. 

Menariknya, apa yang ditampilkan di Rinaresep.com tetep berpegang pada konten yang berdasarkan praktek keseharian. Itu artinya, menu-menu yang ada sudah melewati dapur uji para content kreatornya Rinaresep.com


Memasak Wajik Ketan  Jawa Tengah Dengan Referensi RinaResep.com


Ketika berselancar di “dapur maya” nya RinaResep.com, mata saya tertambat dengan salah satu resep yang berada dalam kategori  kue, yaitu resep dan cara membuat kue wajik khas Jawa Tengah.

Sebagai wong Jogja, tentulah saya akrab dengan salah satu kue tradisional berbahan dasar ketan tersebut. Dulu waktu kecil, wajik bisa dibilang sebagai panganan yang cukup populer, biasa  hadir sebagai snack hajatan ataupun event-event khusus keluarga. Sekarangpun kue wajik  ini masih ada yang menjual, tapi semakin jarang. Padahal, buat lidah jawa yang suka makanan manis kayak saya, wajik itu seperti Carang Gesing, kue tradisional yang enak dan ngangenin.

Terkait dengan kue wajik, sayangnya  selama ini  saya sebatas sebagai penikmat. Pernah mencoba membuatnya, tapi belum begitu sukses. Entah itu si ketan yang keras seperti kurang matang, atau pernah juga wajiknya malah jadinya terlalu lembek. Pokoknya, eksperimen membuat wajik yang sudah pernah saya coba, tidak sesukses waktu mencoba perdana membuat nugget pisang  beberapa waktu lalu. 

Maka berbekal beras ketan yang diberi ibu waktu lebaran kemarin, dipandu resep ala Rinaresep.com yang sudah saya baca dan pahami baik-baik,  bereksperimenlah saya di dapur, mencoba membuat wajik Kalau di Rinaresep.com satu porsi kue untuk 1kg beras ketan, saya menyesuaikan. Hanya membuat separuh porsi, karena separuh pun saya rasa sudah cukup untuk konsumsi kami berempat. Dan...begini hasilnya.

Wajik-ketan-olahan-resep-kreasi-rinaresep.com
Hasil recook menu dari Rinaresep.com Dalam format aslinya, kue wajik berwarna  coklat tua, diiris kotak. Untuk bentuk, saya kreasikan sendiri dengan mencetak wajik dengan cetakan jelly dengan tujuan membuat bentuk wajik lebih variatif.


Baru nyoba satu masakan? Iya sih. Tapi serius, besok pengen nyobain lagi resep-resep lainnya. Pengen tahu kenapa? Soalnya Rinaresep.com ini asyik untuk dijadikan semacam dapur digital, tempat dimana kita bisa berburu berbagai resep masakan.


Diberdayakan oleh Blogger.