Cari Blog Ini

16 Februari 2020

Hobi Kulineran? Yuk, jadikan Wisata Kulineran Makin Mudah dan Menyenangkan dengan Traveloka Eats

Februari 16, 2020 22 Comments

Saya sering senyum kalau  ingat kebiasaan sebelum  acara piknik saat masih sekolah. Ibu hampir selalu menyiapkan bekal makanan untuk anak-anaknya. Logis juga alasannya, takut mereka lapar karena nggak nemu tempat yang bisa digunakan untuk njajan.  Lha iya, wong jaman dulu belum ada Traveloka Eats! 



Sekarang saya hampir tidak pernah membawa banyak perbekalan saat hendak bepergian. Cukup seperlunya saja. Saya sadar, sudah terjadi pergeseran terhadap prilaku masyarakat dalam memaknai aktivitas wisata atau plesiran.

Kalau era tahun 80 atau 90 an,  titik berat dari aktivitas wisata adalah kegiatan yang bertujuan pergi ke suatu tempat baru. Rata-rata tujuan utamanya untuk mencoba/ menikmati suatu lokasi/atraksi seni. Belakangan, konsep wisata pun makin berkembang. Tak hanya fokus pada tempat/lokasi, hampir semua wisatawan melengkapi perjalanan mereka dengan  melakukan wisata kuliner. 

Meski acara pokok dari wisata kuliner “hanya” makan atau minum, namun jangan salah! Aktivitas ini juga memiliki banyak manfaat di kedua belah pihak, baik penyedia produk konsumsi maupun pembeli.

Dari kacamata konsumen, wisata kuliner selain mengenyangkan perut juga bisa membuang rasa jenuh. Wisata kuliner akan mengajak kita pada suasana yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Nggak bisa membayangkan kan, kalau misalnya dari 7 hari dalam seminggu masing-masing dari anggota keluarga hanya melakukan hal yang sama dan berulang? 

Kedua,  wisata kuliner mengenalkan banyak rasa,  mengurangi anak dari sifat pemilih makanan. Ini catatan penting untuk para orang tua. Saya merasakan dua anak dengan treatment yang berbeda, ternyata outputnya berbeda pula. Dalam hal selera, sulung saya termasuk picky karena sejak kecil ia tidak mengenal banyak rasa, berbeda dengan adiknya yang memiliki selera lebih variatif, bisa jadi karena sejak kecil ia lebih banyak mengenal rasa.

Ketiga, menjaga warisan budaya bangsa. Tanpa maraknya wisata kuliner seperti sekarang, bisa jadi keberadaan mie lethek, gudeg manggar, sate klathak, dan juga banyak menu-menu kuliner lokal hanya akan tinggal kenangan. Dengan mengenal, merasakan kembali dan menjaga keberadaan berbagai warisan kuliner nusantara berarti ikut menjaga pula warisan budaya yang berbentuk hasil olahan bahan pangan. 

Traveloka Eats, Panduan Wisata Kulineran yang Recommended

Informasi mengenai tempat makan atau tujuan wisata kulineran sebenarnya bisa didapatkan dari banyak sumber. Bisa jadi digetoktularkan melalui obrolan dari mulut ke mulut. Namun banyak juga yang berawal dari  kemajuan teknologi, yaitu melalui aplikasi. 

Sebut saja Traveloka. Aplikasi ini pada  awalnya hanya saya manfaatkan untuk mencari tempat nginep yang sesuai budget saat lagi pengen dolan alias jalan-jalan. Selain itu, saya gunakan juga untuk memesan tiket. Ternyata makin hari, jenis layanan yang diberikan Traveloka semakin lengkap.

Baca juga : Jadikan Jogja Sebagai Destinasi Wisata Pilihan, dan Jadikan Liburan Berkesan dengan Traveloka Xperience

Belum lama, saya meng-update aplikasi ke versi terbaru.  Saya lihat, ada fitur baru  berlogo sendok dan juga garpu, Traveloka Eats. Penasaran dong, menu-menu seperti apa yang ditawarkan Traveloka Eats ini. Ternyata seru dan sangat membantu.

Traveloka Eats, berada di pojok kanan atas



Tinggal memilih, sesuai kebutuhan



Secara garis besar, menu  terbaru dari Traveloka ini memang beneran memanjakan para penikmat wisata kulineran. Betapa tidak? Di dalam salah satu fiturnya, saya bisa memilih tempat makan atau resto sesuai apa yang dimau. Ada fitur Search yang bisa  saya gunakan dan  tinggal menyesuaikan dengan selera makanan dan juga lokasi terbaru. Selain itu, ada pilihan juga apakah saya mau mencari  yang terdekat (secara lokasi), yang ramah di kantong, atau yang buka 24 jam.  
Kota-kota yang sudah bisa menikmati fitur Traveloka Eats

Setelah menemukan target, informasi lebih lanjut bisa langsung dicari. Misalnya bagaimana suasana resto, menu-menu yang ada, plus rate harga juga. Ya, gimana-gimana kan tetep kudu menyesuaikan dengan kondisi dompet. Misalnya saya membutuh informasi tambahan, di sini saya menemukan banyak artikel dari para food blogger yang tentunya sangat membantu. Apalagi, kalau posisi memang benar-benar berada di daerah baru.

Butuh booking tempat makan dengan segera? Bisa ternyata. Tinggal telepon saja resto atau tempat makan yang dituju, karena informasi memang dilengkapi nomor telepon, jam operasional plus ulasan dari para konsumen sebelumnya. Kitapun bisa juga lho nulis ulasan di sini.

Rejeki banget itu, buat yang sudah bisa menikmati Treats by Traveloka Eats. Sayangnya fasilitas ini baru bisa dinikmati di Jakarta.  
Treats by Traveloka Eats, saat ini baru bisa dinikmati di Jakarta

Treats adalah fitur terbaru Traveloka Eats yang memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mendapatkan promo dan diskon di tempat-tempat kulineran yang terdaftar di Traveloka Eats.  Cara pemakaiannya pun gampang, pertama pilih deals dari resto favorit, kemudian datang ke restoran, baru kemudian bayar dengan Treats dan pilih metode pembayan yang akan dipake. Setelahnya, tinggal menikmati kemudahan yang diberikan! Jadi, sudah siapkan untuk berburu #PengalamanMengenyangkan dan menyenangkan?

6 Februari 2020

Wajib Tahu; Model Hijab Untuk Si Wajah Lonjong Agar Terlihat Lebih Cantik

Februari 06, 2020 2 Comments
Tips-berhijab-untuk-wajah-lonjong
Image : Pixabay.com


Peringatan World Hijab Day baru saja berlalu. Dan diakui atau tidak, saat ini jumlah perempuan muslim yang menggunakan hijab dalam kehidupan sehari-hari semakin banyak. 

Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti “penghalang atau penutup. Hijab adalah segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya—Wikipedia

Di Indonesia sendiri,  satu dekade terakhir perkembangan fashion hijab bisa dibilang menakjubkan. Selain peningkatan angka secara kuantitas, penggunaan saat ini hijab tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban untuk menutup aurat,  namun juga sudah menjadi semacam trend dalam dunia fashion. Di sini, penggunaan  hijab tidak sebatas pertimbangan menutup aurat semata, namun bagaimana menjadikan “meskipun sudah tertutup, namun tetap nyaman untuk dilihat”


Berbagai gaya dan style hijab pun lahir, mulai yang terlihat praktis sampai yang berlapis-lapis. Mulai dari model segitiga, bergo, pashmina, scarf, sampai hijab berlengan. Penyesuaian-penyesuaian  saat pemakaian hijab pun diterapkan, misalkan disesuaikan dengan kepribadian, acara/kepentingan, dan juga bentuk wajah si pemakainya.

Memilih Gaya Hijab Sesuai Bentuk Wajah, Mejadikan Kecantikan Makin Terpancar


“Bahan sudah pilih yang mahal, warna juga oke..tapi kenapa terlihat biasa saja ya, saat diaplikasikan?” 

Pernah nggak ngerasain hal seperti itu? 

Kalo iya, bisa jadi ilmu yang mesti kita pelajari masih kurang, yakni tentang menyesuaian model hijab dengan bentuk muka kita.

Memangnya seberapa penting menyesuaikan model hijab dengan bentuk muka? Balik lagi, tergantung orangnya. 

Tapi menurut saya, ilmu tentang ini penting dikuasai hijaber. Logikanya, ketika tampilan muka kita menjadi (lebih) enak dilihat, yang senang kan dua pihak; yang melihat dan yang dilihat. 

Secara garis besar ada beberapa bentuk wajah yang kita kenal, yaitu  bentuk wajah bulat, bentuk wajah lonjong, bentuk wajah tirus, bentuk wajah kotak, dan bentuk wajah segitiga. Dari semua bentuk wajah tadi, rata-rata menjadikan bentuk wajah oval (lonjong) sebagai bentuk ideal.  Model hijab untuk wajah lonjong ini paling banyak dan beragam, karena bentuk muka yang cenderung paling mudah untuk ditata. Meskipun begitu, bukan berarti si pemilik muka lonjong lantas tinggal pakai dan selesai, karena ternyata ada tips-tipsnya juga agar kecantikannya terpancar optimal

Tips Sederhana Untuk Hijaber Bermuka Lonjong

Sebenarnya, pemilik muka lonjong ini tergolong beruntung, pasalnya model hijab yang dikenakannya bisa lebih bervariasi. Meski begitu, ada beberapa tips agar tampilanmu makin menawan

Pemilihan inner atau dalaman hijab. Sebaiknya, pilih inner atau dalaman yang menutupi sebagian dahi hingga sedikit di atas alis, Tujuannya tentu saja agar bagian wajah yang lonjong terlihat lebih padat dan proporsional. Jadi wajah lonjong yang terlalu panjang bisa disamarkan.

Pilih bahan jilbab yang tebal. Ini akan menjadikan tampilanmu terlihat lebih berisi. 

Selain itu, kamu bisa membentuk pemakaian hijab dengan lipatan sisi yang membuka rahang. Tujuannya tentu saja untuk membuat wajah terlihat sedikit melebar ke samping. Sebaliknya, hindari  model atau penggunaan hijab yang terlalu mancung. Model hijab ini justru akan memberi kesan bentuk muka yang kecil dan memanjang.
Seandainya rambut kamu panjang, jangan ikat rambutmu tinggi-tinggi. Ikatan rambut yang lebih tinggi dari tinggi kepala akan mengesankan muka semakin lonjong.

Style hijab yang bagus untuk diaplikasikan ke pemilik wajah lonjong diantaranya:

Turkish Style Hijab
Ciri khas model ini adalah dalaman ciput yang dipasang menutupi sebagian dahi.

Style hijab layer
Tutorial hijap dari hijabyuk.com



Style hijab pashmina dengan layer ini bertujuan untuk menambah kesan berisi untuk wajah lonjongmu. Kamu bisa menata layer pashmina sesuai dengan keinginanmu,misalkan untuk acara formal, semi formal, maupun casual



4 Februari 2020

Saya, Bunga, dan Taman Begonia

Februari 04, 2020 12 Comments


Perempuan, tapi tidak paham tentang bunga. Siapa itu? Saya..ha..ha. Tapi tempo hari saya maen ke  Taman Bunga Begonia, Lembang. Tumben kan? Tentu adalah cerita dibaliknya. 



Sedari kecil, saya memang tidak terlalu suka bunga. Benda-benda yang bermotif bunga, saya anggap terlalu perempuan...dan itu bukan saya banget. Bahkan  saya ingat, jaman kuliah ada teman yang komentar "Aku bayangin kamu bawa bunga, kok wagu (ga enak dilihat) ya... " Bha..ha..ha. 

Itu juga yang menjadikan ilmu saya tentang perbungaan nggak pernah nambah. Tau jenis bunga ya bunga-bunga yang umum saja, misal bunga mawar sama melati. Jangan tanya tentang berbagai varietas anggrek atau bunga-bungaan yang nyebutnya susah di lidah,  karena  saya nggak paham, dan belum tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh. Entahlah, saya lebih tertarik dengan bunga-bunga liar, tanaman buah, dan juga tanaman sayuran.

Baca Postingan lama saya Tentang Mimpi

Balik ke cerita, kenapa saya bisa "nyasar" ke taman bunga Begonia

Jadi, beberapa hari yang lalu saya sempat dolan ke Tangkuban Perahu. Atas "provokasi" kakak dan juga kakak ipar yang memang pencinta bunga, mampirlah kami ke Taman Bunga Begonia. Sekalian jalan juga sebenarnya, karena Tangkuban Perahu dan Taman Begonia berada dalam satu jalur.


Apa Menariknya Taman Bunga Begonia, Lembang?

Sesuai namanya, maka Taman Begonia berkonsep taman bunga. Ada cafenya juga. Tiket masuk per Januari 2020 kemarin, 20 ribu rupiah per pengunjung. Flat, dewasa dan anak-anak tarif masuknya sama.

Setelah membeli tiket yang berbentuk gelang kertas, memakainya dan kemudian masuk ke dalam,   maka siap-siap saja berdecak kagum dan membelalakkan mata begitu sampai kedalam.

Mata akan dimanjakan oleh hamparan bunga warna-warni  yang ditata apik. Tidak hanya tanaman, tapi juga beberapa pernak pernik pemanis seperti beberapa patung dan juga barang-barang properti foto lainnya.

Surga banget, terlebih untuk yang suka berfoto dengan background cantik dan menarik.

Cantik kan? Bisa dijadikan obyek foto, background, atau sekedar dinikmati keindahannya secara langsung

Bisa dikatakan Taman Begonia ini termasuk taman bunga yang ramai pengunjung, apalagi dihari libur. Jadi kalau untuk urusan foto-foto an, mesti tahu diri. Nggak lama-lama di satu spot, dan kudu rela antri. 

Tapi klo sekedar untuk datang, jalan-jalan mengamati bunga yang cantik bermekaran..itu mah bebas. Mau seharian juga bisa. Tapi sayangnya nggak banyak space kosong yang bisa dipake sekedar leyeh-leyeh sembari menikmati suasana di sini. Porsi terbesar adalah aneka tanaman dan bunga-bunga untuk pepotoan.

Selain minimnya space kosong untuk bersantai, fasilitas lain yang menurut saya butuh ditambah adalah sarana toilet. Jumlahnya masih terlalu sedikit dibanding jumlah pengunjung yang bisa dikatakan berjejal. 
Alya da Raka yang kegirangan nemu kerbau, padahal cuma patung (tapi ada tulisan boleh dinaiki kok)

Kakak dan kakak ipar

Anyway,  meski nggak ada bakat feminim-feminimnya, gara-gara mampir ke Taman Begonia saya punya koleksi foto bunga-bunga cantik plus koleksi selfie dengan background yang "agak-agak" perempuan. 

Lokasi Taman Bunga Begonia Lembang


28 Januari 2020

Taburan Keju Permesan yang Cocok untuk Pizza Hingga Spaghetti

Januari 28, 2020 2 Comments


Kamu penyuka atau sering menggunakan keju dalam olahan makananmu? Sejak lama, keju telah menjadi bahan penambah rasa yang cocok digunakan untuk beberapa jenis hidangan. Pada dasarnya ada beberapa jenis keju yang bisa kamu temukan di pasaran Indonesia, dan salah satunya adalah keju parmesan. Jenis keju satu ini memang bisa dihat secara langsung  melalui ukurannya yang  cukup besar, padat dan jika di pegang memang sedikit lebih keras dari jenis keju lain pada umumnya. 

Bernama asli Parmigiano-Reggiano, parmesan termasuk jenis keju keras yang memiliki cita rasa dan aroma kuat. Rasa kuat keju jenis ini, sebanding dengan proses pembuatan keju yang bisa dibilang lama. Untuk siap dikonsumsi, keju permesan mmbutuhkan waktu hingga dua tahun. Inilah yang menjadikan harga jual keju ini relatit lebih tinggi dibanding dengan beberapa jenis keju lainnya.

Pada dasarnya, keju  parmesan  bisa digunakan sebagai penambah cita rasa pada berbagai makanan, seperti kue kering, sup, pasta, dan tentu saja pizza. Membuat taburan untuk pizza dengan menggunakan keju jenis parmesan tentu saja akan membuat makanan tersebut menjadi lebih lezat dan menggoda selera.

Bayangkan saja seloyang pizza hangat dengan taburan keju yang gurih dan meleleh di mulut waktu kita santap. Hmmm....pasti lezattt!

Selain pizza, makanan yang terkenal memiliki taburan keju  di atasnya adalah spaghetti. Mie Italia ini juga cukup akrab dengan lidah masyarakat Indonesia. Bisa jadi karena pada dasarnya banyak dari kita yang menyukai jeis makanan yang berbentuk mie.

Sebagai pemanis tampilan dan juga penambah cita rasa,  biasanya kita juga akan menemukan jenis keju parmesan  di atas  olahan spaghetti yang biasa dijual di restaurant ternama.

Keju permesan yang merupakan keju yang berasal dari susu sapi ini tentu saja juga bisa Anda temukan dengan mudah dan dengan harga murah di Tokowahab.com yang merupakan toko dengan berbagai pilihan keju terbaik yang dijual disana. Untuk kamu yang suka memasak dan penggemar keju sangat tepat untuk bisa membeli keju terbaik yang bisa untuk Anda olah menjadi satu hidangan lezat yang bisa di nikmati oleh keluarga di rumah tanpa perlu pergi ke tempat makan mahal untuk merasakan keju dengan rasa terbaik.

16 Januari 2020

Redmi Note 8, Ponsel 2 Jutaan yang Asik Dijadiin Partneran

Januari 16, 2020 6 Comments
Review-redmi-note 8

”Kameramu keren lis...”
Sebuah pesan WA masuk dari Mbak Diah, si pemilik www.damarojat.com. Sebuah foto waduk berada persis di atas pesan tadi; komentar atas status yang saya unggah.

“ 😀 ...pake redmi ini mba..”

Jadi suatu siang saya memasang sebuah foto pemandangan alam di status WA. Saya seneng aja lihat fotonya, seger! Pesan yang ingin saya sampaikan adalah, biar yang ngintip status saya ikut merasakan kesegaran suasana dari tempat yang saya ambil fotonya. Atau kalau nggak, biar yang lagi butuh referensi  tempat yang view alamnya seger, bisa jadi terbantu.

Ternyata salah satu komentar yang masuk justru mengomentari kameranya, bukan fotonya...bha..ha..ha

Kamera-redmi-note-8
4 kamera yang bikin jatuh hati

Saya memang belum cerita  ke mbak Diah kalau ponsel saya ganti,  tapi ternyata teman saya tadi bisa ngerasa kalau hasil  foto saya berbeda. Tapi memang bener sih, jaman sekarang kamera itu bisa jadi semacam kunci.

Pengalaman Setelah Menggunakan Redmi Note 8

Bukan tanpa alasan juga saya ganti ponsel. Ada cerita tidak mengenakkan dengan ponsel saya yang lama. Pernah pas butuh untuk ngeliput sebuah event, tiba-tiba dia panas dan hang.  Kejadian itu jadi semacam momok...khawatir kalau pas bener-bener butuh, tiba-tiba ponsel saya kambuh.

Setelah tertunda beberapa lama, karena alasan masih sayang akhirnya akhir tahun kemarin saya membulatkan tekat untuk memberi kesempatan ponsel lama untuk beristirahat. 

Sering menggunakan medsos, suka ambil gambar entah itu foto maupun video, dan lebih sering akses dashboard blogger melalui ponsel, maka saya butuh ponsel dengan spesifikasi yang mumpuni.

Saya butuh “ruangan” yang lega untuk banyak menyimpan data, prosesor yang cepat dan pinter untuk multitasking, dan juga kamera yang bisa ngambil gambar bagus meskipun pencahayaan minim.

Yang  lebih penting lagi, budget yang saya miliki cukup.

Dan untungnya, semua syarat dipenuhi Redmi Note 8, salah satu ponsel keluaran Xiaomi yang dilaunching di Jakarta 17 Oktober 2019 silam.

Spesifikasi Redmi Note 8

  • Dari segi ukuran, Redmi Note 8 berukuran 6,3 inch dengan resolusi 1080x2340 piksel dan rasio aspek 19, 5:9
  • Layar depan dan belakang sudah dilapisi Corning Gorilla Glass, jadi saya nggak perlu lagi membeli anti gores tambahan.
  • Kamera utama berresolusi 48MP, dan kamera depan 13 MP. Faktor kamera ini yang membuat saya jatuh hati. Ada 4 kamera di bagian belakang yaitu kamera utama, ultra wide kamera (8MP), depth sensor (2MP) dan kamera makro (2MP)
  • Untuk dapur pacu, Redmi Note 8 mengandalkan Snapdragon 665 dengan pengolah grafis Adreno 610 dengan RAM dan Storage yang tersedia dalam beberapa tipe mulai dari RAM 3/32 sampai 6/128. Saya ambil yang tengah, RAM  4GB dan storage 64 GB. Harganya? 2,299 juta. Waktu itu hitungannya murah dengan melihat spesifikasi yang seperti itu. Nggak tahu kalau harga sekarang..
  • Ada 3 pilihan warna, biru, hitam, dan putih dan saya milih biru..warna favorit
Ini pertama kalinya saya menambatkan pilihan pada Xiaomi. Meski begitu, di rumah Pak Suami termasuk pengguna Xiaomi yang setia, mulai jaman redmi 2, redmi 5A dan semuanya masih ada di rumah dengan kondisi yang masih bisa difungsikan. Inilah yang kemudian membawa saya ke kesimpulan awal bahwa meskipun dibandrol dengan harga terjangkau, tapi dia awet.

Baca Juga : Tiga Hal Pokok Ini Mesti Saya Ingat Saat Membeli Ponsel

Selain itu, saya ngerasa foto-foto dari kamera ponsel Xiaomi ini lebih enak dilihat. Warna-warnanya lebih riil dan natural.

Hasil-jepretan-kamera-redmi-note-8
Hasil jepretan menggunakan kamera belakang

Kamera-redmi-note-8
Kamera belakang, kondisi minim cahaya

Hasil-kamera-macro-redmi-note 8
Hasil dari kamera makro Redmi Note 8
Satu bulan terlewati, dan saya merasa bahwa saya nggak salah pilih.

Dari sisi multtitasking, ya jelaslah ni ponsel nyaman banget ketika saya mesti beberapa task dalam satu waktu.

Dari sisi foto, meskipun ilmu fotografi saya bisa dibilang nol, bahkan kalau ngambil foto sering nggak fokus, tapi belakangan saya ngerasa hasilnya lebih enak untuk dilihat.

Buat ngambil videopun, hasilnya jauh terlihat lebih stabil, meskipun saya ngambil gambar tanpa alat tambahan (gimbal). Ini video pertama yang saya buat dengan Redmi Note 8...mbikinnya sekedar sambil jalan doang😀



Untuk batere, saya acungi 2 jempol. Cepat ngecharge nya, tapi awet nggak habis-habis. Isi 100% di pagi hari, bersisa sekitar 20% di waktu maghrib. Jam anak-anak belajar, biasanya saya matikan ponsel sekalian nge-charge.

Dari pabriknya Redmi Note 8 dibekali baterai jenis Li-Po berkapasitas 4000 mAH dan sudah support teknologi pengisian cepat. Sebulan lebih saya megang ponsel ini, sama sekali nggak kerasa ada anget-anget atau panas pada bagian baterai, meskipun saya pake seharian.

Ada yang lagi nyari ponsel harga terjangkau namun spek memukau? Redmi Note ini pantas jadi bahan pertimbangan kok. Saya mbeli dan nggak menyesal sama sekali, soalnya ni ponsel  asik dipake gaya dan juga kerja. Nice partner lah pokoknya!

Postingan serupa : 5 Aksesoris Smartphone yang Terlihat Sepele, Tapi Gede Manfaatnya


10 Januari 2020

Mencoba Layanan Drive Thru Samsat Sleman, Nggak Sampe 5 Menit Bayar Pajak Kendaraan Selesai

Januari 10, 2020 2 Comments
N
gomongin pajak motor,  lupa pertama kali mulai urus pajak sendiri kapan. Tapi yang  pasti sudah berkali-kali, mulai dari yang tahunan sampai yang lima tahunan. Turut mengalami fase dimana urus pajak motor itu lama dan bisa jam-jam an nunggu antrian, dan kadang pake acara umpel-umpelan depan loket.

Itu juga yang sepertinya jadi alasan, kenapa pada males ngurus pajak kendaraan sendiri, dan lebih memilih memakai calo atau melalui biro jasa.

Waktu berjalan, kebijakan baru dibuat, dan saya merasa pelayanan Samsat semakin baik. Sudah berjalan cukup lama, pembayaran pajak kendaraan bisa dengan sistem online. Selain bisa lintas area dalam 1 propinsi, pembayaran pajak pun bisa dilakukan di bebarapa tempat yang di tunjuk. Ada bis samsat keliling pula. 

Semakin nyaman, ketika kantor Samsat (Sleman) juga menempati gedung barunya. Kenapa selalu memilih ke kantor samsat?  Karena itu yang terdekat dari rumah..ha..ha



Gedung baru, yang kemudian disusul sebuah layanan baru  Drive Thru. Di bagian ini, otak sayapun langsung membayangkan restoran siap saji yang memiliki logo huruf M. Layanan ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan publik yang praktis dan cepat. 


Mencoba Layanan Drive Thru Samsat Sleman

image: jogja.polri.go.id

Setiap awal tahun, saya punya kewajiban yang mesti ditunaikan. Bayar pajak motor. Deadline sebenarnya masih tanggal 23 Januari, tapi sekalian saja biar nanti nggak banyak lagi pengeluaran di akhir-akhir bulan. 

Sejak dari rumah, saya memang sudah niat nyobain yang mbayar pajaknya dengan sistem Drive thru. Loket drive thru berada di gedung baru sisi barat (jam pelayanan siang) dan juga di sisi bagian depan (untuk jam pelayanan malam 16.00-20.00)

Datang sekitar pukul 11 siang, loket terlihat lengang tanpa ada antrian. Ada 3 petugas di sana. Dua berseragam kepolisian, 1 petugas dari pihak bank. Rejeki saya karena seorang teman bercerita, ia sempat menunggu antrian yang mengular saat datang pukul 08 pagi.

"Yang dikumpulkan apa saja, Pak?
"Sini STNK dan KTP aslinya..." Jawab pak petugas loket.

Saya ambil berkas saya dari dompet, STNK dan KTP pun dengan cepat berpindah tangan. Pak petugas kembali sibuk di depan monitor, dan sesaat kemudian..mbak-mbak teller bank memberitahu total nominal yang harus saya bayar.

"Seratus sembilan puluh empat ribu rupiah..."

Dua lembar uang berwarna merah saya berikan. Terdengar suara printer mencetak bukti pengesahan. Dalam beberapa detik bukti pembayaran itu sudah saya terima beserta berkas asli yang saya kumpulkan, sekaligus uang kembalian.

Saya ulang ya,

Berkas Asli yang Ditunjukkan Saat Pembayaran Kendaraan Bermotor dengan Sistem Drive Thru

1. STNK asli

2. KTP asli (Nama harus sama/sesuai dengan yang tercantum pada STNK)
3. Kendaraan yang dibayari pajak harus dihadirkan.

Jam-dan-syarat-drive-thru-samsat-sleman

Dan proses pembayaran pun selesai. Kalau melalui jalur biasa waktu yang dibutuhkan sekitar 15-30 menit, maka di jalur drive thru ini proses pembayaran tidak sampai 5 menit. Bisa jadi hanya 3 menit dengan catatan tidak mesti nunggu antrian di depan. 

Cuma sistem drive thru ini memang mensyaratkan beberapa kondisi, misalnya:
Nama pada KTP mesti sama dengan yang tercantum di STNK. Ini akan sedikit susah bagi yang membeli kendaraan dalam kondisi 2nd. Selain itu motor atau kendaraan yang dibayari pajak, harus dihadirkan di lokasi. Ini juga ga setiap orang bisa. 

Ya sebenarnya ini semacam memberi pilihan saja ke masyarakat, karena toh jalur pembayaran pajak kendaraan sekarang semakin mudah. Bisa di kantor Samsat utama, pembantu, melalui bank, atau bahkan di mall. Jadi nggak ada alasan lagi untuk males bayar pajak...

Orang bijak, taat pajak kan?

Follow Us @soratemplates