13 Juli 2018



Mm..diantara banyak kegiatan pengisi waktu senggang, salah satu  yang saya suka membaca. Nah..masalahnya, waktu senggang itu kok sepertinya datang semakin jarang. Kadang kalaupun ada waktu, ...la kok jatuhnya pegang hp, scroll medsos..eh, tau-tau waktu nyantai-nyantainya habis.

 *Salahnya siapa coba??๐Ÿ˜€

Diantara semua bahan bacaan, paling betah saat baca cerita fiksi. Enteng, itu alasan utamanya. Kalau waktunya bisa dan alurnya menarik, satu novelpun bisa saya  lalap dalam satu sesi, kayak misalnya novel  Single Happy atau Supernova.

Tapi kalau bacaan non-fiksi, sukanya yang berdasar kisah nyata. 


Makanya, thanks banget untuk mba Antung Apriana yang sudah menulis dengan apik review buku Athirah; sebuah novel yang terinspirasi dari kisah nyata. Athirah sendiri adalah nama dari ibunda dari wakil presiden RI saat ini, Jusuf Kalla. Tentunya, banyak pesan positif yang tersurat maupun tersirat dalam novel tersebut. 

Ngomongin soal buku, adakah buku yang tengah saya baca saat ini? Kebetulan ada, tapi udah berhari-hari nggak kelar-kelar๐Ÿ˜€ Ya itu tadi masalahnya, kalah sama  medsos..wkk..

Judul bukunya, Home Sweet Anywhere, karangannya Lynn Martin. Udah terjemahan kok, jadi aman buat yang kemampuan bahasa asingnya mepet kayak saya. ๐Ÿ˜Š Mirip sama Athirah, inipun termasuk buku non-fiksi alias kisah nyatanya sang penulis, Lynn dan Tim, suaminya. 

Lynn & Tim, traveller yang berjiwa muda

Kalau Athirah berkisah tentang perjuangan seorang perempuan yang mesti survive saat ditinggal sang suami untuk menikah lagi, maka dalam Home Sweet Anywhere Lynn mengisahkan cara ia dan suaminya dalam menjalani masa tua.

Sudah memikirkan apa yang akan dilakukan saat masa pensiun datang? Menurut pengamatan saya, seandainya masa pensiun tiba, rata-rata yang ingin dilakukan kemudian adalah menikmati masa tua dengan di rumah, menekuni hobi, banyak istirahat, atau memperbanyak ibadah sebagai bekal di kehidupan berikutnya. 

Tapi Lynn, seorang wanita berkewarganegaraan Amerika  ini berbeda. Ketika suaminya Guy meninggal, kemudian ia menikah dengan mantannya Tim Martin. Saat itu mereka melihat anak-anak mereka sudah terlihat mapan dan mandiri. Ada obsesi yang belum mereka lakukan.   Lynn dan Tim kemudian membuat keputusan mengejutkan. Mereka mempunyai cara yang bisa dibilang antimainstream dalam menikmati masa tua.

Tim adalah seorang penulis lirik dan juga seorang penulis novel. Sementara Lynn adalah pekerja media. Dasarnya mereka hobi travelling. Di tahun 2010, Di usia yang tak lagi muda, pasangan ini kemudian memutuskan untuk menikmati hidup dengan menjual rumah, dan kemudian menjelajah belahan dunia. 

Lynne (73 tahun) dan Tim (68) tahun kala itu. Uang dari penjualan rumah, mereka investasikan dan digunakan sebagai sumber dana bagi perjalanan mereka mengelilingi berbagai belahan dunia seperti Meksiko, Argentina, Turki, Prancis, Italia, Inggris, Irlandia, Maroko, Portugal, dan Jerman.

Yang menarik dari buku ini adalah, bagaimana Lynn mengisahkan perjalanan panjang yang mereka lalui secara detail.  Hal-hal baru yang mereka temui saat menjadi pengelana, suka duka berpindah dari satu apartemen ke apartemen berikutnya, termasuk bagaimana kakek dan nenek ini mesti sering-sering beradaptasi dengan masyarakat, tetangga dengan kultur yang berbeda.

Selain menuliskan kisah perjalanannya dalam jurnal Wall Street Jurnal, Lynn juga menuliskan pengalamnya ini melalui blog pribadi yang ia tulis di homefreeadventure.com. Kisah Lynn dan Tim yang awalnya terlihat nekad itu, ternyata menginspirasi banyak kalangan. 

Mau menikmati masa tua Seperti Lynn dan Tim? Mau! Itu kalau yang dikasih pertanyaan saya. Tapi tentu saja tidak se ekstreem mereka yang rela melepaskan rumah, dan kemudian hidup nomaden dari satu tempat ke tempat lainnya. Yang pasti, cara mereka menikmati masa tua sepertinya menantang dan menyenangkan. 

Judul: Home Sweet Anywhere
Penulis: Lynne Martin
Penerjemah: Endang Sulistyowati
Editor: Nunung Wiyati
Penyelia: Chaerul Arif
Genre: Traveling 
Penerbit: Alvabet 
Cetakan: I, September 2014 
Ukuran: 13 cm x 20 cm 
Tebal: 456 hal; ISBN: 978-602-9193-53-4 


8 Juli 2018


Disadari atau nggak, semakin hari tingkat ketergantungan manusia terhadap apa yang namanya smartphone semakin besar. Termasuk saya juga. Mau masak, bingung nggak ngerti bumbu yang mesti dipake, googling...pake smartphone.  Mbantu belajar anak, udah pada lupa materi pelajaran SD, pegang smartphone lagi. Lagi dolan, pengen foto..yang dicari smartphone juga. 

Intinya, smartphone asal dipergunakan secara benar, banyak juga manfaatnya. Kalau dulu di piramida kebutuhan manusia bisa jadi ia berada di level kebutuhan tersier, saat ini sangat mungkin ia menjadi kebutuhan primer, atau bisa juga sekunder.

Karena memegang peran yang nggak sedikit, maka saat kita memutuskan untuk membeli smartphone, bisa dipastikan ada satu cita-cita yang sama, bagaimana smartphone kita AWET dan NYAMAN untuk digunakan. Nah, untuk tujuan tadi, kita butuh beberapa alat penunjang atau aksesoris, yang sifatnya tambahan. Jadi memang harus beli sendiri.  

Diantara sekian banyak aksesoris, ada beberapa yang menurut saya sifatnya penting untuk dimiliki, yaitu

1. Hardcase/Softcase

Disamping mempercantik penampilan, hardcase atau softcase ini sebenarnya berfungsi utama sebagai pelindung dari benturan, atau meminimalisir kerusakan seandainya smartphone terjatuh. 



Perbedaan pokok antara hardcase dan softcase, tentu saja  bahan pembuatannya. Hardcase merupakan case berjenis keras dan umumnya terbuat dari material kuat dan berisi bahan padat seperti aluminium, plastik keras, polycarbonate, logam, dll. Sedangkan softcase terbuat dari bahan lunak dan bersifat elastis seperti karet, busa, dan silikon.

Baik hardcase ataupun softcase tentu saja memiliki plus minus masing-masing. Untuk pilihan terbaik, bisa menyesuaikan dengan kondisi pemakaian smartphone/ponsel. 

2. Ring 

Bentuknya sih sepele, bulat kayak cincin yang ditempel di belakang smartphone. Tapi sebenarnya ini penemuan jenius juga. Meski mungil, alat ini bisa jadi solusi sekaligus 2nd pengaman buat para emak yang smartphonenya sering dibajak anak-anak, plus hobi nonton film kalau lagi dapat jatah me time

Jadi saat lagi dipinjam sama anak-anak, pastikan tangan jari mereka juga nyantol di ring, tujuannya tentu saja meminimalisir ponsel tergelincir dari pegangan. Selain itu, ring juga bisa digunakan untuk menyangga posisi smartphone, saat digunakan untuk menonton video misalnya. 

3. Lap microfiber  dan lens cleaner


Saya tersadar dengan pentingnya lap microfiber dan lens cleaner ini belum lama. Jadi ada suatu hari, ketika saya bingung dengan hasil foto dari smartphone yang saya pakai. Kenapa hasilnya tidak sejernih biasanya? Jadi semacam berkabut dan tangkapan gambarnya tidak jelas. 

Nanya ke saudara, dan ternyata permasalahannya sepele banget! Lensa kamera dari hp asus yang saya pakai cuma butuh dibersihin aja.

Untung, bukan karena rusak.๐Ÿ˜€ Selain untuk mengelap lensa kamera yang kotor, kain microfiber --yang kadang-kadang saya semprot dulu dengan lens cleaner ini, berguna banget untuk membersihkan ponsel yang sering terlihat kotor agar kembali kinclong.

Setelah itu, saya jarang ninggalin lap microfiber+lens cleaner. Apalagi pas butuh banyak kegiatan foto-foto, karena untuk keperluan itu, saya banyak mengandalkan kamera hp.

4. Tongsis

Tongsis atau tongkat narsis memang begitu populer penggunaanya beberapa tahun belakangan.  Berbentuk berupa tongkat yang dipanjangkan dan dengan ujung berupa tempat untuk meletakkan smartphone atau alat portabel lainnya, alat ini sangat membantu saat pengguna ingin mengambil gambar secara self-photografi atau selfie. 


Macam jenis dan bentuk tongsis ini pun kini sangat beragam, dengan harga yang bervariasi dari range harga puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung spek dan juga kebutuhan. Meski begitu, ada hal-hal yang mesti diperhatikan juga, misalnya seberapa aman+seberapa kuat si tongsis 'memegang' smartphone mu.

5. Powerbank

Meski keberadaan powerbank ini masih debatable ya..antara menolong pengguna dan 'perusak' batere smartphone, tapi menurut saya aksesoris ini tetap diperlukan, terlebih dalam situasi darurat. 
Penggunaan powerbank dengan frekuensi yang terlalu sering, memang tidak direkomedasikan.  

Dalam memilih powerbank, pastikan power bank tersebut mencantumkan fitur kemanan Over Charging Protection, yang artinya jika baterai pada perangkat sudah disini oleh power bank dengan penuh, maka secara otomatis arus listrik yang dialirkan power bank akan terputus dengan sendirinya.

Selain itu, jauhi powerbank dengan kualitas dan merk yang masih meragukan. Mending agak mahalan, tapi kualitasnya nggak abal-abal...percaya saja deh, ono rego, ono rupa. Kualitas barang, biasanya tercermin dari harganya.

1 Juli 2018


Satu lagi gebrakan  baru terjadi dalam perkembangan dunia ponsel pintar. Tepatnya di bulan Juni 2018, Vivo kembali meluncurkan smartphone seri terbarunya. Smartphone tersebut adalah Vivo V9 6 GB. Ingat ya.. 6 GB! Wow..

Ah, teknologinya Vivo V9 ni memang bikin ngiler aja ya..

Berbekal perkembangan inovasi yang disematkan pada Vivo V9 6 GB, Vivo berharap apabila Vivo V9 6 GB menjadi smartphone pilihan konsumen. Tentunya pihak Vivo tidak hanya asal-asalan saja meluncurkannya, namun dengan inovasi yang terbaik. Tak khayal jika Vivo V9 6 GB bisa menjadi smartphone keren super ngebut. Kini Vivo V9 6 GB hadir dalam dua varian pilihan warna yaitu hitam dan merah.

Spesifikasi Vivo V9 6GB

Tak ada ruginya apabila kamu membeli smartphone keren super ngebut ini. Pasalnya Vivo V9 6 GB memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri dibandingkan smartphone lainnya maupun Vivo V9 terdahulu. Berikut ini beberapa kelebihan Vivo V9 6 GB yang bisa kamu jadikan pertimbangkan saat membeli smartphone baru:

Smartphone ngebut
Vivo V9 6 GB menjadi smartphone ngebut karena kapasitas RAM yang lebih besar yaitu mencapai 6 GB dilengkapi dengan ROM 64 GB. Tentunya kapasitas RAM besar membuat kemampuan multitasking smartphone lebih lancar dan tanpa gangguan lag atau apapun. Alhasil performa Vivo V9 6 GB menjadi tangguh terutama saat digunakan untuk main game, nonton video streaming, main social media, dan sebagainya. Dilengkapi dengan Fun Touch 4.0 pada tombol navigasi membuat tampilan interface Vivo V9 terlihat lebih canggih dan mengikuti perkembangan jaman. Selain juga mampu mengoptimalkan jaringan internet dan menjalankan aplikasi lebih cepat.

Penyematan Prosesor Teranyar


Pada Vivo V9 6 GB disematkan prosesor teranyar tepatnya Qualcomm Snapdragon 660 AIE. Keadaan ini membuat kemampuan smartphone untuk bermultitasking menjadi lebih lancar. Tentunya performa Vivo V9  6 GB menjadi lebih tangguh dibandingkan Vivo V9 varian yang lalu yang hanya menggunakan Qualcomm Snapdragon 450. Tidak hanya itu chipset Qualcomm Snapdragon juga mampu mengirit baterai Vivo V9 6 GB agar tidak lekas habis/boros. 

Kamera depan dengan Dua Pixel
Pada Vivo V9 6 GB terdapat kamera depan yang dilengkapi dengan Dual Pixel terletak di AI Selfie Camera. Sensor Dual Pixel ini terdiri dari 2 photodiode (2PD) yang terpisah dan 24 juta unit fotografis. Vivo V9 6 GB mampu bekerja lebih fokus dan adaptasi kamera cepat walaupun objek foto telah bergerak/berubah dengan adanya sensor ini. Bisa juga mengatur cahaya agar stabil walaupun dalam keadaan backlight (membelakangi cahaya). Kamera depan dengan sensor Dual Pixel sangat cocok untuk pengambilan foto mode portrait dikarenakan kemampuannya menghasilkan foto efek blur yang mumpuni.



OS Andorid paling baru
OS Android yang digunakan pada Vivo V9 6 GB adalah yang paling baru, Android Oreo 8.1. Dilengkapi Fun Touch 4.0, tampilan interface Vivo V9 semakin kece parah dan canggih. Sebab Fun Touch 4.0 memiliki gesture sangat nyaman, kamu tinggal usap layar saja.

Smartphone premium dengan harga lumayan ramah kantong
Vivo V9 6 GB merupakan smartphone premium keluaran Vivo terbaru. Memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri dibandingkan smartphone lain. Bahkan saat peluncuran, harga Vivo V9 6 GB hanya dibanderol kisaran 4,299 juta saja. Harga ini terbilang sangat ramah kantong dibandingkan smartphone premium lainnya yang dibanderol hingga puluhan juta.

Dengan harga yang relatif terjangkau, kita bisa mendapatkan ponsel kelas atas. Jika dibandingkan dengan hp lain yang punya spesifikasi sama, Vivo V9 6 GB jelaslah yang paling murah. 

Image dari akun instagram @Vivo_indonesia

25 Juni 2018



Idul Fitri dan silaturahmi, dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Oke lah, kemajuan alat telekomunikasi menjembatani jauhnya  jarak. Memang sudah bukan modelnya lagi berkirim kartu lebaran via pos yang mesti nunggu berhari-hari, yang kalo lagi apes,  itu aja kadang nggak nyampe. 

21 Juni 2018

Vivo-V9-Cool-Blue

Setelah sukses dengan dua varian warna utama black dan gold, Vivo V9 kemudian mengeluarkan dua varian warna lagi. Di awali dengan vivo v9 cool blue lalu disambung dengan vivo v9 red true. Keduanya memiliki spesifikasi yang serupa dengan dua warna pendahulunya. Hanya saja, ada sedikit update software yang dilakukan pada Vivo V9 cool blue dan red true. Lalu yang menarik,  baik cool blue atau red true hanya dirilis dengan jumlah yang terbatas alias limited edition. Itu artinya hanya yang beruntung saja yang bisa menggenggam ponsel futuristik ini.

Baca juga : Vivo V9 Cool Blue dan Red True

12 Juni 2018


Menjadi kebahagiaan bagi keluarga, kalau seandainya bisa melewati dan menjalani ibadah puasa sekeluarga. Full team. Tapi faktanya, tahun ini keluarga saya belum. Raka dan pak suami, insyaAlloh puasa full sebulan. Saya, jelas nggak bisa. Namanya perempuan, mau nggak mau, harus punya hutang puasa yang mesti diganti lain hari. Alya? Niat awalnya, mau ngelatih dia untuk puasa setengah hari dulu, tapi realitasnya..gagal! 

Kenapa?

Pertama, Alya susah sekali dibangunkan saat sahur. Pernah sekali mau bangun, tapi nggak mau makan. Jadi ya percuma, malah jadinya ngantuk atau susah dibangunin pas seharusnya dia bangun.

Nggak tega juga meminta Alya untuk belajar puasa, wong nggak sahur. Sahurnya dia, ya jam sarapan. Poso manuk alias puasa ala burung istilahnya..pagi-pagi nyari makanan๐Ÿ˜€.

Kalau niatan untuk puasa sih, benernya anaknya sudah punya..jadi kepengen beberapa teman di sekolah yang sudah mulai belajar puasa, dia bilang begini ke saya, " Ibu..sekarang aku puasa, tapi nanti kalau aku haus minum ya.. Ato lebih lucu lagi kalau dia nemu snack yang dia suka "Ibu, habis makan itu..nanti aku puasa." Ha..ha, jadi jam puasanya masih suka-suka. Seenak sendiri. Ya sudah, maklum dulu, masih 5 tahun juga. Ramadhan tahun depan lah, insyaAlloh sudah latihan puasa setengah hari. 

Ngomongin tentang menu untuk buka puasa dan sahur, untuk buka puasa, saya masih sering masak, 90% an lah...masak sendiri di dapur. Paling seminggu sekali aja, beli mateng.

Untuk sahur, biasanya masak, tapi yang praktis dan cepat matang. Model bikin telur dadar, sedia telur asin, abon, sosis, nuget dan konco-konconya. Sayurnya gitu juga, yang model tinggal manasi, semacam gudeg, brongkos, atau yang masaknya cepet, seperti kangkung, caisim atau sawi bakso dan juga bokchoy/sawi sendok.

Untuk Alya saat yang lain berpuasa, bagaimana?

Nah, untuk makannya Alya di siang hari ini yang juga kudu dipikirkan. Jadi namanya seorang ibu...meskipun tengah puasa ya tetep kudu mikirin menu buat anak yang sedang nggak berpuasa. Nggak mungkin kan untuk sarapan+makan siangnya Alya makan sisa menu sahur melulu? 

Biasanya saya masakin Alya menu-menu yang praktis. Misalnya, masak sop ayam, sayur bening atau, yang lebih praktis dan dia suka, tumis chicken stick-sayuran. Sekali masak, bisa untuk sarapan dan makan siang, plus sudah sayur sekalian lauk sumber protein. 

Masaknya gampang banget! Bahan-bahannya juga gampang. Cukup sayuran, yang bisa divariasikan misalnya buncis, brokoli atau bisa juga  sawi hijau atau caisim.  Jadi suka menu ini karena proses masaknya cepet, anak-anak juga doyan. 

Tumis Chicken Stick-Caisim

tumis chicken stick So Good-Caisim

Bahan-Bahan:
  1. Beberapa tangkai sayur caisim, potong menurut selera.
  2. 5 buah chicken stick So Good. Goreng sampai warna kuning keemasan, kemudian potong. Saya memilih So Good, karena produk ini sudah terpercaya kualitas maupun rasanya.
  3. 2 buah bakso, saya pakai yang ukuran jumbo, potong menurut selera
  4. 2 siung bawang merah
  5. 1 siung bawang putih
  6. Garam secukupnya
  7. Sedikit gula pasir sebagai pengganti penyedap
  8. Sedikit minyak goreng untuk menumis

Cara Memasak
Cincang bumbu, tumis dalam minyak panas. Masukkan bakso yang sudah dipotong. Masukkan daun caisin, aduk..baru terakhir tambahkan chicken stick. Koreksi rasa, dan tumis chicken stick-sayuran pun siap untuk dihidangkan.

Resep-olahan-nuget
Resep tumis chicken stick-caisim
Mudah banget kan? Tampilannya segar. Bisa dimasak sebagai menu buka kalau lagi butuh masak dengan waktu cepet.  Cocok juga kalau pas bangun sahurnya mepet imsak. Paling cuma butuh 15 menit kok untuk masak menu ini. Dan, bisa banget dipraktekkan saat punya anak balita yang nggak ikutan puasa. Praktis-cepat-bernutrisi.