27 Mei 2018

Mencoba Perawatan Rambut Simpel dan Alami dengan Emeron Complete Hair Care


Adakah bagian di tubuhmu yang memiliki arti khusus? Bagian rambutkah?

Bagi banyak wanita, rambut itu mahkota, karena itu rata-rata wanita memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi rambutnya. Secara umum, banyak yang mendifinisikan bahwa rambut yang cantik adalah rambut yang hitam mengkilap, bersih, dan tidak gampang kusut.  Untuk itu,  banyak cara yang biasa mereka lakukan, mulai dari rajin melakukan perawatan rambut di salon hingga yang cukup melakukan perawatan rambut di rumah masing-masing.

23 Mei 2018

Bijak Kelola Keuangan Keluarga Menjelang Lebaran


Ramadhan hampir separuh jalan. Faktanya, semakin mendekati lebaran, kegiatan juga mulai bergeser, dari tempat ibadah ke tempat perbelanjaan. Kalau nggak percaya, coba deh tengok pusat belanja busana muslim, dan toko busana, dan juga pusat perbelanjaan lainnya. Mulai padat!

Percaya nggak? diantara 12 bulan lainnya, Ramadhan adalah bulan yang paling konsumtif. 

20 Mei 2018

Vivo V9 Cool Blue dan True Red Sebagai Pilihan Warna Spesial Edisi Vivo V9


Hai..halo!😊  Ketemu di Postingan pertama di bulan Ramadhan. Daripada ngomongin makanan di siang bolong, yuk kita ngobrolin smartphone aja.

Biasanya nih..deket-deket lebaran gini..banyak yang lagi hunting smartphone baru. Yaa..kan ada THR yang bisa dibudgetin sekian persennya buat upgrade ponsel. Dan kabar gembira nya, buat kamu pengguna setia V9 kini ia hadir dengan memberikan berbagai kejutan dan keunggulan.

14 Mei 2018

Tetap Segar dan Semangat Beraksi Saat Menstruasi dengan Kiranti


"Hati-hati sama cewek. Kadang mereka bisa jadi serigala. Apalagi pas PMS"

Saya pernah nemu meme dengan tulisan seperti itu. Ha..ha kejam ya..? Masak sih, perempuan sebegitu horornya kalau lagi PMS alias Pre Menstruation Syndrom. Memang perempuan berubah banget kalau mau "dapat" tamu bulanan?

Perasaan, kalau saya pribadi sebelum atau sesudah menstruasi nggak banyak beda. Tetep galak maksudnya  πŸ˜ŽπŸ˜Ž

13 Mei 2018

Berbagi Pengalaman Menggunakan Paket Yellow Indosat



Seberapa penting koneksi internet buat kamu?  Penting banget, penting, atau cuma agak penting? 

Meski tingkat kebutuhan akan koneksi internet berbeda-beda antar orang per orang,  tapi belakangan urgensi koneksi internet bagi masyarakat saya rasa sudah selevel sama keberadaan sembako. Kalau ada dan punya berasa tenang, tapi kalau habis, kelimpungan. 

8 Mei 2018

Diet Tanpa Lapar dengan Slim & Fit


Pernah belum mbaca ini? Kalau katanya cewek itu aneh. Ha..ha.. Lha gimana, sukanya jajan, hobinya makan, kebiasaannya ngemil..eh.. cita-citanya langsing! πŸ˜€πŸ˜€ Ngakak beneran saya mbaca itu di timeline facebook seorang teman. Antara lucu, dan kesindir.

2 Mei 2018

Setidaknya, Inilah 5 Manfaat Wisata ke Kebun Binatang Bagi Anak-Anak



"Ibu, nanti setelah mandi aku mau menggambar. Sekarang aku bisa menggambar gajah" kata Alya siang kemarin. 

Benar, setelah mandi kemudian ia terlihat asyik dengan spidol hitam dan buku gambarnya. 

Sekitar 5 menit kemudian, dengan riang ia tunjukkan hasilnya. Sederhana memang untuk ukuran anak TK, tapi paling tidak sudah terbaca apa yang mau ia ceritakan melalu goresan spidolnya. Ia terkesan dengan pengalaman pertamanya naik Gajah! 

Dan semuanya memang bukan tanpa sebab. Berawal dari acara family day sekolahnya tempo hari yang dilangsungkan di Kebun Binatang Gembira Loka, barengan dengan pencetusan Gerakan Nasional Orangtua  Membacakan buku 2018 (Gernas Baku 2018) 


Sebelum berkeliling kebun binatang, sebenarnya Alya juga mendapatkan tugas menggambar. Intinya, ia dan teman-temannya bebas dan boleh menggambarkan apa saja yang ia lihat. Karena mungkin masih minim ide, anak saya nggambarnya kucing. Ha..ha, karena di rumah, inilah hewan yang selalu ia lihat. 


"Aku bisanya gambar kucing,,,", begitu katanya
Dengan perbandingan ala before dan after pun sebenarnya sudah terbaca, bahwa apa yang ia lakukan seharian tempo hari, berkeliling melihat aneka satwa itu bukan hal yang percuma.

Memang ini pengalaman pertama Alya ke Gembira Loka?? Nggak juga sebenarnya. Dulu pernah, tapi waktu masih usia bayi. Terus kembali lagi pas usia 2 tahunan  klo nggak kliru. Jadi waktu diajak berkeliling-keliling kebun binatang, belum begitu "ngeh" dengan apa yang dilihatnya. Malah sempat pakai acara tidur di stroller juga waktu itu😊

Kembali ke topik, jadi sebenarnya wisatanya kemarin ke kebun binatang itu wisata dengan timing umurnya yang paling pas. Pas dia lagi seneng-senengnya dibacakan buku tentang aneka binatang, pas pula dia dapat kesempatan untuk melihat aneka binatangnya itu secara langsung. 

Point pertama, jelas. Dengan mengunjungi kebun binatang anak-anak mendapatkan gambaran yang lebih riil tentang aneka binatang, yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Pengetahuannya tentang keanekaragaman satwa makin luas.

Hal ini, tentu terkait dengan realita kalau dalam kehidupan sehari-hari, binatang yang familiar biasanya sebatas binatang peliharaan atau ternak, seperti kucing, ayam, sapi, dan juga kambing. Nah, saat dikebun binatang, ia bisa melihat secara langsung binatang-binatang yang pada awalnya hanya ia lihat melalui buku atau tayangan televisi.

Koleksi-Satwa-GL-Zoo
Mirip kucing, tapi ini namanya Binturung

Ular biru
Ular Blue Insularis

Melihat aneka ikan di ruang Aquarium

Manfaat kedua, anak-anak belajar tentang regulasi. Belajar untuk taat terhadap aturan. 

Di Gembira Loka tempo hari, secara tidak sadar, Alya sebenarnya belajar tentang apa yang seharusnya dilakukan, apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh dilakukan anak, di tempat umum.  Contoh paling sepele adalah membuang sampah jajannya di tempat sampah yang sudah disediakan.

Satwa-Gembiraloka
kandang simpanse, area paling rawan terjadi pelemparan kacang oleh pengunjung

Contoh yang lain adalah belajar untuk taat terhadap kebijakan pihak pengelola yang melarang pengunjung memberi makanan kepada binatang-binatang yang ada (kecuali di kandang rusa lho yaa, karena di sana pengunjung bisa membeli kangkung untuk diberikan ke rusa). 

"Katanya nggak boleh memberi makan kura-kura, tapi kenapa temanku ngasih makan kura-kura?" Pertanyaan itu sempat terlontar dari mulut Alya saat berada di zona reptil, ketika melihat beberapa temannya sedang memberi makan kura-kura dengan daun yang ada di sekitar. Tapi dari 'pelanggaran'  itu malah nggak sadar ternyata ilmu Alya bertambah, hingga kemudian ia bisa menyimpulkan, .."oh..ternyata kura-kura itu makanannya daun!" 

Ajaib ya anak-anak itu!😁

Ketiga, disinilah anak-anak belajar untuk melawan rasa takut.


"pantesan kura-kura lambat...rumahnya berat"
Reptil-GL-Zoo-Jogja
Yey, berani megang!
"ularnya empuk...aku berani megang" kata Alya di salah satu sudut zona reptil, setelah saya ajak memegang seekor ular. Jenis sanca kuning kalau tidak salah. Ini pengalaman keduanya menyentuh ular yang sudah dijinakkan setelah dari Bhumi Merapi pas masih Playgroup dulu.

Kalau nggak di kebun binatang, mana bisa anak-anak bisa langsung menyentuh dan merasakan tekstur kulit binatang melata seperti itu. Nyatanya mereka bisa melakukan itu dengan berani, dan tanpa ragu-ragu di tempat ini. Tentu saja dengan pendampingan dari pihak kebun binatang, dan juga plus penjelasan kalau ular yang bisa dipegang ini sudah jinak dan tidak berbisa. Kalau tiba-tiba di lingkungan sekitar ada ular, jangan coba-coba dipegang.

Ke empat, anak-anak belajar empati terhadap kehidupan binatang.

"Itu babinya pasti tidurnya nggak nyaman, nglilar nglilir soalnya ada lalatnya"

Celetukan itu masih muncul secara spontan dari mulut bocah saya di depan kandang babi yang tengah tertidur dan melihat banyak lalat yang nemplok di kulitnya. Saat itu, kondisi kandang babi memang terlihat agak kotor, jadi kondusif bagi lalat untuk membentuk kerumunan.

"Oalah..kok ya sempat-sempatnya mikirin kualitas tidurnya babi", batin saya kala itu. Tapi setelah saya renungkan ulang, sebenarnya itu salah satu ungkapan kepedulian anak-anak bahwa babipun membutuhkan tempat tinggal yang bersih, agar ia bisa beristirahat dengan nyaman.

Kelima, Gembira Loka Zoo itu tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk berolahraga.

Percaya nggak percaya, tempo hari itu adalah prestasi pertama Alya mengelililingi areal kebun binatang yang sedemikian luas tanpa rengekan "gendong bu... gendong yah..." . 100 % ia jalan kaki sendiri, mengikuti rute jalan dari satu kandang satwa ke kandang satwa berikutnya, dari satu gua buatan ke gua buatan lainnya dengan happy.

Sekalian olahraga fisik kan jadinya. Yah, meski malam setelahnya ia minta dipijitin kaki, plus keesokan paginya bangun kesiangan gara-gara capek.  Capek, gara-gara sesuatu atau kegiatan yang bermanfaat, ga mubazir sih. 

Jadi kesimpulannya, mbawa anak-anak ke kebun binatang itu, banyak manfaatnya kok.

Diberdayakan oleh Blogger.