2 Mei 2018

Setidaknya, Inilah 5 Manfaat Wisata ke Kebun Binatang Bagi Anak-Anak



"Ibu, nanti setelah mandi aku mau menggambar. Sekarang aku bisa menggambar gajah" kata Alya siang kemarin. 

Benar, setelah mandi kemudian ia terlihat asyik dengan spidol hitam dan buku gambarnya. 

Sekitar 5 menit kemudian, dengan riang ia tunjukkan hasilnya. Sederhana memang untuk ukuran anak TK, tapi paling tidak sudah terbaca apa yang mau ia ceritakan melalu goresan spidolnya. Ia terkesan dengan pengalaman pertamanya naik Gajah! 

Dan semuanya memang bukan tanpa sebab. Berawal dari acara family day sekolahnya tempo hari yang dilangsungkan di Kebun Binatang Gembira Loka, barengan dengan pencetusan Gerakan Nasional Orangtua  Membacakan buku 2018 (Gernas Baku 2018) 


Sebelum berkeliling kebun binatang, sebenarnya Alya juga mendapatkan tugas menggambar. Intinya, ia dan teman-temannya bebas dan boleh menggambarkan apa saja yang ia lihat. Karena mungkin masih minim ide, anak saya nggambarnya kucing. Ha..ha, karena di rumah, inilah hewan yang selalu ia lihat. 


"Aku bisanya gambar kucing,,,", begitu katanya
Dengan perbandingan ala before dan after pun sebenarnya sudah terbaca, bahwa apa yang ia lakukan seharian tempo hari, berkeliling melihat aneka satwa itu bukan hal yang percuma.

Memang ini pengalaman pertama Alya ke Gembira Loka?? Nggak juga sebenarnya. Dulu pernah, tapi waktu masih usia bayi. Terus kembali lagi pas usia 2 tahunan  klo nggak kliru. Jadi waktu diajak berkeliling-keliling kebun binatang, belum begitu "ngeh" dengan apa yang dilihatnya. Malah sempat pakai acara tidur di stroller juga waktu itu😊

Kembali ke topik, jadi sebenarnya wisatanya kemarin ke kebun binatang itu wisata dengan timing umurnya yang paling pas. Pas dia lagi seneng-senengnya dibacakan buku tentang aneka binatang, pas pula dia dapat kesempatan untuk melihat aneka binatangnya itu secara langsung. 

Point pertama, jelas. Dengan mengunjungi kebun binatang anak-anak mendapatkan gambaran yang lebih riil tentang aneka binatang, yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Pengetahuannya tentang keanekaragaman satwa makin luas.

Hal ini, tentu terkait dengan realita kalau dalam kehidupan sehari-hari, binatang yang familiar biasanya sebatas binatang peliharaan atau ternak, seperti kucing, ayam, sapi, dan juga kambing. Nah, saat dikebun binatang, ia bisa melihat secara langsung binatang-binatang yang pada awalnya hanya ia lihat melalui buku atau tayangan televisi.

Koleksi-Satwa-GL-Zoo
Mirip kucing, tapi ini namanya Binturung

Ular biru
Ular Blue Insularis

Melihat aneka ikan di ruang Aquarium

Manfaat kedua, anak-anak belajar tentang regulasi. Belajar untuk taat terhadap aturan. 

Di Gembira Loka tempo hari, secara tidak sadar, Alya sebenarnya belajar tentang apa yang seharusnya dilakukan, apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh dilakukan anak, di tempat umum.  Contoh paling sepele adalah membuang sampah jajannya di tempat sampah yang sudah disediakan.

Satwa-Gembiraloka
kandang simpanse, area paling rawan terjadi pelemparan kacang oleh pengunjung

Contoh yang lain adalah belajar untuk taat terhadap kebijakan pihak pengelola yang melarang pengunjung memberi makanan kepada binatang-binatang yang ada (kecuali di kandang rusa lho yaa, karena di sana pengunjung bisa membeli kangkung untuk diberikan ke rusa). 

"Katanya nggak boleh memberi makan kura-kura, tapi kenapa temanku ngasih makan kura-kura?" Pertanyaan itu sempat terlontar dari mulut Alya saat berada di zona reptil, ketika melihat beberapa temannya sedang memberi makan kura-kura dengan daun yang ada di sekitar. Tapi dari 'pelanggaran'  itu malah nggak sadar ternyata ilmu Alya bertambah, hingga kemudian ia bisa menyimpulkan, .."oh..ternyata kura-kura itu makanannya daun!" 

Ajaib ya anak-anak itu!😁

Ketiga, disinilah anak-anak belajar untuk melawan rasa takut.


"pantesan kura-kura lambat...rumahnya berat"
Reptil-GL-Zoo-Jogja
Yey, berani megang!
"ularnya empuk...aku berani megang" kata Alya di salah satu sudut zona reptil, setelah saya ajak memegang seekor ular. Jenis sanca kuning kalau tidak salah. Ini pengalaman keduanya menyentuh ular yang sudah dijinakkan setelah dari Bhumi Merapi pas masih Playgroup dulu.

Kalau nggak di kebun binatang, mana bisa anak-anak bisa langsung menyentuh dan merasakan tekstur kulit binatang melata seperti itu. Nyatanya mereka bisa melakukan itu dengan berani, dan tanpa ragu-ragu di tempat ini. Tentu saja dengan pendampingan dari pihak kebun binatang, dan juga plus penjelasan kalau ular yang bisa dipegang ini sudah jinak dan tidak berbisa. Kalau tiba-tiba di lingkungan sekitar ada ular, jangan coba-coba dipegang.

Ke empat, anak-anak belajar empati terhadap kehidupan binatang.

"Itu babinya pasti tidurnya nggak nyaman, nglilar nglilir soalnya ada lalatnya"

Celetukan itu masih muncul secara spontan dari mulut bocah saya di depan kandang babi yang tengah tertidur dan melihat banyak lalat yang nemplok di kulitnya. Saat itu, kondisi kandang babi memang terlihat agak kotor, jadi kondusif bagi lalat untuk membentuk kerumunan.

"Oalah..kok ya sempat-sempatnya mikirin kualitas tidurnya babi", batin saya kala itu. Tapi setelah saya renungkan ulang, sebenarnya itu salah satu ungkapan kepedulian anak-anak bahwa babipun membutuhkan tempat tinggal yang bersih, agar ia bisa beristirahat dengan nyaman.

Kelima, Gembira Loka Zoo itu tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk berolahraga.

Percaya nggak percaya, tempo hari itu adalah prestasi pertama Alya mengelililingi areal kebun binatang yang sedemikian luas tanpa rengekan "gendong bu... gendong yah..." . 100 % ia jalan kaki sendiri, mengikuti rute jalan dari satu kandang satwa ke kandang satwa berikutnya, dari satu gua buatan ke gua buatan lainnya dengan happy.

Sekalian olahraga fisik kan jadinya. Yah, meski malam setelahnya ia minta dipijitin kaki, plus keesokan paginya bangun kesiangan gara-gara capek.  Capek, gara-gara sesuatu atau kegiatan yang bermanfaat, ga mubazir sih. 

Jadi kesimpulannya, mbawa anak-anak ke kebun binatang itu, banyak manfaatnya kok.

13 komentar:

  1. Yang paling menantang itu yang no 3 ya.. saya liat ular dalam kaca aja udah merinding duluan. hehe

    BalasHapus
  2. Wih gak takut ya pegang ular gede gitu, kalau saya pasti udah gemetaran, wkwk. Emang ngajak anak ke kebun binatang banyak banget manfaatnya, sekalian untuk pengenalan hewan-hewan secara langsung.

    BalasHapus
  3. Iya betul banget ya ke kebun binatang gak cuma menyaksikan binatang aja di sana, banyak yang bisa dipelajari, anak2 semakin terbentuk karakternya

    BalasHapus
  4. Setuju, Teh. Si anak juga jadi mengenal binatang ini dan itu, jadi teringat piknik ke kebun binatang waktu SD, dan sampe sekarang saya penasaran sama jerapah, pengen lihat langsung aja gitu.hehe

    BalasHapus
  5. jadi inget keponakanku bun. dia suka banget kalo diajak ke kebun binatang.
    seneng kasih makan katanya, jadi bikin anak kecil punya rasa sayang ke hewan juga ya :)

    BalasHapus
  6. Anak-anak suka kalau diajak ke kebun binatang. Setidaknya mereka tahu secara nyata, binatang yang dalam benak mereka. Cuma kalau pengunjung ramai dan suka melempar-lempar makanan jadi kotor juga tempat sekitarnya.

    BalasHapus
  7. Sepakat

    Aku aja yang belum punya anak bisa ngerasain manfaat ngenalin anak ke kebun binatang. Soalnya dua pekan lalu, sempet ngajakin ponakan ke penangkaran rusa. Seruuuu bisa ngasih makan rusa

    BalasHapus
  8. Untung mamanya ngk takut megang ular.... :)

    Melihat2 binatang sepertinya anak Mbak jadi happy sekali... :)

    BalasHapus
  9. Wisata edukasi ya mbak, belajar sambil bermain.. jangankan anak-anak saya yang segede ini pun masih seneng kalau diajak wisata ke kebun binatang. Wkwkw

    BalasHapus
  10. sangat penting ya bagi anak2 agar mereka lht nyata hewan bukan lewat buku saja

    BalasHapus
  11. Anak - anak emang antusias banget kalo diajak ke Kebun Binatang. Asal tempatnya bersih dan hewannya terawat

    Itu komennya Alya soal babi yang ngilar-ngilir kayak aku sama anak-anak aja. Pas kami liat singa segede itu tidur di Taman Hewan Pematang Siantar kemarin " Ya ampun, kok persis Sunny gitu tidurnya. Aplang-aplang " hahaha

    BalasHapus
  12. Saya dan sekeluarga beberapa bulan yang lalu. Mainnya ke kebun binatang juga. Itu pertama kalinya anak kami Erysha, ke kebun binatang dan dia senenggggg banget bisa lihat macem-macem hewan

    BalasHapus
  13. Dulu waktu kecil kebetulan rumah saya deket kebun binatang bandung. Jadi sama ortu sering dibawa liburan ke sana. Sampe sekarang jadi seneng terus deh sama binatang. Hahaha...

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin