24 April 2018

Apartemen Tipe Single & Studio, Apa Sih Bedanya?



Apartemen menjadi pilihan ideal bagi kebanyakan orang, terutama mereka yang banyak beraktivitas di kawasan strategis dan pusat bisnis. Apartemen bisa memberi kenyamanan sekaligus kemudahan dalam menjangkau berbagai tempat tanpa banyak membuang waktu.

Apartemen menawarkan banyak pilihan tipe, diantaranya tipe single dan tipe studio. Berikut ini perbedaan dari kedua tipe tersebut:

23 April 2018

21 April 2018

Nyenengin Bocil di Taman Air Pancingan 100 Janti, Klaten

Pancingan-100-Janti-klaten

Minggu kemarin, ada dua hari libur berurutan, Sabtu dan Minggu. Daripada anak-anak di rumah cuma asyik senam jempol pake hape, mending kami ajak keluar. Sekalian refreshing..bosen juga kalo terus-terusan di rumah. 

"Kenapa mancing aja jauh sih..? Mbok deket sini kenapa? Atau mancing aja di kolam rumah" protes Raka ketika tahu tujuan kami hendak ke Janti, Klaten. Menginjak ABG, ia memang sering males-malesan kalau diajakin pergi bareng-bareng. 

"Ini pancingannya beda. Udah, hapenya taruh. Mandi. Di rumah juga paling cuma mau nge game to" jawab saya. 

Akhirnya sepakat, pergi berempat. Tujuannya Pancingan 100 Janti, Klaten. Posisinya ada di  Dukuh Mangunsuparman, Janti, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. 

Sebenarnya saya pernah ke Desa Janti sebelumnya, tapi udah lama banget. Saat mata air yang bertebaran di desa itu masih bener-bener perawan, instagram dan facebook juga belum lahir. Adanya baru friendster. Makanya ketika pak suami nanya, jalur paling gampang lewat mana, saya ingatnya cuma..pasar Delanggu ke timur, nanti lantas ke utara. Itu saja ingatnya. Praktek di lapangan kemaren, begitu nyampe daerah Delanggu ke utara, saya aktifkan aplikasi Waze, dan sampe.

Taman Air dan Pancingan 100 Janti, Ya Ampun Ramenya.....!


Pukul 10.00 sampe lokasi. Terkaget-kaget karena ternyata beda sama bayangan saya dari rumah. Saya kira formatnya tempat makan/pemancingan yang punya fasilitas kolam renang seperti Lesehan sego Wiwit di Sleman. Kalau yang di Janti ini, malah mirip obyek wisata.

Jadi di parkiran itu saya ketemunya banyak bis, banyak kereta kelinci, banyak motor, banyak mobil pribadi, plus  banyak penjual jajanan di areal parkiran, seperti bakso tusuk, minuman coklat, mainan, sampe penjual burung-burung emprit.

Masuk melalui pintu utama, yang saya rasakan kemudian seperti memasuki sebuah pasar tradisional. Ada gang lumayan gede di tengah, dengan ruangan gede di kanan dan kirinya.

Kalau di pasar tradisional, ruangan kanan dan kiri merupakan los para penjual, tapi di sini bagian kanan dan kiri dipake untuk makan+mancing ikan. 

Lokasi-pancingan-100-janti-klaten
Ini yang saya bilang serasa masuk pasar tradisional


Tempat makan, dengan nomor meja menyesuaikan nomor tiang
Saya lihat semua meja penuh. Rata-rata pengunjung datang berombongan. Model-model arisan keluarga, arisan RT, dan juga outing sekolah. Karena bagian depan penuh, akhirnya kami berjalan ke belakang, ke areal kolam renang.

Masuk areal kolam renang, kaget lagi!  Biaya masuknya murah buangets,  Hanya 2000 (dua ribu) rupiah, dan itu berlaku sehari. Mau masuk, trus keluar karena ada kepentingan, trus masuk lagi juga bisa. Bahkan tak jauh dari loket, ada tulisan yang menyatakan bahwa uang masuk kolam renang nantinya akan digunakan untuk menyantuni yatim-piatu dan fakir-miskin.

Di dalam pengunjung sudah tumpah ruah. Kalau tidak salah ada 2 kolam renang, 1 water boom, dan kolam tangkap ikan. Mau nyebur ke kolam renang, kok berasa umpel-umpelan. Akhirnya, anak-anak milih nyebur di kolam tangkap ikan.


Kolam-renang-pancingan-100-janti-klaten
Kolam renang, kedalaman sepundak orang dewasa


Kolam-pancingan-100-janti-klaten
Waterboom, kedalaman seperut anak-anak


tiket-masuk-pancingan-100-janti-klaten
Kolam tangkap ikan 

Untuk bisa nangkap ikan, nggak perlu lagi mbayar atau beli tiket lagi. Ini sudah termasuk yang bayar 2000/pengunjung tadi. Ada semacam sungai kecil di area belakang, dengan banyak sekali ikan-ikan mungil (kalau di tempat saya nyebutnya cethol), dan anak-anak bebas menangkapnya. Karena nggak bawa jaring, saya beliin 2 jaring untuk Raka dan Alya, @5000. Kalau punya, bawa dari rumah juga boleh. Namanya anak-anak, nangkep ikan-ikan mungil gini ya sudah betah. Senengnya luar biasa kalau ada ikan yang nyangkut di jaring mereka. 

*Padahal akhirnya hasil buruan dilepaskan lagi karena kasian. Dibawa pulangpun pasti mati kehabisan oksigen.

Sementara saya menemani anak-anak berburu ikan, pak suami nyari tempat yang kosong, buat duduk, sekaligus nunggu makan siang. Untungnya dapat slot meja kosong, nomor 71.

Memang sih, pengunjung yang masuk pancingan 100 ini nggak wajib makan di arena kulineran mereka..tapi kalau saya kemaren pertimbangannya sekalian, mumpung di sini.

Begitu anak-anak sudah mau diajak beranjak dari arena tangkap ikan, bergegas ke meja 71, nyusul pak suami yang sudah leyeh-leyeh duluan. 

"Sana pesen makan dulu...terserah apa aja mau, asal ikan" kata pak suami. 

Bergegas saya ke depan. Pesen makan sama minuman. Memanfaatkan waktu tunggu, anak-anak minta mancing. Beli pancing+umpan, @5000+1000. Sekitar setengah jam nunggu pesenan, anak-anak mancing di kolam samping tempat makan. Airnya keruh, jadi nggak kelihatan yang di kolam jenis ikan apaan. Yang pasti, zonk, nggak dapat ikan... Hi..hi, nggak mbakat mancing😀

Akhirnya yang ditunggu datang! Nggak banyak saya pesennya, sesuai kemampuan perut aja. Untuk minum, pesen teh, sama kelapa muda. Harganya wajar, standard. Klo nggak keliru, teh 3500 dan kelapa muda 12 ribu/buah. Makannya saya pesen ayam sama fillet ikan krispi. Ikan kakap klo nggak keliru. Harganya wajar, rasanya juga standard. Kalau diminta menilai poin 7,5 skala 10


Makan siang di Pancingan 100

Pesawat,  Membuat Pancingan 100 Beda dari Yang Lain

Bioskop-pancingan-100-Janti-Klaten
Bioskop alam & Bioskop 3 D pancingan 100

Daya tarik tambahan dari tempat makan dan renang ini sebenarnya sudah kelihatan begitu memasuki area parkir. Yup, sebuah pesawat penumpang yang kemudian di "parkir" di halaman depan. Tentu saja statusnya sudah pesawat  sudah tak layak terbang, yang kemudian dialihfungsikan sebagai bioskop. 

Badan pesawat, di sekat dalam dua ruangan. Satu untuk bioskop alam, satunya lagi bioskop 3D. Untuk bisa menikmati film di dalamnya, beli tiket dulu. 20 ribu perorang untuk film 3 D, dan 10 ribu perorang untuk teater alam.  Kebetulan anak-anak milih yang 3D.  Sekali masuk, dibatasi 30 penonton dan pas barengan anak-anak TK dan SD dari dari daerah Pengging Klaten yang lagi pada outbond. Kebayang kan betapa ramainya anak-anak.

Strategi memanfaatkan badan pesawat sebagai ruang pemutaran film ini mirip dengan yang kami jumpai di pantai suwuk dan Baturaden. Di Kyai Langgeng, ada juga sih..tapi dibuat semacam ruang pameran kalau di sana.

Film yang diputer film apa? Film anak-anak pastinya. Kalau buat orang tua sih, benernya ya biasa aja. Orang materi film juga bisa didownload di youtube. Tapi buat anak-anak, ya pasti pada heboh, bahkan sampai teriak-teriak gitu.

Yang mau nonton film di dalam pesawat...

Intinya sih hari itu anak-anak pasti dapat pengalaman baru. Suasana baru, nggak melulu di rumah atau di sekolah. Jarang-jarang juga mereka bisa nangkepin ikan, kecuali di kolam ikan rumah atau  pas di pantainya Gunung Kidul


Sekedar berbagi pengalaman, waktu terbaik ke tempat ini paling nyaman pagi hari, kalau bisa sebelum pukul 10.00 Jadi sebelum matahari terlalu tinggi, biar belum terlalu ramai+masih bisa dapat tempat duduk. Atau kalau nggak memungkinkan pagi, menjelang sore sekalian, karena bagian kolam renang tutup pukul 17.00, sementara kalau yang bagian kulinernya, tutup pukul 21.00.

Gimana..tertarik untuk nyoba juga? Lokasinya di sini.





12 April 2018

Menikmati Kesejukan Posong, Wisata Alam di Lembah Sindoro, Temanggung

Lokasi-wisata-posong

Pemicu awalnya karena liat cuaca yang kayaknya mau cerah. Kedua, sudah kangen menghirup udara pegunungan.  Maka jadilah hari itu, saya, pak suami, dan 2 bocil pergi ke Temanggung. Yup, sebuah kota di Jawa Tengah yang tersohor karena tembakaunya.

Belum banyak wisata daerah Temanggung yang saya tahu. Cuma kemaren memang lagi  penasaran sama wisata alam Posong. Review dan foto-fotonya yang cantik sudah bertebaran di medsos, dan kami ingin membuktikannya, semenarik apa sebenarnya si Posong ini.

Pukul 8an pagi kami berangkat. Jogja-Posong sekitar 2,5 jam an, dengan jalur Jogja-Secang (Magelang)-Temanggung arah Wonosobo. Sebenarnya pernah juga lewat jalur ini, pas ke Lubang Sewu, Wonosobo. Tapi waktu itu cuma mampir ke Kledung rest area. Bahkan mungkin waktu itu Posong juga baru dibangun.

Taman wisata alam Posong masuk di kawasan Desa Tlahab, Jl. Parakan-Wonosobo Km 9, yang ternyata lumayan deket  dengan jembatan  Sigandul. Sempat kebablasen juga karena mata kami siwer pas lihat ada gapura bertuliskan POSONG, tapi untungnya ga jauh. Jadi tinggal putar balik aja. 



Jemabatan-Sigandul-Jawa-Tengah
Jembatan Sigandul Temanggung. Kalau sudah lewat ini, berarti sudah mau sampai lokasi


Nggak sampai 100 meter setelah pintu masuk, ketemu pos retribusi. Ongkos masuk yang mesti dibayarkan itungannya murah @10.000 plus 5000 untuk biaya parkir. Anak-anak nggak dihitung.  Jadi untuk sekeluarga, kami cuma bayar 25 ribu.

Sudah sampai? Belum. Posisi tempat wisata masih 3,5  kilometer lagi dengan jalan yang lumayan sempit, tapi sudah dikeraskan.

Di pos retribusi ini kami mendapatkan plilihan, mau naik dengan kendaraan pribadi, atau ojek motor. Sebagai info, di tempat retribusi, sudah ada tukang ojek yang standby dengan tarif seragam (naik 20.000 rupiah, sementara kalau turun 15.000).

Kami milih make kendaraan pribadi saja. Toh jalan nggak begitu nanjak, palingan mirip kayak jalan pas mau ke Candi Gedong Songo atau Umbul Sidomukti. Masalahnya cuma sempit, jadi kalau pas ketemu kendaraan roda 4 dari lawan arah, mesti berhenti salah satu dulu, cari tempat yang agak lapang (ada rambu-rambu, dimana kita bisa berhenti sebentar kalo pas sliringan) kalau perlu lipat spion, baru jalan pelan. 

View alam dari retribusi menuju ke atas itu, nggak boleh dilewatkan. Cakep banget!! Di kiri kanan jalan yang terlihat adalah tanaman kopi penduduk yang berbuah ranum, pohon cemara yang tinggi menjulang, atau hamparan areal persawahan dengan tanaman sayuran. 


Jalur-menuju-posong
Areal persawahan yang siap ditanami kembali dengan sayur-mayur

Posong-Sindoro-Temanggung
Kalau nggak diajakin ke alam begini, anak-anak tahunya kubis yang sudah matang 

Andaikata nggak bawa bocah, malah saya kepikiran, daripada melihat dari balik jendela mobil, kayaknya lebih seru dan menantang kalau ditempuh dengan jalan kaki, sambil mampir melihat atau ngobrol langsung dengan pak atau bu petani yang lagi pada panen kubis. Tapi faktanya, saya bawa anak-anak. Kalau Mereka kecapekan dan minta gendong, bisa pingsan 😀

Nyampe di atas, parkiran lumayan lapang.  Ada beberapa mobil, dan banyak motor. Udara segar pegunungan bercampur udara dingin menyambut kami. Seger!!! Belum lagi ditambah panorama pegunungan yang benar-benar memanjakan mata.

Daya tarik wisata posong
dua bocil bergaya dulu begitu turun dari kendaraan

Gunung-dekat-posong
nggak bosen lho lama-lama liat hamparan hijau tanaman

Apa Yang Bisa Dinikmati di Posong?

matahari-terbit-posong
Ada Gunung Sumbing di depan mata

Datang ke Posong itu, berarti harus siap menerima vitamin mata yang begitu menyejukkan. Posisinya yang berada di lembah antara  Gunung sindoro dan Gunung Sumbing, menyajikan panorama alam yang yang nggak bosan-bosan untuk terus dilihat dan dinikmati.

Sebenarnya, daya tarik utama dari tempat ini adalah menyaksikan keindahan pas matahari terbit. Tapi tentu saja kedatangan kami terlalu siang untuk moment itu. Baru tahu juga kalau sebenarnya pukul 03.00 dinihari, obyek wisata ini mulai buka. Next time, boleh lah kesini lagi lihat keindahan matahari terbit di sini.

Meski melewatkan sunrise, tapi toh tetep banyak yang bisa di eksplore di Wisata Alam Posong ini, salah satunya masuk ke area taman.

Masuk Ke Area Taman

"Kalau yang area taman ini, milik person mbak.  Orang sini juga, jadi dia membeli lahan, kemudian dia membuatnya seperti ini" Kata seorang pengelola, ketika saya tanya status dari sebuah taman yang terdapat di kawasan wisata Posong.

"Di sini terbuka untuk investor..kecuali untuk penginapan. Kalau untuk yang itu, desa tidak akan mengeluarkan ijin. Takutnya malah jadi negatif" imbuh bapak pengelola tadi.

Taman-Posong


Untuk bisa masuk dan menggunakan fasilitas yang ada di taman, kami harus membeli tiket yang berwujud sebuah stiker, @10.000

Bagi yang menyukai acara pepotoan, di sinilah tempatnya. Banyak sekali spot-spot foto cakep yang sayang dilewatkan. 

Memang sih, kebanyakan pengunjung saya amati adalah anak-anak muda yang datang berpasangan atau rombongan. Tapi ada juga kok yang datangnya sekeluarga, trus bawa anak-anak. Untungnya, di taman ini nggak cuma "njual" spot foto aja, tapi juga playground yang bisa membuat anak-anak untuk betah di dalamnya.

Tapi dari semuanya, saya paling suka gasebonya. Di dalam taman, terdapat banyak gasebo yang bisa kami gunakan untuk santai sejenak, menikmati panorama alam sepuasnya sambil menikmati kekayaan kuliner kawasan wisata Posong.


Posong-Temanggung
dingin, tapi sejuk



Berfoto-di-Posong
"Photo dulu Nak,..."

Playground-posong-temanggung
playground, ada dua becak mini, tapi yang satu ban nya kempes


Kulineran Khasnya Posong

"Kopinya mba...., mie juga ada" 
Sambil membawa selembar kertas berisi daftar menu, seorang ibu paruh baya menawarkan menu warungnya kepada kami. 

Di areal wisata Posong ini, meski baru dibuka sekitar 3 tahunan, tapi fasilitas untuk pengunjung menurut saya sudah lengkap. Toilet, mushola, dan tempat makan semuanya ada. 

Menu khas dari wisata Posong adalah kopi lokal buatan warga, yang mereka namakan Kopi Posong. Sayangnya sebelum berangkat tadi saya sudah minum kopi. Mau pesen kopi lagi kok rasanya ga tega sama lambung. Paling recomended di sini adalah mendoan atau tempe balut tepung yang sebelum saya foto, sudah nggak sabar dicomotin anak-anak dan pak suami. 

Hanya dengan 5000 rupiah, kami sudah bisa mencicipi gurihnya sepiring mendoan (berisi 5 biji+cabe rawit) yang gurih renyah. Harga yang sama berlaku pula untuk sepiring pisang goreng. Untuk menu makan dan minum, yang saya suka harganya standard juga. Malah serasa bukan harga di obyek wisata. Ramah di dompet lah pokoknya. 


nasi gorengnya enak. mendoan habis duluan sebelum keambil gambarnya😊

Posong Cantik, Tapi Sayang.....

Sayangnya, minim yang njual souvenir di sini. Saat datang ke suatu tempat biasanya saya paling suka berburu kaos. Atau kalau nggak gitu produk lokal khas daerah setempat, tapi sayang pas di sini saya nggak nemu (atau nggak lihat ya)

Karena berada di ketinggian, cuaca di Posong ini  sering tiba-tiba berkabut, dengan frekuensi hujan yang lebih sering juga. Jadi, waktu terbaik untuk menikmati tempat ini, pas musim kemarau atau pas lagi cerah. Atau kalau mau menikmati kecantikanp Posong yang lebih maksimal, datang sepagi mungkin untuk menikmati matahari terbit di puncak Posong.

Tertarik untuk datang dan menikmati kecantikan Posong secara langsung? Ini Map nya yaa,,

Berikut 4 Tips Memilih Softlens yang Terjamin Aman dan Nyaman untuk Mata


Untuk mempercantik mata maupun membantu penglihatan beberapa orang memilih menggunakan softlens atau lensa kontak. Produk ini bisa ditemukan di optik terdekat, kadang juga tersedia di konter kosmetik sebuah swalayan maupun supermarket. Tapi, untuk kamu yang suka  sesuatu yang praktis, kamu juga bisa membelinya melalui toko online dan situs jual beli online terpercaya yang sudah menjadi langganan. Dimanapun lensa kontak ini dibeli pastikan sudah memilih yang terbaik. Baik, nggak harus mahal kok.

Diberdayakan oleh Blogger.