12 April 2018

Menikmati Kesejukan Posong, Wisata Alam di Lembah Sindoro, Temanggung


Pemicu awalnya karena liat cuaca yang kayaknya mau cerah. Kedua, sudah kangen menghirup udara pegunungan.  Maka jadilah hari itu, saya, pak suami, dan 2 bocil pergi ke Temanggung. Yup, sebuah kota di Jawa Tengah yang tersohor karena tembakaunya.

Belum banyak wisata daerah Temanggung yang saya tahu. Cuma kemaren memang lagi  penasaran sama wisata alam Posong. Review dan foto-fotonya yang cantik sudah bertebaran di medsos, dan kami ingin membuktikannya, semenarik apa sebenarnya si Posong ini.


Pukul 8an pagi kami berangkat. Jogja-Posong sekitar 2,5 jam an, dengan jalur Jogja-Secang (Magelang)-Temanggung arah Wonosobo. Sebenarnya pernah juga lewat jalur ini, pas ke Lubang Sewu, Wonosobo. Tapi waktu itu cuma mampir ke Kledung rest area. Bahkan mungkin waktu itu Posong juga baru dibangun.

Taman wisata alam Posong masuk di kawasan Desa Tlahab, Jl. Parakan-Wonosobo Km 9, yang ternyata lumayan deket  dengan jembatan  Sigandul. Sempat kebablasen juga karena mata kami siwer pas lihat ada gapura bertuliskan POSONG, tapi untungnya ga jauh. Jadi tinggal putar balik aja. 



Jemabatan-Sigandul-Jawa-Tengah
Jembatan Sigandul Temanggung. Kalau sudah lewat ini, berarti sudah mau sampai lokasi


Nggak sampai 100 meter setelah pintu masuk, ketemu pos retribusi. Ongkos masuk yang mesti dibayarkan itungannya murah @10.000 plus 5000 untuk biaya parkir. Anak-anak nggak dihitung.  Jadi untuk sekeluarga, kami cuma bayar 25 ribu.

Sudah sampai? Belum. Posisi tempat wisata masih 3,5  kilometer lagi dengan jalan yang lumayan sempit, tapi sudah dikeraskan.

Di pos retribusi ini kami mendapatkan plilihan, mau naik dengan kendaraan pribadi, atau ojek motor. Sebagai info, di tempat retribusi, sudah ada tukang ojek yang standby dengan tarif seragam (naik 20.000 rupiah, sementara kalau turun 15.000).

Kami milih make kendaraan pribadi saja. Toh jalan nggak begitu nanjak, palingan mirip kayak jalan pas mau ke Candi Gedong Songo atau Umbul Sidomukti. Masalahnya cuma sempit, jadi kalau pas ketemu kendaraan roda 4 dari lawan arah, mesti berhenti salah satu dulu, cari tempat yang agak lapang (ada rambu-rambu, dimana kita bisa berhenti sebentar kalo pas sliringan) kalau perlu lipat spion, baru jalan pelan. 

View alam dari retribusi menuju ke atas itu, nggak boleh dilewatkan. Cakep banget!! Di kiri kanan jalan yang terlihat adalah tanaman kopi penduduk yang berbuah ranum, pohon cemara yang tinggi menjulang, atau hamparan areal persawahan dengan tanaman sayuran. 


Lembah-Sindoro
Areal persawahan yang siap ditanami kembali dengan sayur-mayur

Posong-Sindoro-Temanggung
Kalau nggak diajakin ke alam begini, anak-anak tahunya kubis yang sudah matang 

Andaikata nggak bawa bocah, malah saya kepikiran, daripada melihat dari balik jendela mobil, kayaknya lebih seru dan menantang kalau ditempuh dengan jalan kaki, sambil mampir melihat atau ngobrol langsung dengan pak atau bu petani yang lagi pada panen kubis. Tapi faktanya, saya bawa anak-anak. Kalau Mereka kecapekan dan minta gendong, bisa pingsan 😀

Nyampe di atas, parkiran lumayan lapang.  Ada beberapa mobil, dan banyak motor. Udara segar pegunungan bercampur udara dingin menyambut kami. Seger!!! Belum lagi ditambah panorama pegunungan yang benar-benar memanjakan mata.

Raka-Alya
dua bocil bergaya dulu begitu turun dari kendaraan

nggak bosen lho lama-lama liat hamparan hijau tanaman

Apa Yang Bisa Dinikmati di Posong?

Posong-Temanggung
Ada Gunung Sumbing di depan mata

Datang ke Posong itu, berarti harus siap menerima vitamin mata yang begitu menyejukkan. Posisinya yang berada di lembah antara  Gunung sindoro dan Gunung Sumbing, menyajikan panorama alam yang yang nggak bosan-bosan untuk terus dilihat dan dinikmati.

Sebenarnya, daya tarik utama dari tempat ini adalah menyaksikan keindahan pas matahari terbit. Tapi tentu saja kedatangan kami terlalu siang untuk moment itu. Baru tahu juga kalau sebenarnya pukul 03.00 dinihari, obyek wisata ini mulai buka. Next time, boleh lah kesini lagi lihat keindahan matahari terbit di sini.

Meski melewatkan sunrise, tapi toh tetep banyak yang bisa di eksplore di Wisata Alam Posong ini, salah satunya masuk ke area taman.

Masuk Ke Area Taman

"Kalau yang area taman ini, milik person mbak.  Orang sini juga, jadi dia membeli lahan, kemudian dia membuatnya seperti ini" Kata seorang pengelola, ketika saya tanya status dari sebuah taman yang terdapat di kawasan wisata Posong.

"Di sini terbuka untuk investor..kecuali untuk penginapan. Kalau untuk yang itu, desa tidak akan mengeluarkan ijin. Takutnya malah jadi negatif" imbuh bapak pengelola tadi.

Taman-Posong


Untuk bisa masuk dan menggunakan fasilitas yang ada di taman, kami harus membeli tiket yang berwujud sebuah stiker, @10.000

Bagi yang menyukai acara pepotoan, di sinilah tempatnya. Banyak sekali spot-spot foto cakep yang sayang dilewatkan. 

Memang sih, kebanyakan pengunjung saya amati adalah anak-anak muda yang datang berpasangan atau rombongan. Tapi ada juga kok yang datangnya sekeluarga, trus bawa anak-anak. Untungnya, di taman ini nggak cuma "njual" spot foto aja, tapi juga playground yang bisa membuat anak-anak untuk betah di dalamnya.

Tapi dari semuanya, saya paling suka gasebonya. Di dalam taman, terdapat banyak gasebo yang bisa kami gunakan untuk santai sejenak, menikmati panorama alam sepuasnya sambil menikmati kekayaan kuliner kawasan wisata Posong.


Posong-Temanggung
dingin, tapi sejuk



Berfoto-di-Posong
"Photo dulu Nak,..."

Playground-Posong-Temanggung
playground, ada dua becak mini, tapi yang satu ban nya kempes

Kulineran Khasnya Posong

"Kopinya mba...., mie juga ada" 
Sambil membawa selembar kertas berisi daftar menu, seorang ibu paruh baya menawarkan menu warungnya kepada kami. 

Di areal wisata Posong ini, meski baru dibuka sekitar 3 tahunan, tapi fasilitas untuk pengunjung menurut saya sudah lengkap. Toilet, mushola, dan tempat makan semuanya ada. 

Menu khas dari wisata Posong adalah kopi lokal buatan warga, yang mereka namakan Kopi Posong. Sayangnya sebelum berangkat tadi saya sudah minum kopi. Mau pesen kopi lagi kok rasanya ga tega sama lambung. Paling recomended di sini adalah mendoan atau tempe balut tepung yang sebelum saya foto, sudah nggak sabar dicomotin anak-anak dan pak suami. 

Hanya dengan 5000 rupiah, kami sudah bisa mencicipi gurihnya sepiring mendoan (berisi 5 biji+cabe rawit) yang gurih renyah. Harga yang sama berlaku pula untuk sepiring pisang goreng. Untuk menu makan dan minum, yang saya suka harganya standard juga. Malah serasa bukan harga di obyek wisata. Ramah di dompet lah pokoknya. 


nasi gorengnya enak. mendoan habis duluan sebelum keambil gambarnya😊

Posong Cantik, Tapi Sayang.....
Sayangnya, minim yang njual souvenir di sini. Saat datang ke suatu tempat biasanya saya paling suka berburu kaos. Atau kalau nggak gitu produk lokal khas daerah setempat, tapi sayang pas di sini saya nggak nemu (atau nggak lihat ya)

Karena berada di ketinggian, cuaca di Posong ini  sering tiba-tiba berkabut, dengan frekuensi hujan yang lebih sering juga. Jadi, waktu terbaik untuk menikmati tempat ini, pas musim kemarau atau pas lagi cerah. Atau kalau mau menikmati kecantikanp Posong yang lebih maksimal, datang sepagi mungkin untuk menikmati matahari terbit di puncak Posong.

Tertarik untuk datang dan menikmati kecantikan Posong secara langsung? Ini Map nya yaa,,

17 comments:

  1. Tertarik banget. Kelihatan tempatnya sejuk. Pasti anak-anak bakal senang :)

    ReplyDelete
  2. wisata alam di posong temanggung baru denegr deh. pemandangannya asli keren badai apalagi gunung nya bisa liat jelas banget. tiketnya pula ramah apalagi makanannya murah meriah jadi pengen kesana.

    ReplyDelete
  3. Tempt dan viewnya sejuk, cocok buat refreshing dari penat kerja sehari-hari nih.

    ReplyDelete
  4. Harganya pas dikantong kebetulan saya belum pernah kesana cocoklah nanti kalau nanti buat agenda touring saya sama teman teman hehehe. Oiya kalau tidak salah di gunung sumbing bisa digunakan untuk mendaki ya?

    ReplyDelete
  5. Ahhhh cakep, tempat wisata idaham kaya gini nih, langsung dapet view pungung gunungnya, tapi aksesnya lumayan jauh ya mbak, tapi makasih infonya mbak, moga saya bisa ke sana

    ReplyDelete
  6. dari dulu saya pengen banget ke posong, tapi pas ke temanggung, Posong nya lagi tutup dulu karna lagi ada penataan atau apalah. Ohiya, berarti kalau dari jogja mending malem ya mbak? biar bisa liat sunrise kalo emang iya jam 3 udah buka. *pengen banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Berangkat dinihari aja. Atau klo mo nginep, modelnya camping bisa

      Delete
  7. Jarak dari pos retribusi sampai lokasinya, jauh nggak mbak? Kira-kira berapa kilo?
    Kalau dilihat dari kondisi geografisnya, memang sepertinya enak kalau jalan kaki sih. Selain bisa ngobrol sama bapak-ibu petani, kita juga bakal dapet sensasi tersendiri pas jalan naik. Berasa "naik-naik ke puncak gunung" :)

    ReplyDelete
  8. 3,5 kilo mas... Lumayan sih. Tapi klo udah biasa jalan, dibikin santai..dalam artian klo capeknya istirahat...bisa kayaknya.

    ReplyDelete
  9. keren banget tempatnya.
    Jadi ingat tahun 1998 saat mendaki Sindoro, penuh perjuangan tapi puas banget saat bisa melihat matahari terbit dari puncak sindoro

    ReplyDelete
  10. Tempatnya asri yaa Mba, udaranya yang sejuk + suasananya yang tenang pasti cocok banget buat orang-orang kota yang sehari-hari berteman bising + polusi

    ReplyDelete
  11. Cakep tempatnya.
    Kayaknya adem gitu.

    ReplyDelete
  12. Dulu waktu ke Wonosobo pas nglewati antara 2 gunung Sindoro dan Sumbing bawaannya juga pengen turun dan berhenti sejenak menikmati pemandangan yang menakjubkan ini..

    Posong ini recommended buat tujuan wisata keluarga deh mbak, apalagi ada taman bermainnya jadi anak-anak bisa betah nggak rewel yaa..

    Itu mendoannya mirip tempe kemul khas Wonosobo deh, tepungnya agak tebal gitu. Dimakan panas-panas saat udara sejuk enak sekali.. :).

    ReplyDelete
  13. Becak mininya keren ya, Teh..hehe
    Awalnya saya kira besar, tapi kok yang naik anak-anak..
    Suasana pagi di posong sepertinya lebih enak buat jalan-jalan ya..

    ReplyDelete
  14. Posong emang mantep ya mbak, saya udah kesana 4 kali, Hahaha...
    diantara ke-4 nya paling joss pas pertama saya sendirian kesana, Alhamdulillah pas kedua gunung cerah banget... pas yang berikut berikutnya malah kabut. Btw sabtu kemarin juga habis dari Temanggung juga sih, tapi enggan mampir ke Posong mah...

    ReplyDelete
  15. Aku kebayang segernya di Posong baca tulisan ini.
    Pas baca lagi di kota yang panas, jadi berasa sejuk.

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin