![]() |
Ini cerita lanjutan tentang perawatan behelnya Alya. Misi utamanya, narik gigi seri (gigi 2.1) yang impaksi alias terpendam di gusi. Kok bisa dan gimana-gimananya, sudah ada ditulisan terdahulu yaa.
Baca: Odontoma
Gingivectomy, operasi ringan pengurangan gusi
Behel Journey Part 1, Part 2, Part 3, Part 4
Meskipun perjalanan perawatan gigi si bocah ini masih cukup jauh, tapi saya harus bersyukur; Alya kooperatif menjalani perjuangan untuk mendapatkan gigi yang utuh. Alhamdulillah juga, kami dicukupkan rejekinya sama Gusti Alloh.
Jadi, dulu sebelum datang ke spesialis Ortodonti, saya mengira proses penarikan gigi ini akan berjalan secepat waktu pengambilan Odontomanya. Ibarat cerita, tanpa perlu prolog panjang.
Saya mbayangin, begitu datang...jadwal pasang behel dan windowing segera ditetapkan. Pas hari H nya, gusi akan dibuka sedikit oleh dokter spesialis bedah mulut, kemudian dokter spesialis orto akan memasang semacam button dan chain untuk narik gigi yang masih terpendam di gusi, bracket di pasang ke semua gigi…dan tinggal menunggu progressnya.
Apa yang saya bayangkan, ternyata tidak sepenuhnya benar sodara-sodara. Tidak secepat itu lebih tepatnya.
Berkat gigi Alya yang berbehel, saya jadi tahu kalau yang namanya perawatan ortodonti itu sama sekali tidak bisa instant, ada tahapannya. Bracket yang tertempel di gigi itu, ternyata tidak dipasang sekali jadi, tapi bertahap.
Untuk bisa sampai ke inti, butuh perawatan tahap awal. Apalagi untuk kasus giginya Alya, ada dua gigi rusak yang harus dicabut, ketambahan dua gigi yang sedikit berjejal.
Rupanya, sebelum masuk tahap penarikan gigi, gigi Alya harus melewati fase levelling dulu. Fase levelling merupakan tahapan awal dalam perawatan ortodonti. Di fase ini –dengan menggunakan kawat niti (nikel-titanium) gigi-gigi Alya diposisikan dilengkung rahang yang benar. Iya, semua gigi harus sehat dan pas di lokasinya masing-masing.
Space yang digunakan untuk penarikan gigi 2.1 nanti, juga dipersiapkan dokter di fase ini. Di kontrol ke 4 kemarin, dokter memasang Open Coil Spring; kawat yang berbentuk pegas, berukuran kecil dan digunakan untuk membuka celah antar gigi.
Nah, saat ini Alya masih berada di akhir fase levelling.
Setelah fase levelling (nanti) beres, maju lagi ke fase penarikan. Gigi seri yang impaksi akan ditarik ke bawah. Celah yang terbentuk akibat 2 pencabutan gigi geraham yang rusak, akan dirapatkan.
Tapi itu nantiiii beberapa bulan lagi pastinya…. Baru kemudian tahap finishing.
Waktu yang diperlukan untuk ngelewatin semua fase? Tergantung usia pasien, kasus gigi, jenis bracket yang digunakan, ketaatan pasien mentaati jadwal kontrol, dan juga kecakapan operator atau dokter orto nya.
Untuk kasus Alya ini, dokter menargetkan 3-4 tahun. Bisa jadi bracket gigi akan terpasang sepanjang Alya menjalani masa SMP. Mudah-mudahan saja, nanti pas lanjut SMA, Alya sudah “wisuda” behel dengan gigi yang lengkap dan rapi.
Progres setelah 10 bulan Pemakaian Behel
Di pasang pertama awal bulan Juli 2025, berarti sampai bulan April 2026 ini perjalanan behelnya memasuki 10 bulan. Saya tengok catatan, di luar 2x cabut gigi, 2x pengurangan ukuran gusi (gingivectomy), Alya sudah melewati 6x kontrol behel.
Berbeda dengan pemakai behel konvensional yang harus kontrol tiap bulan, pemakai behel self ligating memiliki jadwal kontrol dengan jarak yang lebih panjang. Dokter Prima biasanya akan menjadwalkan kontrol selanjutnya setelah 6-8 minggu setelah jadwal kontrol terakhir.
Saat kontrol, maka yang dilakukan dokter adalah melakukan scalling, mengecek posisi gigi, dan juga mengganti kawat. Dokter akan menyesuaikan ukuran kawat dengan kebutuhan. Teknisnya seperti apa, saya nggak paham, ranahnya dokter soalnya..ha..ha. Kadang Alya di pasang peninggi gigi juga untuk mencegah bracket terlepas. Pernah juga 1 bracketnya terlepas dan pas kontrol itulah, bracket yang lepas akan dipasang kembali oleh dokter.
Setelah sekian waktu perawatan ortodonti ini berjalan, perlahan namun pasti, gigi Alya bergerak ke arah yang benar. Gigi yang awalnya ada yang posisinya bertumpuk, pelan-pelan berbaris di posisinya. Satu gigi bawah yang posisinya agak rebahan, saya lihat sekarang sudah berdiri dengan benar. Secara keseluruhan, letak giginya rapi, tapi agak sedikit “megar” karena ada space yang sengaja dibuka untuk memberi jalan gigi 2.1 yang nantinya akan ditarik ke bawah.
“Nanti setelah gigi serinya ke bawah, celahnya dirapetin lagi” begitu kata dokter ketika saya nanyain tentang gigi Alya yang terlihat sedikit “megar”.
Oh..iya, tapi maaf kalau di blog ini teman-teman tidak bisa menemukan foto yang detail, perkembangan dari kontrol satu ke kontrol berikutnya. Sebagai ibu, sebenarnya saya kepengen mengabadikan perkembangan giginya, tapi sayang Alya tipikal anak yang tidak suka di foto/tersorot kamera.
Pertengahan Mei 2026 nanti, jadwal Alya kontrol behel ke 7. Di kontrol ke 6 kemarin, Ortodontist nya bilang..”sekarang behel sudah terpasang semua, space untuk menarik gigi 2.1 sudah cukup, tunggu paling cepat 2x kontrol lagi. Kita pastikan kondisi behel stabil (tidak ada yang copot), pastikan gigi penjangkar siap, nanti baru dilakukan open windowing. Kalau behel copot lagi, solusinya gingivectomy lagi……..
(Tapi semoga tidak perlu lagi gingivectomy)
Minta doanya teman-teman, semoga saja langkah demi langkah dalam proses mbenerin gigi Alya ini berjalan dengan baik.


Posting Komentar
Posting Komentar