26 Mei 2015

Foto dari alamatika

"Blonjo Nok..." sapa seorang kakek pada saya, saat hendak mengambil motor seusai membeli sayuran pada sebuah pasar tradisional pagi tadi. Kakek tua yang tak saya kenal siapa namanya, dan dari mana ia berasal. Tidak tahu sudah berapa lama ia terduduk di bawah pohon itu. Satu tangannya membawa payung yang sudah dilipat. Hujan deras memang belum begitu lama reda. Satu tangannya lagi membawa kresek hitam --yang belakangan saya tahu isinya bekal nasi dan minuman. 

25 Mei 2015



Puluhan pemuda tampak dengan lincah menarikan tarian Badui sebagai bentuk penghormatan kepada rombongan pengunjung. Beberapa saat setelah acara penyambutan usai, para tamu pun diajak menyusuri desa dengan kereta mini, mengantarkan mereka untuk melihat desa yang mengusung agrowisata salak pondoh sebagai potensi wisata utama. Setelah puas menikmati salak pondoh asli dari kebun petani, pengunjung mendapatkan jamuan nasi kenduri --suguhan yang bagi sebagian orang mungkin terasa amat istimewa.

"Ibu, kata bu guru sebentar lagi puasa ya..? ''
"berapa hari lagi puasanya bu?"
"Kapan tho bu, puasanya?"

Pertanyaan Raka , yang entah ke berapa, saya lupa. Padahal setiap kali bertanya, sudah saya jawab juga, saya suruh ia melihat kalender, menghitungnya sendiri **dasar ibu pemalas.
Habis, setiap bertanya, pas posisi tanggung, tanggung pegang setrika, tanggung ngidupin kompor ** ah, alasan lagi.

Yang jelas, anak sulung saya terlihat antusias sekali menyambut datangnya Ramadhan tahun ini. Tahu alasannya? Berikut jawabannya:
Satu, pagi nggak perlu diburu-buru ibu saat sarapan
dua, bisa ke masjid takjilan sama teman-teman.

Raka dan alya, ramadhan 2014

23 Mei 2015

Sekitar pukul 10 pagi tadi , saya menyuapi Alya snack  sembari menemaninya melihat ikan-ikan di kolam samping rumah. Tak lama kemudian, Raka anak saya yang dari pagi pamitan bermain muncul bersama Noval, anak tetangga yang kebetulan seumuran. Sekitar satu tahunan ini saya lihat mereka memang akrab satu sama lain. Namanya anak-anak, libur sekolah...ya gitu, puas-puasin bermain :-)

Eits, bukannya pulang ke rumah masing-masing, rupanya mereka masih mau melanjutkan acara bermain, tapi pindah lokasi aja, di kolam! Di tangan mereka saya lihat ada beberapa potong sabut kelapa, atau dalam bahasa kami sepet. Wong sepet yang tengah dijemur tetangga kok ya asal dicomot aja. "Mau mbuat perahu", kata anak-anak ini. "Boleh, tapi setelah selesai main, sepet nya balikin ke yang punya", pesan saya.

"Eh, Fal...kok perahunya nggak seimbang ya...." celetuk Raka saat melihat perahunya oleng saat diletakkan di atas air. "Dibenerin di belakang rumah yuk mas?" ajak Noval. Meski usianya lebih kecil dari Raka, tapi sepertinya, bakat memimpin Noval lebih terlihat.


Dan ternyata...beginilah cara dua bocah ini berkreasi dengan sepet-sepet mereka. Potongan kayu, tali, hiasan dari daun, mereka gunakan agar perahu mereka tidak oleng dan tampak lebih gagah.


Daripada di utak-atik sendiri, kalau dilakukan #berdua, lebih hebat kan?  Tak lama kemudian, saya lihat sulung saya dan Noval --sang teman akrab --asyik bermain dengan perahu hasil karya mereka.



Jumlah kata: 222

18 Mei 2015

Apa yang terlintas di pikiran teman-teman, saat kita ngomongin tentang Magelang? Bagi pecinta kuliner, bisa jadi langsung teringat manis dan legitnya gethuk trio, gurihnya sop senerek, atau nikmatnya tahu bercampur sayuran dalam sepiring kupat tahu khas daerah Blabak. Untuk pecinta jalan-jalan, bisa jadi megahnya candi Borobudur, atau Mendut langsung muncul dipikiran.

14 Mei 2015

Anak saya mulai kecanduan game modern! Diagnosa saya seperti itu. Benernya sudah sejak umur 2 tahunan Raka saya kenalkan dengan komputer, mulai belajar menggerakkan mouse, dan memainkan beberapa game yang ada. Motif awalnya, biar anak ini agak diam secara fisik. Karena termasuk tipikal anak kinestetik, jujur, capek banget ngikutinya. Terlebih, sejak kecil sampai sekarang, Raka punya kebiasaan makan yang bikin kesel, di emut..., satu kali makan, nyuapinnya bisa sampai 1 jam. Makanya agar mau makan , saya sering ambil jalan pintas, dibikin "lupa" dengan acara makannya...saya nyuapin, dia duduk manis depan komputer, ngegame, tanpa ia sadari ia pun mengunyah makanan yang masuk ke mulutnya.

8 Mei 2015

Saat masih remaja, saya ingat betul kalau saat itu koneksi internet menjadi sesuatu yang cukup mahal dan sangat terbatas. Hanya dimiliki orang-orang kaya, perusahaan besar, dan pemilik bisnis warnet yang jumlahnya pun masih sangat jarang. Paling hanya ada satu-dua, itupun di seputaran kampus ternama. Karena itu pula, manfaat yang dirasakan oleh masyarakat pun belum begitu kentara.

6 Mei 2015



"Wah, asyik bu...seperti petualangan. Di sini banyak tanaman dan hewan-hewan nya pula! " Tadi ada jamur besar, kepik, burung elang....celoteh Raka sambil berjalan menyusuri jalan setapak. Meski jalanan yang kami lalui menanjak, tapi sepertinya ia tak merasa lelah. Sementara, Alya terlihat riang di pundak ayahnya...sambil menirukan lagu naik gunung yang biasa ia lihat dari vcd. Saya yang dibelakang, tut wuri handayani saja, ikut senang kalau kalian senang :-) 

2 Mei 2015

Seorang mahasiswi UPN Veteran Yogyakarta ditemukan meninggal usai melahirkan di kamar kosnya daerah Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Diduga korban meninggal sejak dua atau tiga hari lalu, lantaran kondisi badannya yang sudah bengkak dan sudah mengeluarkan bau busuk. Saat ditemukan Rabu (29/4/2015), bayi yang dilahirkan juga dalam keadaan meninggal. Bayi malang itu tergeletak di antara dua kaki sang ibu.  
( tribunjogja.com, rabu 29 April 2015 )