Cara Mudah Menghilangkan Bau Amis Jeroan Sapi/Kambing

Posting Komentar
I

dul Qurban tinggal hitungan hari lagi. Selain identik dengan ibadah haji, hari raya ini identik dengan  stok  daging  sapi  yang lebih banyak dari biasanya. Hayo, siapa yang freezer nya penuh dengan daging qurban pasca Idul Adha?

Menghilangkan bau amis pada jeroan sapi

Selain bagian daging, Sohibul Qurban (pemberi daging qurban)  ataupun penerima  biasanya menerima bagian jeroan, seperti usus, babat, dan limpa. Dulunya, saya paling nggak suka kalau harus memasak bagian jeroan ini karena baunya yang khas, dan menyengat. Iya, baunya nggak enak.

Tapi ternyata, araoma tidak sedap pada jeroan sapi/kambing (mentah) ini bisa diminimalisir dan diredam maksimal hanya dengan memanfaatkan 1 bahan yang relatif mudah dicari, yaitu dengan AIR RENDAMAN KAPUR SIRIH. Yup, benar hanya dengan menambahkan satu bahan tersebut, maka aroma jeroan sapi akan terasa lebih soft , dan teman-teman bisa lebih enjoy dalam memasak.

Mengatasi Aroma Amis Jeroan Sapi/Kambing dengan rendaman air kapur sirih

Tips mengatasi aroma amis pada jeroan ini saya dapatkan beberapa tahun lalu saat ikut serta membantu  mengolah daging qurban bersama ibu-ibu di kampung. Ya begitulah, sembari bersosialisasi, ternyata malah dapat ilmu baru.

Kapur sirih? Iya, bener. Kapur yang biasa digunakan nenek-nenek jaman dulu untuk menyirih/nginang.   Di pasar tradisional di tempat saya tinggal, kapur sirih ini masih mudah di dapatkan. Biasanya dijual oleh pedagang bunga (yang juga menjual daun sirih) atau juga pedagang rempah. Satu plastik ukuran seperempat kilogram, bisa dibeli dengan harga sekitar 3000an rupiah. Kalau kesulitan mendapatkan? Di online shop, pasti ada yang menjual. 

Lantas bagaimana cara memanfaatkan air rendaman kapur sirih ini untuk menghilangkan bau amis jeroan?

Pertama, gunakan kapur sirih ini untuk merendam jeroan sapi/kambing

Setelah jeroan dicuci bersih (bisa ditambahkan garam saat mencuci), rendam jeroan bersama air yang telah dicampur sedikit kapur sirih sekitar 30 menit. Iya, jadi nanti air yang digunakan akan berwarna putih. Setelah secara  waktu proses perendaman dirasa cukup, jeroan  dicuci kembali sampai bersih. 

Tahap berikutnya, rebus jeroan untuk menghilangkan kotoran. Agar daging tidak alot, rebus daging bersama air suhu ruang. Jadi kompor baru dinyalakan, setelah panci perebus siap di atas kompor. Nah, saat merebus jeroan ini, tambahkan AIR ENDAPAN kapur sirih. 

Jadi sebelumnya, siapkan air endapan terlebih dahalu dengan cara mengendapkan  (air dicampur air kapur sirih, endapkan/diamkan beberapa menit sampai bening). Teman-teman bisa mengendapkan dengan gelas misalnya. Air bening endapan, campurkan dengan jeroan yang tengah direbus tadi.

Rebus sekitar 10-15 menit, sembari buang kotoran-kotaran yang mengambang di atas permukaan air rebusan jeroan. Setelah beres, cuci kembali jeroan yang sudah direbus sampai bersih untuk kemudian diawetkan dengan menyimpannya di freezer. Dengan cepat dan mudah, bau amis dan aroma tidak enak jeroan sapi/kambing pun teratasi. 

Satu lagi tips agar bau amis pada jerohan sapi/kambing tidak lagi mengganggu atau merusak cita rasa olahan adalah dengan menambahkan bumbu-bumbu aromatic seperti jahe, sereh, daun jeruk saat memasak menu/lauk dengan bahan dasar jeroan sapi/kambing.

Sulis
Hai, saya Sulis! Seorang ibu dari raka-alya, bisa dihubungi di raka.adhi(at) gmail.com, sulistiyowatitri98(at) yahoo.co.id, atau t.sulistiyowati80(at)gmail.com

Related Posts

Posting Komentar