Pengalaman Merawat Kucing Secara Mandiri Pasca Steril

28 komentar
merawat kucing pasca steri


Suatu siang, selepas dari daerah Bantul saya mampir ke sebuah petshop  khusus kucing di daerah Tamantirto, masih seputaran kampus UMY. Kebetulan, petshop ini sekaligus klinik dan juga penitipan kucing. Jadi begitu masuk, saya udah dapat hiburan..wajah-wajah anabul yang berada dalam kandang. Mata saya tertuju pada seekor kucing Jawa, dengan plester di perut.

“Itu kenapa mba, habis steril?” Tanya saya ke mbak penjaga petshop

“Iya. Steril sekitar 7 hari yang lalu.  Sudah mau sembuh kok itu.. plesternya sudah mau lepas. Yang punya maunya diambil sudah beres, jadi dititipin di sini sampai sembuh.” Jawab si Mbak

“Oh, gitu ya”

Berawal dari belanja dryfood, melihat si kucing, obrolan saya lantas berlanjut tentang mekanisme dan prosedur steril kucing betina di klinik tersebut. Kebetulan, saya ada kucing si Mamak Sweeti yang tak niatkan untuk disteril. Alasan, dan proses steril si kucing betina kami, saya tulis di postingan Pengalaman Steril Sweeti, Si Mamak Kucing.

Merawat Kucing Pasca Steril

kucing setelah steril

Berapa lama luka operasi pada kucing pasca steril akan sembuh? Serumit apakah perawatan yang perlu dilakukan di rumah? Rata-rata dua pertanyaan itulah yang membayangi para pemilik kucing yang hendak mengikutkan hewan peliharaan mereka mengikuti program steril. 

Meskipun pada beberapa klinik menyediakan fasilitas rawat inap sampai kondisi kucing benar-benar sembuh, tapi banyak juga pemilik yang memilih untuk merawat kucingnya sendiri di rumah, alias rawat jalan. Pilihan itu juga yang saya ambil; membawa pulang Sweeti satu hari setelah operasi untuk kemudian merawatnya di rumah. 

Batasi gerak kucing (kalau bisa dikandangkan), jauhkan dari anak-anak kucing yang masih menyusu, pakaikan collar untuk menjaga agar kucing tidak menjilat/menarik bagian plester; tiga nasehat yang saya dapat dari dokter tempat dimana Sweeti menjalani proses steril.

Berhubung di rumah tidak ada kandang, saya  hanya membatasi sweeti untuk tidak keluar rumah. Tapi bukan tanpa drama juga, karena pernah lengah membiarkan pintu pagar terbuka, si Mamak kucing sempat kabur main ke kebun dengan perut berplester dan collar di leher. Untung cepat ketahuan, cepat dicari, dan ketemu. Huh!

kondisi kucing setelah steril
Memakai Collar sepertinya tidak nyaman, tapi ini satu satunya cara menjaga agar lidah kucing tidak ke plester yang ada di perut

Soal collar, saya pernah lengah. Begini ceritanya.

Setelah seminggu, plester di perut boleh dibuka untuk mengecek kondisi luka di jahitan apakah sudah kering atau belum. Senang banget, waktu perlahan-lahan mengoleskan air hangat ke pinggir plester dan sedikit demi sedikit luka steril terlihat, saya membayangkan hari-hari berikutnya Mamak Sweeti sudah bisa bebas dari Collar, sudah bisa kembali menyusui anaknya, bisa menikmati hari seperti sebelumnya.

Begitu perban terbuka semua, alangkah leganya..terlihat benang jahitan berwarna hitam, seperti luka kalau sudah kering.  Meski katanya jahitan steril pada kucing itu mirip-mirip operasi SC pada manusia alias berlapis-lapis, tapi penampakan luka luarnya kecil banget. 

Saya raba perlahan, tidak ada air. Luka kering. Collar saya lepas, “Selamat menikmati kebebasan...”, bisik saya.

Sweeti saya tinggal bersama anak-anak. Beberapa menit kemudian saya cek, dan astagaa! Rupanya si Mamak tengah asyik menjilat dan menark benang jahitan yang tadi saya lihat berwarna hitam. Luka yang tadinya berwarna hitam-kering, menjadi kemerahan. Basah ada sedikit lubang bulat. Aduhhh!

Panik dong. Kemudian saya hubungi  dokter Iin, dokter yang mengoperasi si Mamak sambil menata hati,  kalau saja dokter menyarankan untuk membawa Sweeti ke Klinik lagi. Ternyata tidak. Dokter hanya menyarankan untuk memakaikan kembali si Collar agar si kucing tidak bisa self-grooming atau jilat-jilat tubuh, mengkompres luka yang basah dengan Revanol, dan kemudian mengoleskan salep berbahan dasar Gentamicyn, 2x sehari.

“Ditlateni saja...” begitu pesan dokter

Seminggu berlalu, dan senangnya saat luka si Mamak sudah benar kering dan menutup sempurna. Alhamdullah, Collar bisa dengan aman saya pensiunkan dari lehernya. Sweeti.
Luka yang sudah kering, 2 minggu pasca operasi

Kesimpulannya? Merawat kucing pasca steril itu tidak sehoror yang dikira banyak orang kok, asal tidak ada penyakit penyerta (kemarin malah Sweeti sempat kena flu, kondisinya drop, jadi saya mesti minta bantuan drh untuk pasang infus+obat flu). Bisa banget pasca steril kita rawat di rumah, asal tlaten dan bisa mengawasi. Tapi kalau mau praktis, ya bisa dirawatinapkan sampai sembuh.



Sulis
Hai, saya Sulis! Seorang ibu dari raka-alya, suka travelling, pernah menjadi jurnalis di sebuah tv lokal di Jogja, bisa dihubungi di raka.adhi@gmail.com, sulistiyowatitri98@ yahoo.co.id, atau t.sulistiyowati80@gmail.com

Related Posts

28 komentar

  1. Beruntung mamak sweetie cepat ketahuan lagi self grooming ...,kalo ngga luka bekas jahitannya bisa bikin luia bernanah nantinya.

    Salam buat mamak sweetie dan anak-anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. He eh. Untung langsung tahu.. udah takut banget mesti jahit ulang..lha wong kayak ada bolong kecil gitu di perut. Untung diberi kompres+salep, bisa nutup....

      Hapus
  2. aku kok tetep ngilu ya lihatnya

    padahal dulu juga ngerasain sc

    semoga sehat selalu, sweeti. hidup tenang tanpa beban.

    BalasHapus
  3. Terima kasih banyaak Mbak buat cerita pengalamannya..sgt berguna sekali buat sy yg lg bingung cr info perawatan pasca steril subsidi..
    Krn br nemu kitten, dua2nya betina hehehe gak kebayang klo udah gede n dua2nya beranakpinak bs jd ratusan

    BalasHapus
  4. Terima kasih, Kak, sudah berbagi pengalamannya. Kucing saya juga sudah menjalani operasi sekitar 3 hari yang lalu, dan saya rencana akan jemput hari ini untuk dirawat di rumah. Sebelumnya saya sempat baca-baca artikel lain yang memberi kesan kalau merawat kucing pasca operasi itu, seperti yang Kakak bilang, 'horor' dan membuat saya menimbang-nimbang apakah sebaiknya lanjut dirawat inap saja atau tidak. Tapi setelah baca artikel ini, saya jadi yakin untuk bawa pulang dan coba rawat sendiri saja. Doakan ya Kak, semoga lancar semuanya, hehe.
    Salam untuk Sweeti dan anak-anaknya, semoga sehat selalu.

    BalasHapus
  5. Permisi mba mau nanya. Pasca steril itu harus dikasih makan wetfood kah? Apa boleh dikasih yg dry? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba wetfood dulu...biasanya akan susah klo langsung dryfood

      Hapus
    2. Oke mba terima kasih. Alhamdulillah kucingku betina jg baru steril, tapi lincah pol gabisa diem.

      Hapus
    3. Kucingku yang namanya Oreo, juga gitu habis steril. H+2 udah naik ke genting... Untung ketauan, tak suruh pulang. Klo si sweeti ini dulu habis steril sempat flu..jadi ada fase drop

      Hapus
  6. Kk,kucing sy pasca operasi 2 hari..td sy pakein collar kyk kucing kesurupan..sy jd gk tega..gimana ya kk..sy tkut dia jilatin luka d perut..soalnya gk boleh d perban n plester sm dktrnya..apa gpp y kk klo gk d perban n plestr??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp mba. Anaknya sweety, Oreo saya sterilin di dokter yang berbeda. Ga diperban, trus luka sayatannya di samping. Lukanya lebih cepet kering ternyata tanpa diperban. Aku tulis juga kok di postingan.

      Ga mau pake collar ya? Ha..ha, kucingku awalnya jalan mundur pas dipasang collar. Mungkin tiap kucing beda ya..

      Diawasi aja mba klo mmng ga bisa dicollarin.

      Hapus
  7. kak untuk jahitan harus dibawa ke dokter lagi atau langsung sembuh sendiri ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dulu, disalep aja..sebelumnya dibersihin pake revanol.

      Hapus
  8. Semoga dijawabb, :)
    Kucingku habis di kebiri (jantan), disuruh dokternya suruh disalepin pda jahitan. Tapi kucingku susah banget. Disentuh dikit bulu disekitar daerah"nya" itu langsung ngamuk. Please solusinya gmn? Apa klo ga disalepin bisa ttep sembuh kan jahitnnya itu?
    Tipe kucingku longhair, jadi rada susah klo mau disalepin tanpa pegang bulunya dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blm pernah steril kucing jantan. Lha kucing jantanku, malah ilang sebelum di steril...udah sebulanan, blm pulang juga.

      Hapus
  9. Mam, kucing saya juga baru steril. Baca postingan ini sama dengan kondisi pusa, kucing saya. Boleh share ya mam, apakah luka lubangnya itu berdarah tiap hari? Berapa lama proses penyembuhan sampai kering, menutup dan bisa aktivitas normal kembali?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo untuk kasus kucingku tidak berdarah mb, tapi lukanya jadi basah. Aku bersihin pake revanol itu, sama oles gentamicin salep. 2 mingguan itu akhirnya mba, baru bisa lepas colar. Tapi antar 1 kucing dengan kucing lain, beda2 waktu sembuhnya.. pernah steril yang buka/operasinya lewat samping...lebih cepat sembuhnya. Tapi nggak tau juga, mode operasinya yang berbeda atau karena kemampuan recovery kucingnya lebih bagus

      Hapus
  10. Aku dulu juga serahin ke kliniknya utk dirawat sampe bener2 kering dan bisa dilepas mba. Krn jujurnya aku ga terlalu telaten utk mengurus kucing sakit. Drpd salah ato lepas dr pengawasan, aku milih utk dirawat inap aja , jd pas pulang udh bener2 sehat.

    Kebayang sih memang kucing susaaah dipakein colar awal2 :D. Udh kayak kucing gila kalo kucingku hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga karena aku di rumah sih mba, jadi niat mau tak rawat sendiri. Alasan ekonomi juga sebenarnya, biar lebih hemat...hi..hi

      Hapus
  11. Kak, mau tanya. Salep berbahan dasar Getamicyn yg kkak pakai merk nya apa ya kak?
    Terima kasih. Kucing aaya juga mengeluarkan cairan di bekas luka steril nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereknya gentamycin juga...ada kok. Aku beli di apotek manusia..

      Hapus
  12. Kapan perban bisa dibuka dan diganti yg baru? Setelah seminggu pasca steril atau bgaimna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo kucing saya, nggak pke ganti perban e mba. Cuma sekali itu, bawaan dr drh... Tak buka seminggu setelah steril. Tapi karena dijilat2 lagi, agak basah lukanya...trus tak Kompress pke revanol + Gentamicyn salep aja..

      Hapus
  13. Klo mamak sweety itu iya, seminggu saya buka..

    Tapi di steril ke 2 (kucing lain, drh yang lain, steril di samping) malah cuma satu hari diperbannya. Selebihnya dibuka, diberi obat tabur biar jaitan cepet kering.

    Jadi beda deh, bisa jadi beda saran. Pengalaman, lebih cepet yang perban cuma 1 hr.. tapi pakein collar, biar kucing ga jilat2 sampe luka kering

    BalasHapus
  14. Amarylis Faustine26 Mei 2021 04.59

    Kalau perbannya dilepas h+2 gimana ya mbak, kucing saya pagi pagi sudah enak jilat - jilat lukanya dengan perban terlepas total. Terus pemberian salep ini di daerah luka nya atau di pinggir-pinggirnya begitu mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salepnya di luka mba...tapi kucing pke collar, biar salepnya ga kejilat. Untuk perban, Konsul ke drh yang steril aja mba.. saya nggak tau e..bisa jadi, saya bukan drh.. 😊

      Hapus
  15. Mau tanya.. Kapan ya bisa dilepas perban? Apa harus ke vet untuk lepas perban? Kucingku udah 10 hari pasca steril. Belum dilepas jahitan dan collar. Pengen bs lepasin collarnya deh kalau boleh lepasin jahitan ga usah k vet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbannya dilepas sendiri klo kucingku dulu..dikasih air anget pinggir2nya plester..

      Oh, iya..model klo punyaku, tanpa lepas jaitan. Kering aja semua ntar. Cadi mmng cuma butuh buka plester penutup luka itu

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email