30 September 2018

Gempa Donggala, Gempa Jogja, dan Cerita Kita

Sebagian dari angkatan "perintis". Sebagian besar sudah berpindah tempat pekerjaan/pindah domisili

Dear temans...
Boleh saya menanyakan sesuatu? Saat melihat/terjadi gempa bumi, adakah kalian merasakan ini juga? 


Gempa bumi yang mengguncang Donggala Sulawesi Tengah, Jum'at lalu, mau tak mau membawa ingatan saya kembali ke belakang. Melihat bangunan runtuh, tangis ketakutan yang banyak ditayangkan di Tv atau video yang beredar luas di media sosial, entah kenapa visual itu selalu membawa saya kepada kenangan 12 tahun silam. 

Saat Jogja terkena gempa. Sedih, pasti. Kangen, iya. 

Bukan! Bukan kangen dengan bencana alam, tapi  tiba-tiba saya kangen dengan teman-teman lama. Kangen kalian semua. 



Salah satu hari yang seru, ketika PADI sempat mampir di studio lt 1. Tuh kan selera musik kita sama

Tapi,  bagaimanapun  juga, gempa bumi yang melanda Jogja 27 Mei 2006 membuat persahabatan kita beda. Lebih erat pastinya, karena kita pernah melewati masa susah bersama-sama.



Kantor 4 lantai yang ikut terdampak gempa Jogja, Mei 2006

Ruang redaksi+produksi acara+video editing+ grafis pindah ke bawah/parkiran. Di sini kita ngecamp sementara kantor direnovasi, tapi kita tetep produksi tayangan tv

Nggak perlu nanya nyaman/nggak nyaman. Cukup dijalani, dan ternyata bisa dengan kondisi seperti ini sampai beberapa bulan.

Sekretariat sementara. Telepon dari lapangan tentang kondisi terkini akibat gempa, bantuan yang dibutuhkan, update dari tempat ini.


Benar kalau hidup itu kadang cuma seperti meteorid di angkasa. Bertemu, berpapasan, bersama, lantas kemudian berpisah. Ada yang bertahan di angkasa, banyak pula yang jatuh menembus lapisan awan. 

Sekarang, begitulah kita. Terserak di banyak wilayah, terpisah lingkungan kerja yang berbeda, dan hanya sering bersapa di jejaring dunia maya. Eh, tapi masih untung...ada grup WA yang menyatukan kita, meski tak lagi dalam sebuah gedung yang sama๐Ÿ˜Š

Ah, hari ini tiba-tiba saya kangen kalian semua, para sahabat lama. Tapi sayangnya, kenapa hanya sedikit sekali foto kenangan yang saya punya? 

Temans, kapan-kapan kita ketemuan rame-rame yuk! Ke (mantan) kantor kita misalnya. Setelah bertahun kita tinggalkan, pasti banyak yang telah berubah di sana. Teman-teman
 yang lebih muda, dan lebih energik pastinya.

Para Boss itu...masih pada ingat kita nggak ya..? Pasti seru klo ada satu hari saja bersama buat   bernostalgia, mengenang masa muda, saat sedih, saat bahagia๐Ÿ˜Š


Master control pasca gempa, off beberapa waktu

Sebagai gantinya, Ob van ini difungsikan sebagai ruang master control sementara.
Btw, kalian lapar apa doyan sih?๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Sepertinya seru kalo kita bisa menyempurnakan sesuatu yang dahulu belum kita punya.   Semoga, saat bertemu nanti saya punya alat yang bisa menyimpan dan mendokumenkan semua dengan lebih bagus. Pasti bisa, seandainya saya punya Huawei Nova 3i.

Kenapa harus Huawei Nova 3i?

Sst...sini tak bilangin. Saya lagi kepincut sama sebuah smartphone namanya Huawei Nova 3i. Menurut saya, smartphone ini layak dinobatkan sebagai smartphone idaman dan kebanggaan. 

Klo lihat speknya, pasti banyak yang mengerucut ke kesimpulan akhir kalau Huawei Nova 3i ini termasuk smartphone tangguh! Bagaimana nggak, smartphone ini disokong dengan processor Huawei Hi Silicon Kirin 710, octa-core 2.2 Ghz, RAM sebesar 4GB, dan menggunakan Graphic Processing Unit (GPU) Turbo untuk mengoptimalkan pemrosesan grafis.

Yaa...jadinya mirip-mirip kita jaman gempa dulu. Karyawan yang cekatan dan tahan banting..

Secara fisik, Huawei Nova 3i ini juga cantik! Coba perhatikan saja desain body dan warnanya, menggoda banget..gradasi biru dan warna ungunya serasi!

Huawei Nova 3i, smartphone idaman 2018

Klo besok kita ketemuan, kita  foto-foto dan mbikin video sebanyak-banyaknya ya! 
Kan sudah nggak ada notifikasi "memori anda hampir penuh..." Ha..ha..ha 

Biar klo  saya lagi kangen sama teman-teman, tinggal  ngeliat atau nge play doang. Yaa...karena leganya ruang penyimpanan. Memori internal Huawei Nova 3i termasuk gede, pake banget! 128G lho. Makanya, pantas kalo kemudian banyak yang bilang Huawei Nova 3i ini merupakan smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128 GB.
Kamera cerdas yang bakal menghasilkan gambar-gambar memukau

Soal kamera apalagi. Bikin geleng-geleng kagum pastinya. Quad AI Camera! Huawei Nova 3i mempunyai 4 kamera yang sudah berteknologi  AI (Artificial Intelligence), 24 MP + 2 MP di kamera depan  dan 16 MP+2MP di kamera belakang, yang memastikan hasil foto dengan kejernihan tinggi dan efek bokeh yang keren.

Bikin mupeng aja kan  smartphone ini?Semua yang dimiliki Huawei Nova 3i, beneran bisa menjawab keinginan tentang sebuah smartphone impian.  

Ngomongin tentang gempa Donggala dan gempa Jogja, sepertinya kita mesti bersyukur karena telah mampu melewati fase pasca gempa dengan baik.


Sekarang giliran kita untuk berkirim doa kepada teman-teman di Donggala, Palu, dan sekitarnya semoga mereka mampu melalui saat-saat berat dengan baik. Panjatkan doa dan bantu mereka, dengan apa yang kita bisa.

Image saat gempa: koleksi seorang teman editor grafis,  m yayan. @yanuar trianto budiman




13 komentar:

  1. Wah, cita-cita saya, kerja di televisi. Hehehe...Salut mbak, walaupun kantornya rusak kena gempa, tapi semangat Mbak Sulis sama teman-teman buat tetep 'produksi' di area parkiran itu keren banget! Kalau resignnya udah lama, mungkin para Bos udah nggak ada yang inget sama muka-muka mantan karyawannya.

    Semua pada naksir sama si Nova 3i. Saya pun! Kameranya itu lho, manteb banget...Sukses mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha..kmu kan masih muda. Daftar aja ke TV nasional.
      *Eh...baru jadi pejuang cpns kok ya..

      Iya ini..kameranya bikin ngeces..canggih banget.

      Sukses juga ya, buat lomba asus mu+ test casn nya.

      Hapus
  2. Kalau ada gempa gitu juga langsung ingat yang dulu, rumahku di Klaten jadi dulu juga kena gempa. Sebenarnya waktu itu aku kos di Semarang tapi kebetulan kuliah lagi libur jadi aku pulang Klaten, lah kok pagi-pagi terjadi guncangan. Aku pas lagi dibelakang langsung lari kedepan untuk keluar, genting-genting udah berjatuhan, aku masih didalam rumah dimana tembok dan lantai mulai retak, pintu udah susah dibuka, untung sih gak roboh. Rumah sodara ada yang rata tanah orangnya syok sampek pingsan2.

    Dulu belum punya smartphone jadi gak punya dokumentasi, tapi meski demikian peristiwa itu masih terngiang-ngiang dalam pikiran.

    Ya semoga yang tertimpa musibah di Donggala Palu atau yang sebelumnya di Lombok mampu melalui segalanya dan segera pulih seperti sedia kala.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..dulu hape baru bisa buat tlp sama sms. Kamera pocket digital aja masih jarang+mahal.

      Informasi+dokumentasi belum semassif sekarang ya.

      Iya, beberapa daerah di Klaten parah.. banyak yang rata dengan tanah. Sodaraku di Wedi malah lebih parah, dr aku yang di Bantul utara waktu itu.

      Semoga yang di Sulawesi segera bisa bangkit ya

      Hapus
  3. Waktu itu posisi mau ke pasar bawa salak. Ku ga sampe pasar sih, setengah perjalanan terus pulang. Sampe rumah geger. Dikiranya merapi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang utara bingung ke Selatan, yang selatan bingung ke utara karena kabarnya ada tsunami.

      Hapus
  4. Tahun 2006 saat aku masih duduk di bangku skolah klas 5 esde mbak heee
    Meski ada gempa sat itu produksi harus tetap berjalan yah mbak, kerenn sekali mbak *_*
    Agendakan untuk reunian mbak, sama bawa Huawei Nova 3i,
    Semoga berjodoh dan sukses selalu mbak
    Good Luck ^_^

    BalasHapus
  5. Medeni ya lis lihat gempa Palu. Tanahnya muter gitu ya Alloh. Semoga saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah mendapatkan kesabaran dan ketenangan.

    BalasHapus
  6. Mbaa aku kok suka banget kalimat yg ini...
    Benar kalau hidup itu kadang cuma seperti meteorid di angkasa. Bertemu, berpapasan, bersama, lantas kemudian berpisah. Ada yang bertahan di angkasa, banyak pula yang jatuh menembus lapisan awan
    pas banget sm apa yg sdg kupikirkan #eaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu aku inget dr kata2 di novelnya mba Enny Martini mba...kalimat persisnya lupa..tapi intinya gitu๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

      Hapus
    2. wah pantesan aku juga pernah baca kayaknya, di novel dia "learning to love" bukan yaa?

      Hapus
    3. Klo nggak kliru..di novel relasi kata tanpa rupa mba.. aku suka novel2 nya mb enny..tp nggak punya semua juga .

      Hapus
  7. wuah, pose makannya kompak ya, hahaha

    uwaaaa keren. aku jadi tau gimana orang tv memproduksi liputannya saat gempa. dikasih tau 'proses di balik layar' membuatku... tak sanggup berkata-kata

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin