Beautypreneur, Profesi Menjanjikan di Masa Depan

2 komentar
J

auh sebelum skincare ditemukan, perempuan jaman dahulu memiliki cara tersendiri untuk merawat kulitnya agar terlihat halus, cerah, dan bersinar. Hampir semuanya menggunakan bahan-bahan yang disediakan alam seperti susu, shea butter, mandi air garam, atau memanfaatkan khasiat dari minyak zaitun. 

Tahu legenda Dayang Sumbi? Ingatkah bagaimana ia menjaga kecantikannya? Daun Manarasa dipercaya sebagai tumbuhan yang digunakan Dayang Sumbi agar ia terlihat selalu muda. Pada tradisi wanita Jawa, tumbuh-tumbuhan dan rimpang jamu sering digunakan sebagai sarana merawat kulit. Putri Keraton sejak jaman dahulu rutin melakukan perawatan kulit untuk memberikan efek lembut bersih, dan bersinar serta memperlambat proses penuaan. 

Paparan di atas menggambarkan, bahwa tradisi merawat kulit agar terlihat segar dan awet muda sudah ada sejak jaman nenek moyang, dan diwariskan turun temurun. Itu artinya, bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha perawatan kecantikan kulit, bersifat sepanjang waktu, bahkan bisa dikatakan akan selamanya ada. 

Intinya, wanita di masa apapun tetap menginginkan hal terbaik untuk kulit mereka. Bedanya, di era modern ini kebanyakan dari mereka memilih cara-cara yang lebih praktis, dan dengan bahan-bahan yang dikemas lebih estetis.  Inilah yang kemudian bisa dibaca sebagai peluang bisnis, terlebih bagi mereka yang tertarik menjadi beautypreneur

Berasal dari kata beauty dan entrepreneur, beautypreneur bisa diartikan sebagai seseorang yang memproduksi barang atau jasa di bidang kecantikan. 

Di Indonesia, trend menjadi beautypreneur ini muncul sejalan dengan pesatnya perkembangan industri kecantikan. Setelah mencatat pertumbuhan 7% sepanjang tahun 2019, di tahun berikutnya kementerian perindustrian menargetkan pertumbuhan industri kosmetik di atas 9%. Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (2015-2035) menyebutkan bahwa industri farmasi, bahan farmasi, dan kosmetik merupakan salah satu sektor andalan yang mendapat prioritas pengembangan dari Pemerintah. 

Beautypreneur

Public Figure dan artis adalah kalangan yang paling banyak melirik bisnis ini dengan memunculkan beraneka produk skin care brand  merk sendiri. Sebut saja Nana Mirdad, Sandy Aulia, Ria Ricis, Ashanty, Bunga Zainal, dan beberapa artis lainnya.  Selain menawarkan jasa dan produk kecantikan, para beautypreneur ini biasanya juga menciptakan trend-trend baru yang digandrungi para beauty enthusiast.


Apa Hanya Artis yang Bisa Menjadi Beautypreneur?

Dulu saya pikir hanya artis atau kalangan berkantung tebal saja yang bisa memanfaatkan peluang bisnis ini. Dalam pikiran saya, masing-masing dari mereka memiliki pabrik kosmetik pribadi, mempekerjakan ratusan karyawan, dan mengurus segala sesuatunya sendiri. Tapi rupanya saya keliru. 

Kesempatan untuk menjadi beautypreneur terbuka untuk siapa saja dan dimana saja. Yang penting ada konsep usaha yang matang, target market yang jelas, dan kualitas produk yang bisa dipertanggungjawabkan. Setelah itu, tinggal merangkul perusahaan jasa maklon kosmetik sebagai partner usaha. 

jasa maklon kosmetik

Maklon merupakan perusahaan yang melakukan produksi terhadap produk yang ingin dipasarkan pemakai jasa maklon. Dalam hal ini perusahaan maklon hanya memproduksi sesuai pesanan, sementara kepemilikan produk, nama brand, dan pemasaran sepenuhnya menjadi milik dan tanggungjawab pengguna jasa.  

Ada beberapa keuntungan memproduksi kosmetik dengan jasa maklon kosmetik ini. Pertama, pemakai jasa tidak perlu menginvestasikan dana dengan membangun pabrik dan tidak lagi disibukkan dengan urusan produksi. Selain itu, pemakai jasa juga memiliki keleluasaan untuk menentukan spesifikasi produk yang diinginkan. 


jasa maklon skincare

Berbagai keuntungan inilah yang menjadikan bisnis kosmetik termasuk di dalamnya skincare tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Komposisi penduduk Indonesia yang rata-rata berusia muda, pengaruh media sosial, karakter generasi milenial yang selalu terbuka dengan hal-hal baru, memiliki andil yang sangat besar bagi kejayaan bisnis skincare brand sendiri saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, pengguna  dan peminat skincare di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta mengalami peningkatan dalam jumlah yang signifikan.


Bersama ADEV Maklon Skincare, Memulai Bisnis Skincare Ala Artis

solusi bisnis kosmetik

Dalam dunia usaha, jasa maklon merupakan win-win solution antara brand owner dan produsen kosmetik. Model bisnis ini disukai pemilik merk karena hitungannya lebih hemat; mereka tidak perlu modal awal besar untuk biaya pendirian pabrik, pengadaan sarana dan prasarana produksi, maupun mengurusi tetek-bengek yang berkaitan dengan upah tenaga kerja.

Di Indonesia sendiri, ada pilihan jasa maklon kosmetik seperti PT ADEV Natural Indonesia. ADEV telah dipercaya lebih dari 15 tahun sebagai produsen kosmetik dan telah menelurkan ratusan brand kosmetik yang sukses di pasaran. 

Saat ini ADEV memproduksi beragam kosmetik, salah satunya produk-produk skincare. Secara mudah, skincare didefinisikan sebagai beragam jenis produk kecantikan yang difungsikan untuk melakukan perawatan kulit, baik itu kulit wajah maupun kulit badan.  Sebagai jasa maklon skincare, ADEV memberikan jasa pembuatan produk perawatan kulit yang disediakan oleh produsen kosmetik dengan spesifikasi skincare ditetapkan bersama vendor maklon selaku pemilik merk. Sampai saat ini, ada 9 jenis produk skincare yang bisa dimaklonkan di ADEV meliputi 

  • Cream
  • eye serum
  • face mist
  • face wash
  • lotion
  • masker
  • micellar water
  • serum wajah dan toner

Dengan slogan “Solusi Bisnis Kosmetik”  bersama ADEV, teman-teman bisa memiliki semua jenis produk skincare di atas, dengan brand sendiri, sesuai konsep yang diinginkan pemilik brand, dengan harga terjangkau. Nggak harus menjadi artis terlebih dahulu untuk bisa terjun dan menekuni bisnis yang digadang-gadang mampu menjadi bisnis masa depan ini. 


Berapa Modal Minimal Untuk Menjadi Beautypreneur?

Sebagai biaya maklon skincare di ADEV, modal awal yang teman-teman butuhkan relatif murah, yakni 30.000.000. Biaya ini sudah termasuk biaya administrasi, biaya pendaftaran merk, serta BPOM dan sertifikasi halal MUI. Dengan ini, produk skincare teman-teman dijamin legal dan halal. 

Selain itu, ADEV menerima minimum Order Quantity yang rendah, sehingga pemilik merk tidak diwajibkan untuk langsung memesan produk  dalam jumlah yang besar.  Kebijakan ini membuat sisi permodalan lebih hemat. Salah satu keuntungan lain menggunakan jasa maklon ADEV dalam produksinya, produsen skincare lokal telah mengacu pada Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik/ CPKB, Badan POM dan regulasi terkait lainnya, sehingga kualitas produk yang dihasilkan tidak kalah dengan produk skincare impor. Informasi lengkap tentang maklon Skincare di ADEV bisa teman-teman dapatkan melalui web mereka di https://adev.co.id atau akun instagram @adev.official. 

Setelah mengetahui tentang seluk beluk bisnis skincare ala artis ini, seberapa besar teman-teman tertantang untuk menjadi beautypreneur?

Simak video ini juga ya, agar informasi teman-teman makin lengkap.



Sulis
Hai, saya Sulis! Seorang ibu dari raka-alya, suka travelling, pernah menjadi jurnalis di sebuah tv lokal di Jogja, bisa dihubungi di raka.adhi(at) gmail.com, sulistiyowatitri98(at) yahoo.co.id, atau t.sulistiyowati80(at)gmail.com

Related Posts

2 komentar

  1. ngomongin beautypreneur aku jadi ingat slaah satu peserta kontes kecantikan yang pas perkenalan
    emang sekarang mulai naik daun ya mbak
    modalnya ga gede banget dan lumayan berprospek juga'
    dan yang penting bisa pilih apa aja yang bakal dikembangkan

    BalasHapus
  2. Wah mantep ini pas banget buat kita-kita yang suka kosmetik apalagi bisa dijadikan bisnis keren sih.

    BalasHapus

Posting Komentar