8 Juni 2020

Sebelum Tambah Parah, Berikut Beberapa Cara Mengatasi Radang Tenggorokan yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah

Cara mudah mengatasi radang tenggorokan


“Lah...kenapa tenggorokanku tiba-tiba sakit ya buat nelan? Upss, kenapa seperti banyak numbuh sariawan dan merah-merah di area tenggorokan? Waduh!” 

Keluhan seperti ini jamak sekali kita alami. Iya, saya dan bisa jadi kamu juga. 

Saya sering, karena pada dasarnya entah kenapa saya ngerasa tenggorokan saya sensitif banget sejak jaman remaja. 

Saat kebanyakan minum dingin/es, terlalu banyak goreng-gorengan atau makanan yang feeling saya mengatakan banyak tambahan kimianya, biasanya si tenggorokan langsung protes. Minimal gatal atau serak. Apesnya, tahu-tahu sakit digunakan untuk menelan, jadi meradang atau terjadilah apa yang sering kita sebut radang tenggorokan.

Secara medis radang tenggorokan disebut juga faringitis. Gejala ini ditandai dengan peradangan yang terjadi pada bagian faring (bagian belakang tenggorokan) yang menimbulkan rasa tidak nyaman, sensasi rasa sakit/nyeri/panas hingga menimbulkan rasa sakit/kesulitan saat menelan. 

Selain karena faktor makanan/minuman yang kita konsumsi sebelumnya, radang tenggorokan juga sangat mungkin timbul karena penyebab yang lain, seperti misalnya salah satu pertanda mau flu, atau jangan-jangan lagi jadi carrier virus Corona? Ah, jangan deh kalau yang terakhir itu! 

Radang Tenggorokan, Bahaya Tidak?

Yang pasti, radang tenggorokan ini satu gangguan tubuh yang sering banget menjangkiti manusia seperti kita, dan sayangnya nggak kenal usia. Jadi faringitis bisa menyerang anak-anak, remaja, usia dewasa, dan juga golongan lanjut usia. 

Selain karena faktor alergi (salah makan misalnya), radang tenggorokan juga bisa disebabkan karena inveksi virus dan juga bakteri, dengan gejala yang biasanya bervariasi. 

Cara yang  paling mudah saat kamu sadar bahwa ada yang tidak beres, kenali dan coba ingat kembali..kira-kira apa yang bisa dijadikan kambing hitam pemicunya. Apakah karena faktor alergi,  berada di lingkungan udara yang kotor dalam jangka waktu yang lama, ada kontak dengan seseorang yang bergejala sama sebelumnya, atau kamu baru saja berada di ruangan ramai dan tertutup dan potensial sebagai sarana transfer virus/bakteri? Kenali itu dulu..baru ambil langkah berikutnya.

Kalau Sudah Ada Gejala Radang Tenggorokan, Apa Yang Sebaiknya Dilakukan?

Saat radang tenggorokan sudah menyerang, biasanya gejala yang dirasakan antar orang perorang bisa sangat mungkin berbeda. Ada yang cuma merasa tidak nyaman dengan tenggorokan dan sedikit demam, tapi ada pula yang gejala penyertanya lebih komplit; d Yoemam, sakit tenggorokan, badan pegal, kepala pusing, susah bernafas.

Nah, kalau yang tipikal borongan alias paket komplit ini, saya menyarankan hubungi fasilitas medis terdekat, sebelum terlambat.

Tapi bagi teman-teman yang level ketidaknyamanan tubuhnya masih bisa dikompromikan, bisa kok mencoba terlebih dahulu pengobatan sederhana dan mudah, yang bisa kamu lakukan dari rumah. 
Makanan bernutrisi mengatasi radang tenggorokan

Beberapa Cara Mengatasi Radang Tenggorokan yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah

Sama seperti flu, pada dasarnya faringitis atau radang tenggorokan ini termasuk penyakit yang bisa sembuh sendiri atau bersifat self limited disease. Kalau gejala yang kita rasakan masih bisa  kita tolerir (masih bisa nahan lah gampangnya) faringitis atau radang tenggorokan akan mereda tanpa bantuan obat kimia dalam waktu kurang dari seminggu. Mirip-mirip kalau kita pas kena flu gitu lah.

Agar gejala yang kita rasakan nggak nambah, dan kondisinya tidak semakin parah ada beberapa penanganan sederhana yang bisa kamu coba di rumah. Saya sudah nyoba, dan cukup efektif kok! Cara-cara tersebut diantaranya:

Perbanyak konsumsi air putih, sebisa mungkin air putih dalam kondisi hangat.Saat tenggorokan meradang, yang terasa adalah tenggorokan berasa kering hingga sering muncul keinginan untuk batuk. Solusi yang paling gampang adalah, ambil air putih dan minum agar selaput lendir tetap lembab dan bisa bekerja lebih baik.

Kumur dengan air garam hangat. Cara menyiapkannya sangat mudah, yaitu tinggal melarutkan sesendok makan garam ke dalam satu gelas air panas. Setelah suhu air turun, gunakan itu untuk berkumur sambil mendongakkan kepala tentu saja. Air garam dapat membantu melapisi dan melembabkan selaput tenggorokan. Saat kamu merasakan tenggorokanmu tidak nyaman digunakan untuk menelan, coba cara ini..langsung kerasa kok manfaatnya.

Dopping tubuh dengan makanan yang sehat dan bernutrisi. Ini penting banget kamu lakukan. Meskipun gorengan dan berbagai sambal itu menggoda selera, singkirkan dulu karena mereka hanya akan memperburuk situasi. Pilih makanan yang lembut dan gampang saat ditelan, seperti bubur, buah pisang, perbanyak madu, dan juga konsumsi sayuran segar.

Konsumsi vitamin C. Sumber vitamin C bisa didapatkan dari vitamin yang banyak dijual di pasaran, atau kita bisa mengambil dari buah-buahan yang kaya akan vitamin C. Jeruk atau tomat misalnya. Nikmati berbagai buah-buahan ini dengan porsi yang lebih banyak dari biasanya. 

Istirahat yang cukup. Bisa jadi tubuhmu gampang tersusupi virus/bakteri karena daya tahan tubuh yang kurang fit gegara kamu rajin begadang, atau bermasalah dengan pola tidur. Yang bisa saya sarankan adalah, kurangi tingkat stress, dan manfaatkan waktu istirahat dengan baik.


Nah, itu tadi beberapa cara mudah yang kamu coba lakukan di rumah saat merasa tenggorokan kamu mengalami peradangan. Untuk gangguan tenggorakan yang pernah saya alami, cara-cara tersebut berhasil memperbaiki keadaan. Tetap semangat, dan semoga cepat sembuh ya!



5 komentar:

  1. Kalau saya makan bawang putih mentah.Bawang digeprek, dikunyah,ditahan beberapa detik dimulut,trus itu minum pakai air putih.Untuk saya Hasilnya Mantul.

    Tpi....rasa bawang putihnya itu loh....kagak enakkkk,soalnya mentah.hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh...aku belum pernah pake cara ini. Oke2, sip makasih infonya..

      Hapus
  2. manfaat banget bun tipsnyaa, kalau aku biasanya banyakin konsumsi air minum aja terutama air anget. terimakasih bunda :)

    BalasHapus
  3. Kalau radang tenggorokan, saya langsung lari ke klinik SWA. Seringnya gegara bakteri, motoran jauh ga pakai masker, atau mau demam, jadinya harus dikasih anti biotik. Dokternya sampai hafal, hehe.

    Tapi selama covid-19 ini, ga berani radang. Takut kalau kena covid-19.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh..gara2 Covid mending diobati dewe dulu...drpd jd ODP...padahal bisa jd karena faktor lain, bukan Krn Corona

      Hapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Untuk menghindari spam, untuk sementara kolom komentar saya moderasi dulu ya. Komentar berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin

Diberdayakan oleh Blogger.