Cari Blog Ini

30 Agustus 2019

# Random Post

Nggak Cuma ‘Yogyakarta’ nya Kla Project, Beberapa Lagu Inipun Berkisah Tentang Jogja

“Orang yang pernah pacaran sama anak Jogja, rata-rata susah move on”

Ha..ha, begitu ya. Yang bener?

Bukan curhat, bukan pula pengalaman pribadi, cuma nemu kalimat tadi  pada sebuah komentar di media sosial. Segitunya Jogja yaa.. 

Tapi rata-rata teman kuliah atau kerja yang awalnya luar Jogja, trus ngrasain atmosfer hidup di kota gudeg ini pada rasan-rasan betah  tinggal di sini. Bisa jadi karena biaya hidup yang jauh lebih murah dibanding kota-kota besar lainnya, atau karena Jogja memang nyaman. Yaa..kan Jogja memang sudah berhati NYAMAN sejak lama 😊😊

Atau bisa jadi, banyak yang suka karena Jogja memang menginspirasi. Banyak penulis novel menjadikan kota seni ini sebagai setting cerita. Tak sedikit pula sineas Indonesia yang menggunakan Jogja dan tradisinya sebagai daya tarik karya-karya mereka; sebut saja Kapan Kawin, Turis Romantis, AADC 2, dan juga film religi Sang Pencerah. 

Selain dalam dunia akting, sisi asyiknya Jogja ini rupanya juga menginspirasi beberapa penulis lagu/penyanyi  untuk menelurkan karya seni, untuk menjadikan Jogja sebagai tema lagu. Sebut saja Yogyakartanya Kla Project.

 Sumber: https://youtu.be/A5_H4dtMNCg

Diciptakan oleh Adi Adrian/Katon Bagaskara, lagu ini bisa dibilang lagu sepanjang jaman. Bahkan setelah personel grup band yang membawakannya lebih memilih bersolo karir, lagu ini masih sering dinyayikan pada banyak kesempatan

Konon, lagu ini juga bisa menjadi penawar rindu (atau justru malah tambah kangen) saat teringat dengan romantisme Jogja.

Selain Yogyakarta, ada pula lagu Duet  Nini Carlina-Doel Sumbang  yang pernah populer di era 90 an. Ada yang ingat lirik ini?

Panas-panas goreng pisang
Kopi agak manis di gelas kaca
Di gelar tikar di terang neon
Di ubun-ubunnya Jogjakarta

Gadis manis senyum-senyum
Tawarkan nasi bungkus daun pisang
Sama-sama makan malam-malam
Di ubun-ubunnya Jogjakarta

Melalui Malioboro, Doel Sumbang saya rasa piawai mendeskripsikan suasana Jogja di waktu malam. Mendengar lagu ini, ingatan saya langsung ke salah satu icon nya Jogja, yakni angkringan, kopi Joss, dan juga sego kucing.

Selain Kla Project dan Doel Soembang, kita mengenal pula lagu Jogja Istimewa yang dipopulerkan oleh Jogja Hip Hop Foundation. 

Melansir dari  killtheblog.com, lirik lagu Jogja Istimewa ini proses penciptaannya cukup spesial, karena lahir setelah belajar sejarah dan perkembangan Jogja dalam 3 buku, yakni ‘Tahta untuk Rakyat’, ‘Kraton Yogyakarta; Sejarah, Nasionalisme dan Teladan Perjuangan’ dan  ‘Perubahan Sosial di Yogyakarta'. Yang terjadi kemudian adalah 70% lirik dalam Jogja Istimewa mengambil kalimat-kalimat yang diungkapkan oleh para tokoh negara  yang ada dalam ketiga buku tersebut.

Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa negerinya, istimewa orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia


sumber: https//youtu.be/F18vJTtX_Ns

Masih ada! Kebersamaan antar teman yang kerap mewarnai sudut-sudutnya Jogja, dituangkan dengan apik oleh grup regge/ska Shaggydog dalam lagu Sayidan. Sebenarnya Sayidan sendiri merupakan nama sebuah kampung yang berada di pinggir Sungai Code, dan diakui atau tidak popularitas Kampung Sayidan meroket seiring terkenalnya lagu ini di seantero Indonesia



sumber: https://youtu.be/Yk4d4PZ2kn4

Ikutan nyanyi-nyanyi mbaca blogpost ini? Yes, itu artinya  postingan ini berhasil mbikin kamu gembira (atau bernostalgia?).  Masih ada lagi nggak, lagu yang nyeritain asik dan menariknya Jogja? Coba list di kolom komentar ya!

Baca juga : Meski jadul, 5 Video Klip Bersetting Bali Ini Asyik Untuk Disimak

5 komentar:

  1. Kalau saya suka dengan tempat wisatanya nih kalau dengan Yogyakarta ini

    BalasHapus
  2. Suka banget nih sama lagunya hihi. Terima kasih nih Mbak hehe

    BalasHapus
  3. Jadi kangen nih Mbak saya sama tempat yang satu ini. Hmm pingin deh ke sana

    BalasHapus
  4. Wah, ternyata banyak juga ya, lagu tentang Jogja. Ternyata banyak yang terinspirasi oleh Jogja...nganeni sih Jogja itu...

    BalasHapus
  5. Intinya orang Yogya tuh kreatif, dari musik atau hal lainnya. Tapi dari semua alternatif di atas, Yogyakarta-nya Katon masih tetap tak tergantikan :).

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Untuk menghindari spam, untuk sementara kolom komentar saya moderasi dulu ya. Komentar berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin

Follow Us @soratemplates