10 November 2018

Menjadi blogger itu...


"Punya hobi nulis itu...asyik yo koyone...tapi kok aku ra iso nulis ya..."

Saya ingat, itu komentar salah satu teman saya --anggap saja inisalnya P --tempo hari. Setelah itu pernyataannya berubah menjadi pertanyaan "Kalau nulis di web gitu...dapat honor nggak sih...?"

Well, pertanyaan menarik. 
Menurut saya, pada intinya semua orang itu bisa kok menulis. Cuma bedanya, ada yang menganggap menulis itu sebagai kewajiban sehingga rasanya jadi berat dan cenderung jadi beban, adapula yang melakukan aktivitas menulis itu sebagai sarana untuk melepas beban. Kalau mindset yang dipakai yang kedua, kegiatan menulis menjadi sesuatu yang ringan, dan menyenangkan.

Nulis di buku diary misalnya. Saya jadi ingat salah satu program salah satu radio di Jogja jaman dulu, Greatest memories. Jadi semacam kita curhat via surat yang nulisnya gaya-gaya nulis di buku diary, trus dibacain dengan penghayatan penuh oleh penyiar, diakhiri dengan lagu sesuai pesanan. Program itu sempat jaya banget waktu itu.


Jadi para blogger itu berawal dari para penulis diary?? Ha..ha, bukan gitu juga. Tapi rata-rata kalau saya amati, teman-teman blogger itu tipikal manusia yang suka "membaca" baru kemudian memindahkannya dalam wujud tulisan.

Membaca apapun; karya yang berwujud tulisan maupun membaca situasi.

Bukannya menulis itu memindahkan apa yang kita ingat, kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan ke dalam sebuah susunan kalimat? Kalaupun diawal susunan itu kadang kelihatan kaku, nggak nyaman untuk dibaca, tapi lama-lama, kalau diasah pasti bisa. 


Dan itu berlaku dalam hal atau bidang apapun. Kota Roma dibangun tidak cuma dalam satu hari kan? Orang yang belajar apapun, sejenius apapun ia, tetap butuh latihan dan jam terbang.  Begitu juga dalam hal menuliskan sesuatu; Kalau memang mau menulis, ya...mulai menulis saja, karena semuanya butuh proses. Termasuk saya juga, masih belajar dan harus tetap banyak belajar.

Pertanyaan berikutnya, soal materi. Uang. Selain teman saya berinisal P tadi, mungkin banyak juga yang kepo, nanya-nanya dalam hati "emang nulis di blog gitu ada yang mbayari ya...? Seperti nulis di koran, lantas dimuat, trus dapat imbalan?"

Begini. Kadang kita melakukan sesuatu itu nggak melulu soal uang. Sama seperti kita berbagi sesuatu dengan teman, sahabat, atau orang terdekat. Kita bisa membantu dengan apa yang kita bisa, kita tahu, itu sudah seneng. 

Begitu juga dengan blogger. Kalau kemudian apa yang kami lakukan itu mendapatkan penghargaan berwujud materi berupa rupiah, dollar bahkan, itu lebih sebagai bonus. Karena selain itu, kami juga dapat bonus jejaring pertemanan, dan juga ilmu baru. Kalau nggak ngeblog, mana saya ngerti ilmu-ilmu macam bagaimana mengatur template, membuat tulisan saling nge-link satu dengan yang lain, atau mengubah format dari http ke https.

Seberapa besarnya materipun, itu relatif, nggak seperti PNS yang ada standard menurut golongan atau masa pengabdian. Tapi kalau masih penasaran juga, ketik saja di mesin pencari, "sumber penghasilan blogger" nanti pasti  ngerti dan nggak akan penasaran lagi. 

Satu yang pasti, kalau saya bilang menjadi blogger itu asyik, kayaknya bakal banyak yang meng-Aamin-kan. Kami bisa bekerja kapanpun, dimanapun, dan sambil ngapain aja. Tapi sedihnya, kadang karena sifatnya yang fleksibel itu, kami sering dianggap hanya tukang mainin gadget dan hobi ngabisin kuota data😀😀

Ha....ha, santai aja. Yang penting dinikmati!

11 komentar:

  1. Haha...dapat dollar...mauuu...

    Rupanya profesi bloger ini belum tenar ya. Setidaknya belum seterkenal yang kubayangkan.

    Tapi ada juga yang mengelompokkan blogging ini sebagai hobby. Contohnya si Pusheen, karakter mpus itu. Di biodatanya ditulis: Hobby: blogging.

    BalasHapus
    Balasan
    1. He eh. Hobi juga. Tp klo aku lebih suka hobi yang (kadang2) menghasilkan mba.

      Hapus
  2. Aku rung tekan dpt duid mb lissss, ajarin lah wakakaaa
    Pingin sih, tp ngetldin ae maju mundur tjantik mulu, pertinyiinnyi yg blogspot kih isih ada kmungkinan dpt duit gaseh hshahaaa
    Tp arep tskserousi, ntar deh nunggu kelar rampung ngurus bayik2 dulu
    Saat ini blom bisa fokeus #ceileh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tld in aja nit. Toh ga mahal juga. Klo job..memang sepertinya lbh diutamain yang udah TLD..kecuali memang tulisan kita jauh diatas rata2...

      Hapus
  3. hehehe...memang ada plus minusnya….ambil yang plus-nya aja...xixixi
    thank you for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Makasih juga udah main di sini yaa..

      Hapus
  4. kalau saya sih mbak, ngeblog itu kayak ikut gerak jalan
    tujuannya, ya biar sehat, terutama otak biar gak ganmpang lupa
    bonusnya ya dapet hadiah undian alias uang
    cuma klo berorientasi uang yang ada patah hati
    akhirnya....

    ya gak jadi ngeblog, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, sepakat. Klo udah langsung orientasinya uang ..malah bakalan susah .

      Hapus
  5. Saya malah gak pernah konsisten menulis diary. Makanya sempet gak menyangka ketika pindah ke blog malah konsiten sampai sekarang

    BalasHapus
  6. Heheheh, kebanyakan orang nanya.
    DAPAT DUIT BERAPA JADI BLOGGER?

    Kadang pengen ganti nanya, gajinya berapa kerja kantoran? hahaha

    Ngeblog itu profesi yang mengasyikan buat saya, karena jobdescnya nulis, yang mana sesuatu yang paling saya sukai :)

    BalasHapus
  7. Jujur saya juga termasuk orang yang nggak pinter-pinter banget kalau masalah tulis-menulis. Satu hal receh yang lumayan jadi motivasi saya adalah "nulis skripsi aja bisa, masak iya, nulis cerita di blog--yang notabene tulisan ringan--malah nggak bisa?". Dan alkahmdulillah, sampai sekarang masih cukup lumayan setor tulisan di blog. Walaupun belum terjadwal. Hehehe

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin