16 Agustus 2018

Melalui PMI Daerah Istimewa Yogyakarta, Apotek K-24 Ajak Customer Untuk Berbagi dan Peduli

PMI-Apotek-K24

"Ibu...ibu kok banyak koin e di motor?" Tanya Alya, putri saya  tadi siang sepulang sekolah. Di kantong motor (bawah stang), memang tersimpan beberapa koin dari pecahan 100 sampai seribu rupiah. Darimana berasal? Uang kembalian saat belanja di pasar tradisional maupun di toko modern.

Dunia ibu-ibu gitu loh😂😂

Begitu mendapatkan kembalian, biasanya uang koin langsung saya taruh di bawah stang motor.  Bahkan sering, ketambahan beberapa bungkus permen, ganti kembalian juga😊 Kalau saya pas rajin, uang receh tadi bakalan saya masukkan ke rumah dan saya taruh celengan. Tapi kalau pas lupa masukin ke celengan, ya akhirnya cuma jadi bahan lemparan anak-anak😥

Saya yakin, banyak yang punya cerita senada tentang derita dan nestapa uang kembalian.

Prilaku konsumen yang sering menyia-nyiakan uang kembalian itu, rupanya menarik perhatian dr. Gideon Hartono, Direktur Utama jaringan Apotek K-24.

"Ide ini awalnya karena kesulitan mendapatkan uang kembalian untuk pelanggan. Eh..ketika sudah dapat kembalianpun kami amati kadang cuma disia-siakan. Kenapa tidak untuk membangun kepedulian, untuk kegiatan kemanusiaan?" Ungkap dr Gideon Hartono saat menggelar jumpa pers dengan puluhan awak media, termasuk perwakilan komunitas blogger , Rabu 15 Agustus 2018, bertempat di Apotek K-24 Gondomanan, Jl Brigjen Katamso 117 Yogyakarta.

Sebagai bentuk nyata aksi kepedulian, jaringan Apotek K-24 akan menyerahkan donasi dari pelanggan setiap bulan kepada masyarakat melalui Palang Merah Indonesia (PMI) DIY. Komitmen tersebut, ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama program donasi apotek K-24 dengan PMI DIY, di hari dan tempat yang sama.

Proses penandatanganan kerjasama program donasi Apotek K-24 dan PMI DI Yogyakarta

"Di mulai 1 September tahun ini, berawal dari 100 gerai dan Apotek K-24 secara bertahap akan mengajak seluruh pelanggan melakukan donasi SUKARELA dengan cara mengumpulkan uang kembalian melalui pembulatan keatas dalam setiap transaksi. Setiap bulan, donasi dikirimkan ke PMI DIY," imbuh dr Gideon

"Coba dihitung saja, sampai saat ini ada  45O outlet K-24. Seandainya dalam 1 hari ada 1 juta transaksi dalam 100 outlet, dan sepertiganya mengikhlaskan uang kecil mereka untuk didonasikan..taruhkah 200 rupiah, kalau dikalikan, bukan lagi jumlah yang sedikit bukan?  Kalau kita bersama-sama, angka yang kecil itu akan menjadi angka yang besar" dr. Gideon menambahkan.

Menanggapi hal tersebut, GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi atau yang akrab disapa Gusti Prabu selaku ketua PMI DIY mengaku bangga dan salut dengan langkah yang diambil oleh Apotek K-24.

"Kami sangat mengapresiasi program sosial yang digawangi Apotek K-24 ini dan akan menggunakan dana dari masyarakat tersebut kembali ke masyarakat, sesuai dengan tugas PMI yang telah diatur dalam UU no 1 tahun 2018" ungkap Gusti Prabu. Di kesempatan yang sama, beliau juga memberi jaminan bahwa tidak akan ada sepeserpun dana masyarakat yang bakalan masuk kantong pribadi.

Gusti Prabu selaku ketua PMI DIY , menjawab pertanyaan dari beberapa teman media

Kalau Apotek K24 dan PMI DIY saja kompakan untuk menjadi sarana untuk berbagi, kita harusnya bisa melakukan lebih. Berkahkan hidup dengan berbagi, karena berbagi tak pernah rugi.

1 komentar:

  1. program yang sama dengan donasi recehan seperti di minimarket yang ada sekarnag, sebut saja alfamart dan indomaret. memang ga seberapa, tapi kalau diakumulasi jumlahnya sangat besar

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin