28 Juni 2018

Mengingat Kejayaan Maritim Indonesia Melalui Petualangan Raka di Samudra Raksa, Candi Borobudur Magelang



nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai


Lagu yang familiar banget pas saya kecil, tepatnya usia TK sama SD. Nggak tahu, kalo anak-anak sekarang, tapi semoga mereka juga hapal dan mengerti pesan yang disampaikan lagu tadi. karena faktanya gaung lagu-lagu berbobot seperti di atas sering kalah pamor sama lagu-lagu berlirik dewasa, semacam jaran goyang atau bojo galak.

Upps..

Tapi tenang, karena postingan ini tentu saja tidak akan mbahas lirik lagu, tapi soal wahana teranyar di Candi Borobur yang berhubungan dengan dunia maritim Indonesia, Petualangan Raka Samudra Raksa.

Wahananya sendiri berada di dalam area  Museum Samudra Raksa Candi Borobudur, Magelang. Posisi pasnya nggak jauh dari candi, tinggal berjalan beberapa meter arah utara candi.

"Ini baru disoft-launching bertepatan dengan libur lebaran beberapa hari lalu, rencananya wahana ini akan digrand-launching bulan Agustus mendatang, sambil melakukan penyempurnaan" kata salah satu petugas PT. Taman Wisata Candi, seusai saya mengisi buku tamu.

Untuk bisa menikmati wahana ini, pengunjung diharuskan membeli tiket seharga 25ribu/orang. Syarat lainnya adalah wajib memakai kaos kaki. Kalau kebetulan nggak make/nggak bawa, bisa sewa di tempat dengan tarif 5 ribu rupiah. 

"Siapa yang tahu Raka..?" kata mas pemandu mencairkan suasana. Kebetulan pagi itu, kami pengunjung pertama di wahana ini. 

"Ini Raka Mas...guyon saya sambil megang pundak si sulung yang  namanya kebetulan sama dengan si tokoh utama,  Raka😊😊 " 

Lha memang hari ini judulnya Raka mau nonton Raka.😊 

"Raka di sini digambarkan sebagai seorang anak kecil yang punya derajat ke-kepo-an tinggi, dan pengin tahu banyak tentang kejayaan maritim Indonesia" tambah seorang pemandu yang kemudian membawa kami ke ruangan, dengan layar monitor digital raksasa di dinding dan sebagian lantai. Teknologi ini juga yang membuat pengunjung seolah-olah berada di lautan.  Ini juga yang membuat pengunjung WAJIB memakai kaos kaki.

Sekitar 10 menit berikutnya, kami disuguhi tayangan animasi. Sempat record beberapa scene, kayak gini nih tayangannya.



Secara durasi, termasuk film pendek sih, tapi lumayan edukatif. Paling tidak, anak-anak bisa melihat sebuah tayangan film berkualitas, dengan cara yang berbeda; menggunakan layar raksasa dan efek yang membawa mereka ke tengah laut lepas dengan aneka biota laut.

Selesai pemutaran film, ada saja yang dilakuin anak-anak. Ya, itu tadi, gara-gara lantai yang penuh dengan binatang laut. Ha..ha, anak-anak, ada aja polah tingkahnya!

Lantai juga merupakan layar raksasa yang membuat kami seolah-olah di atas air

Samudra-raksa-borobudur
Wahana Petualangan Raka, Samudra Raksa Borobudur

Selain melihat tayangan tentang sejarah pelayaran nenek moyang kita, di Museum Samudra Raksa ini kita juga bisa melihat dari dekat kapal layar Indonesia, yang pernah digunakan untuk mengarungi samudra Hindia sampai Afrika.  Bisa foto-foto juga kalau suka. 

Sekali dayung, dua pulau terlampaui. Jadi  ke Borobudur nggak cuma menyaksikan mahakarya yang berupa candi, tapi juga bisa sekalian napak tilas kejayaan dunia pelayaran Indonesia. 

Kami sekeluarga sudah mencoba ikut Raka bertualang, kamu kapan?

9 komentar:

  1. Wah keren banget wahananya.

    BalasHapus
  2. Jadi pingin main kesana hehe

    BalasHapus
  3. Wahana bermain yang bagus dan sangat cocok untuk anak.

    BalasHapus
  4. Wah dengan 25k udah dapet pengalaman menakjubkan hehe

    BalasHapus
  5. Wah keliatannya seru sekali yaa

    BalasHapus
  6. Baca lirik lagu diatas jadi otomatis nyanyi dong hehehe

    BalasHapus
  7. Nice written ...terimakasih bunda,coretan bunda adalah penghargaan terindah buat karya kami ...Matahariled

    BalasHapus
  8. Cocok buat anak-anak ya Mbak. Ada unsur pendidikan dan petualangannya, anak-anak pasti suka nih.

    Udah lama nggak Borobudur, jadi ketinggalan jauh perkembangannya, udah banyak berubah pastinya ya Mbak? Hehe, pengen ke sana lagi, semoga ada waktu insya Allah.. :)

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin