10 Januari 2018

Pindah ke Gedung Baru, Bayar Pajak Kendaraan di Samsat Sleman Lebih Nyaman



"Sepi..yess, berarti nggak ngantri" 

Batin saya begitu melihat halaman parkiran motor Samsat Sleman lebih sepi dari biasanya. Terakhir ke Samsat, bayar pajak mobil pak Suami bulan November lalu, dan Januari ini, giliran motor saya yang kudu bayar pajak.

Begitu saya mau masuk ke pintu depan, saya lihat pintu masih terkunci. Hanya ada beberapa bapak-bapak yang duduk-duduk di tangga. Saya lihat jam di ponsel, pukul 07.50, dan setau saya pelayanan Samsat Sleman dimulai pukul 07.45. Tumben belum buka.

"Mau mbayar pajak mbak?" Seorang bapak menyapa.

"Iya Pak.." jawab saya singkat.
"Oo..udah pindah ke belakang, ke gedung baru, dari tanggal 18 Desember kemaren"

Oalah, pantesan🤔

Daripada mesti mindah motor, saya jalan aja ke gedung baru. Nggak terlalu jauh, paling 100 meteran, cuma posisinya memang agak ke dalam. Tapi jauh lebih besar dari gedung Samsat yang lama.

Gedung baru. Jelas saja masih bersih. Pintu masuk juga sudah model otomatis, jadi nggak usah nyari tulisan harus ditarik atau didorong.

Ruangan yang begitu lapang, langsung di depan mata. Dengan jelas, terdengar mesin yang sedang memanggil nomor antrian, layaknya lagi ngantri di Rumah Sakit atau Bank.

Segera saya cari mesin untuk mengambil antrian. Ada seorang satpam yang dengan cepat menyentuh layar  (antriannya model touch screen), dan memberikan nomor antrian untuk proses registrasi. No 40, dan kemudian saya dipersilakan duduk di kursi yang disediakan, guna menunggu giliran.

Dibandingkan dengan gedung samsat sebelumnya, gedung baru ini jauh lebih lega dan nyaman. Banyak kursi yang bisa digunakan wajib pajak untuk duduk sembari menunggu nomor antriannya dipanggil. 


Berkas yang Harus Disiapkan Saat Proses Registrasi Pembayaran Pajak Motor Tahunan.


Agar semua lancar alias cepet, semua berkas tentu sudah saya siapin. Asal aslinya dibawa semua, fotokopi di sekitar samsat, sudah beres. Beberapa berkas yang mesti difotokopi:

  1. STNK 
  2. KTP yang sesuai dengan nama yang tertera dalam STNK
  3. BPKB 
Semuanya difotokopi masing-masing satu lembar. Untuk berkas asli yang harus dikumpulkan sekalian fotokopian tadi, KTP asli dan STNK asli. BPKB asli hanya ditunjukkan untuk pembayaran pajak 5 tahunan, sementara yang satu tahunan, fotokopi aja sudah cukup.


Mekanisme Pembayaran Pajak Tahunan Kendaraan Bermotor Samsat Sleman.


Setelah dipanggil sesuai nomor antrian, berkas tadi akan dicek di bagian registrasi. Karena saya bayar pajak motor, jadi nggak perlu cek pajak progresif. Lolos dibagian registrasi, berkas saya bawa kembali, dapat nomor antrian lagi, untuk ke loket sesuai maksud dan tujuan.

Samsat Sleman Gedung Baru
bagian registrasi
Lagi-lagi saya duduk. Nunggu panggilan, sambil ngamati suasana. Sekitar jam 8 pagi, para pembayar pajak belum begitu ramai. Didukung dengan ruangan yang luas, hingga kesannya lapang dan lega.

Di bagian pemrosesan ini, ada 3 counter yang siap sedia:
  • Counter 1 untuk Pajak Motor  5 Tahunan dan Pajak Mobil
  • Counter 2 Pajak Motor Tahunan
  • Counter 3 Pajak Motor Tahunan
Ada dua kemungkinan untuk saya, counter 2 atau 3. Pas giliran nomor antrian dipanggil, ternyata di counter 2. Ada 5 personel yang sudah siap dengan job masing-masing.

Nunggu antrian. Tempatnya luas, jadi tanpa perlu berdesak-desakan

Berkas saya berikan ke bapak-bapak paling ujung. Berkas dicek ulang. kemudian menyebutkan nominal pajak yang harus saya bayarkan. Geser lagi ke samping, bayar ke teller Bank geser lagi, dan tinggal ambil bukti pembayaran pajak, dan selesai. Dari proses awal sampai urusan saya kelar, nggak sampe setengah jam.  Daripada bayar lewat calo..mending urus sendiri. Selisihnya kan lumayan, bisa buat belanja sayuran+lauk😀

7 komentar:

  1. Kelihatannya lebih fresh, lebih memudahkan ya, Teh dengan adanya gedung baru.
    Rasa-rasanya kayak pernah lihat gedung ini, tapi kapan ya. Atau hanya perasaannku aja..he

    BalasHapus
  2. seru ya..kelihatan lebih nyaman.
    pelayanan masyarakat yang seperti ini yang perlu ditingkatkan ya bun..

    BalasHapus
  3. Dikira sepi, eh ternyata udah antri di geduung baru dan dapet nomer 40. Hehe...
    Wah udah pakai pintu otomatis? Berasa masuk ke mall aja mbak. Di Purworejo mah, terkahir pas aku bayar pajak motor masih pakai pintu manual yang ada tulisannya dorong / tarik.

    BalasHapus
  4. Jadi di belakangnya samsat sleman (yang lama) itu ya sekarang mbak?
    *siapa tau tahun ini disuruh ngurus sama mertua

    Salam kenal sesama orang Jogja ya mbak! Sekarang sih saya di Bantul, tapi insyaallah pertengahan tahun pindah ke Monjali... :D

    BalasHapus
  5. Masih pagi tapi udah dapat antrian no 40. Rame banget...

    BalasHapus
  6. mau tanya nih mb...
    untuk pajak tahunan tpi bukan atas nama ,syarat yg di bawa apakah bwa ktp aslinya or hanya fc aja y thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya plus aslinya.. karena yang aslinya nanti dikumpulin juga..

      Hapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin