29 Desember 2017

Ngisi Liburan Anak-Anak di Pantai Cahaya, Kendal, Jawa Tengah


Review-pantai-cahaya

Biar nggak mlulu di Jogja, pas barengan liburan sekolah anak-anak, tempo hari kami maen ke Pantai Cahaya, Kendal. Sama seperti WBL maupun Atlantic Dreamland, penasaran saya tentang pantai Cahaya berawal dari banyaknya kaca belakang mobil bersticker; logo dengan tulisan THE SEA pantai cahaya, dengan 3 lumba-lumba yang melompat di udara. 

The power of sticker.😎😎

"Memang pantainya bersinar gitu Bu.." tanya Raka, sesaat sebelum kami berangkat. 

"Kalau lihat difoto sih biasa aja" jawab saya. Dan sampai sekarangpun, saya belum nemu jawaban kenapa ia dinamakan Pantai Cahaya. Mungkin saja sebuah harapan, agar pantai ini bisa menjadi "penerang" bagi banyak orang. Sumber rejeki maksudnya.. ah, tapi itu karangan saya aja.

Jogja-Kendal dan Nyasar


Dari Jogja jam 7 pagi. Ngikut GPS di mobil, kami ambil rute Jogja-Magelang-Temanggung-masuk ke Weleri. Pukul 10.30an, feeling nya kami sudah mau sampe, soalnya sudah nemu papan petunjuk lokasi. Sebelum berangkat, sempat mbaca juga blognya siapa..lupa, kalau sebelum bener-bener nyampai pantai, maka kami bakalan ngelewati hamparan sawah-sawah nan hijau.

Waktu itu saya sempat mbaca tulisan di pinggir jalan, kami berada di wilayah Kebonsari. GPS mengarahkan rute untuk memasuki jalan kampung, tapi sudah bercor semen. Sempat mbatin juga..kenapa jalannya kecil..lalu bagaimana kalau bis wisata yang lewat? Tapi kami tetep jalan, berprasangka baik..mungkin GPS mencarikan kami jalur alternatif yang lebih dekat. Dan endingnya..jalan berakhir, mentoknya bangunan rumah, dan menyisakan sedikit jalan..mirip pematang sawah!!! Sangat kecil, hanya untuk jalan satu sepeda motor.😫 Pelajaran pertama: GPS sangat membantu, tapi jangan dipercaya 100% 

Setelah berhasil putar balik, kami nanya ke penduduk. Ternyata, kalau motoran lewat sini ya memang bisa nyampe ke Pantai Cahaya. Kami matikan GPS, akhirnya kembali ke jalan besar, dan nyari plang petunjuk jalan saja. Untungnya ketemu meski sempat ragu pas di pertigaan; ke kiri ke Pantai Sendang si Kucing dan ke kanan ke Pantai Cahaya, PT WSI . Kami ambil kanan, dan ternyata benar. Ketemu juga loket pembelian tiket, @30.000

Pantai Cahaya, Ada Apa di Sana?

"Kok suasananya beda e..nggak kayak dipantai". Lagi-lagi raka komentar begitu mendekati loket pembelian. Saya yang baru pertama ke pantai utara Jawa, juga ngerasain hal yang sama. Beda banget suasananya dengan pantai-pantai di Gunung Kidul  atau Kulon Progo.

Rasanya kami barusan masuk perkampungan penduduk yang agraris (hamparan tanaman padi) dengan pantai sebagai halaman belakang. Jarak pantai dengan pemukiman masyarakat begitu dekat.

Ombak yang besar, dengan air yang keruh. Entahlah, apakah setiap hari Pantai Cahaya seperti ini, atau nggak. Yang jelas, nggak bisa kalau buat berendam, main lari-larian di tepi pantai, apalagi berburu ikan seperti di pantainya Gunung Kidul



Yang bisa dilakukan di tepi Pantai Cahaya di siang hari hanya duduk menikmati angin pantai, sambil gelar tikar. Asyik juga kalau bawa banyak bekal, atau kalau pengen praktis, banyak kok  penjual yang menjajakan makanan dan minuman di warung-warung mereka. Lain lagi kalau ke sininya pas pagi atau sore, bisa sambil menikmati sunrise+sunset yang katanya cakep. (Saya datang sudah siang dan pulang sebelum sunset, jadi memang nggak dapat 2 moment itu)


Pantai Cahaya, Laut Utara Jawa
Tempat buat duduk-duduk menikmati udara pantai

Mau Basah-Basahan, Tenang Ada Water King


Tiket yang kami bayarkan didepan, sudah termasuk fasilitas bagi pengunjung untuk menikmati  Water King --waterparknya Pantai Cahaya. Satu tiket berlaku untuk satu hari, jadi misal mau bolak-balik renang atau main basah-basahan juga boleh. Meski di pintu depan terpampang larangan untuk bawa makanan dari luar, tapi riilnya di lapangan, pengunjung pada bawa bontotan makanan, dan tetep di OK in aja. Asal pada tahu diri aja, nyampahnya jangan sembarangan.

Kolam-renang-pantai-cahaya
Kolam anak-anak yang bikin betah

Kolam Tanding, Pantai cahaya
Kolam Tanding

Di dalam area Water King, ada 2 kolam anak dengan kedalaman 60 cm, satu buah kolam tanding yang diperuntukkan bagi yang sudah mahir, dan satu buah kolam apung. Kolam apung, merupakan kolam renang dengan kadar garam yang sangat tinggi dimana yang nyebur ke sana otomatis akan terapung, nggak tenggelam.

Kolam Apung
Kolam apung
Penasaran juga sebenarnya, tapi kemarin kolam apung sepi banget, nggak ada yang nyemplung ke sana. Ya udah, saya nungguin anak-anak aja yang betah banget  main air di kolam anak-anak. Nungguin anak, sambil ngemil malkist abon di bawah rindangnya pohon. Area di seputaran Water King teduh banget, jadi asyik buat nyantai-nyantai. 

Atraksi Lumba-Lumba yang Tetap jadi Primadona

Tanpa perlu lagi membayar, dipantai ini pula pengunjung bisa menikmati atraksi lumba-lumba. Lamanya pentas (efektif) cuma 15 menit, tapi nunggunya lumayan lama di dalam. Oh iya,  jam pementasan  digelar setiap dua jam sekali, 4 kali dalam sehari yakni pukul 09.00, 11.00, 13.00, dan 15.00. Kami melihat atraksi di sesi ke 3, dan saya amati, inilah magnet utama obyek wisata ini. 

Obyek wisata Pantai Cahaya dikelola oleh PT Wersut Seguni Indonesia yang berdiri ditahun 1999 dan mengklaim sebagai lembaga pertama di Indonesia yang bergerak dibidang penangkaran lumba-lumba. 

Pantai Cahaya Mini Zoo

Tak jauh dari kolam pementasan lumba-lumba, pengunjung juga bisa melihat beragam koleksi satwa di area mini zoo. Nggak perlu beli tiket lagi, alias gratis.



Mini-Zoo-Pantai-Cahaya

Ada beberapa koleksi satwa yang dimiliki, seperti aligator, burung cenderawasih, beruang madu, dan beberapa jenis satwa lainnya. Nggak selengkap Gembira Loka zoo memang, wong namanya juga mini zoo. Tapi lumayan lah, anak-anak bisa melihat beruang madu atau burung cenderawasih tanpa mesti ke hutan, atau ke Papua. Sayangnya, di beberapa sudut..kandang-kandang hewan terlihat kotor dan kurang terawat.

Main di pantai Cahaya ini, sehari satu tempat wisata saja, menurut saya sudah cukup. Sudah capek. Malah bisa maksimal ngekplornya, apalagi kalo masuknya pagi, trus pulangnya sorean, atau nunggu sunset sekalian.

Beberapa hal yang mesti diingat sendainya ada yang punya rencana maen ke Pantai Cahaya, Kendal
  • Waktu yang paling strategis adalah pagi. Pertimbangannya adalah, sebisa mungkin dapat sunrise, udara pantaipun masih segar dan matahari belum bersinar terik.
  • Jangan lupa bawa baju ganti/renang. Rugi banget kalau sudah sampai lokasi, malah nggak memanfaatkan kolam renang dan wahana air yang menarik.
  • Bagi golongan emak pengiritan, bawa bekal sendiri saat wisata ke pantai ini sangat disarankan, meski banyak warung-warung makan ataupun foodcourt yang menjual makanan/minuman, tapi harganya lumayan juga.

24 Desember 2017

23 Desember 2017

Jual Interior Mobil dan Tips Sebelum Memodifikasi Bagian Dalam Kendaraan

Desember 23, 2017 0

Selamat menikmati liburan akhir tahun teman-teman..😊😊

Sudah menyiapkan agenda mengisi liburan bareng teman atau keluarga? Kendaraan sudah dipersiapkan agar aman dan nyaman untuk dikendarai? Kendaraan yang nyaman tak hanya ditunjang dari mesinnya saja, melainkan juga bisa dari interiornya, sehingga membuat kamu yang berkendara juga menjadi semakin betah. 

22 Desember 2017

20 Desember 2017

Berbagi Resep Masak Sayur Lodeh Enak

Desember 20, 2017 6
Sayur Lodeh enak, Sasa Santan Kelapa


Sudah masak hari ini? Saya sudah. Anak-anak libur sekolah, jadi Pak Suami aja yang makan siangnya di kantor, selebihnya semua makan di rumah. Beberapa hari kemarin, menu sayur di rumah berputar di sayur sop, soto, dan tumis. Makanya, hari ini pengen sesuatu yang seger tapi kuahnya pake santan.

Paling gampang sayur lodeh. Tau sendiri kan, saya tinggalnya di pedesaan. Bahan sayuran masih gampang dicari di pasar atau pedagang sayur malah kadang, tetangga yang panen sayur, saya ikut dikasih juga. Ya, gitulah asyiknya tinggal di desa. Selain  bahannya mudah didapatkan, rasa sayur lodeh yang lezat dan gurih karena mengandung santan, sangat pas di lidah saat pagi hari sehingga memberi semangat untuk menjalankan aktivitas harian.

Ribet ah, mesti parut-parut santan! Mana kelapa mahal lagi. Mungkin sebagian akan bilang begitu. Benar, di musim penghujan seperti sekerang, kelapa segar cenderung akan menghilang di pasaran. Susah kan panennya. Tapi sebenarnya, ada kok cara mendapatkan santan secara cepat, mudah, dan sangat praktis. Yess! Sasa Santan kelapa. Berkat hadirnya Sasa Santan Kelapa dari pabrik bumbu terbaik di Indonesia bernama Sasa,  mendapatkan santan berkualitas jadi mudah.

Sasa Santan Kelapa memiliki kualitas yang sama dengan santan kelapa langsung dari perasan kelapa. Di nilai dari rasa, tidak ada bedanya. Dari aroma juga sama. Karena memang Sasa Santan Kelapa dibuat dari kelapa pilihan dengan proses pengolahan menggunakan teknologi modern. Karena itu, ia memiliki beberapa kelebihan, diantaranya: sudah matang dan siap pakai. Itu artinya kita tidak perlu repot-repot mengolahnya. Juga memiliki aroma dan rasa se-segar kelapa yang langsung diperas sehingga bisa dipastikan bahwa Sasa Santan Kelapa sangat cocok untuk segala jenis masakan, makanan, dan minuman. Apalagi ia juga tanpa pengawet. Itu artinya sangat baik untuk kesehatan sebagaimana santan kelapa biasa. 

Oke, balik lagi ke sayur lodeh. Tentang bahan, ada dua opsi sebenarnya. Bisa nyiapin sayurnya sendiri-sendiri, atau beli yang paketan itu di pasar. Kalau ditempat saya ada, sudah diplastik kecil-kecil itu sama penjualnya, @2000-an. Mau pilih yang mana, tinggal sesuaikan sikon aja. Gampangkan?!

Sasa Santan Kelapa

Bahan dan Bumbu Sayur Lodeh Enak

Kamu bisa memasak sayur lodeh enak dan lezat dengan mengikuti resep masak yang ada. Resep masak tersebut adalah :
Bahan utama yang diperlukan dalam memasak sayur lodeh :
100 gram daun melinjo
200 gram buah labu siam
100 gram/ 4 buah kacang panjang
1 buah terong
3 potong jagung
1 bungkus Sasa Santan Kelapa
kulit mlinjo secukupnya


Bumbu yang diperlukan dalam memasak sayur lodeh :
3 buah bawang putih
6 buah bawang merah
3 buah kemiri
1 sendok teh ketumbar
1 sendok makan garam
Gula putih secukupnya

Bumbu pelengkap :
1 buah cabai merah
3 buah cabai hijau
1 cm lengkuas/laos
1 lembar daun salam


Cara memasak sayur lodeh terbagi menjadi beberapa bagian :


a. Bagian pertama adalah menyiapkan bahan-bahan.

1. Labu siam dikupas dan dipotong dengan bentuk dadu.
2. Kacang panjang dipotong dengan ukuran sekitar 2 cm.
3. Terong dipotong dengan bentuk dadu.

b. Bagian kedua adalah membuat bumbu

Cara membuat bumbu untuk sayur lodeh adalah :
  1. Haluskan semua bumbu seperti bawang putih, bawang merah, kemiri dan ketumbar, garam dan gula putih.
  2. Setelahnya, iris cabai merah dan cabai hijau secara serong.
  3. Lalu, potong tomat yang telah disiapkan menjadi 4 bagian.


Cara memasak sayur lodeh adalah :
  • Rebus dahulu Sasa Santan Kelapa dan bumbu yang telah dihaluskan di dalam panci. Aduk terus hingga mendidih. Atau kamu juga bisa memasukkan Sasa Santan Kelapa pada bagian terakhir saja. sebab Sasa Santan Kelapa sudah matang. Pokoknya sesuai selera saja. 
  • Lalu masukan lengkuas, jagung, kulit mlinjo, labu siam, dan kacang panjang secara bergantian. Masaklah semua bahan tadi hingga matang.
  • Terakhir masukan daun melinjo, cabai merah, dan terong. Kemudian lanjutkan memasak kembali hingga matang dan bumbu meresap. 
  • Setelah matang itu angkat. Dan siap disajikan sayur lodehnya. 


Nggak nyampe satu  jam, acara masaknya beres kok. Apalagi kalau  tungku kompornya diduet-in. Satu masak  sayur, satu goreng lauk. Sayur lodeh, dipasangin  sama lauk  apa saja juga enak. Tempe goreng-sayur lodeh-nasi panas, aih mantaps! Hemat bernutrisi..hi..hi. 

Senangnya ya, karena  untuk menikmati masakan bersantan sekarang ini semakin mudah.  Di samping itu, acara masakpun lebih praktis dan hemat waktu dan tenaga. Terimakasih Sasa Santan Kelapa. Sasa Santan, Aslinya Santan

19 Desember 2017

Yuk, Kenalan sama DolaNjajan.com

Desember 19, 2017 6
DolaNjajan.com? Perkenalkan ya, itu blog baru "adik" nya coretanbunda.my.id. Jadi benernya blog ini lahirnya super cepat. Ketika banyak teman-teman menuliskan banyak resolusi di tahun 2018, tiba-tiba saya kepikiran..resolusi saya kok dikit banget. Tiba-tiba nongol ide, pengen buat blog satu lagi tapi yang lebih fokus. 

17 Desember 2017

5 Minuman Ini Enak Dinikmati Di Musim Hujan.

Desember 17, 2017 7
minuman-pengusir-dingin

Beberapa hari berturut-turut, tempat tinggal saya diguyur hujan. Intensitasnya lumayan tinggi. Biasanya tengah hari keluar tanda-tanda, mendung. Lanjut hujan sampe sore, nyambung malam. Seneng-seneng aja klo saya, malah kruntelan di rumah. Paling nonton tv, atau klo masih punya setrikaan..nyetrika aja malah agak anget di badan.

Saat hujan turun, biasanya hasrat ngemilnya ikut naik. Pengennya memamah biak mlulu. Paling enak sih yang nggak cepet bikin kenyang..jadi bisa lama ngemilnya. Eh..tapi mbikin mie instant juga enak ding. Ditambah cabe rawit yang agak over dosis..trus ngadep minuman panas. Manteps.

Ngomongin minuman, ada beberapa jenis minuman yang asyik banget klo minumnya pas udara dingin. Berasa nemu partner gitu lah pokoknya. Klo versi saya sih ada 5, dan mereka adalah

1. Wedhang Jahe

Image dari www.manfaat.co.id

Simpel banget klo ini. Bisa beli di angkringan, beli minuman jahe instant kemasan sachetan, atau ambil jahe si dapur, bakar sebentar, lalu seduh sendiri. 

Eit, tunggu mungkin masih ada yang penasaran dengan istilah angkringan. Berasal dari bahasa Jawa 'angkring', angkringan adalah tempat berjualan makanan yang format warungnya adalah sebuah gerobak dorong, dengan menu makanan dan minuman sederhana seperti jahe, teh, gorengan, nasi bungkus, dan sebagainya, dan sering ditemui di ruas jalan di Jogja atau Jawa Tengah. Hampir semua warung angkringan menyediakan jenis minuman jahe, dengan harga sekitar 3000-5000/gelas.

2. Wedang Ronde

Image dari www.travelingyuk.com

Manis, segar dan menghangatkan. Tapi kalau jenis minuman yang ini memang harus nunggu ada yang jualan lewat untuk bisa menikmatinya, karena terlalu repot kalau mesti meracik sendiri. 

Karena rasa rempah-rempahnya yang menonjol, awalnya saya mengira kalau ronde ini adalah minuman asli Indonesia. Dan ternyata saya salah besar. 

Mengacu pada wikipedia org, ronde merupakan makanan (bukan minuman) tradisional China dengan nama asli Tangyuan. Berbentuk bulat, berbahan dasar tepung ketan yang kemudian disajikan dengan kuah manis. Di negara asalnya, tangyuan biasa disajikan saat festival lampion.

Di Indonesia, ronde ini kemudian berakulturasi dengan budaya masing-masing daerah, hingga kemudian lahirlah Wedhang Ronde. Content wedhang ronde sendiri terdiri dari air jahe (sebagai kuah dalam jumlah banyak), dilengkapi ronde, kacang tanah sangrai, roti tawar yang diiris dadu, agar-agar, dan kolang-kaling. 

Tidak semudah wedhang jahe yang sudah tersedia dalam kemasan instant, sampai hari ini saya belum nemu wedhang ronde dalam versi instant. Jadi jalan satu-satunya, ya nunggu penjual lewat depan rumah, atau nyamperin dimana abang tukang ronde mangkal. Biasanya, wedhang ronde disajikan dengan kemasan mangkok kecil, plus sendok bebek, dengan harga sekitar 5000/porsi.


3. Wedhang Sekoteng
Konon asli minuman sekoteng ini asalnya dari Semarang, Jawa tengah. Intinya, air jahe juga, trus dikasih beberapa pelengkap. Mirip-mirip wedhang ronde, tapi tanpa buletan tepung ketan.

Tapi buat saya, yang paling nyanthol di kepala saat ngomongin tentang sekoteng adalah merk ABC. Di samping gampang didapat, paling seneng bagian 'penutup' ritual minum sekoteng, yakni makan agar-agar kering yang beraneka rasa dan beraneka warna.

4. Wedhang Bajigur

Image dari www.infobandung.co.id

Bajigur merupakan minuman tradisional khas Jawa barat/masyarakat sunda. Karena lokasi aslinya agak jauh..di Jogja saya jarang nemu wedhang Bajigur tapi yang non-instant. Biasanya saya mbeli yang versi sachet-an itu aja. 

Bahan utama wedhang bajigur adalah santan dan gula aren, yang kemudian ditambahi sedikit jahe, vanili, dan sedikit garam sebagai penambah rasa. Meski di hari-hari biasa, jenis wedhang ini jarang ditemukan di warung, tapi di bulan Ramadhan, jenis minuman ini lebih gampang dicari. Biasanya di sajikan sebagai pelengkap snack pas tadarusan.


5. Kopi 


Kopi ini, bisa untuk semua suasana. Diminum panas nikmat, diberi es pun segar. Sebenarnya saya penyuka kopi. Suka banget sama aromanya. Cuma kadang perut jadi nggak nyaman setelah minum, padahal paling cuma segelas ukuran 150ml itu aja. Frekuensi minum kopi saya juga bisa dihitung dengan jari, sebulan sekali aja nggak mesti. 

Tapi minum kopi panas di saat hujan, enak sih, apalagi sambil nonton tv dan posisi sudah agak mengantuk. Lumayan, kafein yang ada di kopi bisa membuat melek lagi.


Itu tadi 5 minuman favorit pengusir dingin versi saya. Ada yang sama, atau bahkan sama sekali berbeda? Yaa.. ga papa sih, berbeda kan biasaπŸ˜€ Tu kan, saya ngomongin minum aja bisa panjang gini... Udah ah, sampai jumpa next postingan yaa!

13 Desember 2017

Pengobatan Berjenjang, Pilihanku Saat Anak Demam


"Hanya seorang Ibu yang akan tahu panjangnya malam..saat anaknya demam"

Saya ingat betul apa yang pernah dikatakan Ibu, belasan tahun silam. Sayangnya, dulu saya nggak terlalu perhatian dengan apa yang pernah diucapkan Ibu. Iya, karena dulu saya masih gadis, belum terpikirkan dengan pengorbanan dan kasih-sayang seorang wanita, terlebih setelah berstatus sebagai Ibu.

11 Desember 2017

3 Resolusi Penting di Tahun 2018


"Malam tahun baru, ke Prambanan aja po..?" 
Ajak pak suami, suatu hari dalam sebuah perjalanan dari Sleman menuju Bantul.

"Festival of light ya? Paling juga mirip sama yang di Monjali atau di Kaliurang Mas.." saya berusaha menanggapi.

Beberapa malam tahun baru  terakhir ini, memang sering kami lalui di luar rumah. Kadang sekedar keluar sore dan menjelang tengah malam pulang, karena anak-anak sudah mengantuk. Pernah juga sampe pukul 00 menikmati kemeriahan pesta kembang api di Monjali, dan pulang dinihari. Tapi semakin kesini, saya kok semakin malas.. 

Sepertinya, bukan cara seperti itu yang sedang saya cari. Saya lebih butuh esensinya. Ketika tahun baru, bukan hanya kerlipan ribuan kembang api di angkasa, riuh-rendah tiupan terompet, tapi sebuah niatan untuk bisa menjalani hidup yang lebih baik, tahun depan.

Yeah! Saya harus memiliki spirit baru menyongsong 2018.  Pergantian tahun, saya pengen melewatinya dalam suasana yang lebih sunyi dan hening. Di rumah saja mungkin, atau entah dimana nanti. 

Bagaimanapun, saya mesti bersyukur karena tahun ini terjalani dengan cukup baik. Saya jarang dihinggapi rasa bosan karena sudah memiliki kesibukan yang bahkan bisa menghasilkan. Menulis, melakukan hobi yang (kadangkala) mendapatkan fee lumayan, bukankah itu menyenangkan? 

Ada banyak hal lain yang juga harus saya syukuri. Anak-anak yang semakin tumbuh besar. Seringkali memang mereka menjadi pemicu emosi, tapi tanpa mereka...saya tahu rumah akan sepi. 

Lantas, apakah 2018 saya masih punya obsesi? Meski saya termasuk aliran yang lebih suka nyantai, nggak perlu ngoyo ataupun saklek dalam menjalani hidup, tapi obsesi dan resolusi itu penting. Pertama, tentu agar saya punya tujuan yang ingin saya capai. Kedua, biar saya nggak lupa sama keinginan, dan nggak keluar jalur terlalu jauh. Ketiga, biar hidup saya makin terarah.


Setidaknya, ada 3 resolusi yang ingin saya lakukan di tahun 2018


1. Memberikan waktu yang lebih banyak untuk Orang tua.

Setiap kali datang menengok Orang tua, saya sadar mereka semakin tua, dengan badan semakin lemah, kulit keriput, dan badan yang semakin  membungkuk. Antara bersyukur dan sedih. Bersyukur, karena mereka masih ada, sedih karena hanya sedikit sekali saya "ada" untuk mereka. 

Diantara tiga anak Ibu dan Bapak, saya merasa saya lah yang paling belum bisa membuat mereka bahagia, ataupun bangga. Apa yang telah mereka perjuangkan dan berikan ke saya, belum bisa saya balas. Karena itu pula, saya punya niat, di sisa usia mereka, saya mau membahagiakan nenek- kakeknya Raka dan Alya, meski dengan cara sederhana, menengok  dan menemani sesering yang saya bisa.


2. Lebih serius menjalani pekerjaan

Tentu saja pekerjaan sebagai manager rumah tangga plus memaksimalkan blog dan sosial media yang saya miliki. Terus terang, kalau sedang mood nulis, dua jam pun saya bisa menulis satu artikel. Tapi kalau rasa malas datang, ya..saya hanya akan menjadi deadliner sejati, dengan hasil tulisan ala kadarnya. Oke, dari segi kuantitas, artikel yang saya buat di tahun ini jauh lebih banyak apabila dibandingkan tahun 2016. Tapi dari segi kualitas? Sepertinya masih dalam status "jalan di tempat". Itu artinya, saya mesti lebih banyak belajar dan belajar lagi. Lebih banyak membaca, dan lebih produktif menulis.

3. Gaya hidup yang lebih sehat

Saat ini, saya punya beberapa kesalahan yang ingin saya benahi. Pertama, saya malas olahraga. Kedua, saya suka begadang. Ketiga, asupan buah dan sayur saya masih kurang. Padahal, saya tahu ketiga pola hidup tersebut di atas nggak baik untuk kesehatan. 

Makanya saya mesti berbenah, memperbaiki diri. Bahkan mungkin harus segera, nggak mesti nunggu matahari 2018.

Seperti beberapa hari lalu. Saya yang awalnya baik-baik saja, tapi mungkin karena mengabaikan sinyal tubuh, akhirnya tumbang. Untung tidak terlalu lama. Theragran-M menjadi  salah satu yang berjasa saat saya melewati masa penyembuhan.



Satu kemasan Theragran-M berisi 4 kapsul salut gula yang kaya akan kandungan vitamin B1, B 6, B12 dan beberapa zat  penting lainnya. Komposisi  komplit ini menjadikan ia sebagai pilihan vitamin untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit.

Saya sadar, tanpa modal kesehatan, maka segala resolusi yang sudah saya buat akan sia-sia dan berakhir percuma. By the way, teman-teman sudah siap songsong 2018? Tetap sehat dan semangat yaa?!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M





7 Desember 2017

Karena Untuk Sukses Nge-ASI Dibutuhkan Beberapa Kunci

"Ngapain e ndusel-ndusel ibu, mau etek-etek lagi pho..?” Dan seperti biasanya Alya akan menjawab sembari senyum-senyum, "Malu...udah gede kok.”  Bukan sekali atau dua kali anak saya akan tiba-tiba bertingkah seperti bayi lagi, mendekatkan tubuhnya ke badan saya, seperti saat dulu ia masih menyusu. Mungkin ia lagi pengen bermanja-manja, seperti yang ia lakukan sore itu.

Menyusui bayi atau dalam bahasa balitanya Alya etek-etek memang merupakan aktivitas yang sudah tak lagi saya lakukan. Saya menyapih gadis kecil saya sekitar 2 tahun silam, saat Alya hampir berusia 3 tahun. 

4 Desember 2017

Pernah dibuat Pusing dengan Aksara Jawa? Saya pernah.


Orang Jawa yang nggak nJawani. Siapa itu? Saya. Padahal lahir, besar dan kayaknya bakalan sampe tua juga di Jogja. Sekolah-kuliah juga di Jogja terus. Tapi beneran...kepala bisa langsung nyut-nyut saat Raka pulang sekolah trus bilang.. "Bu...bahasa Jawane nggon wayang ada PR" atau kalau nggak gitu.. "Ada PR mbaca aksara Jawa..banyak". Thuing!😯😯

2 Desember 2017

7 Cara Memilih Gendongan Bayi yang Nyaman

Desember 02, 2017 6

Mengganti baju, mengganti celana, menyusui, menyuapi dan juga menggendong. Kalau boleh bernostalgia, 5 aktivitas itulah yang paling sering dilakukan seorang perempuan, saat memiliki bayi. Bersyukur karena tahap-tahap itu hampir semuanya sudah saya lewati. Tinggal mengganti baju, makein celana, sama nyuapi aja yang kadang-kadang Alya masih minta bantuan ibunya.

1 Desember 2017

Cara Jual Jaket Bayi Agar Cepat Laku

Desember 01, 2017 5

Jaket memang memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting. Tidak hanya untuk orang dewasa saja, namun anak-anak serta bayi pun juga harus memiliki sebuah jaket yang dapat digunakan ketika musim hujan tiba, karena otomatis udara akan menjadi lebih dingin. Jaket menjadi piranti yang penting pula untuk dikenakan ketika bepergian, misalnya saat mengendarai motor atau tengah berada di daerah pegunungan yang notabene memiliki udara yang lebih dingin.
Diberdayakan oleh Blogger.