30 April 2017

Buku yang Paling Ingin Kubaca Tahun Ini


Sejak kecil saya suka membaca. Dulu, bacaan favorit adalah majalah anak-anak, yang kemudian bergeser ke majalah remaja, novel  Trio Detektif, Lima Sekawan, dan suka juga menikmati novelnya Mira W. Dari mana buku bacaannya? Kadang membeli majalah atau novel 2nd, meminjam dari teman, atau meminjamnya dari perpustakaan. Pas udah kerja, hampir setiap bulan saya berusaha untuk menyisihkan minimal 10% gaji, untuk membeli buku.

28 April 2017

Dekat dengan Alam, Nikmati Keceriaan di Bhumi Merapi Yogyakarta.

Agrowisata Bhumi Merapi

"Woh...gede cah!"
"Eh...obah-obah..."
"..ternyata ular ki kulite empuk!!"
😊😊

Senyum-senyum aja saya dengerin komentar spontan para balita yang lagi 'kenalan' dengan seekor phyton kuning berukuran jumbo. Ada pemandunya tentu saja, ular juga sudah dikondisikan aman untuk disentuh lho ya. Pagi itu, kelihatan kalo para bocah-bocah ini amazing banget saat bisa berdekatan, bahkan menyentuh langsung dengan salah satu satwa di reptil corner. Buktinya, sifat 'gumunan' mereka langsung muncul.

Berarti misi kegiatan berhasil! Minimal membuat anak-anak tertarik, syukur-ayukur bisa mengingat bejibun informasi yang didapatkan. Btw, pengen tahu nggak ada dimana para bocil ini? Mereka ini, tengah menikmati acara mereka  Agrowisata Bhumi Merapi Yogyakarta.

25 April 2017

5 Hal Penting yang Harus Diingat Saat Membeli Smartphone

image dari www.pixabay.com dengan penambahan teks

Belakangan ini, ada gelagat pak suami lagi pengen smartphone baru. Belum cerita langsung ke saya sih, feeling aja. Gara-garanya hampir tiap sore kejadian yang sama nyaris selalu terulang, dimana saat ayahnya pulang kantor, yang disambut oleh Alya, putri kami bukan hanya fisik sang Ayah, tapi juga mengiringinya dengan teriakan

"Yah...mau pinjam hp nya Ayah.." 

Biasanya sekitar setengah jam kemudian, sambil makan sore Alya lalu asyik lihat video atau mainin game anak-anak. Itu baru satu anak. Biasanya kalo hari Sabtu atau Minggu, bisa dipastikan hape suami bakal 'disandra' si sulung untuk thetring. Dan akhirnya pak suami cuma manyun gara-gara statusnya punya hape, tapi jarang megang saat dirumah. Atau kalau nggak gitu, sering ngeluh karena hapenya lemot gara-gara terlalu banyak aplikasi game dan video simpanannya Alya.

Baca juga:
Nge blog Pke Smartphone? Ini Dia 6 Aplikasi Penting yang Mungkin Kamu Butuhkan

Seandainya nih, beneran pak suami mau beli smartphone, tentu kami nggak bakalan ngulang kejadian sekitar 4 tahun lalu, pertama kali kami beli tablet yang sekarang dipake Raka kalau pas dia dapat jatah ngegame. (Kalau nggak dibatasi...ampun deh ni anak, lupa segala kalau sudah pegang smartphone)😕 Wkk...ngerasa bodoh banget kalau inget. Jadi waktu itu, kami masih bener-bener gaptek soal gadget. Datanglah kami ke sebuah pameran komputer dan teknologi, di JEC waktu itu, dengan tujuan pokok beli tablet. Bodohnya, kami nggak survai apapun sebelumnya... Yang terjadi kemudian? Kami asal mbeli aja akhirnya. Yang penting harga terjangkau, spesifikasi kami pikirkan belakangan.

Akibatnya bisa ditebak. Performa barang yang kami beli tidak sesuai harapan. Harganya pun juga kemahalan ternyata. Lho kok bisa tahu? Selesai transaksi di sebuah konter, kami memutuskan berkeliling area pameran, dan ternyata beberapa konter lain berani melepas produk serupa sekitar 100 ribu lebih rendah dari harga yang barusan kami bayarkan. Duh, nyesel..😢

20 April 2017

Legenda di Balik Pesona Baturraden, Jawa Tengah

Dibalut udara sejuk khas pegunungan, siang itu saya, dua bocil Raka dan Alya, serta pak suami masuk ke dalam tubuh pesawat jenis Foxer 28 milik Garuda Indonesia yang telah disulap menjadi sebuah ruang pertunjukan, atau tepatnya Teater Alam. Di belakang saya ada satu rombongan juga, 2 pria dewasa dan 3 wanita kalau tidak salah. Semuanya wisatawan domestik, tapi entah dari daerah mana. Oh, iya untuk bisa menikmati fasilitas ini, pengunjung dikenai tarif 10.000/orang.


Filmnya mau apa bu..?" seorang pegawai wanita berseragam menawarkan 'menu' film yang hendak diputar. Sekilas, saya baca ada beberapa pilihan film; 3 yang saya ingat, peristiwa meletusnya Gunung Merapi, Tsunami di Aceh, dan juga film dokumenter tentang Baturraden sendiri.


"Terserah aja lah mbak..yang kira-kira anak-anak suka aja"



"Film tentang Baturraden saja mbak" seorang laki-laki di belakang saya menjawab.



"Bagaimana Bu...?" si  Mbak petugas kembali bertanya ke saya, mungkin karena rombongan kami  posisinya datang lebih awal, jadi kami lebih punya 'hak pilih'.

"Gak pa-pa mbak..film itu juga boleh"

Dan 15 menit berikutnya, yang kami lihat adalah sebuah tayangam film dokumenter tentang sebuah tempat wisata yang hari itu kami kunjungi, sebuah obyek wisata yang cukup terkenal di wilayah Jawa Tengah, Baturraden.

Meski sebenarnya agak kecewa dengan tampilan film yang terkesan sangat seadanya (kualitas gambar, voice over, maupun teknik pengambilan gambar), tapi OK lah. Wong tujuan kami ke tempat ini bukan untuk nonton film saja. Walau begitu, saya sih berharap semoga segera ada perbaikan dari pihak pengelola. Bukan tidak mungkin lho ya, bisa jadi dari film dokumenter itulah 'pintu pertama' pengunjung mengenal dan tahu tentang Baturraden.

Berawal dari Cinta yang Terhalang Kasta

Legenda-Baturaden-Purwokerto

Konon, nama Baturraden, berasal dari dua kata Batur dan Raden. Batur adalah kata lain dari abdi, merujuk ke strata sosial masyarakat bawah. Sementara Raden, berarti tuan, sebuah gelar kebangsawanan yang menunjukkan strata masyarakat kelas atas. Awal mula lahirnya Baturraden, tak bisa lepas dari sebuah  legenda tentang perjuangan cinta sepasang manusia, dan dipercaya turun-temurun oleh masyarakat sekitarnya.

Ratusan tahun silam,  ketika masa pemerintahan masih berbentuk kerajaan,  konon terdapat sebuah Kadipaten yang bernama KUTALIMAN.  Di wilayah itu, hiduplah seorang pemuda bernama Suta, yang sehari-hari bekerja sebagai gamel, atau abdi yang bertugas merawat kuda milik Adipati Kutaliman.

Suatu hari, dikisahkan Suta berhasil menolong seorang gadis cantik dari ancaman ular besar. Karena merasa telah diselamatkan nyawanya, wajar kalau kemudian gadis tersebut merasa berhutang budi, simpati, dan bahkan akhirnya keduanya merasa tertarik satu sama lain.

Sayangnya, derajat sosial menjadi penggalang cinta mereka. Sang gadis tak lain adalah putri sang Adipati. Mendengar anak gadisnya menjalin hubungan dengan seorang rakyat jelata, Adipati Kutaliman tentu saja murka.

Singkat cerita, Suta pun kemudian dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah. Mendengar kekasihnya mendapatkan perlakuan yang menyakitkan, Sang Putri kemudian mengutus seorang emban (pembantu perempuan) untuk menyusup ke ruang penjara, dan kemudian membantu membebaskan Suta.

Meski tanpa restu sang Adipati, Sang putri tetap pada pilihan hatinya. Ia kemudian meminta Suta untuk membawanya 'lari' dan meninggalkan Kadipaten Kutaliman. Dalam pelarian tersebut, sampailah mereka di sisi selatan lereng Gunung Slamet, di tepi sebuah sungai.

Merasa bahwa tempat yang mereka gunakan untuk istirahat memiliki alam yang indah, maka akhirnya Suta dan Sang Putri memilih menetap di wilayah tersebut. Di situlah akhirnya sepasang kekasih itu tinggal, beranak-pinak, hingga kemudian tempat ini dikenal dengan BATURRADEN.

Eloknya Rupa Sang Putri, Secantik Lokawisata Baturraden Kini




view-baturaden
Panorama alam Baturaden

Di ranah wisata, nama Baturraden tentu tak asing lagi. Posisinya yang berada di lereng Gunung Slamet, dengan ketinggian sekitar 650 mdpl, membuat tempat ini memiliki udara sejuk, yang cenderung dingin. Posisinya yang cukup mudah di jangkau, hanya sekitar 14 km di utara kota Purwokerto, menjadikan Lokawisata ini hampir selalu ramai pengunjung.

Untuk bisa menikmati keindahan alam Baturraden, pengunjung tak perlu membayar mahal, hanya 14 ribu perorang, sudah termasuk fasilitas di kolam renang serta waterboom. Tentu saja ini penawaran yang menggiurkan.
Kolam Renang Baturaden
Kolam renang, dengan tiket terusan


daya-tarik-baturaden
Foto diambil dari bekas jembatan gantung (sekarang sudah direnovasi)

Sungai-baturaden
Ada himbauan dari pengelola agar pengunjung tidak turun ke sungai, antisipasi bahaya banjir. 


Air mancur dan taman yang benar-benar memanjakan mata

Jujur, sebagai pengunjung saya kecewa dengan film dokumenter yang tadi saya saksikan di Teater Alam. Tapi mata saya nggak bisa dibohongi, ada daya tarik lain yang jauh lebih indah untuk dinikmati. Yup, alam Baturraden cantik..mungkin seelok paras putri Sang Adipati. Sebagai masyarakat awan, tentu saja saya berharap semoga tempat ini mampu memancarkan pesona indahnya, setiap saat, sepanjang waktu.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Legenda pariwisata Jawa Tengah 2017 yang diselengarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

18 April 2017

Penting! Ini Dia Trik Mudah Merawat Lemari Pakaian Anda


Seringkali kita dibuat pusing oleh banyaknya jamur yang hinggap di lemari pakaian yang kita miliki. Banyak faktor yang menyebabkan jamur dapat hinggap di lemari. Selain faktor alam seperti terkena hujan akibat atap rumah yang bocor, banyak faktor yang justru hadir dari keteledoran kita sendiri sebagai manusia.

Anda tidak ingin lemari pakaian anda terus-menerus dihinggapi oleh jamur, kan? Makanya, untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya anda mengetahui trik mudah merawat lemari pakaian yang anda miliki. Berikut adalah tips tersebut:

Nge blog Pake Smartphone? Ini dia 6 Aplikasi Penting yang Mungkin Kamu Butuhkan.

Bagi saya, ngeblog itu menyenangkan. Yeah, daripada pengalaman yang sudah kita dapatkan ilang begitu saja, kan asyik kalo ditulis. Nanti kalau mau nostalgia, tinggal buka. Itung-itung mirip kita nulis diary waktu ABG, cuma bedanya kalau diary cenderung diumpetin, tapi kalau blog memang tulisan kita bisa jadi menjadi konsumsi publik. Ya..siapa tahu berguna untuk orang lain. Iya nggak??

Sekarang jamannya koneksi internet gampang, sayang kalo kemudahan itu nggak dimanfaatkan. Dengan modal mau nulis, smartphone yang terisi kuota, bisa kok mulai ngeblog. Tentunya dengan beberapa tambahan aplikasi yang terinstall. Ngeblog pake hape doang? Iya, bisa kok.



image dari www.pixabay.com, dengan tambahan teks

15 April 2017

4 Alasan Kenapa Jalantikus.com Layak dijadikan Situs Teknologi Terbaik

Saat kita bicara mengenai situs teknologi terbaik di tanah air, sepertinya kita tak bisa lepas dari situs satu ini. Yup, Jalantikus.com. Kenapa? Sebab saat kita mengetikkan kata kunci atau keyword pada mesin pencari (Google), maka situs inilah yang kerap muncul. Ini mengindikasikan bahwa banyak pembaca media online yang menyukai situs ini, sehingga Google menempatkannya pada urutan teratas. Wajar kalau kemudian timbul pertanyaan, apa tho kelebihan situs ini? Oke, sebelumnya kita kenalan dulu aja dengan Jalantikus.com

13 April 2017

Suatu Pagi di Pantai Jatimalang, Purworejo.


Pantai Jatimalang Purworejo

Jadi ceritanya hari Minggu. Anak-anak libur sekolah, sementara suami juga libur ngantor. Pekerjaan rumah tangga? Nggak ada liburnya kalau itu. Tapi kalau hari Minggu, saya mau meliburkan diri aja. Bangun pagi-pagi, sholat subuh..sengaja nggak langsung masak seperti biasanya. Tapi bangunin anak-anak, dan langsung 'kabur' nyari udara seger, ke pantai!

Mau ke Gunung Kidul, lagi ada proyek pembangunan jalan di daerah Patuk. Jadi prediksinya pak suami,  bakalan banyak kena macet kalau tujuannya mo deretan pantai Gunung Kidul. Ya udah, pindah haluan, ke arah barat aja, ke Purworejo. Tujuannya ke salah satu pantai di sana, nggak tahu..ngalir aja pokoknya!

10 April 2017

6 Produk Jadul yang Sudah Ilang di Pasaran

Ide nulis postingan ini dapet pas lagi di kamar mandi. Mo sikat gigi, ambil odol..eh pasta gigi, lihat merknya, PEPSODENT. Produk ini awet banget. Dari jaman saya kecil sudah terkenal, sekarang juga masih menguasai pasaran. Tapi memang kalah tenar sama yang namanya ODOL sih.

Di kampung-kampung, para generasi tua terutama, sering menganggap Pepsodent, Ciptadent, Close Up dan konco-konconya =Odol. Padahal mereka itu sama-sama pasta gigi, cuma beda merek saja dan yang satu memang sudah ilang di pasaran (Indonesia). Nggak tahu kalau di negara lain.

Di ranah pasta gigi, satahu saya Pepsodent lah yang pertama muncul sebagai pioneer pasta gigi. Tapi ternyata saya salah. Ada merk lain yang lebih tua, dan justru itu yang kemudian sering dipakai masyarakat Indonesia sebagai pengganti kata 'pasta gigi', yakni merk ODOL. Pasta gigi ini berasal dari Jerman, yang dibawa oleh para tentara Hindia Belanda. Wah, pantesan saya belum pernah melihat wujud aslinya. Begini penampakannya.

image: www.tribunsolo.com

Produk Ini Pernah Ada Juga, Sekarang Entah Kemana


Dengan daya ingat  yang  terbatas (lha iya wong saya pelupa), saya berhasil nge-list 5 barang lainnya yang dulu pernah ada, tapi sekarang entah kemana

Shampoo Dimension

image:www.amazone.co.uk

Saya ingat, shampoo ini hadir dalam dua kemasan, botol sama sachet, dengan warna dominan hijau. Yang paling melekat sih iklan tvnya, dengan satu cewek cantik dan satu anak kecil, dengan komentar.."Rambut kakak bagus deh". Oh iya..shampoo ini seingat saya termasuk generasi awal shampoo yang nyampurin shampoo plus konditioner atau 2 in 1.

Kao Feather Shampoo

Sampo unik kalo ini, soalnya dari segi bentuknya paling beda dengan banyak shampoo kebanyakan. Kalau yang lain pada konsisten dengan bentuk cair, entah kenapa Kao Feather milih bentuk serbuk. Jadi mirip-mirip detergent. 

Seingat saya, dari segi harga..inilah shampoo yang paling murah di jamannya, dan banyak dijual sachetan di warung-warung. Nggak tahu kalo sekarang masih ada apa nggak, tapi memang sudah nggak pernah lihat lagi.

image:www.kaskus.co.id


 Page One Botanical Shampoo
kayaknya umur sampoo ini juga singkat. Ingatan saya dengan shampoo ini juga minim banget, cuma ingat klo iklan TVnya dulu dibintangi Dina Lorenza.

Permen Trebor
Jamannya saya kecil, yang namanya permen anak-anak ya  identiknya merk Sugus, karena Sugus rasanya manis. Soalnya di luar itu ada pula permen dewasa merk Milton dan Pagoda Pastilles yang rasanya cenderung pahit-pedes. 

Makanya, ketika ada warna baru dalam dunia perpermenan, betapa bahagianya saya. Namanya Trebor. Dulu paling sering nemu permen ini saat ikut ibu melayat/takziah di tetangga yang meninggal.

Trebor termasuk permen keras dengan cara pengemasan menggunakan bungkus plastik yang diuntir di kedua ujung. Varian rasanya campuran coklat sama mint.  Sudah agak-agak lupa, tapi yang jelas rasanya enak. Sayangnya, begitu dewasa, hampir tua gini..saya baru nyadar, permen Trebor kemana yaa..?

image:www.reklamejadul.blogspot.co.id

Nasi Instant
Bukan mie atau bubur lho yaa...dulu seingat saya ada kok nasi instant. Merknya Tara nasiku. Dulu jaman Jogja kena gempa, produk nasi Instant banyak dipake sebagai salah satu item bantuan ke korban bencana. Varian rasanya, nasi goreng begitu. Bikinnya diseduh pakai air. Tapi menurut saya rasanya aneh, jadi kalau sekarang nggak pernah lihat lagi, karena memang produknya kurang diterima di masyarakat.

Terus, kesimpulannya apa? Nggak usah disimpulin..orang niatnya mau nostalgia saja. Kadang nginget-inget masa kecil itu seru soalnya. 

Inget juga barang jadul yang sekarang sudah nggak ada juga? Tulis di kotak komentar aja yuk!







6 April 2017

Jogja-Solo NgePrameks dari Stasiun Tugu ke Stasiun Balapan

image:www.ayonyolo.com

Beberapa  hari terakhir Alya, putri saya terobsesi naik kereta api. Iya, kereta apinya PT KAI, bukan kereta kelinci yang biasa ia naiki klo pas maen ke Kyai langgeng atau kereta mini yang muterin kebun binatang Gembira Loka Jogja.😆

Iya sih, memang sampe usianya 4 tahun lebih putri saya belum pernah sekalipun naik alat transportasi kereta api.  Padahal kalau pas kami jalan keluar, trus kebetulan lewat Janti atau daerah Lempuyangan, ia sering melihat kereta api yang tengah melintas. Ditambah lagi, ada satu teman PAUD nya yang barusan diajak sama ortu jalan-jalan ke Solo pake Kereta Api, trus cerita ke teman-temannya. Namanya anak kecil, ya bisa ditebak...Alya yang gantian merajuk ke kami.. 

"Kalau ayah libur aku mau naik kereta.." Begitu pinta Alya berulang-ulang. Okelah, kita turuti. Maka, hari Minggu kemarin, saya, pak suami, dan Alya nyambangi stasiun Tugu. Karena mungkin masih males pasca kemah, sulung saya milih di rumah, mainan sama Noval teman akrabnya.

"Tenan lho..naik kereta.." Kata Alya begitu kami menginjakkan kaki di stasiun. Ha..ha, rupanya dia khawatir kalau cuma disuruh nonton doang...nggak jadi beneran naik.😁😁

3 April 2017

Shopback, Saya Mau Radio. Bukan untuk Saya, Tapi untuk Bapak.

Bapak dengan para cucu


Makin hari, saya sadar Bapak semakin tua. Kesehatannya juga sudah sering menurun akhir-akhir ini. Kalau sudah begitu, saya sering ingat jaman masih tinggal serumah sama beliau, ingat kegemaran-kegemaran Bapak.

Bapak suka mendengarkan radio. Sesuai usia, program favoritnya siaran wayang, gending-gending Jawa, serta pengajian. Kebetulan di rumah kami ada radio kecil kotak yang dibelikan kakak saya, untuk bapak. Radio itu pula yang menemani Bapak sepanjang malam, tiduran sembari mendengarkan siaran wayang semalam suntuk, sampai tidur beneran. Paginya, sambil minum teh, Bapak masih akan mendengarkan radio, siraman rohani. 

Diberdayakan oleh Blogger.