31 Maret 2017

[ FIKSI ] RATU SEHARI


Image: www.pixabay.com

Pagi ini sepertinya wajahku benar-benar berubah. Oh, iya..namaku Warsi. Kata orang, hari ini aku akan menjadi ratu sehari. Sejak lepas subuh tadi Yu Jinem, perias manten terbaik di kampungku telah melukis wajahku dengan berbagai warna. 

Kemah Pertama, Mudah-mudahan Banyak Berguna


kemah SD
Foto: doc wali kelas
 
Mulai pagi tadi sulung saya berkemah, barengan kakak-kakak kelasnya yang kelas 5. Lokasinya, bukan lagi di lingkungan sekolah, tapi bener-bener  bumi perkemahan. Ini pengalaman barunya, di usia 10 tahun.  Nginep sendiri..bukan di tempat kakek-neneknya, di alam pula. Hanya ada teman-teman sekolah, dan para guru tentunya.

27 Maret 2017

Menikmati Gurihnya Bebek Bumbu Rempah di Kandank Bebek Resto, Sleman

kandank bebek
Berasa makan di tengah kebun😊

Kandank Bebek Resto; Berawal dari Sebuah Kebun Manggis


Tak jauh dari rumah, ada sepetak lahan perkebunan yang ditanamai puluhan pohon manggis. Hingga beberapa bulan yang lalu, pelan tapi pasti perkebunan manggis itu bertransformasi. Mau dibuat apa ya? Batin saya setiap kali lewat.

Yang saya tahu, beberapa pekerja tampak sibuk menebang beberapa pohon, menggali lahan untuk kolam, dan mendirikan beberapa gazebo. Aha, rupanya kebun manggis yang awalnya hanya kebun biasa, kini digunakan untuk mendirikan garden-resto, dengan nama Kandank Bebek Resto.

24 Maret 2017

22 Maret 2017

Pengalaman Menyusui Bayi dan 4 Manfaat yang Saya Rasakan



Seorang Ibu, dengan dua pengalaman yang berbeda tentang ASI, itulah saya.

Sepuluh tahun silam, saya melahirkan bayi laki-laki, Raka dengan cara Sectio Caesar (SC). Sayangnya ia lahir dengan status "agak bermasalah". Pertama, harus kekurangan cairan ketuban, hingga kemudian ia lahir lewat "jendela", kedua, sempat suhu tubuhnya naik, dan muntah, hingga ia harus di ruangan khusus. Malangnya, baru H plus 7 bayi kecil itu bisa ketemu dengan ibunya. Iya, saya ketemu dengan bayi saya seminggu setelah operasi sesar, beberapa saat sebelum keluar dari rumah sakit.

Waktu itu, program Inisiasi Menyusui Dini (IMD) belum digalakkan seperti sekarang. Pengetahuan saya tentang manfaat ASI juga masih sangat dangkal. Yang ada dipikiran saya waktu itu, toh 1,5 bulan lagi jatah cuti melahirkan habis, dan mau tidak mau ASI akan tergantikan susu formula. Meskipun produksi ASI saya kala itu bagus, tapi niatan saya lemah. Raka lebih banyak minum dengan botol dot dibanding dari puting ibunya. Yang terjadi berikutnya..di usia 3 bukan Raka mulai bingung puting. Ia tak mau lagi menyusu dengan ibunya, dan lebih memilih susu formula berbungkus dot bayi. Sebagai konsekuensi, saya dan suami harus menyediakan dana yang tidak sedikit untuk pembelian susu formula tiap bulan.


Kehamilan Alya, dalam situasi yang berbeda. Status saya sudah benar-benar ibu rumah tangga. Sebagian besar waktu saya lewati di dalam rumah, ditambah pengetahuan tentang ASI yang bisa dibilang lebih baik, memunculkan niatan yang jauh lebih kuat, anak berikutnya harus full ASI minimal sampai 2 tahun. Bersyukur, karena prakteknya Alya bisa menikmati ASI ibunya dengan puas, dan saya sapih saat usianya hampir 3 tahun.
***@@***

19 Maret 2017

Cukup Belajar dari Ibu, dan Nggak Perlu lagi Pening Mikirin Tumpukan Piring

Bukan dapur saya kok 😃
Coba deh bayangkan, kalau situasi di dapur seperti ini? Udah males banget kan lihatnya. Bahkan mungkin rasanya sudah nyicil capek duluan sebelum mulai nyuci. Tapi ya bagaimana, namanya rumah tangga, sudah pasti nggak bisa lepas dari yang namanya tugas mencuci piring dan aneka perabot dapur. Apalagi, kalau dalam hal memasak, si ibu lebih memilih lebih memasak sendiri dibanding membeli makanan mateng dari warung, maka cucian akan semakin banyak karena plus alat-alat masak macam penggorengan, panci sayur, telenan, pisau, dan beberapa printilan masak. 

18 Maret 2017

Begini Keuntungan Yang Akan Kamu Dapatkan Ketika Memiliki Villa


Villa merupakan salah satu tempat hunian yang biasanya dijadikan sebagai tempat bersantai dan berliburan atau menghabiskan masa tua. Umunya villa terletak di daerah pegunungan, pantai, pinggiran danau dan tempat – tempat lainnya yang memiliki udara yang sejuk dan pemandangan alam yang sangat indah. Di Indonesia sendiri banyak masyarakat yang membangun, menyewa, bahkan membeli villa di Bandung, Bogor, Bali, Semarang, dan Malang. Daerah – daerah tersebut merupakan beberapa daerah di Indonesia banyak didirikan villa.

17 Maret 2017

Siap Hadapi Ujian Sekolah dengan Perlindungan Stimuno Sirup

 


"Para bunda tolong anak-anak di dampingi pada saat belajar, terlebih saat PTS ( Penilaian Tengah Semester) .” 
 
Sebuah pesan melalui WA masuk melalui grup para wali murid, dari Bu Nita,  wali kelas sulung saya rupanya. Reminder buat anak-anak, dan juga para orang tua, agar lebih mempersiapkan anak menjalani ujian mid semester. Tiba-tiba saya keingat teman saya Anna. Kebetulan anak kami seumuran, sama-sama kelas 4 SD, cuma bedanya, saya di Jogja, dia di ibukota. Tapi intinya, curhatan kami sama, pelajaran anak sekolah sekarang sudah jauh berbeda dengan era para ibu mereka.

Bener ya..klo pelajaran anak-anak SD aja sekarang sudah " berat"

13 Maret 2017

Apakah Mengajak Anak Pergi Berlibur Adalah Ide yang Bagus?


"Waaa...ngajak anak liburan dan jalan-jalan mah tetep aja ibunya momong, tapi pindah lokasi" 

Wkk..kalau ada yang berpendapat begitu, oke lah saya mengerti. Sesama emak pasti merasakan kalau liburan dengan anak, terutama dengan balita itu memang butuh bekal lebih, yakni KESABARAN. Tapi..tahukah, bahwa dengan mengajak anak berlibur akan meningkatkan KECERDASAN otak anak?

10 Maret 2017

Ibu, Aku Mau Mentho...

Ada yang keningnya langsung berkerut, sambil berpikir..."apaan mentho?" Sejenis Permenkah? Bukan, itu mentos. Temannya bebek..? Kalo itu mentok.😄😄 Trus siapa mentho sebenarnya?


jajanan tradisional mentho
Kue mentho, salah satu kekayaan kuliner nusantara

Hi..hi, dulu saya juga mikir ketika salah satu teman pas SMP, namanya Eni.. menulis status di medsosnya.."menthonya lagi dikukus". Kalo kipo saya masih ngerti..lha ini..makanan berupa mentho..belum pernah dengar sebelumnya.

Hingga kemudian, kami ada acara semacam reunian, trus teman saya tadi mbawain mentho hasil karyanya. Nyamm..nyam gurih, dan enak. Dua bocil saya yang biasanya picky eater aja doyan.

"Enak bu... " begitu komentar mereka pasca ngabisin dua bungkus mentho.
"Besok bikinin yaa"

***

7 Maret 2017

Jangan Segan Lakukan 5 Hal ini, dan Dapatkan Harga Buku Miring di Taman Pintar Bookstore/Pasar Buku Taman Pintar

Menjadi warga Jogja itu saya anggap sebagai berkah. Apalagi kalau membandingkan dengan kondisi beberapa teman yang ada di luar Jawa, Saya sering mendengar cerita teman-teman di luar Jawa, betapa fasilitas publik mereka sangat terbatas. Jadi ingat juga, cerita tetangga yang mesti hunting buku untuk keponakan yang kuliah di salah satu PTS di Sumatera, karena di sana susah nemu katanya.

2 Maret 2017

Ngajak Balita Wisata ke Gua Jatijajar.

Goa-Jatijajar
Salah satu aset wisata Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah


Mesti kompromi, begitu kalo ngajakin anak wisata. Seperti saat kami maen ke Kebumen dan sekitarnya tempo hari.

Tulisan lain tentang wisata Kebumen:

Puas maen di pantai, sekalian jalan lah pengen mampir ke Gua Jatijajar. Penunjuk arahnya, kami ngikut aja sama si Garmin Nuvi 57 LM . Lumayan, jadi jarang nyasar semenjak ngajak dia pas pengen dolan agak jauhan. Enaknya, nggak tergantung sinyal plus nggak makan kuota internet. 

"Kita ke gua sekalian ya Nok..." saya ngasih info ke Alya.
"Nggak mau..nanti gelap"
"Nggak apa-apa..nanti ada lampunya kok di dalam" Kakaknya, Raka mencoba memberi pengertian.

Rayuan demi rayuan dilempar ke bocah saya itu, hingga akhirnya dia bilang 
"ya nanti cek dulu..". Oke , sipp! Jalan antara Pantai Suwuk-Gua Jatijajar  sudah teraspal mulus. Cuma agak naik, tapi nggak curam..jadi nggak masalah.

Gua Jatijajar sendiri, secara geografis berada di wilayah Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Begitu masuk lokasi..beli tiket, itungannya murah, 7500 rupiah untuk dewasa dan 4500 rupiah untuk anak-anak. Dan begitu masuk ke dalam..suami komentar..

" Ini yang ngelola pasti masih pemda, bukan pihak swasta.."

Hi..hi, ngerti sih.. arah pembicaraannya kemana. Paling juga karena lihat kondisi obyek wisata yang seadanya, jalan yang becek, banyak warung tenda yang kurang tertata. Tapi kalau saya..udah lah, nggak usah ambil pusing...mungkin dana pengembangannya memang belum ada. Toh juga yang bakal dinikmati wisata alam...jadi alami justru lebih asli..intinya nikmati aja.

Wisata Alam Kebumen
Kolam pemandian. Airnya, berasal dari mata air yang tetdapat dalam gua
Kondisi perut keroncongan, akhirnya mengantar kami ke sebuah warung tenda. Saya pesen pecel, suami nasi goreng, alya dan raka bakso. Rasa dan harganya standard, tapi itungannya murah untuk ukuran obyek wisata. Di sini saya tau rasanya pecel yang dikasih plus bunga kecombrang...hi..hi, aneh rasanya ternyata. Paling recomended mendoannya..karena diobyek ini, hampir semua nyediain tempe balut tepung dengan ukuran jumbo. Harga sekitar 4000 rupiah perpotong.

Setelah kenyang, melintas diareal pemandian..maka bergegaslah kami naik tangga. Drama pertama, dimulai..Alya udah mulai maju mundur..

dan drama berikutnya, begitu masuk mulut gua...

Wisata Gua Kebumen
Mulut gua, remang-remang. Makanya balita saya takut..dan milih ndak mau masuk
"Nggak mau..."
"Masuk yuk..kan rame...banyak teman..."
"Nggak..." 

Aduh, padahal naik tangganya sudah lumayan. Ya sudah, akhirnya berbagi. Raka dan ayahnya masuk, saya dan Alya bakalan nunggu di pintu keluar. 

Turun tangga lagi, putar jalan, cari pintu keluar gua. Aghh..begini ni namanya kompromi bawa anak kecil. Untungnya banyak warung berjejar tak jauh dari pintu keluar. Biar Alya anteng, akhirnya kami pesen dua gelas dawet atau cendol. Habis itu, ganti masalah..anaknya ngantuk! Wkk..wkk

Untung, sebelum rewel Pak Suami dan Raka sudah terlihat keluar gua.

"Sudah, gantian...sana masuk...Alya tak tunggune.." *untung pak suami pengertian.

Siang itu, jadilah saya single fighter, kayak orang ilang..sendiri masuk Gua Jatijajar. Dulu benernya udah pernah, tapi memang sudah lama.

Gua terlihat ramai dengan wisatawan. Segala usia, karena sebenarnya medan untuk menjelajah gua ini lumayan gampang. Tidak perlu ketrampilan khusus, asal bisa jalan karena jalur yang dilewati pengunjung sudah semuanya ditrap beton. Untuk gelap..sebenarnya lebih ke definisi remang-remang, karena dilengkapi lampu di banyak titik.

Ada Apa di Goa Jatijajar..?


Stalaktit dan stalakmit yang melewati proses pembentukan ratusan bahkan ribuan tahun itu pasti ada, dan memang cantik. Selain itu, didalam gua dipercantik pula dengan 8 diorama, dan 32 patung putih seukuran manusia yang menceritakan perjuangan Raden Kamandaka untuk mendapatkan cinta. Kalau yang hobi selfie..stalaktit, patung...oke banget tu buat nyelfie. 

Klo ada yang nanya kenapa ada Raden Kamandaka, karena di gua inilah Konon putra mahkota kerajaan Pajajaran itu bertapa. Sekedar legenda, atau fakta..entahlah.

Diorama di dalam gua

Diorama Gua Jatijajar
Diorama juga

Selfie, mumpung sendiri☺


Adalagi? Yess, mata air.. Ada dua mata air yang bisa dijangkau oleh pengunjung, yakni Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Konon katanya, yang nyuci muka disitu bisa awet muda. Katanyaa lho yaa, saya sendiri belum pernah mbuktiin. Nggak ikut cuci muka juga..hi..hi, males antri plus nggak percaya. Kecuali klo saya ngantuk, baru mau ikut. 😄😄

Di bawah lampu itulah Sendang Kantil berada. Mau cuci muka, biar katanya awet muda? Boleh.


Jarak antar mulut gua ke pintu keluar, sekitar 250 meter. Jadi mungkin nggak sampe setengah jam (asal nggak kelamaan foto) udah selesai acara menyusuri goanya. Cepet kan? Bisa ketemu lagi dengan pak suami, plus anak wedok yang tetep nggak berani masuk gua.. 😥

Ya..begitulah intinya. Adakalanya ngajak balita ke obyek wisata, apalagi yang minat khusus itu gampang-gampang susah. Paling gampang, ngajak ke arena bermain..pasti langsung semangat.  Punya cerita "drama" juga pas ngajak anak wisata? 
Diberdayakan oleh Blogger.