27 Februari 2017


Weis, judulnya pake bahasa Inggris, padahal itu juga karena saya bingung mo njudulin  apa artikelnya. Ya begitulah, kadang bagian judul saya tangani paling belakang😄

Kembali ke topik, tentang pasar pagi dadakan, alias pasar tiban di hari Minggu. Istilah kerennya Sunday Morning. Pas di Jogja, sudah pernah ke Sunday Morning alias SunMor? Bayangannya kalau dengar SunMor...paling rata-rata langsung ke UGM, di jalanan daerah Lembah yang tiap Minggu Pagi, selalu ramai-padat-berjubel dengan ribuan manusia. Saya juga gitu.

23 Februari 2017

Beberapa saat yang lalu, anak laki-laki saya pernah keranjingan sebuah lagu asing. Katanya lagu itu sedang populer diantara teman-teman di sekolah gara-gara beat musik yang unik, dan juga gerakannya yang asyik, GANGNAM STYLE judulnya. Maka yang kemudian dia lakukan adalah mencari lagu  tersebut di channel Youtube, dan betapa girangnya ia saat menemukan versi lagu tersebut sudah dimodifikasi (baca: diedit ulang) dengan klip film favoritnya CARS. Yup, saya bersyukur, dia masih berada di dunia anak-anaknya. Saya nggak mau anak saya menjadi dewasa sebelum waktunya. Gara-gara lagu itu, sifat kepo saya kumat, memang apa istimewanya Gangnam, sampe ada lagunya, mendunia pula. Yess..akhirnya pertanyaan saya terjawab.

22 Februari 2017



 
Ada Saatnya Selera Musik Berhenti. Benarkah? Dapet ide postingan ini dari salah satu teman blogger, Nita si pemilik gembulnita.blogspot.com. Dalam postingannya beberapa minggu lalu, ia nulis tentang lagu-lagu yang sempat populer di era  90an sampe awal 2000an. Untuk top hits nya Indonesia, semisal lagunya Kirey, Stinky, Exist band dan beberapa penyanyi di eranya. Untuk barat, ya jaman keemasannya Westlife, Boyzone, gitu. 


Habis baca postingan itu, sempat mendadak kangen dengan lagu-lagu mereka...lha iya, wong pas mereka ngetop, saya lagi getol-getolnya dengerin radio sama mantengin tv. Dan tiba-tiba saya keingat salah satu statement pak dosen --padahal saat itu lagi mata kuliah sistem kepartaian (parpol) Indonesia, nggak ngerti juga kenapa bisa diinsertin curhatan -- beliau cerita kalau selera manusia dalam menikmati musik itu akan cenderung berhenti di usia 25 sampai 30 tahun.

19 Februari 2017


Takjub saja..

Melihat bocah-bocah polos menghormati tamu..salaman, cium tangan..yang anak-anakku kadang lupa, atau bahkan jarang sekali melakukannya

Anak-anak yang langsung mengambil wudhu, memasang mukena  begitu adzan berkumandang, tanpa ada suruhan

Menyaksikan mereka menata sandal-sandal para tamu. Ah..seperti adegan dalam film saja, tapi sayang aku lupa judulnya.

16 Februari 2017



"Panci...panci..."

Dari dalam rumah, sayup-sayup saya mendengar bapak-bapak tukang panci menawarkan jasanya. Jualan panci? Bukan. Tapi jasa tukang reparasi perkakas panci dan alat-alat masak yang bocor. Saya belum pernah memakai jasa bapak itu, tapi kata tetangga, teknisnya adalah mengganti bagian bawah panci yang bocor. Jadi alasnya aja yang direplace, biar bisa dipake lagi. Kreatif ya!
***

Punya rumah di pinggir jalan kampung, tinggal di pedesaan, sering membuat saya jadi pengamat sosial kecil-kecilan. Tiba-tiba jadi pengikut aliran behavioralisme, ngamati perilaku masyarakat di sekitar. Termasuk soal bagaimana masyarakat memperlakukan properti rumah tangga mereka. 

Kadang, demi alasan penghematan, banyak  yang kemudian mendayagunakan alat-alat rumah tangga sampai titik penghabisan. Contohnya panci tadi, bocor aja diservisin. Selain panci, sebenarnya ada beberapa alat dapur atau piranti rumah tangga yang sering punya "dokter" masing-masing.

14 Februari 2017



"Eti, nggak jadi operasi..takut, mau di cancel aja.."  Kabar dari kakak, beberapa hari yang lalu. Istrinya ( kakak ipar) memang sedang dalam persiapan menjalani operasi miom, di salah satu rumah sakit di Bandung. Lha kok? Pas di Jogja beberapa minggu lalu, sepertinya sudah siap. Ternyata dua hari menjelang operasi, nyalinya drop.

Tapi ya begitulah, bagi banyak orang, tindakan surgery, pembedahan atau operasi adalah vonis dokter yang menakutkan. Saya juga pernah kok, ketakutan dengan kata "operasi" yang diucapkan dokter. Kalau "operasi" yang  di jalan raya, saya tenang, wong surat kendaraan lengkap. *apa hubungannya, dan siapa pula yang nanya.

Sampai detik ini, 3x saya menjalani operasi, dan semoga nggak ada lagi ke depannya. Aamiin. Operasi pertama, Sectio Caesar (SC) 10 tahun silam. Raka adalah bayi yang lahir dengan masalah air ketuban sedikit dan hampir kering. Kalau nggak salah, istilah medisnya oligohidromnion. Padahal sebelumnya saya sudah madep mantep bisa lairan normal, tapi ternyata baru bukaan awal saya sudah nggak kuat. Sakit poll! Namanya pengalaman pertama,  begitu masuk ruang operasi, saya takut. Tapi akhirnya terjalani juga. Operasi yang ke dua (ambil gigi graham bugsu yang impacted, numbuh miring), dan ketiga, operasi sesarnya Alya. Pas Alya, kondisi bayi sebenarnya tidak masalah, tapi lebih ke saya yang nggak mau gambling. Ya..kalau lancar, kalau mogok di tengah? Akhirnya saya minta SC terjadwal ke dokter. 

Dibandingkan yang pertama, pengalaman operasi kedua dan ketiga tentu beda.  Ada beberapa alasan sebenarnya yang kemudian membuat saya lebih siap untuk maju, dan kemudian masuk ke ruang operasi dengan berani.

10 Februari 2017

Sumber: pixabay.com

Judulnya lebay, tapi biarin. Sengaja.😊😊 Jadi gini, sejak memutuskan mendisiplinkan diri minum perasan jeruk nipis tiap pagi --biar badan nggak numbuh ke samping, agar badan selalu sehat juga...saya selalu punya "simpanan" di kulkas. Apalagi kalau bukan jeruk nipis. 

Tentang mengurangi berat badan dengan jeruk nipis, bisa baca di postingan ini:

Bukan tanpa alasan, saya masih nglanjutin program me-manage berat badan ini, soalnya lumayan efektif. Selain itu, dengan selalu adanya jeruk nipis di kulkas, paling tidak saya pun sudah standby obat tradisional untuk mengatasi batuk. Bukankah batuk penyakit yang gampang sekali menjangkiti anggota keluarga?

7 Februari 2017

Wisata sejarah Jepara
Gerbang depan obyek wisata Benteng Portugis

Jaman masih sekolah, suka pelajaran sejarah nggak? Kalau saya..tergantung. Kalau materinya masih bisa "dibayangkan", masih suka. Tapi kalau materinya sudah abstrak dan susah diingat macam ngapalin tanggalan, nama silsilah raja-raja, ampun deh...saya nyerah.

Ngomongin sejarah, ternyata Jepara juga menyimpan cerita sejarahnya tersendiri. Bahkan ini menyangkut sebuah benteng di era pendudukan portugis yang saat ini, dikelola sebagai salah satu obyek wisata andalannya Jepara. Jadi asyik kan kalau wisatanya sambil ngingat-ingat pelajaran sejarah? 

2 Februari 2017


Menikmati aneka binatang air bersliweran di depan mata, siapa coba yang nggak suka? Saya aja yang udah gede suka, apalagi anak-anak. Makanya, pas libur imlek kemaren, Kura-Kura Ocean Park Pantai Kartini Jepara menjadi tempat dolan kami. 

Jauh-jauh ke Jepara, memang Jogja nggak ada?? Ada sih. Di kebun binatang ada Aquarium raksasa, Taman Pintar Jogja pun juga punya, atau kalau mau lebih nyata, snorkling di jernihnya pantai Gunung Kidul bisa...eh nggak ding, wong saya nggak bisa berenang, mana berani menyelam. Tapi, ini memang sengaja cari suasana beda, biar nggak di Jogja mlulu. Jadilah kami meluncur ke desa Bulu, kecamatan Jepara, Jepara, Jawa Tengah, sebab di sanalah pantai Kartini berada. Rute yang bisa dipilih, manfaatkan aplikasi navigator aja😀😀