31 Desember 2016

Sumber: www.pixabay.com

Kenapa timun pahit? Tempo hari, sepulang ngantor suami membawa pulang ayam goreng plus lalapan. Syukuran rekan kerja yang lairan katanya. Mendapat "oleh-oleh" tentulah kami senang..nggak perlu masak lauk lagi kalau saya. Dua bocil saya juga girang..langsung nyemil-nyemil sembari nonton upin-ipin di tv. 

"Bah..nggak enak, pahit!" teriak Raka beberapa saat setelah nyomot timun si lalapan.

"Bu...kenapa timun ada yang pahit..ada yang nggak tho?" tanyanya spontan.

"Ya, mirip-mirip kamu makan mangga itu..kadang ada yang kecut, kadang ada yang manis. Nggak usah dimakan kalau pahit"

Jawaban saya adalah jawaban tipe malas mikir. Yang penting njawab. Tetapi setelahnya, saya yang justru mikir..kenapa ya ada ketimun yang 100% enak dimakan, tapi ada juga ketimun yang ada berasa pahit dipangkal buah..? Kok saya malah jadi penasaran.

28 Desember 2016

23 Desember 2016


Sedang liburan di Jogja kah? Hampir semua tahu kalau Jogja salah satu destinasi wisata yang tersohor di Nusantara. Dari 4 wilayah kabupaten dan 1 Kota yang di miliki, masing-masing punya icon wisatanya sendiri, dan semuanya siap menyambut kedatangan wisatawan yang siap merayakan pergantian tahun di wilayah ini.

Salah satu kabupaten di Jogja yang kini tengah moncer alias banyak diperbincangkan karena potensi wisatanya adalah Kulon Progo. Apalagi, ditambah dengan rencana pemindahan bandara Adisucipto beberapa tahun ke depan, maka bisa diprediksikan wilayah Kabupaten ini akan semakin ramai di sektor ekonomi, dan juga wisata.

Beberapa tahun yang lalu, mungkin kabupaten ini hanya dikenal masyarakat karena  makanan tradisionalnya yang unik, yakni geblek dan tempe koro, pantai Glagah Indah, Pantai  Congot atau pun Waduk Sermonya. Tapi sekarang, jangan sekali-kali memandang sebelah mata. Diam-diam, Kulon Progo kaya pesona alam lho...

20 Desember 2016



ğŸŽ¶"Libur tlah tiba..libur tlah tiba..hore!..hore!"ğŸŽ¶

Mendadak ingat lagunya Tasya pas dia masih imut. Saya suka lagu itu, termasuk pipi penyanyinya yang gembil-gembil lucu.Tapi bener, ini bukan mo ngomongin lagunya Tasya kok. Tentang liburan anak-anak yang sudah dimulai minggu ini.

"Kamu enak..setiap anak dan suami libur..jalan-jalan mlulu.."

komentar seorang teman, yang sering nge-like status di medsos saya. Lha iya, wong status fb saya isinya update an blog dan biasanya saya pilih yang bagian jalan-jalan dan makan-makan. Coba kalau nulis statusnya aktivitas saya dari Senin sampe Sabtu..pasti isinya tak jauh dari acara momong anak, masak, dan beberes rumah...hi..hi😀😀

17 Desember 2016


Dalam beberapa hari ke depan, tahun 2016 akan berakhir. Kalau sudah seperti itu, biasanya saya berada diantara rasa sedih dan senang. Sedih..karena taon depan pasti uban yang mulai muncul pasti akan bertambah, termasuk keriput di wajah (hi..hi, realistis kan?!) 😀😀 Senangnya..karena saya berhasil melewati 2016 dengan sehat dan selamat. Secara kesehatan, tak ada hal-hal yang mengkhawatirkan tahun ini. Selamat, karena beberapa masalah hidup yang muncul pun masih bisa ke handle dengan baik. Alhamdulillah 😄😄

15 Desember 2016


Area kolam renang masih sepi. Maklum, masih pagi, masih dingin

Taman Wisata Kopeng

Pagi itu kawasan Kopeng masih sepi....Rrrrrhh...dingin banget!! Tapi sumpah, saya suka dingin yang seperti ini, menusuk tulang, tapi seger!

Ternyata kami terlalu pagi dari Jogja, hingga akhirnya baru setengah tujuh pagi kami sudah sampai Taman Wisata Kopeng. Hi..hi, memilih berangkat sepagi mungkin adalah salah satu strategi kami menghindari macet. Meski hari libur, rupanya lalu lintas dari Jogja-Magelang-Pertigaan Canguk-Jalan Kopeng pagi itu lancar jaya. 

12 Desember 2016

Postingan kali ini lagi-lagi tentang makanan. Tapi bedanya, ini bukannya njajan tapi saya masak sendiri. Dunia para Emak gitu lho.. Bukan ahli masak juga sebenarnya, tapi motivasi utamanya adalah anak lanang a.k.a Raka yang hobi banget pesen seafood asam manis kalo ada kesempatan makan di luar. Kalau boleh dibilang, makanan favorit pertama.

9 Desember 2016


"Bu..aku besok Senin libur.." 
"Lha..kenapa?"
"Tanggal merah tho.."
Begitu laporan sulung saya tempo hari, pasca pulang sekolah. Otomatis kepala saya berputar ke arah kalender yang tertempel di dinding. Oalaah...libur Maulud Nabi ternyata. 

Status seorang ibu yang tak terikat jam kerja, dimana lebih sering tak mengenal hari kerja tanpa peduli ini hari apa atau tanggal berapa, memang sering membuat saya lupa pada kalender. Kadang masih hari Sabtu, juga di kira sudah Minggu..hi..hi. 

"Ini...ada pengumuman dari sekolah " lanjutnya sambil menyodorkan selembar kertas. Pengumuman libur sekolah dan jadwal penerimaan rapor tanggal 17 Desember mendatang. Sementara untuk PAUDnya Si kecil, pengambilan raport jatuh tanggal 13 besok. 

8 Desember 2016

mangrove pantai pasir kadilangu


Wkk..judulnya kayak sinetron. Tapi memang awalnya tujuan kami ndak  ke Hutan Bakau Pantai Pasir Kadilangu. Begini cerita selengkapnya..

Tak Sengaja Berlabuh di Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu
Minggu pagi, awal Desember. Mumpung libur, daripada di rumah anak-anak cuma nge-gadget mlulu, oke lah...kami pengen ajak anak-anak melihat secara langsung hutan bakau.  Masalahnya, Raka yang sudah mulai harus mengerti mana akar tunggang-mana serabut masih sering salah sebut, ia pikir tanaman bakau sama dengan tembakau. Masih sering kacau pokoknya.

Masalah kedua, saya dan suami pun belum pernah maen ke lokasi hutan bakau. Jogja hanya punya dua lokasi hutan bakau, satu di Bantul dan satu lagi di Kulon Progo, cuma yang lagi ngehits sepertinya yang di Kulon Progo. Deal, akhirnya kami sepakat ke Kulon Progo, tapi memang belum tahu lokasi persisnya.

Mengandalkan navigator, akhirnya sampai juga di di sebuah desa di tepi jalan Deandels Kulonprogo. Ada papan petunjuk besar, bertulis hutan mangrove Wanatirta. Oke, berarti ketemu. Kemudian kami masuk mengikuti anak panah, masuk ke sebuah kampung yang belakangan saya tahu namanya Desa Jangkaran, Temon, Kulonprogo. 

6 Desember 2016


Di jagat maya, cerita tentang enaknya bakso Ironayan alias bakso Pak Jam sering saya temui. Dan malangnya...saya yang pecinta hidangan sejuta umat itu malah belum pernah mencobanya. Padahal, secara lokasi warung bakso itu posisinya se Kecamatan dengan tempat asal saya. Bener-bener kebangeten!

4 Desember 2016

Sudah pernah cerita kan, kalau tempat saya tinggal, sering banget hujan. Tapi kalau kemarin (Sabtu), sepertinya  hujan cukup merata di semua wilayah Jogja. Matahari benar- benar sembunyi sepanjang hari. Kalau sudah begini, abaikan sejenak program diet. Ditambah provokasi teman-teman di WA grup yang gencar saling mengirim foto makanan, jadilah godaan untuk "khilaf" dalam hal makan semakin besar..hi..hi.

Kalau biasanya saya tertib hanya ngemil buah sampai jam makan siang, tapi hari itu saya tergoda. Apalagi pasca acara belanja bulanan, sebelum agenda njemput anak sekolah,  pak suami justru membelokkan kendaraan ke lain arah, "Ke Pak Lanjar dulu...udah lapar.." katanya. Padahal, baru jam 10 pagi...dan kebetulan anak-anak bubar  sekolah jam 11 karena week end.

Warung Pak Lanjar
Warung Pak Lanjar, masih banyak space di parkiran karena masih pagi

Menurut saya, lokasi warung ini cukup nyempil, agak susah dicari, karena cukup jauh dari jalan utama ( Bisa dijangkau dari Jl. Magelang, atau Jl. Monjali). Sepertinya, warung ini memang mengusung konsep alami, ketenangan, karena posisinya benar-benar di areal persawahan, di dusun Banteran, Donoharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta.