23 Januari 2016

5 Benda untuk Belahan Jiwa



Status sebagai orang tua, ternyata mengubah banyak hal, termasuk perubahan prilaku, kebiasaan lebih tepatnya. Saya sering senyum-senyum saja kalau suami pulang kantor bawa dos snack rapat atau oleh-oleh rekan kerja yang isinya sengaja disisakan, untuk dibawa pulang. Seperti beberapa hari lalu, saat suami pulang sambil mengeluarkan dos mungil berisi puding dan kue coklat.

“Kayaknya Raka dan Alya suka, biar dimakan mereka saja”. Itu alasannya. Dan suami bakalan happy banget kalau yang terjadi kemudian adalah melihat anak-anak menerima oleh-oleh ayahnya dengan suka cita alias memakannya dengan lahap. Ayah yang baik ya? Syukurlah.

Ibunya? Sering gitu juga kok. Tapi beda wilayah. Kalau saya bagian belanja, dan biasanya yang saya utamain Raka dan Alya dulu. Masuk toko trus nyari kebutuhan sendiri? Iya, tapi itu jaman masih gadis. Begitu punya anak, kok berubah dengan sendirinya. Keluarga ada rejeki, ya kebutuhan anak dulu yang diutamakan. Nanti kalau rejekinya sisa, baru deh buat ayah dan ibunya :-)

Eh..ngomongin tentang belanja, hari gini..siapa tho yang nggak ngerti Lazada? Raka yang baru kelas 3 SD aja udah ngerti gara- gara teman-teman sekolahnya pada dibeliin jam tangan di Lazada. Murah dan desainnya bagus-bagus, katanya.

Ya..iya lah, orang Lazada toko on-line terbesar di Asia tenggara. Jadi kalau menyediakan banyak pilihan untuk para pelanggannya, ya sudah seharusnya. Makanya, kalau ada tantangan untuk memilih lima barang yang dibutuhkan di Lazada, saya akan membeli barang-barang untuk keperluan anak-anak dulu, tentunya yang mereka butuhkan, dan dengan harga yang masih nyaman untuk kantong keluarga kami. Diantara buanyaaak sekali barang menggoda di Lazada, berikut 5 item favorit saya:

21 Januari 2016

15 Januari 2016

Mempercayakan Penanganan Biang Keringat Anak Pada Lactacyd Liquid


Musim hujan ini memang berbeda dari tahun sebelumnya, setidaknya itu yang saya rasa. Kalau biasanya Januari identik dengan “hujan sehari-hari”, sepertinya tidak berlaku di tempat saya.. Bisa jadi karena efek el nino. Atau dampak pemanasan global, hingga iklim dunia kacau balau. Ah, mbuh lahh.. dalam bidang cuaca-percuacaan gini, saya nggak gitu ngerti.

Sering sekali cuaca terasa panas sepanjang siang. Yang pasti, klo udara terasa gerah, saya sering punya pe er baru. Beresin biang keringatnya Alya. Klo emak-emak yang punya bocil, pasti cukup familiar dengan penyakit kulit yang akrab dengan anak-anak ini. Ditempat saya, biang keringat umum di sebut kringet buntet.

Meskipun sepertinya ringan, tapi biang keringat sangat mengganggu. Kalau kena terik matahari atau pas cuaca panas, biasanya si anak akan resah-gelisah, mbingungi, garuk sana-sini, karena gatal. Kalau Alya, area yang paling sering terkena biang keringat adalah seputar jidat, tengkuk, dan terkadang punggung...

Untuk penyelesaian masalah, biasanya saya lihat tingkat keparahan. Kalau area kemerahan baru sedikit, biasanya tanpa obat. Cukup memakaikan Alya baju yang agak minimalis, dan rajin mengelap keringat yang bercucuran, biang keringat reda atau sembuh dengan sendirinya.

Pernah saya nyoba meredakan biang kringatnya dengan tepung kanji, tetapi ketika cerita ke teman saya yang bidan, malah saya dilarang melakukannya lagi. Katanya secara medis, kanji tidak direkomendasikan karena takutnya bercampur dengan keringat, justru akan menjadi “bubur” dan membuat pori-pori kulit semakin tertutup.

Rekomendasi teman saya untuk cara simpel memerangi biang keringat adalah, mandikan anak dengan air dingin. Cara yang ini belum saya coba, masih belum tega karena suhu air di tempat kami dingiiiin.

Saat area yang terpapar biang keringat meluas, mau tak mau saya menggunakan obat. Lotion pengurang gatal, bisa saja dipakaikan, dan cukup efektif hasilnya. Tapi akan menjadi masalah adalah ketika biang keringat sudah sering digaruk, dan anak mengeluh perih saat diolesi lotion. Akhirnya, teringat kembali cairan Lactacyd.


Pertama kenal Lactacyd liquid saat Alya umur setaon an. Dulu karena badannya bayi Alya pernah bruntusan merah-merah. Teringat cerita teman yang berhasil meredakan ruam susu bayinya dengan ini, ya sudah nyoba beli di apotek. Ternyata lactacyd liquid gampang didapatkan, tanpa resep dokter, harganya sekitar 23an ribu untuk kemasan 60ml.

Saya cobakan, ternyata cairan ini cukup ampuh menangani masalah kulit bayi yang terkena bruntusan merah-merah dan juga ruam popok. Sesuai saran penggunaan, sebenarnya ada dua cara pemakainan, dicampurkan dengan air mandi ataupun difungsikan seperti sabun cair. Saya lebih senang cara yang kedua. Biar lebih meresap dan berasa lebih mantap.

Kini, Alya sudah berumur 3 tahunan. Kembali kami pakaikan ia Lactacyd liquid. Setelah sekitar 10 hari pemakaian, kulitnya memang belum pulih benar, tapi biang keringatnya sudah hampir 90% berkurang. Mungkin karena Alya bukan bayi lagi, jadi cairan lactacyd butuh waktu yang lebih lama untuk “bekerja” .

Jadi pe er saya belum sepenuhnya selesai. Saya harus lebih tlaten lagi; memastikan kulit Alya kering, bersih. Untuk soal mandi, dua kali sehari sudah pasti. Yang paling penting, yaitu meminimalkan keringat dan terkena matahari. Cara termudah adalah mengganti baju seandainya basah terkena keringat atau mengelap segera setelah tubuh keringetan. Betewe, diantara para teman blogger punya pengalaman tentang biang keringat dan penanganannya...? Berbagi yuk, di kolom komentar.

13 Januari 2016

Permainan Favorit Di Masa Kecil

Bocah itu terlihat asyik meski bermain sendirian. Kadang ia seperti berbicara – entah dengan siapa. Yang pasti, tangan-tangan mungil itu dengan cekatan mengambil dan meletakkan potongan-potongan kecil kertas, penuh warna.



Siapa bocil dalam ilustrasi cerita di atas? Itu saya! Resiko punya dua kakak, tapi cowok semua, sering memposisikan saya untuk bermain sendirian di rumah. Ada beberapa teman perempuan sebaya sebenarnya, tapi tempat tinggal kami saling berjauhan. Ya..jadinya gitu, nggak bisa maen bareng setiap hari..setiap saat.

8 Januari 2016

Cara Mudah Menambahkan Page/Laman Pada Blog (Blogspot)



Kalau ada teman blogger yang jeli, ada beberapa perubahan pada tampilan blog ini. Tidak sepolos yang dulu, karena sekarang blog ini memiliki Laman atau page, yang seperti ini lho...


Awalnya saya mengira untuk membuat Page/ laman ini rumit, harus otak-atik kode html dan sebagainya.. Ternyata hasil dari berguru pada sahabat yang lebih dahulu terjun dalam dunia perbloggeran , membuat laman pada blog tak serumit yang saya bayangkan. Setidaknya hanya butuh dua langkah pokok.

3 Januari 2016

Makan Siang di Waroeng SS (Spesial Sambal) Muntilan, Magelang

Spesial sambal muntilan

Menutup liburan akhir tahun sekaligus liburan sekolah, sulung saya, Raka siang tadi punya request khusus. Untung mudah; makan di SS. Kalau anak- anak muda Jogja dan sekitarnya, pasti familiar sama SS, alias waroeng Spesial Sambal. Nah..kok Raka yang masih kecil aja kepincut sama ni warung? Lauknya ENAK katanya. Kalau saya sih, memang sudah lama naksir tempat makan ini, dari jaman masih gadis malah. Tempatnya nyaman, menunya lengkap, sambelnya enak, harganya...nggak bikin kantong bolong!

Diberdayakan oleh Blogger.