31 Desember 2015

Sumber gambarterbaru.com


Tinggal hitungan jam 2015 akan segera kita tinggalkan. Kalau sudah begini, jadinya waktu kayak berlari yaa...cepet banget! Rasanya baru kemarin kita melewati tahun baru 2015, eh....sekarang sekarang dah siap- siap untuk menjelang datangnya 2016. Ngomongin tentang tahun baru, beberapa tradisi ini akan segera kita jumpai dan kita temui.

Tradisi pertama, membunyikan terompet.

Toooot...!!

Bunyi ini bakal mendominasi, bersahut-sahutan ditiup, terlebih di malam pergantian tahun. Tahun baru dan terompet? Kok bisa yaa..?
Mengutip dari beberapa sumber, tradisi membunyikan terompet di malam tahun baru berasal dari budaya masyarakat Yahudi. Terompet diperkirakan sudah ada sejak tahun 1.500 sebelum Masehi. Awalnya, alat musik jenis ini diperuntukkan untuk keperluan ritual agama (sebagai alat untuk memanggil umat untuk berkumpul di tempat peribadatan), dan juga digunakan dalam militer terutama saat akan berperang.

Hingga dalam perkembangannya kemudian terompet digunakan sebagai sarana pelengkap bangsa Yahudi saat melakukan malam instrospeksi di penghujung tahun.
Di Indonesia sendiri, saya belum nemu literatur yang menerangkan sejak kapan tradisi ini ada. Tapi seingat saya, sejak kecilpun begitu menjelang tahun baru, maka akan muncul banyak pedagang terompet dengan berbagai bentuk dan desain di pinggir-pinggir jalan.

Oh, ya..malah tiba- tiba jadi ingat pesan via medsos yang beberapa kali saya baca tentang higienitas terompet-terompet yang katanya bisa menjadi media penularan berbagai penyakit berbahaya. Disatu sisi, pesan tersebut mengingatkan kita untuk lebih hati-hati, namun di sisi lainnya, kok pesan itu jadinya malah menyudutkan pedagang terompetnya. Kasian kan, baru mau menambah pendapatan sekali dalam setahun, (calon) pembeli sudah di hantui berita yang entah benar, atau hiperbolis semata.

28 Desember 2015



Sebagai seorang ibu, pernah nggak mati gaya ngadepin anak-anak yang tengah libur sekolah cukup panjang. Saya sering!
“ Ni anak mau pada ngapain aja ya selama libur sekolah..? Begitu tu intinya. Kalau pas libur biasa, nggak begitu bermasalah mungkin. Diajak jalan-jalan keluar,pasti mereka seneng. Tapi kalau keseringan ya dompet yang jadinya kurus kering.

27 Desember 2015

Kalau ngomongin tentang kehidupan dinosaurus, biasanya ingatan otomatis akan tertuju ke film Jurassic Park atau film anak- anak Dinosaurus yang masih sering diputer di tv. Lha...iya, lah...wong jenis binatang ini sudah punah.

Yang tertinggal sekedar fosil dan cerita tentang kehidupan binatang bertubuh besar ini. Tapi...merasakan atmosfer kehidupan dinosaurus dan seolah- olah ada di habitat mereka, sekarang bisa lho kita coba. Nggak perlu jauh...masih di Jogja aja, di Taman Pintar tepatnya.

25 Desember 2015

“Sekarang foto dulu, edit sama postingnya nanti...” pinta seorang gadis kepada cowok di sebelahnya yang saya lirik tengah asyik dengan gadgetnya. Saya sendiri sibuk membenarkan posisi topi Alya yang miring-miring terkena tiupan angin malam.

Dingin udara pegunungan memang menusuk tulang. Di langit bulan terlihat terang memancarkan sinar. Kawasan menara pandang Kaliurang yang biasanya relatif sepi di waktu malam, hari ini tumpah ruah oleh pengunjung anak-anak, tua- muda. Romantis untuk pasangan muda, dan menarik untuk segmen rombongan keluarga seperti saya. Apa pasal?


Festival of Light, gelaran acara yang diusung dinas pariwisata Sleman bareng PT. Taman Pelangi yang sudah berlangsung beberapa minggu terakhir mampu membuat kawasan bukit Turgo tampak semarak. Hamparan lampu beraneka warna yang ditata sedemikian rupa, lampion cantik dengan bentuk menarik, saya akui memang menimbulkan hasrat untuk segera memaksimalkan fungsi kamera dan tongsis sesegara mungkin.Instagramable, istilahnya. Apalagi di jaman dimana masyarakat hobi meng upload foto-foto di media sosial. Untuk menikmati ini semua, pengunjung cukup membayar 20 ribu/orang pas week end, atau 15 ribu saja di hari biasa.



Seandainya nggak suka berfoto? Menikmati suasana yang berbeda dari ketinggian menara pandang bisa juga.
Kehadiran panggung dan live musik di tengah area, plus api unggun alami, menjadikan suasana makin manis dan romantissss... Apalagi ditambah seporsi jadah bakar plus wedang ronde. Mau? Tenang...Festival of Light di Kaliurang rencananya akan digelar sampai 31 Januari 2016. So, don't miss it!


Jangan lupa bawa jaket, dingin soalnya :-)

1 Desember 2015


Yang pasti, beberapa hari terakhir saya memang serasa kembali ke masa lampau... Dan masa lampau itu ternyata sudah .....isinya operator doankkkkk...hi..hi. Ngerti nggak maksudnya?

Jadi selama tab sakit2an hang, hilang signal...saya mbalik ke hape jadul yang hanya bisa moto, sms ma telponan. Dalam beberapa hari...minim bngt sms yang saya terima...ada beberapa dari teman. Selebihnya, nomor-nomor nggak jelas promo layanan ganti suara, nada sambung...