29 September 2015

Cerita Dibalik Blog Ini

September 29, 2015 21

Kejadiannya, hampir setahun lalu. Judulnya waktu itu, saya lagi kecewa sama diri sendiri. Seorang sahabat, menyambut keluh-kesah saya dengan kata-kata bijaknya lewat fb messenger. 

"Eh...blog mu masih kan? Nge-blog yuk....Minimal, nggak bakalan bosan lagi. Maksimalnya.....buanyakkk! Banyak lho yang bisa jalan-jalan gratis berkat nge-blog....Gunakan imaginasi, ciptakan peluangmu!."  Rupanya....provokasi sahabat saya berhasil. Blog saya yang sudah 5 tahun bobok manis, dan lumutan sana-sini, saya bangunkan dan urus kembali. Untung, masih ingat kata kunci....hi..hi. 

Seperti namanya, di awal keberadaannya, blog ini sebagian besar hanya berisi cerita-cerita tentang Raka. Maklumlah, dulu ia menjadi 'center of universe' keluarga ... anak pertama gitu loh! Sayang saja kalau moment-moment cakepnya dia yang tertangkap kamera harus menyerah pada jamur, seperti pada foto-foto yang rusak kalau kelamaan ditaruh di album photo. Nggak seru juga kalau saya sebagai ibu melewatkan fase-fase penting tumbuh kembangnya. Nggak lengkap kalau saya ( waktu itu) melewatkan waktu didepan komputer kantor tanpa menulis apapun. Jadilah blog ini gado-gado, campuran postingan foto-cerita-curhat-dan beberapa cerpen. Itulah Visi-Misi awal saat blog ini lahir.  

23 September 2015

Cara-cara Ini Mampu Membuat Daging Jadi Lebih Empuk!

September 23, 2015 19
Tips-menjadikan-daging-empuk

Ceritanya ini postingan special idul adha, biar sekali-kali blog ini postingannya aktual, tajam,terpercaya. Eh, gimana, banyak daging qurban di kulkas, tapi bingung mau ngolahnya...? Wah..itu mah, saya banget! 

Setidaknya ada dua masalah yang sering dihadapi ibu-ibu dengan daging; pertama mau dimasak apa, dan yang kedua, tekstur daging yang alot, bagaimana caranya agar bisa dinikmati semua keluarga --terlebih bila ada bayi, batita, atau manula, yang kemampuan dan kekuatan giginya terbatas. 

Salah satu variasi olahan daging. Image: pixabay.com

Permasalahan pertama, bisa diakali dengan googling. Perkaya resep menu makanan dengan bantuan mesin pencari. Saya sih sering nyimpen-nyimpen resep makanan baru, niatnya biar kelihatan pinter masak... tapi giliran eksekusi di dapur...kok jadinya tetep aja masak yang itu dan itu lagi...he..he. 

Permasalahan kedua, tetap bisa diakali dengan bantuan mesin pencari. Tapi, kalau bukan testimoni yang pernah diuji-cobakan langsung....kok tetep rasanya nggak muantebs. Oke, baiklah...ini tips n triks ala saya biar daging kambing/sapi bisa lebih empuk dan ramah untuk semua gigi penghuni rumah: 

  • Digiling. Biasanya saya membawa sebagian daging qurban ke depot penggilingan daging yang biasanya bisa ditemukan di pasar tradisional. Nah, disini bisa request ke operator penggilingan, mau di giling saja, atau dibuatkan adonan untuk bakso. Biar lengkap, request dua-duanya juga boleh.
  • Dibungkus dengan daun pepaya sebelum dimasak. Getah pepaya, dipercaya mampu melunakkan daging. Pernah nyoba cara ini, memang sih agak empuk. Tapi menurut saya, level "pengempukan"nya kurang mantaps. 
  • Menyertakan buah pepaya muda saat merebus daging Kalau tips ini, dapat dari suami. Nggak tahu, dia dapetnya ilmu darimana. Dulunya, ada satu pohon pepaya dibelakang rumah. Sayang, sekarang ni pohon sudah ditebang. Lumayan manjur...tapi Susahnya adalah, kalau nggak punya pohon pepaya. Nggak ada kan yang jual buah pepaya muda? Kecuali kalau mau minta ke tetangga yang punya pohonnya:-) 
  • Merendam sebentar dalam parutan nanas. Pernah lihat iklan kecap di tv kan? Menurut saya, ini tips yang paling tokcer yang pernah saya coba. Oh..ya, jangan dibayangkan nanas yang dipakai merendam daging 1 buah lo ya... Sedikit saja ternyata cukup ampuh kok. Langkahnya juga mudah, rendam sebentar daging yang mau dimasak dalam parutan nanas...dipotong-potong, dagingpun siap dimasak menurut selera. 
  • Memasukkan sendok stainless saat marebus daging. Nah, kalau yang ini dapat ilmunya dari mertua. Sebenarnya, ada dua cara yang beliau ajarkan. Pertama, dengan menambahkan obat sakit kepala. Waduh...kalau yang ini, bener-bener ogah mempraktekkan! Bukannya dapet nutrisi....ujung-ujungnya malah organ dalam yang bermasalah nantinya. Gini-gini, menantunya ini kan sering nonton reportase investigasi :-) cara yang kedua, dengan menyertakan sendok stainless steel saat merebus daging. Nah...cara yang ini yang beberapa kali saya praktekkan saat nggak ada persediaan nanas di kulkas..dan hasilnya lumayan. 
  • Jangan terlalu sering membuka tutup panci/mengaduk saat daging direbus. Ilmu dari mertua juga, dan ternyata bener lhooo... Dulunya karena penasaran, saya sering main buka-tutup panci dan mbolak-balik tuh daging yang tengah direbus. Setelah saya dapet ilmu ini, olahan daging saya jadi lebih empuk *meskipun untuk urusan bumbu-membumbui saya masih bener-bener pemula...
Sepertinya, cukup itu tips dan triks yang sudah saya ujicobakan mengenai perdagingan. Ada tips lain, saya tunggu di kolom komentar yaa...

17 September 2015

Krakatoa The Last Day : Ada saatnya alam "berkuasa" atas manusia

September 17, 2015 23
"Film terbaru apa ya yang terakhir anda lihat?? " Wah....kalau ada survai begituan, ketahuan saya emak paling kuper...wkkkkk. Yah...namanya emak-emak dengan batita...untuk urusan film, terus terang saya pasrah aja sama yang ditayangin tv. Mau itu film jadul, baru, kalau ada kesempatan nonton film..ya nikmati aja! --Meskipun kesempatan untuk menikmati film dari awal-akhir juga jarang banget sekarang. 

Pergi ke bioskop sendiri atau sama suami...kayaknya itu moment yang sudah lama sekali terjadi. Mau ninggalin anak-anak di kakek-neneknya, sementara kami ngacir enak-enak nonton? Nggak tega. Paling juga nggak bakalan khusuk, tetep kepikiran anak-anak. Mentok-mentoknya malah mending buat beli es krim 5 biji, dimakan rame, dapet dvd film gratis....hi..hi

10 September 2015

Demam Tak Biasa (Selesai)

September 10, 2015 17
Alhamdulillah, saat postingan ini saya tulis...semua dalam keadaan sehat. 
  
  ***** ini sekedar pengingat bagi saya, betapa sehat itu anugrah yang luar biasa**** 


 Prolog baca ini dulu Bagian satu

Kalau pas nggak demam kambuh....begini ni, kayak ga sakit, gara-gara ini pula dokter Wikan sampe akrab sama Raka

Beberapa test darah terjalani, dan menunjuk hasilnya, semuanya baik-baik saja. Juga ketika test kultur darah yang hasilnya harus kami tunggu berhari-hari. Melalui test ini, akan diketahui apakah dalam darah pasien terinfeksi bakteri/ jamur tertentu atau tidak. 

8 September 2015

Demam Tak Biasa

September 08, 2015 5
Foto ini adalah foto lamanya Raka, ketika harus melawan penyakit "aneh" selama tiga minggu. Terjadi akhir 2012, ketika sulung saya masih duduk di TK besar, sementara adiknya belum genap 2 bulan. Sebenarnya, gejala awalnya biasa saja...tapi kemudian menjadi sesuatu yang agak-agak di luar logika... Ah, daripada kelamaan, baiklah...cerita dimulai saja.

Ruang Galilea 306 RS Bethesda, pertama, dan semoga yang terakhir

Saya inget, waktu itu hari Kamis, habis Maghrib...Raka diajak ayahnya keluar sebentar karena ada keperluan di rumah tetangga. Eh...begitu pulang, muntah-muntah. Ya, saya pikir dia masuk angin. Seperti biasa P3K pertama saya minyak kayu putih, dan kemudian tertidur. 

6 September 2015

Membayar Pajak Kendaraan, Tidak Serumit Yang Dibayangkan

September 06, 2015 16
Ada yang harus bayar pajak kendaraan bermotor bulan ini? Untuk urusan satu ini, setidaknya ada dua pilihan; bayar sendiri di kantor samsat, atau datang ke biro jasa sebentar , membayar uang "jasa" dan terima beres. 

Suami saya paling males untuk urusan birokrasi seperti ini, dan lebih memilih menyerahkannya ke biro jasa. Tapi setelah saya pikir-pikir, lumayan juga biayanya..bisa buat njajan bakso sekeluarga. Makanya, sudah beberapa tahun terakhir, saya yang milih menjadi relawan, tertib nunggu di depan loket demi loket yang harus dilewati di kantor samsat.



Gambar dari "http://%20http//humaspajak.blogspot.co.id/2011_08_01_archive.html?m=1">humaspajak.blogspot.co.id

1 September 2015

Si Pulsa Punya Cerita

September 01, 2015 18
"Mbak Lis..pulsa itu seperti apa tho? Anak saya itu jual pulsa...beberapa orang ke rumah nyari dia untuk mbeli, tapi kok saya nggak bisa liat barang dagangannya...."
Senyum.  (bingung gimana mau neranginnya... )
"Oh, memang kalau sekarang, pulsa itu nggak kelihatan kok bu.."

Itu kisah nyata lho...saya alami beberapa bulan lalu. 

Jadi begini, tetangga saya sebelah rumah itu sehari-hari membuat tempe bungkus daun pisang untuk di jual ke pasar. Dari segi umur sih...60 tahunan gitu. Tingkat pendidikan, mungkin lulusan SD atau SMP. Secara profesi, bisa dibilang pekerjaan beliau jauh dari kesan modern apalagi hi-tech, tiap hari ketemu dengan pembeli langsung di pasar tradisional dengan barang dagangan yang kasat mata. Jadi....kalau ada pertanyaan kayak tadi, masih wajar juga siih..... 

Diberdayakan oleh Blogger.