24 Maret 2009



Beberapa minggu lali, saya sempat curhat sama suami saya...”mas, ntar klo gaji 13 turun, beli komputer yuk!! Komputer tua punyaku tuh dah sering ngadat...kadang mo hidup, kadang gak. Pake ngetik juga sering tau-tau hang”.
Semenjak jadi ibu rumah tangga, saya memang jadi “jauh” dengan komputer, terpisah dengan dunia reportase, tulis-menulis yang hampir lima tahun saya terjuni. Ada keinginan, disaat raka sedang sekolah dan pekerjaan rumah terselesaikan, saya bisa kembali menulis, entah apapun bentuknya. Alhamdulillah...suami saya sangat mengerti. Tak harus menunggu gaji ke-13, beberapa hari lalu, sekembali dari rumah simbah di Bantul, ada satu anggota baru di rumah, disertai pesan yang ditulis ayah dalam satu file.

Coretan kecil…
Komputer ini ku persembahkan untuk anak dan istriku. Aku numapang aja he..he..
Bagi anakku sebagai media belajar biar ga’ gatek dan tp spy pinter..
Untuk istriku sebagai media menuangkan ide-idenya, imajinasinya ato apapun itu namanya, sekaligus pengusir rasa bosan ‘ mungkin’… . Maksude dulu sering meninggalkan rumah alias kerja, sekarang lbh banyak di rumah ngurusi rumah..Tp enggak tho nok?? Ayah klo libur dah sering ngajak maen tho …he…he..he..
Semoga ada manfaatnya.. Amien..amien..amien


Terima kasih ya ayah. Hadiah ini sepertinya terlalu bagus…Sekarang ibu bisa edit foto Raka lagi, bisa dengerin lagu lewat winamp lagi. Nanti ibu ajari Raka mengenal computer…. Ibu pun ingin berkarya dengan computer ini. Alhamdulillah, terimakasih ……..


Kalo mo lihat gajah beneran, tentu saja kami harus ke kebun binatang GembiraLoka. Tapi yang ini hanyalah patung gajah besar (kalo bahasanya raka “huede”, gede maksudnya) yang menghiasi taman bermain Denggung Sleman. Meski keberadaannya belum begitu lama, tapi tempat ini lumayan rame, terutama di hari libur ataupun sore hari. Bisa ditebak, pengunjung tempat ini mayoritas para orang tua dengan anak batita atau balita mereka.

14 Maret 2009

Suatu hari, tanpa sengaja saya bertemu dengan dua teman lama yang terpisahkan sekian tahun. Dari mereka saya tahu, sekarang mereka bekerja pada sebuah Rumah Produksi (Prodution House) di Jogja.

Kepada saya mereka bercerita ada satu rekan kantor yang baru saja keluar, dan ada peluang bagi saya untuk menggantikannya. Ah, betapa gembiranya hati saya. Tanpa menunggu, segera saya buat surat lamaran, dan ingin mengantarnya secepat mungkin. Tapi kemudian saya teringat, Raka bagaimana kalau saya tinggal kerja? Pembantu lagi? ogah! Di sekolah sepanjang hari? Apa saya tega membiarkannya gak makan kalau menu makan siang atau snack di sekolahnya tak ia suka?

Baru sampai disitu..........saya mendengar adzan berkumandang. Sudah Subuh rupanya. Hmmm..........rupanya saya cuma mimpi; bunga tidur. Mungkin Raka memang lebih membutuhkan saya saat ini. Tenang nak....ibu di rumah, kita main puzzle atau bikin gedung bertingkat pakai balok yukk!! Besok kita ajak ayah main perosotan sambil liat patung gajah di Taman Denggung yaa...