CoretanBunda

Personal & Lifestyle Blog

18 November 2017

Jenis Buah yang Dulunya biasa jadi Teman Bermain Anak-Anak


Belakangan ini, 2 bocil saya punya hobi baru, nangkep belalang. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Jadi di ujung kampung, masih banyak areal sawah. Beberapa petak belum ditanami, nunggu bibit padi siap mungkin, hingga banyak rerumputan yang merupakan habitat yang nyaman bagi belalang untuk beranak pinak. 

Entah apa menariknya si belalang ini, hingga kemudian anak-anak begitu suka menangkapnya-ditaruh dalam toples-dan kalau sudah bosan, akhirnya masuk kolam, jadi makanan ikan. Biasanya mereka berburu belalang di sawah ditemeni pak suami klo pas libur.
Hingga suatu minggu pagi, dari main di sawah (tetangga) anak-anak nggak cuma bawa belalang hasil buruan saja, tapi mereka bawa tanaman juga. Mau ditanam katanya.

"Bu..ini sebangsa tomat ya? Rasanya manis."

Ternyata anak-anak pulang membawa tanaman ceplukan. Yaa, pantesan kalian nggak kenal ini. Ceplukan memang buah nya anak-anak jaman baheula. Jaman yang nulis blog ini masih seusia anaknya๐Ÿ˜€ Gara-gara anak-anak semangat nanem pohon ciplukan, saya kok jadinya nostalgia ke era puluhan tahun silam. Mengingat masa kecil menyenangkan soalnya๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ Jaman saya kecil, ada beberapa buah lain yang begitu "dekat" dengan anak-anak.

Ciplukan

buah ciplukan
Image dari transferfactorformula.com

Di tempat saya tinggal, buah ini namaya ciplukan. Di daerah lain, mungkin namanya berbeda. Pohonnya pendek, buahnya terbungkus kulit tipis. Kalau masih muda, ia berwarna hijau dan semakin tua kulit buah akan menjadi kuning kecoklatan. Demikan juga  buah yang berbentuk bulat didalamnya. Kalau ceplukan muda, saya belum pernah nyoba rasanya kayak apa, tapi kalau sudah mateng, rasanya manis. Enak?? Biasa aja sebenarnya, cuma kalo makannya jaman dulu, ya enak. Anak-anak jaman dulu kan minim snack/cemilan atau jajanan.

Biasanya anak-anak akan berburu ciplukan di sawah, kemudian akan membawanya sebagai bekal untuk bermain. Saya ingat, pernah meronce buah ceplukan..merangkainya menjadi sebuah kalung, lalu dimakan๐Ÿ˜€

Tanaman ceplukan, biasanya tumbuh liar di sawah, barengan sama rumput. Yang paling sering, seingat saya kalau ada sawah yang ditanami tanaman kacang tanah, maka akan banyak ceplukan yang tumbuh liar di sana. Hubungan kacang tanah & ceplukan? Nggak tau๐Ÿ˜€ 

"Yen mangan ceplukan, ojo akeh-akeh..ndak wetenge njembling"

Itu adalah wanti-wanti ibu setiap saya kecil dulu maen ke areal sawah bareng teman-teman. Di jaman saya kecil dulu, banyak yang percaya kalo kebanyakan makan ceplukan akan sakit perut, dan lantas perutnya akan membesar. Tapi sekarang --setelah nonton laptop si Unyil --saya jadi tahu klo ceplukan ini, meski buah "ndeso" tapi banyak banget manfaatnya. Malah ada lahan pembudidayaannya, bisa dibikin olahan, dan mahal harganya. Dan soal efeknya bikin sakit perut dan perut buncit..hoax ternyata๐Ÿ˜Š

Duwet

duwet, anggur jawa
Image dari warasfarm.wordpress.com

Anak sekarang mungkin nggak lagi mengenal buah ini. Saya pun sudah nggak pernah melihat buah ini diperjual belikan lagi. Di era 80an-90 an, sebelum ada gempuran buah-buah impor, sepertinya buah duwet masih bisa ditemukan di pasar tradisional. 

Bagi anak desa, duwet adalah anggurnya mereka. Bentuk dan warnanya mirip, tapi rasanya berbeda. Berasa sepet-manis, duwet bisa dikonsumsi setelah matang. Paling enak memakannya setelah dicampur dengan sedikit garam. Dulu ibu saya suka membelikan ini di pasar sebagai oleh-oleh. Kadang pas SD pun, ada yang njual buah ini di sekolah. 

Sekarang, tanaman buah duwet sudah semakin langka. Yang doyan makanpun, saya kurang yakin masih ada apa nggak. Sembari ngedraft postingan ini, iseng-iseng saya googling tentang manfaat buah duwet. Ternyata, buah duwet menyimpan banyak sekali manfaat dan khasiat. Jadi mungkin eksistensi tanaman ini perlu kita pertimbangkan ulang.

Talok

talok. kersen
image dari seputarherbalkita.blogspot.co.id

Di tempat lain, masyarakat sering menyebutnya buah kersen. Sampai sekarang, masih banyak yang nanam tanaman ini sebagai perindang. Dahan dan ranting pohon talok banyak dan menyebar, sehingga selain "panjatable" bagi anak-anak,  pas pula dimanfaatkan untuk mereduksi panas/teriknya matahari.

Saat masih SD, saya ingat satu teman memiliki pohon talok di halaman rumahnya dengan ukuran yang cukup besar. Semasa pohon talok itu ada, sekian lama pula ia menjadi playground yang mengasyikkan untuk bermain rame-rame. Kadang kami bermain dibawah rindang daunnya, setelah capek kami naik ke atas dahan, berburu merah ranum buahnya. Hi..hi, masa anak-anak yang menyenangkan๐Ÿ˜
Meski kerap dianggap hanya sebatas tanaman peneduh, tapi belakangan banyak penelitian mengungkap banyak manfaat yang terkandung dalam buah mungil ini. 

Setiap jaman, pasti menyimpan ceritanya masing-masing ya. Kalau sekarang anak saya terheran-heran dengan tanaman ceplukan, entah..besok jamannya generasi penerus mereka, lantas mereka akan heran dengan apa ya? Btw, punya cerita tentang buah nostalgia juga??
.

24 comments:

  1. Ciplukan itu rasanya kalau tidak salah seperti buah markisa, anak zaman sekarang mungkin tidak dapat merasakan kebahagian seperti kita dulu

    ReplyDelete
  2. Paling seneng dgn Kersen alias cherry lokal. Dulu di rumah punya pohonnya mbak. Tp ga tahan sama rontokan daunnya akhirnya di tebang. Ciplukan bisa buat obat darting jg, ibuku rajin minum rebusan daun keringnya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba..dulu aku juga punya pohon talok di belakang rumah. Anak-anak suka benernya, tapi saya malas klo giliran nyapu...daunya gampang rontok

      Delete
  3. Ciplukan sekarang jadi morelberry. Mahal lho harganya. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kmrn liat di tv..ciplukan ternyta dah naik pangkat jd buah mahal

      Delete
  4. Duh buah langka semua ya mb.. Saya jadi kangen masa kecil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengingat masa kecil mmng menyenangkan ya mba..

      Delete
  5. Langka banget ya mbak buah itu zaman sekarang. Jadi kangen masa kecil rasanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. anak2 sekarang, paling taunya talok aja mba..

      Delete
  6. Itu semua buah-buahan masa kecilku juga Mbak, cuma buah Duwet yang aku kurang familiar, mirip bnaget ya sama anggur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di tempat lain, panggilannya buah jamblang mba..

      Delete
  7. hadeuh aku cuma tahu talok, biar bukan anak kecil lagi aku mau cari tahu yang dua lagi jujur aku belum tahu nih, kasihan gadis kecilku gimana aku mau mengenalkannya kalau aku aja nggk tahu cipluk dan duwet ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo ciplukan..di sawah masih gampang mba nyarinya..klo buah duwet/jamblang yang mungkin sudah jarang ada

      Delete
  8. Jadi ingat duwet, anggur Jawa. Buah favorit sewaktu aku masih anak-anak. Sekarang sudah langka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. pohonnya langka. Eh..tetanggaku ada ding yang punya...tapi tinggi banget. klo berbuah gitu, akhirnya cuma jadi sampah..nggak bisa metik saking tingginya..

      Delete
  9. Kalau ciplukan saya kok belum pernah menangi ya mbak? Kalau duwet, dulu saya biasa menyebutnya jamblang. Saat saya kecil sering sekali makan buah ini mbak. Dan kalau kersen sih sudah familiar sekali karena dulu suka panjat-panjat pohonnya juga. Kersen merah enak dimakan bersama teman-teman langsung dari pohonnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ceplukan biasanya di sawah mba.. bareng rumput-rumput numbuhnya.


      Hi..hi, jaman kecil nggak maen di sawah ya mba..

      Yup. Jamblang bener. Ada yang sebut duwet dengan itu..

      Delete
  10. Talok itu cherry ya mbak? dilihat dari gambarnya sih cheri, dulu suka jadi mainan masak-masakan, bisa juga dimakan begitu aja, rasanya manis. Sampai sekarang masih ada pohon tetangga yang nanem. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Chery yang biasa buat kue mba..? Beda mba..

      Ini pohonnya gampang sekali numbuh mba. Setau saya, selain talok..seringnya disebut kersen.

      Delete
  11. Mbak salam kenal. Berasa banget nostalgia nih aku baca ini. Inget masa kecil yang tak kan terulang jadi sedih huhuhu

    ReplyDelete
  12. suka banget sama pohon kersen, emang bener panjatable buat mantau-mantau tetangga dan berteduh disiang hari mbak hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau ditempatku namanya juga pohon Ceri mbak

      Delete
  13. Paling suka ciplukan bund, rasanya itu lho manis manis gitu, trus juga asyik buat mainan.. Seru ya jaman dulu ke hutan nyari makanan gtu hehe

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin