Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

17 Juni 2020

Rinaresep.com, Dapur Digital Tempat Berburu Berbagai Resep Masakan

berbagai-resep-kreasi-masakan-rinaresep.com

Untuk menciptakan berbagai kreasi masakan yang lezat, terkadang kita membutuhkan panduan. Kunci terpenting adalah, kita bisa memilih pemandu yang benar-benar membantu dan memudahkan kita untuk mencapai tujuan tersebut

Ah, beruntungnya mamak-mamak jaman sekarang. Ibaratnya, asal punya niat dan kemauan, memasak jenis masakan apapun bisa  dilakukan dengan panduan resep masakan secara online. Bumbu-bumbu atau bahan-bahan  apa yang dibutuhkan, bagaimana proses pemasakan/pengolahan yang benar, semuanya bisa dilacak melalui mesin telusur. 

Kondisi ini tentu berbeda sekali dengan era 90-an, di saat penggunaan teknologi internet belum se massif sekarang. Untuk bisa mendapatkan aneka resep berbagai makanan/minuman, maka cara yang bisa dilakukan waktu itu adalah meng klippingnya dari majalah, koran atau harus membeli buku resep masakan. 

Memang, agak repot dan memakan banyak waktu. 

Bandingkan dengan saat ini. Asal punya smartphone dan kuota, beres semuanya. Beragam resep masakan bertaburan di dunia maya. Dari ribuan  penulis, banyak sekali! Tinggal kita sebagai user saja yang menyeleksi, mencari mana yang sekiranya sesuai dengan apa yang kita mau. 

Dari sekain banyak web penyedia resep-resep masakan, satu yang recommended adalah Rinaresep.com

Menemukan Beragam Kreasi Masakan di Rinaresep.com


Saya senang mencicip beragam kuliner. Cuma sayangnya, untuk urusan masak-memasak masalah saya sering sama dengan kebanyakan manusia penghuni bumi yang lain; kemampuannya terbatas ๐Ÿ˜€

Untuk mendapatkan cita rasa terbaik,  sebenarnya saya masih sering membutuhkan panduan saat mengolah bahan mentah menjadi makanan siap santap. 

Untungnya, apa yang saya butuhkan mendapatkan jawaban dari Rinaresep.com.

Dibuat pada bulan April 2020, Rinaresep.com digawangi  oleh 4 anak muda kreatif yaitu Widya Abdurrozaq, Anggraini, Miftah Aulya dan Shilvia Rozalia, RinaResep.com memang sejak awal bertujuan untuk membantu para ibu yang sering bingung saat ingin menyajikan menu-menu yang lezat tiap harinya, dan juga membantu kaum muda yang kepengen belajar masak. 

Membuka halaman demi halaman dari Rinaresep.com ini acara masak menjadi  menyenangkan, namun juga tetap praktis. Resep masakan yang ada, sudah dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori. Dan ini sangat mempermudah pengguna untuk menemukan resep yang mereka inginkan, mau resep minuman, resep makanan, ataupun resep kue.  

Bahan-bahan yang diperlukan dipaparkan secara detail, mulai dari jenis dan jumlahnya, berikut detail cara masaknya.  Agar lebih mudah, kita  juga bisa menggunakan fitur search/pencarian.


kategori-web-rinaresep.com
Pengkategorian resep-resep masakan berrdasarkan jenisnya, dan ini sangat membantu pengguna


Enaknya belajar masak dari Rinaresep.com adalah menu-menu yang ditampilkan rata-rata menu yang sederhana. Step-stepnya ditulis sesimpel mungkin agar mudah dipahami pembacanya. Selain itu, pada setiap menu juga ditampilkan informasi nutrisi dari masakan. Membantu banget bagi mamak-mamak yang lagi diet, biar itung-itungan kalorinya nggak meleset 

Tak hanya menampilkan berbagai kreasi masakan dari negeri sendiri, di situs ini sayapun juga bisa memperkaya kekayaan kuliner dengan resep-resep makanan dan minuman dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Italia, Prancis, China, dan juga Amerika. 

Menariknya, apa yang ditampilkan di Rinaresep.com tetep berpegang pada konten yang berdasarkan praktek keseharian. Itu artinya, menu-menu yang ada sudah melewati dapur uji para content kreatornya Rinaresep.com


Memasak Wajik Ketan  Jawa Tengah Dengan Referensi RinaResep.com


Ketika berselancar di “dapur maya” nya RinaResep.com, mata saya tertambat dengan salah satu resep yang berada dalam kategori  kue, yaitu resep dan cara membuat kue wajik khas Jawa Tengah.

Sebagai wong Jogja, tentulah saya akrab dengan salah satu kue tradisional berbahan dasar ketan tersebut. Dulu waktu kecil, wajik bisa dibilang sebagai panganan yang cukup populer, biasa  hadir sebagai snack hajatan ataupun event-event khusus keluarga. Sekarangpun kue wajik  ini masih ada yang menjual, tapi semakin jarang. Padahal, buat lidah jawa yang suka makanan manis kayak saya, wajik itu seperti Carang Gesing, kue tradisional yang enak dan ngangenin.

Terkait dengan kue wajik, sayangnya  selama ini  saya sebatas sebagai penikmat. Pernah mencoba membuatnya, tapi belum begitu sukses. Entah itu si ketan yang keras seperti kurang matang, atau pernah juga wajiknya malah jadinya terlalu lembek. Pokoknya, eksperimen membuat wajik yang sudah pernah saya coba, tidak sesukses waktu mencoba perdana membuat nugget pisang  beberapa waktu lalu. 

Maka berbekal beras ketan yang diberi ibu waktu lebaran kemarin, dipandu resep ala Rinaresep.com yang sudah saya baca dan pahami baik-baik,  bereksperimenlah saya di dapur, mencoba membuat wajik Kalau di Rinaresep.com satu porsi kue untuk 1kg beras ketan, saya menyesuaikan. Hanya membuat separuh porsi, karena separuh pun saya rasa sudah cukup untuk konsumsi kami berempat. Dan...begini hasilnya.

Wajik-ketan-olahan-resep-kreasi-rinaresep.com
Hasil recook menu dari Rinaresep.com Dalam format aslinya, kue wajik berwarna  coklat tua, diiris kotak. Untuk bentuk, saya kreasikan sendiri dengan mencetak wajik dengan cetakan jelly dengan tujuan membuat bentuk wajik lebih variatif.


Baru nyoba satu masakan? Iya sih. Tapi serius, besok pengen nyobain lagi resep-resep lainnya. Pengen tahu kenapa? Soalnya Rinaresep.com ini asyik untuk dijadikan semacam dapur digital, tempat dimana kita bisa berburu berbagai resep masakan.


14 April 2020

Resep Bikin Cilok Mudah, Tanpa Ribet dan Dijamin Enak!

Resep-membuat-cilok

Setelah sekian lama label resep nggak pernah ke isi, gara-gara Covid -19 punya blogpost baru yang ngobrolin resep makanan deh. Eit..tunggu, sebelum saya diprotes  pembaca karena sok-sok an jago masak, tak jelasin dulu. 

Kenal sama cilok kan? Meskipun aslinya berasal dari Jawa Barat, tapi jajanan tradisional ini bisa dikatakan telah menjadi jajanan semua orang. Nggak hanya di Jawa Barat, nggak cuma anak-anak sekolah. Di Jogja dan daerah-daerah lainnya pun,  banyak orang dewasa  yang jadi fans nya cilok. Hayo ngaku...!๐Ÿ˜€

Jadi ada suatu hari, dimana meskipun #DirumahAja tetapi saya tetap bisa ngobrol dengan banyak teman, nggak lain dan nggak bukan melalui WA grup. Mulai dari kebijakan pemerintah sampai hal-hal receh yang bener-bener receh, bisa jadi topik obrolan. Termasuk si cilok tadi, ealah..kok ya tiba-tiba acara jadi curhat trial and error saat masak cilok. 

“Aku tau bakulan cilok...ngene lho nggawe ne.. gampang. Sik butuh tutorial, nyimak” tulis seorang teman, Titi namanya

Saya, ikut nyimak tentunya. Pengin, bisa masak juga. Sudah dua eksekusi, dan hasilnya lumayan. Makanya berani njadiin bahan tulisan.

Resep Cilok Bebas Ribet

Masakan yang prosesnya masaknya ribet, nyari bahannya susah plus mahal...apalagi butuh alat masak yang neko-neko, pasti tak auto skip. Males! Wkk..wkk

Nah, kalau cilok ini dijamin siapapun bisa dan bahan-bahannya gampang di cari di warung sebelah rumah. Alat-alat masak yang dibutuhkan, juga pasti semua ada di dapur. Cuma butuh panci buat ngerebus sama alat kukus doang kok.

Pada dasarnya, bahan untuk cilok ini nggak begitu banyak yaitu

  • dua macam tepung, terigu dan tapioka dengan perbandingan 2:1
  • bumbu yang dihaluskan (bawang putih, garam, merica, kaldu jamur/kaldu ayam/kaldu sapi)
  • daging / ikan yang dihaluskan (bisa daging ayam, tetelan, ebi, atau ikan)
  • daun bawang yang diiris tipis
  • Air panas untuk mencampur adonan. 

Untuk ukurannya, sesuai selera dan maksimalin feeling ya. 

Intinya perbandingan tepung terigu sama tapioka 2:1. Misal tepung terigunya 2 gelas, berarti tapiokanya 1 gelas. Maklum, ga punya timbangan, jadi alat ukurnya memanfaatkan barang yang ada di dapur saja. Untuk bumbunya pun begitu, pake feeling...sesuai banyaknya bahan yang ada/tersedia.

Bahan-adonan-cilok
Dua macam tepung, bumbu, daging cincang dicampur...baru kemudian tambahkan sayuran. Pake air panas, dan tuang sedikit-sedikit ya..

Melibatkan anak-anak, minimal mereka punya kegiatan selama masa belajar dari rumah 

Proses dari tepung sampai menjadi cilok yag siap santap itu, ternyata nggak gitu ribet kok. Apalagi dikerjakan masa anak-anak #BelajarDariRumah seperti sekarang. Libatkan saja anak-anak, itung-itung biar mereka ikutan belajar masak.

Step By Step Memasak Cilok

Kalau blogger tekno pada mbikin tutorial menggunakan aplikasi, beauty blogger nulis panduan dandan biar terlihat cantik dan menarik, ijinkan blogger mamak-mamak rumahan ini menulis tutorial mbikin cilok..ha..ha๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
  • Campur dua jenis tepung, bumbu yang sudah dihaluskan, plus daging cincang (bisa ayam/udang/ebi/ikan) dengan air panas secukupnya. Secukupnya saja ya, tidak terlalu kering, tapi tidak terlalu basah. Kalau terlalu kering, resikonya ambyar sepertinya..dan klo terlalu basah, susah pas waktu  membentuk bulatan.
  • Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, daging/ikan/ebi), dan juga potongan sayuran
  • Campur adonan sampai kalis
  • Bentuk bulat-bulat 

Memasak Cilok

Tampilan cilok yang baru saja direbus. Biar matangnya sempurna, setelah direbus...lantas dikukus

Kebayang kan rasanya cilok? Gurih, kenyal dan semakin menggoda saat disandingkan dengan bumbu kacang pedas. Untuk bumbu, paling praktis adalah dengan menggunakan bumbu pecel yang sudah siap saji yang diencerkan plus saos tomat. 

Oke, balik ke cara memasak cilok. Pada prinsipnya...cilok melewati 2 tahap pemasakan, yaitu direbus dan dikukus. Kok 2x? Biar matangnya lebih sempurna tentu saja. Gak asyik kan, gunyah cilok yang terlihat matang di luar, tapi dalamnya masih kerasa tepung banget? Agar hasil masak ciloknya yahud, langkah-langkahnya seperti ini:

  • Didihkan air panas dalam panci, beri sedikit minyak goreng. Fungsinya? Agar para (bakal) cilok yang nantinya direbus tidak lengket satu sama lain.
  • Setelah air mendidih, masukkan adonan yang sudah dibentuk bulat. Tunggu sekitar 10 menit atau sampai mengapung. Kalau sudah mengapung, angkat dan tiriskan.
  • Dengan 1x proses pemasakan, sebenarnya cilok sudah bisa dinikmati/sudah enak. Cuma, agar kematangan mserata dan lebih sempurna, setelah direbus, kemudian kukus cilok sekitar 20 menit. 
Sambil menunggu pengukusan ini selesai/matang, bisa lho kita nyiapin sambal buat pelengkapnya. Ada dua opsi sebenarnya, mau yang praktis atau mau yang bener-bener home made, tapi saya lebih cenderung  milih menggunakan sambel pecel siap saji. Selama ngukus, saya bisa tinggal mandi, atau mengerjakan pekerjaan lainnya.  

Setelah sekitar 20 menit, cilokpun siap dinikmati. Selamat mencoba!

27 Juli 2019

Kulineran di Bakso President Malang; Sempat Ngeri Dengan Panjangnya Antrian


Review-bakso-presiden-malang

Saat berada di kota Malang,  kuliner yang wajib dicoba adalah bakso. Entah apa latar belakang historisnya, tapi memang di kota ini terkenal dengan baksonya yang lezat. Bisa jadi karena Malang berhawa dingin, lantas membuat masyarakatnya semakin kreatif dalam mengkreasikan bakso.  Bukankah bakso paling enak disantap saat udara dingin, dalam kondisi kuah panas, asap yang masih mengepul, dan pedas? 

baca juga : Bakso Sapi  Balungan Pak Granat, Sleman

Dari sekian banyak bakso di Malang, satu yang populer adalah bakso President. Awalnya saya mengira, bakso ini terkenal karena merupakan warung bakso favorit Presiden atau pejabat tinggi negara, dan ha..ha, ternyata saya salah. Ada cerita tersendiri, hingga bakso ini bernama President. 

Merilis dari satyawinnie.com, bakso President lahir dari tangan dingin Abah Sugito di tahun 1977. Semula, bakso dijajakan secara berkeliling. Ditahun 1982, lantas ia  menyewa sebuah kios di belakang gedung bioskop President, dan berjualan di kios tersebut. Dari situlah, warung baksonya kerap disebut sebagai bakso President; nama yang kemudian digunakan sampai saat ini.

Jangan Kaget Kalau Lihat Antriannya

"Waduh..berapa lama bakal nunggu kalau padatnya seperti ini?" Pikir saya sebelum masuk warung. Hari itu Minggu, setelah maghrib, dan dan yang saya jumpai adalah sebuah warung bakso yang penuh pengunjung.

"Yang baru datang, langsung antri didalam! "Teriak seorang pegawai. Urung bertanya mengenai mekanisme pemesanan makanan, akhirnya saya masuk ke dalam, sementara pak suami dan anak-anak nyari tempat duduk dan pesan minum.

Begitu datang, langsung masuk saja, trus ikutan barisan..antri, sambil nentuin mana/jenis bakso yang akan dibeli. Begitu sampai di depan mba-mba nya peracik, tinggal ngomong mau pesen apa. 

Ada dua ruangan yang berdekatan yang digunakan sebagai tempat untuk menikmati bakso. Satu sekaligus sebagai center (di mana bakso diracik), satunya lagi tempat di mana minuman dibuat. Selain itu, beberapa titik di luar ruangan juga dilengkapi dengan meja kursi dan digunakan juga sebagai tempat untuk menikmati pesanan.

Saat mengantri, lebih dari 10 orang di depan saya. Di sisi kanan samping, terpajang jenis-jenis menu bakso yang bisa dipesan, plus harga. Ada yang sifatnya paket, atau bisa juga yang sifatnya menurut permintaan. Variasi bakso di Bakso President ini banyak banget, mulai bakso bakar, bakso telur, bakso urat, dan beberapa menu tambahan lainnya. Milih yang gampang, saya pesen yang paket.  

Gampang ngingetnya, gampang pula pas bilang ke mbaknya yang racik. Dan ajaibnya, dibakso President ini racik baksonya kilat banget. Cepet poll. Jadi begitu pesenan saya jadi, saya langsung ke kasir, sementara nampan berisi bakso dibawakan mba-mba staffnya ke meja tempat kita duduk.


Begitu antrian sudah sangat dekat, langsung tetapkan pilihan, mau makan apa. Setelah diracikkan, geser ke kanan, bayar ke kassa langsung. Setelah semuanya beres, tinggal menikmati makanan/minuman
menu-dan-harga-bakso-president-malang
Biar aman nggak ribet ingat-ingat pesenan, pesennya paket ajalah
Konon, salah satu yang membuat warung bakso ini rame adalah lokasinya yang berada di tepian rel. Berada Jl. Batanghari no 5, Rampal Celaket, Klojen, Bakso President memang persis berada di samping rel kereta jurusan Surabaya - Malang dan masih aktif. Cuma kemarin, selama njajan di sana nggak ada kereta lewat, jadi nggak bisa ngrasain sensasi makan bakso sambil bergetar๐Ÿ˜€

Soal rasa, saya sepakat dengan banyak orang yang pernah mencicip Bakso President. Nagih. Kuahnya  bersih, ga berlemak atau berminyak, tapi kerasa gurihnya. Tekstur baksonya juga pas. Nggak terlalu kenyal, tapi juga ga empuk banget. Rasa dagingnya kerasa, jadi nggak kebanyakan campuran tepung.

Pas nggak ada kereta api yang lewat
rasa-bakso-president-malang
Paket bakso campur biasa, @18.000


Kurangnya apa? Kurang banyak..ha..ha! Iya, karena selama njajan bakso di Malang, selalu isiannya cuma bakso, kuah, tahu bakso dan juga pangsit. Selama ini terbiasa sama baksonya Jogja, yang contentnya pake mie (itu kadang mie nya 2 macam, bihun+kuning), pake tahu pong, dan juga sawi.

Antrinya cepet, makannya juga cepet..๐Ÿ˜€

Tapi meskipun kelihatannya Bakso President ini porsinya kecil, tapi kenyangnya awet kok. Kami yang awalnya mo niat nyari warung nasi lagi setelah njajan, akhirnya nggak jadi. Milih langsung balik penginapan, trus tidur sampai pagi. Btw, mau juga nyobain  Bakso President? Di sini ya..

6 Januari 2019

Menemukan Jawa Tempo Dulu di Omah Cemara Pecel Blora


Tahu kuliner khas Indonesia yang bernama pecel? Buat yang belum kenal, pecel adalah aneka rebusan sayur yang kemudian disiram dengan bumbu kacang diatasnya. 

Menurut saya, ada unsur kesamaan antara pecel dan masakan padang, yakni area persebaran mereka yang lumayan luas. Pernah saya penasaran tentang asal-usul pecel dan kemudian mengetikkan kata kunci pada mesin pencari, dan ternyata asal-usul pecel bahkan tertuang dalam Babad Tanah Jawi.

Konon, pada jaman dahulu dikisahkan Sunan Kalijaga bertemu dengan Ki Gede Pamanahan di pinggir sungai. Ki Gede Pamanahan menghidangkan sepiring sayuran sambel pecel dan nasi serta lauk pauk yg lain. Sunan Kalijaga kemudian bertanya "Hidangan apa ini?" Dan kemudian dijawab oleh Ki Gede Pamanahan, "Puniko ron ingkang dipun pecel," yang berarti "Ini adalah dedaunan yang direbus dan diperas airnya" (Kompas.com). Disitulah pecel berawal dan kemudian sedemikian mengakar pada masyarakat Jawa. 
Seiring perjalanan waktu, wilayah Jawa pun "memiliki" pecelnya masing-masing. Dari segi tampilan, tak banyak yang berbeda sebenarnya, cita rasa khasnya saja. Pecel Jogja identik dengan bumbu yang dominan manis, Madiun dengan cita rasa pedas yang lebih berasa, sementara Pecel Blora menurut saya di tengah-tengah. Tidak begitu manis, tapi ada pedas yang lebih berasa di banding pecel Jogja. 

Omah Cemara; Menikmati Pecel Blora dari Jogja

Di antara sekian tempat berburu kulineran khas daerah, ada satu yang saya tahu menawarkan menu khas pecel, yakni Omah Cemara. Lokasi restonya lumayan mudah dicari, yakni berada di Jl. Dr Radjimin, Sucen, Triharjo, atau gampangnya depan kantor ATR/Pertanahah Kabupaten Sleman.
Mencoba menu pecel di tempat ini, berarti kamu bakal ketemu dengan aneka sayuran rebus seperti sawi, kacang panjang, tauge, yang kemudian disiram bumbu kacang, plus pelengkap berupa kerupuk gendar dan peyek kacang. Kerupuk gendar adalah kerupuk yang berasal dari nasi.
Ada yang beda dari pecel kebanyakan? Bumbu pecel milik Omah Cemara, menggunakan kacang yang diolah dengan cara disangrai, jadi gurihnya lebih berasa dan mantap. Soal harga? Masih ramah kantong. Selain pecel, kamu juga bisa menikmati menu-menu yang lain.


Diantara sekian banyak hal, yang paling menarik buat saya adalah interior dari resto ini. Jawa tempo dulu banget! Jadi pilihan furniture, termasuk dinding yang menggunakan kayu atau gebyok memperkuat kesan Jawa bangunan ini. 




Sebagai penyejuk, sebenarnya tempat makan ini banyak ditanami beberapa tanaman. Mungkin sebagai masukan, mungkin dirapiin lagi aja tamannya, jadi kelihatan bersih. Yaa..meskipun secara keseluruhan, lumayan. Skor 7 dari grade 10. 
Melihat menu, penataan ruangan, dan sebagainya Omah Cemara memang sepertinya menembak pangsa pasar segmen usia 30+ ke atas. Mungkin yang se era dengan saya, atau malah lebih tua lagi... Tapi, siapapun kamu dan berapapun usiamu..boleh nyoba kalau penasaran. 

26 November 2018

5 Tempat Makan Murah Meriah di Jogja

November 26, 2018 0

Nggak cuma dalam hal wisata, dalam bidang kulineranpun Jogja asyik lo. Kata teman yang rumahnya non-Jogja, di samping gampang menemukan makanan enak, di Jogja juga gampang nyari tempat makan yang murah. Nah kalau sudah ketemu enak, murah, kan jadinya meriah.. Bener ga??

Betewe...kalau ada yang protes, murah itu kan relatif?? Ya iya sih, ngerti. Tapi kalau saya bilang murah, itu artinya bawa uang 15.000 sudah bisa makan sama minum. Memang ada? Pasti. Ini dia ke 5 tempatnya.

Waroeng Spesial Sambal (SS)
Ini waroeng sejuta umat banget kalo dalam kacamata saya. Berawal dari sebuah warung lesehan kaki lima di tahun 2002, Waroeng SS kini sudah memiliki 83 cabang yang tersebar di berbagai kota di Jawa. Di Jogja sendiri cabang Waroeng SS bisa dengan gampang di temukan, terutama di daerah sekitar kampus, misalnya di Kawasan Jl. Kaliurang, dan juga kawasan Seturan.

Kelebihan dari tempat makan ini adalah variasi sambal yang luar biasa banyak. Selain itu harganya juga benar-benar terjangkau. Format warungnya yang bergaya santai, unik, dan berkesan usil juga menjadi daya pikat tersendiri bagi penikmat kuliner.

Lesehan Aldan
Sebelas dua belas dengan Waroeng SS, segmen yang ditembak oleh Lesehan Aldan juga sepertinya golongan mahasiswa. Cikal bakal dan jalan cerita keduanya juga mirip, berawal dari sebuah warung lesehan yang kemudian berkembang ke banyak cabang, di Jogja dan kota-kota sekitarnya. 

Lele terbang, salah satu menu dari Lesehan Aldan

Disamping lauknya yang variatif, untuk makan di Lesehan Aldan ini kita tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Beberapa kali saya njajan di warung ini, bahkan ketika posisi lagi di luar kota.Enaknya karena sudah ngerti standard harga dan kualitas rasa. Untuk satu paket nasi-lele goreng-sambal-lalapan dan satu gelas teh hangat, kalau belum berubah harga yang dibanderol sekitar 10 rupiah. Kenyang dan hati tenang walau di pemghujung bulan kan?

Waroeng Of Raminten
Punya uang dua ribu sudah bisa makan di resto dengan suasana asyik? Bisa, dan itu sepertinya itu hanya bisa ditemukan di Jogja, tepatnya di Waroeng of Raminten.

Format nasi kucing, yakni nasi dengan porsi kecil plus lauk sambel teri memang menjadi menu yang paling fenomenal di resto ini.  Selain menu nasi kucing yang sangat merakyat dari sisi harga, resto ini juga menawarkan aneka menu makanan dan minuman dengan nama-nama unik dan menggugah rasa penasaran. So, jangan heran kalau resto ini mulai buka sampai jam tutup selalu penuh pengunjung, bahkan terkadang mestri rela ngantri. Oh, iya Waroeng of Raminten resto bisa disambangi di Jl. Kaliurang Km 15,5 Yogyakarta.


Soto Bathok Mbah Katro
Bentuk pengemasan makanan yang unik, menjadi daya tarik utama warung soto ini. Makanan berkuah yang biasanya di tempatkan dalam mangkok, oleh si pemilik warung di tempatkan dalam bathok atau tempurung kelapa. 

Penyajian yang unik, kemudian diperlengkap lagi dengan harga yang sangat ramah di kantong, menjadi faktor utama kenapa warung soto ini cepat viral dan berkibar.

 Satu porsi soto bathok yang segar, hanya dibandrol 5000 rupiah, sementara satu gelas teh sekitar 3000, plus satu potong tempe goreng @500 rupiah. Benar-benar murah kan? Untuk bisa menikmati soto bathok ini, kamu bisa datang di kawasan Kalasan atau ke warung cabang di Kawasan Mungkid Magelang.



Angkringan Djamboel Banguntapan
Salah satu dari 3 gerobak menu dari Angkringan Djamboel


Inilah cafe 3 ceret alias angkringan terbesar yang pernah saya sambangi. Kalau biasanya angkringan hanya berisi satu gerobak beratapkan terpal, maka angkringan Djamboel berformat gerobak yang "dimasukkan" dalam bangunan semi permanen. 

Meski begitu, harga-harga dan ragam menu yang dimiliki angkringan ini tak jauh beda dengan warung angkringan yang biasa dijumpai di pinggir jalan. Karena tempatnya yang lapang, nggak heran kalau Angkringan Djamboel kerap digunakan untuk acara kumpul-kumpul atau reunian. Yup, Angkringan Djamboel berlokasi di RingRoad Timur, tepatnya Dusun Mutihan, Banguntapan.

Sudah pernah nyoba salah satu dari kelimanya, atau belum semua? Kalau pas di Jogja, nyobain  ya..



18 November 2018

30 Oktober 2018

Diberdayakan oleh Blogger.