Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan

5 Mei 2020

Selamat Jalan Mas Didi, Lagu-lagumu Akan Abadi



Selamat Jalan Didi Kempot

Sedari pagi, berita meninggalnya Didi Kempot banyak sekali berseliweran di media massa dan juga saluran media sosial, termasuk WhatsApp Grup.  Mulai dari grup ibu-ibu RT, teman-teman jaman sekolah dan kuliah, bahkan grup keluarga semua membicarakan kepergian penyanyi sekaligus pencipta lagu ini.

Meski hampir semua lagu Didi Kempot berbahasa Jawa, tapi bisa dikatakan  Didi Kempot telah menjadi milik Indonesia, Sang Maestro musik Campur Sari.

Jujur, meskipun Didi Kempot sudah bermain musik sejak saya remaja, saya bukan fans beratnya mas Didi Kempot. Ada beberapa lagu yang saya ngerti, tapi sekedar tahu dan rata-rata mendengarnya secara tidak sengaja misalnya di acara njagong manten atau pas ada warga yang punya hajat. 

Benar..saya memang bukan golongan #SobatAmbyar sejati. 

Tapi saya simpati dengan apa yang dilakukan Didi Kempot untuk bangsa yang tengah berjuang melawan pandemi Covid 19 belakangan ini. Melalui penggalangan dana Konser Amal  Dari Rumah, adik salah satu personel Srimulat ini  memberikan contoh kepada kita untuk hidup saling suport dan saling membantu sesama.

Malam ini, mumpung sudah bisa merebahkan badan leyeh-leyeh saya menulis sambil mendengarkan musik, tiba-tiba saya pengen mendengarkan lirik-lirik lagunya Didi Kempot, memasukkannya dalam playlist lagu di ponsel. 

Benar seperti banyak orang bilang, hampir semua lirik lagu yang diciptakannya menggunakan pilihan kata  yang sederhana, tapi menjadi dalam apabila dirasa. Bahasa-bahasanya memang tidak puitis. Orang yang mendengr akan langsung tau yang dimau dan mengerti pesan yang ingin disampaikan. 

Bisa jadi kekuatan dari lagu-lagu Didi Kempot adalah tema lagu yang dipilih. Cobalah cermati beberapa lagu hitsnya. Hampir semuanya mengangkat tema universal dan dekat sekali dengan kehidupan kita; seperti ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, kerinduan pada seseorang, atau pengkhiatan.


Selamat Jalan Didi Kempot
Didi Kempot saat menghibur sobat ambyar di konser "Banyu Langit" Lorin Solo hotel. Foto dokumentasi Heru Kristianto



Beberapa terkesan cengeng memang, apalagi untuk seorang pria. Tapi faktanya, syair-syair lagu yang nggrantes itu memenuhi kebutuhan saat kita ingin  bermelankolis ria. Wajar kalau kemudian beliau menyandang gelar The Godfather of Brokenheart

Umpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku
Aku pengin ketemu
Senajan wektumu mung sedhela
Kanggo tombo kangen jroning dodo (Sewu kutho)

Rasane ngitung nganti lali
Wis pirang taun anggonku ngenteni
Ngenteni sliramu
Neng kene tak tunggu
Nganti saelingmu (Terminal Tirtonadi)

Ditunjang Penampilan Didi Kempot yang sederhana dan jauh dari gosip miring, menjadikan sang maestro ini menjadi idola banyak orang, dari semua lapisan masyarakat. Seperti sosok Chrisye dan juga Glen Fredly  di mata pemggemar musik pop, begitu juga Dedi Kempot di mata penggemar musik Jawa/Campursari.  Raganya sudah tak ada lagi di dunia, tapi karya-karyanya akan tetap menggema sepanjang masa.


25 April 2019

Meski Jadul, 5 Klip Lagu Bersetting Pulau Bali Ini Asyik Untuk Disimak

Seberapa besar ketertarikanmu dengan musik? Meski bukan pengamat musik yang baik, tapi saya sering mendengarkan musik. Kalau jaman dulu via radio atau tayangan di tv, tapi belakangan lebih sering manfaatin aplikasi di ponsel. Kadang-kadang streaming. Tapi kalau statusnya lagi fakir kuota, cukup ngeplay beberapa lagu yang saya simpan di play list.

Seberapa sering? Nggak tiap hari juga. Saat bekerja di depan komputer, terlebih saat ngedraft artikel, saya lebih senang dalam kondisi sepi, tanpa suara apapun. Kalau tinggal finishing, rapi-rapi, atau insert-insert foto, barulah saya bisa sambil menikmati musik. Kalau pas selooo banget, sekalian menikmati video klipnya, sambil nostalgia. 

Iya, soalnya yang di playlist saya lagu-lagu jadul semua..bha..ha..ha

Ngomongin video klip, saya punya beberapa list lagu yang video klipnya itu  khas banget.  Kalau lihat klip lagunya, pasti langsung pengen jalan-jalan.  Lha iya, soalnya beberapa klip ini, beraroma Bali banget. Ada pantai, pura, pemuda berudeng,  gadis berkebaya... Padahal secara lokasi, apakah lokasi shooting benar-benar di Bali atau tempat lain (tapi dibuat mirip Bali) nggak tahu juga. Jujur, ini hampir semuanya klip lawas..saya kusulitan melacak informasinya. 

Klip Musik Cantik, Dengan Setting  Pulau Bali

Entah  karena ingin menyesuaikan lirik lagu, atau memang sengaja mengekspose keindahan alam Pulau Dewata,   beberapa lagu yang pernah tenar di eranya ini, menurut saya asyik untuk dinikmati. Yaa, paling tidak   kalau belum bisa ke Bali, bisa dipake nyicil jalan-jalan di dunia maya. Dan mereka adalah:

1. Kuta Bali

Sejak saat itu hatiku tak mampu
Membayangkan rasa di antara kita
Di Pasir putih kau genggam jemari tanganku, menatap mentari yang tenggelam


Siapa sih yang nggak kenal Pantai Kuta? Melalui klip lagu yang dinyanyikan Andre Hehanusa ini, sang  sutradara mampu memvisualkan lagu bersyair romantis ini dengan bagus.  Selain pantai Kuta yang menjadi semakin populer, lagu Kuta Bali pun menjadi semacam legenda untuk remaja di tahun 90-an.

2. Terlalu

Ingat dara cantik dengan rambut panjang terurai,  bernama asli Nurzairina dan beken dengan nama Kirey? Single pertamanya yang berjudul "Terlalu" (di rilis tahun 1997) juga menggunakan Bali sebagai lokasi pembuatan klip. Bahkan, sejak openingpun, nuansa Bali sudah terasa di video lagu ini. Kenapa Bali yang dipilih ya? Bisa jadi, karena sang penyanyi berasal dari daerah Lombok, jadi nggak perlu jauh-jauh untuk nyari lokasi shooting.



3. Lembayung Bali
Saras Dewi, nama yang mungkin agak asing. Tapi melalui lagu yang dirilis tahun 2002 silam ini, perempuan asli Bali ini benar-benar menampilkan dirinya sebagai gadis Bali. Lirik lagu yang menceritakan tentang kerinduan terhadap sosok teman lama, mampu divisualkan dengan apik dalam video ini. Dan saya yakin, kalau video klip ini benar-benar mengambil Bali sebagai tempat pengambilan gambar.




4. Denpasar Moon

Denpasar moon, shining on an empty street
I returned to the place we used to meet
Denpasar moon, shine your light and let me see

Meski berkebangsaan Filipina, nama Maribeth tak lagi asing bagi penikmat musik di Indonesia. Terlebih, setelah di tahun 1993 penyanyi yang mengawali karirnya melalui Ajang Voice of Asia ini populer dengan lagu Denpasar Moon.




5. Someday



Ingat MLTR? Grup musik asal Denmark  ini pernah menjadikan Bali sebagai lokasi shooting untuk single mereka yang bertitel Someday. Mengambil pantai Padang-padang sebagai lokasi shooting, video klip MLTR mampu mengekspose keindahan pantai dengan visual pasir pantai yang bersih plus air laut yang jernih. Konon, mereka merampungkan proses pembuatan videoklipnya hanya dalam waktu dua jam. Lumayan singkat, tapi hasilnya nggak mengecewakan!

Diberdayakan oleh Blogger.