Gara-Gara Panleukopenia

10 komentar


Beberapa hari belakangan, area teras rumah saya kerasa banget sepinya. Kadang cuma ada Oyen yang rebahan di rak sepatu. Bisa jadi ia pun punya pikiran serupa; "kok sekarang rumah sepi yaa"

Biasanya, setiap mendengar suara pintu terbuka, Coki...kucing tetangga seberang jalan segera berlari ke teras, menunggu jatah makan.

Setelah Coki, lantas datang menyusul si Emak telon, Oreo Mini, Gembul, dan juga si Beng-Beng. Semuanya kucing tetangga seberang jalan. Setiap jam makan, teras saya kayak dipake arisan para kucing. Bisa jadi karena saya sering ngasih mereka dryfood atau lauk sisa makan.

Kucing lucu
Chia, Mamak Telon, Mini Oreo


Kalau semua berkumpul, bisa lima ekor lebih, plus 2 kucing di rumah; Chia dan Oyen. Setelah kenyang, kadang mereka nongkrong di kolam, atau gegoleran di konblok. Kadang pada latian gelut, berlarian. Kebayang kan ramenya😀

Chia sedang latihan gelut sama Coki



Hingga kemudian, cerita sedih mewarnai masa pergantian musim tahun ini. 

"Kucinge sik coklat mati dek Lis..." Bude Pawiro, mengabarkan tentang Coki, kucingnya yang meninggal. Hari berikutnya, kabar kematian kucing iti datang lagi. Bertubi-tubi. Oreo mini, anak-anak mamak telon yang masih kecil, semuanya meninggal dengan gejala awal tidak mau makan, lemas, mulut berair, dan kemudian mati. 

Gawat! Panleukopenia atau distemper, virus mengerikan untuk kaum kucing rupanya tengah mewabah di sekitar rumah. Saya pernah membaca, penyebaran virus ini sangat cepat, dengan tingkat kematian yang begitu tinggi, terlebih untuk kucing-kucing yang belum divaksin.

Kok kucing-kucingnya nggak pada divaksin atau langsung bawa ke dokter hewan? 

Saya tinggal di pedesaan. Masyarakat agraris. 

Tujuan utama  memelihara kucing bagi Bu De Pawiro dan kebanyakan yang lain  rata-rata adalah untuk menghalau tikus, mengamankan hasil panen. Bukan untuk klangenan, hobi, atau agar punya sesuatu yang diuyel-uyel. 

Memberikan Treatment untuk kucing seperti steril, vaksin, dan kunjungan ke dokter hewan sepertinya terlalu muluk untuk kebanyakan masyarakat. Mengeluarkan dana ekstra ratusan ribu "hanya" untuk seekor kucing, bukanlah perkara mudah. Apalagi di situasi sulit seperti ini. 

Baca juga: P3K para kucing

Sebagai seorang tetangga, saya cuma bisa mbantu berdoa dan berharap, semoga wabah kucingnya tidak sampai ke rumah. 


Panleukopenia Merenggut Nyawa Kucing Saya

Kucing terkena Panleukopenia
Chia si bulu hitam-putih


Sayangnya, tak semua doa dan harapan dikabulkan.

Singkat cerita, suatu hari giliran Chia yang mengalami nasib serupa teman-teman mainnya yang sudah "pergi" mendahului.  Susah makan, lanjut diare, mulut berair.

Dihari pertama gejala muncul, Chia saya bawa ke dokter hewan. Sayangnya, Chia memang belum pernah mendapatkan vaksin satu kalipun. Penanganan dokter hewan berupa pemberian antibiotik, vitamin, obat diare, dan juga pemberian infus ternyata tidak mampu membuat Chia bertahan. 

Chia meninggal di hari ke 5 berjuang melawan Panleukopenia. 

Jangan ditanya gimana rasanya. Tapi mau gimana lagi. Mungkin jatah waktu Chia di dunia memang sudah habis. 

Tinggal Oyen kucing yang saya miliki. Dua hari setelah kakak angkatnya mati, Oyen menunjukkan gejala serupa. Susah makan, dan sedikit diare. Untungnya, level diare Oyen tidak separah Chia. 

Oyen kena Panlau juga? Entahlah, tapi bisa jadi iya. Atau baru gejala  ringan. Royal canin recovery, nutri plus gel yang saya beli dalam kemasan repack pelan-pelan mengembalikan nafsu makannya. 

Selang 4 hari,  Oyen sudah mau makan dryfoodnya lagi. Berharap Oyen panjang umur. Besok kalau kesehatan Oyen sudah pulih, sehat lagi diantar vaksin ya Nak! Semoga rejeki mamakmu ini dicukupkan.


Sulis
Hai, saya Sulis! Seorang ibu dari raka-alya, suka travelling, pernah menjadi jurnalis di sebuah tv lokal di Jogja, bisa dihubungi di raka.adhi(at) gmail.com, sulistiyowatitri98(at) yahoo.co.id, atau t.sulistiyowati80(at)gmail.com

Related Posts

10 komentar

  1. Ya Allah, semoga Oyen sehat-sehat saja ya, Mbak. Saya bukan termasuk penggemar hewan piaraan, tapi kalau ada hewan piaraan mati terenyuh juga. Membayangkan selama ini sudah dirawat, disayang seperti anggota keluarga sendiri.

    Saya tahu dari tetangga yang piara kucing tentang vaksin, termasuk steril juga. Butuh energi lebih untuk jadi penyanyang hewan, kan ya Mbak. Saya salut deh, saya belum bisa karena banyak pertimbangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. makasih mba.. ini juga semampu saya kok mba, ngerawatnya. Blm bisa klo yang ngasih fasilitas "wow" gitu buat kucing. Mininal dia nggak lapar, gitu tok.

      Kebetulan karena adik ipar drh, jadi sering minta tolong ke dia klo keluhan kucing sakit, dsb.

      Hapus
  2. Ternyata ada juga virus untuk kucing yang sama bahayanya sama COVID-19, jadi harus was-was apalagi hewan ini sayang banget kalau meninggal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba.. klo manusia kena cov masih mending, manusia punya uang, bisa beli obat. Klo kucing sakit, klo nggak ditolong manusia, dia ga bisa ngapa ngapain

      Hapus
  3. Innalillahi wa inna ilayhi rojiuun.

    BalasHapus
  4. Gery, kucingnya mbak wik juga kena ini lis. Sampe naik tensinya sama panas badannya mbakku saking sedihnya kehilangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oalah..mbak wik melu2 sakit... Iyo mba, panleu ki ganas banget ternyata. Proses drop e cepet banget..

      Hapus
  5. hadu aku ga tega kalao kucing2 itu kena virus mbak
    apalagi klo liat mereka pas uyel2an lucu gitu
    untung di tempatku engga ada si
    tapi katanya perubahan musim juga pengaruh

    BalasHapus
  6. Aku sediiih kalo udah denger kucing mati :(. Semoga oyen makin sehat ya mba...

    Panleu ini udh kayak kutukan deh, kucing yg kena kebanyakan mati :(. Memang lagi musim mba. Kemarin juga account kucing yang aku ikutin, si Vodkatheking, anaknya juga mati mendadak . Ya Allah kayak bisa ngerasain yg dirasain owner-nya :(. Apalagi meninggalnya mendadak gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya e mba.. kejam banget penyakitnya itu. Katanya musim klo pas pergantian musim gini.. eh, btw...nama kucingnya mba fanny unik2 ya.. aku klo ngasih nama kucing pasaran...😊

      Hapus

Posting Komentar