2 Desember 2018

Berawal dari Layar Tv Saya Mengagumi Keindahan Bromo


Berlatarbelakang lautan pasir, dan gunung, seorang gadis tampak menaiki kudanya pelan. Pemandangan alam sekitarnya sama cantiknya dengan gadis berleher jenjang dengan rambut panjang terurai tersebut. Di sebelahnya, tampak seorang laki-laki yang tidak hanya bertubuh tegap, tapi juga tampan.


Gadis cantik-pemuda tampan-dan panorama alam menawan; 3 perpaduan yang sempurna. Dan saya yang waktu itu masih berusia remaja, tak bisa berkata apa-apa. Hanya bisa melihat, dan mengingat.

Itulah untuk pertama kalinya saya mengagumi keindahan  Bromo. Tidak melihatnya langsung, tetapi melalui sinetron televisi yang dibintangi Maudy Koesnaedi dan Ale Sihasale. Judulnya Camelia. Versi tayang ulangnya pun saat ini ada, cuma tengah malam...jadi nggak pernah nonton. 

Harap maklum,  karena di era itu hiburannya nggak banyak, jadi kegiatan favorit di malam hari  belajar nonton sinetron. Berawal dari itulah, Bromo menjadi destinasi wisata idaman yang sampai sekarang belum sempat terkunjungi. Bahkan sampai sekarangpun, Bromo masih jadi idaman. Ah, ribet banget sih Bromo kan masih di Jawa, nggak begitu jauh juga. Iya sih, kenapa hal simpel saya bikin ribet ya. 

Jawabannya karena saya masih kepikiran anak-anak, Alya terutama. Dia bakal kedinginan nggak ya, bakal kecapekan nggak ya kalau diajakin sekarang. Jangan-jangan nanti sampai Bromo ribut nyari ayunan kayak pas di Breksi? Trus rewel, minta pulang.
Bromo  paling cakep dinikmati pas matahari terbit. Itu artinya mesti melewati malam dinihari harus bangun, menembus udara malam. Saya sih Ok2 aja ..tapi anak-anak? Apa mereka punya definisi yang sama tentang sebuah keindahan alam? Itu yang selalu menjadikan saya tertahan.

Ya, begitulan emak-emak yang biasa kalau pergi agak jauh yang dipikirin banyak banget.  Trus kapan rencana menikmati keindahan Bromo secara langsung? Rencana tentu ada. Nunggu si bocah siap untuk diajakin mbolang ke sana.



2 komentar:

  1. Aaah... Bromo... tempat wisata yg ingin saya kunjungi suatu saat nanti :)

    BalasHapus
  2. Kapan ki mbromo? Mbatu udah kelakon. Eh aku ya belum pernah ding ke bromo. Ah, emang bukan tipe keluarga traveler sih. Haha...

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin