22 November 2018

Coretan Bunda; Diary Digital Seorang Ibu

Shakespeare bisa saja bilang, apalah arti sebuah nama? Bunga mawar akan tetap harum, meski diberi nama lain. Tapi tidak buat saya. Nama itu penting.

Ia bukan hanya deretan huruf, jejeran kata. Nama bisa menjadi pembeda satu sama lain. Bahkan dalam namapun, terkadang terkandung harapan atau doa. Tidak hanya digunakan untuk  melabeli seorang  individu, namapun bisa digunakan untuk sebuah gagasan, ide. Termasuk blog.

Pertama lahir di tahun 2007, blog ini bernama Raka-Adhi. Iya, nama anak saya. Saat itu, saya memang tidak membayangkan kalau jadinya blog ini dan dunia perbloggingan akan se warna-warni seperti sekarang. 

Kala itu, seorang bayi bernama Raka lah yang menjadi center of universe saya, hingga kemudian nama itulah yang saya pakai. Saya isi blog pas ada waktu senggang ngerjain kerjaan kantor. Make komputer+jaringan internet punya kantor juga. Hi..hi, hasil korupsi waktu😊😊 Kadang saya nulis blog pas lagi suntuk, ya gitu...mirip diary. Nggak pernah terlintas tentang traffict, DA/PA apalagi. Jadi bener-bener ditulis sendiri, dibaca sendiri. Ha..ha...

Pengennya suatu saat kalau anak saya Raka sudah besar, dialah yang menemukan tulisan ibunya di mesin pencari. Targetnya dulu itu.  Tengok saja postingan-postingan awal yang sengaja saya pertahankan. Kadang sekedar foto, postingan-postingan yang rasanya memang hanya berguna untuk saya, dan tanpa ada manfaatnya untuk orang lain.

Kalau nggak percaya buka aja tulisan jadul Raka Pas Masih 9 bulan dan I Hate Monday  Begitulah gaya tulisan 10 tahunan yang lalu..😁😁😁


Dari Raka-adhi.blogspot.com, ditahun 2016 saya beli domain, dan kemudian menggunakan nama CoretanBunda. Nama blognya emak-emak banget ya? Lha memang iya. Blog ini memang lahir saat yang nulis statusnya sudah menjadi ibu.

Mau bertahan dengan nama lama, 'Raka-adhi' nanti dikira saya blogger laki-laki. Mau menggunakan kata 'catatan'  nanti kesannya kayak orang sekolah, nyatat...serius. Akhirnya fixed, menggunakan kata 'coretan' yang kesannya lebih bebas.

Dengan nama/label  CoretanBunda, saya ngerasa sah-sah saja kalau kemudian postingannya menjadi sedemikian random. Karena dalam dunia nyatapun, seorang perempuan yang sudah berstatus ibu, bunda, apapun sebutannya, identik dengan hal-hal yang multitasking kan?

1 komentar:

  1. Ooo gitu ceritanya jadi muncul kata 'coretan'.

    Hihi..iya, kalo raka-adhi ntar dikira mas-mas. Udah gitu kalo adeknya tahu ntar protes.

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin