13 Februari 2018

1000 Hari Pertama Kehidupan, Fondasi Dasar Yang Menentukan Kualitas Kehidupan


Jogja, 10 Februari lalu cerah euy! Mezzanine Eatery & Cofee yang berada di Kawasan Jl. Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik, Sleman yang saban harinya sudah cakep, siang itu makin terlihat ramai meriah bernuansakan merah. 

Kenapa? Karena di sanalah tim Nutrisi Untuk Bangsa, Para Bunda, Mombassador SGM dan juga puluhan blogger Jogja tengah ngumpul bareng dalam sebuah acara seru berkemasan Talkshow kesehatan dengan tajuk "Menyediakan Gizi Terbaik dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)". 

Sambil nunggu acara dimulai, para peserta diskusi bisa cek kesehatan dulu lho. Ditensi, ditimbang, dan dihitung Indeks Masa Tubuh

Menjadi menarik, karena tentu saja diskusi kesehatan ini menghadirkan  2 narasumber yang kompeten, yakni Dr Endy Paryanto Prawirohartono, MPH, SpAk dan juga bidan  Nunik  Endang Sunarsih, SST, SH, MSc yang dalam keseharian mereka begitu dekat dengan dunia para ibu hamil, melahirkan dan juga tumbuh kembang bayi dan juga balita. 

1000 Hari Pertama Kehidupan Itu Istimewa, Nggak Boleh Ditinggalkan, Apalagi Dilupakan


"1000 hari pertama, menentukan masa depan kita semua" Kalimat kunci itulah yang digunakan Dr Endy Paryanto untuk membuka sekaligus sebagai keyword diskusi. Itu artinya, nutrisi yang diterima janin dan bayi pada 1000 hari pertamanya memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan mereka berikutnya. Kehidupan mereka (janin, bayi, anak) adalah kehidupan orang tua juga.

Awalnya, saya mengira 1000 hari pertama adalah sekitar 3 tahun pertama, semenjak bayi dilahirkan ke dunia. Ternyata, saya salah besar! 1000 Hari Pertama Kehidupan, terdiri dari 270 hari selama kehamilan, dan 730 hari pada dua tahun pertama pasca proses persalinan. Intinya,  mulai dari proses pembuahan sampai anak berumur 2 tahun.

Dalam diskusi ini pula, Dr Endy mengingatkan audience dengan konsep masyarakat Jawa yang dianggap begitu penting yakni Bibit, Bobot, dan Bebet. Bibit, bisa diartikan asal-usul atau garis keturunan. Bebet sendiri berasal dari bebedan atau busana, yang kemudian diartikan status sosial seseorang, sementara Bobot, lebih mengacu ke kualitas diri seseorang.

"Bibit bisa menentukan Bebet dan juga Bobot. Kalau bibitnya sudah baik, maka elemen yang lain tinggal diusahakan. Bebet dan Bobot bisa dikejar", ujar dokter spesialis anak kelahiran Magetan yang kini menetap di Jogja ini, 

Lalu apa yang harus diupayakan orang tua untuk mendapatkan bibit yang baik? 

Pertama dan utama, NUTRISI YANG MENCUKUPI. Dr Endy mengingatkan akan pentingnya pemenuhan kebutuhan asam folat, terutama bagi ibu hamil di semester pertama. Asam folat berperan penting dalam membantu tabung saraf  berkembang pada otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga dipercaya dapat mencegah resiko bayi lahir dengan kondisi bibir sumbing dan kelainan jantung. Intinya, asam folat mampu menghindarkan bayi dari cacat bawaan lahir.

Selain asam folat, kebutuhan lain yang mesti tercukupi adalah zat besi, Omega 3, DHa, lemak, serta kalsium. Dan untuk itu semua, diperlukan kerjasama yang baik antara sang ayah dengan sang bunda.

Dalam kesempatan ini pula, dr Endy Paryanto juga mengingatkan kebiasaaan masyarakat selama ini yang masih sering salah kaprah dalam hal pemenuhan asupan makanan bagi ibu hamil. Bahkan sayapun dulu juga kayaknya nglakuin..makan yang banyak, dengan alasan karena untuk dua orang.😄 Ya, sebenarnya nggak salah-salah banget, cuma sebenarnya, yang lebih penting diperhatikan adalah sisi kualitas, bukan kuantitas. Seberapa besar kandungan vitamin dan mineral, bukan seberapa banyak porsi yang dimakan.

Sejalan dengan dokter Endy Paryanto, pembicara kedua, Bidan Nunik Endang Sunarsih, mengingatkan untuk para ibu hamil untuk rajin memeriksakan kondisi kehamilan, minimal 4 kali selama periode kehamilan kepada tenaga medis terdekat atau yang sudah terpercaya. 


"Tenaga medis yang paling mudah dijangkau, ya bidan. Dengan datang ke bidan, ibu hamil akan mendapatkan  pemantauan kondisi kehamilan, konsultasi pra kelahiran, perawatan pasca persalinan (termasuk konsultasi pemilihan kontrasepsi yang tepat), dan juga pemantauan tumbuh kembang bayi" ujar wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD-IBY) Yogyakarta.

Selain pemenuhan nutrisi ibu hamil pada janin/bayi, pemeriksaan rutin,  menurut faktor yang tak kalah penting adalah keadaan psikologis si Ibu hamil. 

"Keadaan psikologis seorang ibu mempengaruhi kelancaran saat proses melahirkan. Ibu happy, persalinan lancar. Demikian juga sebaliknya", tambah Bidan Nunik Endang S.

Sekitar 2 jam mengikuti pemaparan Dr Endy dan Bidan Nunik di talkshownya Nutrisi Untuk Bangsa tempo hari, banyak banget ilmu baru yang saya dan juga teman-teman dapat. Nggak cuma informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang bayi dan anak, tetapi juga belajar bareng membuat snack sehat dan bernutrisi.


Demo masak puding roti susu vanila oleh salah satu pemeneng lomba masak NUB


Cooking class bareng chef cantik  yang hobi masak di alam @rissa_navratilova

Yup, sekarang paham dan ngerti urgensi pemenuhan gizi yang optimal selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Ibarat bangunan, 1000 hari pertama adalah fondasi dasar bagi kehidupan selanjutnya. Dengan memperhatikan 1000 Hari Pertama Kehidupan, itu artinya memberikan kesempatan  bagi anak untuk hidup lebih layak, lebih sehat, lebih cerdas,  dan lebih siap menyongsong masa depan! 


6 komentar:

  1. Setuju. Apalagi di 1000 hari pertama kehidupan, seluruh organ terutama otak sedang berkembang dengan pesat

    BalasHapus
  2. Acaranya bener-bener bermanfaat ini.. menambah ilmu yang penting banget untuk perkembangan masa depan anak..

    BalasHapus
  3. Senang ya, bisa hadir di acara seperti ini..bermanfaat bgt info2nya..

    BalasHapus
  4. Aku banget ituuu, makan banyak dengan alasan buat dua orang :p
    Sekarang anak-anak udah lebih dari 2 th. Semoga saja nutrisi mereka di 1000 hari pertamanya terpenuhi :)

    BalasHapus
  5. Iya setuju mbak, kehidupan seorang bayi itu dimulai sejak di dalam kandungan, jadi harus banyak nutrisinya sejak usia kandungan awal sampai melahirkan dan sampai anak berusia 2 tahun.

    Acara yang seru dan sangat bermanfaat ya mbak, apalagi bisa kopdar dengan teman-teman blogger lain, wah quality time sekali ini..

    Meskipun anak kita sudah berusia lebih dari 2 tahun namun pengetahuan ini kita harus tahu untuk dishare ke orang lain, supaya lebih bermanfaat :).

    BalasHapus
  6. 1.000 hari terhitung sejak masa kehamilan berarti ya, mba. Iya ketika udah program hamil, memang harus dipersiapkan ya tentang gizi dll, karena akan jadi penentu kesehatan dan kecerdasan si anak juga ya :)

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin