29 Oktober 2015

Untung, Ketemu Kanna Krim Pelembut. Tumit Pecah-Pecah, Tak Lagi Masalah

Ada yang senasib nggak yaa..kalau di penghujung kemarau ini, harus merasakan dan menyaksikan kondisi tumit yang memprihatinkan? Kasar, pecah-pecah, nggak enak di sentuh...apalagi dilihat. Sering ngiri lihat tumitnya anak- anak yang mulus.... Jadinya langsung keinget iklan favorit jaman dulu, tvc scott emulsion versi baju nggak muat, trus pengen nyanyi... 

 " Tumitku dulu...tak begini...tapi kini tak halus lagi..."

Bisa dilempari batu orang sekampung kalau saya meng- klaim kulit saya halus, mulus, orang perawatan juga ngikut aliran superminimalis. Paling handbody aja..itu juga nggak tiap hari, pas ingat dan sempat aja. Tapi bener..masalah kulit kaki pecah- pecah ini kayaknya belum begitu lama. 

Umur? bisa jadi. Kemarau panjang, bisa juga. Cuaca Jogja belakangan ini panas banget, sampe nembus 34 derajat di siang hari. Debu beterbangan, lantai yang baru disapu aja bentar juga sudah kerasa kotor sama debu lagi. Dan konon katanya...kondisi kaki yang terbuka, sering kena kotoran/ debu gini bisa juga jadi pemicu... * manggut-manggut, pantesan pekerja kantoran mulus-mulus tumitnya, tiap hari ketutup sepatu.


Mau nggak mau tumit ini harus ber evolusi kembali. Nggak enak dilihat banget soalnya, dan untuk kelancarannya beruntung saya nemu si Kanna Krim Lembut. Sudah lama sih, lihat krim ini beredar dipasaran. Ditoko banyak, di apotek juga gampang dicari. Disamping mudah dicari, pertimbangan lainnya Kanna ini murah. Untuk ukuran 15 gram, kayaknya nggak sampai 10 ribu deh. Oh ya..di bagian dos maupun tube luar...tertulis dengan jelas produk ini digunakan untuk kulit kering, kasar, dan pecah- pecah. Pas kan dengan permasalahan kaki saya... 

Menurut aturan pakai, krim ini bisa dipakai dua kali sehari, atau sesering mungkin untuk hasil yang maksimal. Tapi dasar saya orangnya nggak telatenan, jadi kadang frekuensi makenya nggak teratur. Kalau pas ingat dan sempat...tertib, 2 x sehari abis mandi ma sebelum tidur. Tapi kalau nggak ingat... ya satu kali sehari sudah syukur. 

Dengan pemakaian asal-asalan gitu, hasilnya gimana? Sudah kerasa kok! Mulai hari ke dua pemakaian pun sebenarnya perbedaan dah mulai nampak. Kulit tumit terasa lebih halus dan cerah. Rasa kasar dan kering yang menimbulkan garis-garis kehitaman berkurang. Ini belum genap seminggu, tumit yang awalnya pecah,-pecah nggak karuan, dah lumayan meski belum halus-mulus. 

Jadi nyesel...andai saya tlaten dan lebih tertib makainya, pasti hasilnya akan lebih baik. Jadi secara umum, menurut saya Kanna ini ekonomis dan efektif. Komposisi didalamnya juga aman, karena Kanna mengandung lesitin yang berasal dari protein kacang kedelai yang berfungsi sebagai moisturiser alami. 

Nggak asyiknya bau Kanna ini nggak harum, tapi mirip- mirip obat...tapi mengingat efektifitas dan harganya yang ," merakyat" ...ya saya cuek aja. Lama- lama juga bakalan terbiasa. Oh, ya postingan ini bukan review berbayar, murni testimoni saya sebagai user. Sekedar sharing...kali aja ada yang sedang senasib sepenanggungan dengan saya..

25 Oktober 2015

[REVIEW] Sing-Py: Single Happy

Judul Sing-Py: Single Happy 
Penulis. : Dedew ( @dewirieka) 
Penerbit. : Loveable
 ISBN. : 978-602-72905-5-6
 Tebal. : iv+208 hlm; 12,7x19 cm



SINOPSIS
Cerita berawal dari tokoh Rania, seorang janda muda yang kecewa dengan yang makhluk bernama Anto, Sang mantan suami. Pengalaman berumah tangga yang hanya seumur jagung, rupanya meninggalkan luka mendalam bagi dirinya. Lepas dari Anto, Rania punya visi- misi khusus; mencetak perempuan- perempuan tangguh yang tidak boleh sama sekali bergantung laki- laki. Melalui lembaga pendidikan? Ha..ha, bukan, tapi melalui rumah Kost, alias kost- kost an.

Bisa mendapatkan tempat kost dengan fasilitas bagus, nyaman dan strategis, tapi dengan harga murah, tentu harapan banget bagi pelajar, mahasiswa, ataupun karyawan yang masih fakir dalam hal tempat tinggal. Nah, kost Rania punya itu semua. Tapi harus ada syarat utama yang mesti di penuhi oleh para (calon) penghuninya, yakni JOMBLO alias single. 

21 Oktober 2015

Tentang Mimpi..

Hidup...rasanya memang harus punya mimpi. Nggak harus satu, bejibun pun boleh, gratis kok. Biar seneng aja kalau suatu hari mimpi-mimpi itu bakalan tercapai. Sedih dan kecewa saat target dan impian tidak tercapai? Ya, pasti. Tapi ya sudahlah...toh kita bisa beranjak ke mimpi kita yang lain. 

Eh..ngomongin apa sih ni? Mmm... Ada yang ingat tentang GA pertamanya teman blogger mbak EvrinaSP? Di situ...kita diminta untuk menuliskan satu mimpi yang berusaha kita wujudkan. Kebetulan saya dulu ikut setor postingan juga.

16 Oktober 2015

Beberapa Kelebihan Susu Kambing di Banding Susu Sapi

Tumben-tumbenan, suami pulang bawa satu kotak susu kambing.  "Ada toko baru dekat kantor yang njual susu kambing, kali aja nanti badan Raka bisa agak gemukan, " Katanya.

Ia beli sekotak susu kambing ukuran 200 gram dengan harga 25 ribu rupiah. Dibanding dengan harga susu sapi kelas merk menengah...kayaknya memang mahalan dikit susu kambing ini. Saya yang memang nggak suka susu...kok langsung kebayang bau prengus nya kambing. Jangan- jangan baunya juga kayak kambing yaa...hiiii...!

Begitu anak-anak melihat, langsung deh dibuka karena penasaran. Bau vanilla nya ternyata kuat banget. " Mirip bau permen!" Teriak Raka dan Alya. Tanpa menunggu lama....langsung deh si susu kambing diuji rasa oleh anak-anak. "Enak kok! Doyan! " * syukurlah, duit 25 ribu nggak mubazir. 

Bener, kalau saya trimo mundur teratur kalau suruh minum susu kecuali sedang hamil. Dibalik bau harum vanilanya, ternyata susu ini ada sedikit kelemahan pula...susah dilarutin di air hangat. Jadi butuh waktu cukup lama untuk mengaduk, sampai susu larut sempurna. Eh, tapi, serius susu kambing bisa bantu gemukin body Raka yang cungkring, tinggi langsing meski asupan makannya lumayan banyak? Coba nanya Mr. google ah...! Dan ternyata, informasi yang saya dapatkan adalah... 
  • Kandungan vitamin susu kambing hampir sama dengan susu sapi, kecuali untuk vitamin B6, asam folat dan vitamin B12 yang lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi. 
  • Flourin dan betakasein dalam susu kambing, dipercaya mampu mengobati penyakit TBC dan Asma. Karena itu pula, susu kambing dianjurkan bagi yang memiliki masalah-masalah yang berkaitan dengan pernafasan 
  • Asam lemak esensial susu kambing etawa 35% lebih tinggi dibanding susu sapi. Di samping itu, penelitian menunjukkan susu kambing lebih kaya kalsium
  • Dibanding susu sapi, susu kambing lebih mudah dicerna oleh tubuh. Selain itu, susu kambing juga memiliki kemampuan untuk menenangkan saluran cerna/ menekan rasa lapar. Karena itulah susu ini pas untuk program penurunan berat badan.
Waa...berarti kalau tujuannya biar badan Raka agak gemukan, salah pilih donk! Ha..ha, ya udah lah...tinggi langsing yang penting sehat. Ngikut iklan di Tv...tumbuh tuh ke atas...bukan ke samping!

Setelah ini...susu sapi atau kambing ya buat anak-anak? Selang-seling saja sepertinya. Biar nggak bosan, dan bisa saling melengkapi. Toh...yang paling penting tetap asupan makan mereka. Susu sekedar pelengkap, untuk lebih menyempurnakan nutrisi kan? Btw, sahabat blogger punya pengalaman menarik dengan susu kambing? Kita berbagi yuk!

10 Oktober 2015

Semoga Berhasil!

Ada apaan sih? Mmm...bukan sesuatu yang serius. Ini tentang usaha saya menyapih Alya. Ada sesuatu yang istimewa buat keluarga kami di pertengahan bulan ini. Pertama, suami yang bertambah usia. Kedua, Alya....gadis mungil kami beberapa hari ke depan akan genap berusia 3 tahun. Kenapa dengan 3 tahun? Targetnya, saya akan menyapihnya...dan 3 hari terakhir proses penyapihan memang sedang berlangsung. Bocah hampir 3 tahun dan masih ASI? Yupp!! Sebenarnya, ini bukan usaha penyapihan yang pertama.  

Beberapa bulan yang lalu, saat usianya 2 tahun lebih sedikit saya pernah mencoba mengalihkan Alya dari ASI ke susu gelas. Pernah saya oleskan lipstik di area puting, saya bilang " Ibu digigit laba-laba", eh..ternyata responnya diluar dugaan. Ia ambilkan saya caladin lotion, " dicaladin aja...biar sembuh", ngakak dalam hati kan saya..... 

4 Oktober 2015

Masa Kecil; Kebahagiaan Ditengah Kesederhanaan

Sumber foto kaskus.co.id " 

Bu, nanti aku belajarnya sore aja yaa...mau ada Angry Bird Rio e di tivi.."
"Lha trus gimana...Sore kan ibu mandiin sama nyuapin Alya..."
"Ya...udah, nanti aku dibuatin soal aja...trus tak garape sore...." 

Begitulah kira-kira petikan dialog saya dengan Raka beberapa hari kemarin. Ia merengek minta jam belajarnya dimajukan, gara-gara kepincut promo film disebuah televisi swasta nasional. "Oalah...kadangkala televisi memang penggoda kok...ngerti jam belajar masyarakat, tapi jam segitu seringnya diisi film animasi anak-anak," Nggak teriak sih, saya cukup mbatin dalam hati saja. Tapi memang anak sekarang, kalau nggak dibiasakan belajar takutnya malah anak plus orang tua repot diakhir.

Meski namanya tetap Sekolah Dasar, tapi ngomongin materi pelajarannya, rasanya udah beda jauh banget dengan jamannya saya dulu.....Berasa berat jadi anak-anak sekarang. Banyak yang harus dimengerti dan dipahami di usia dini. Beda jaman, beda tuntutan....gitu mungkin yaa.. Tapi nggak cuma materi pelajaran saja kok yang beda...hampir semuanya...Orang Jawa bilang....Mbiyen-mbiyen...Saiki-saiki...!
**
Diberdayakan oleh Blogger.