29 Januari 2008



26 Januari, menjadi hari yang istimewa untuk kami sekeluarga, dan juga Raka tentunya. Dengan mata kepala sendiri, kami melihat Raka melangkahkan kaki tanpa berpegangan perabot rumah tangga atau benda-benda yang ada di sekitarnya Alhamdulillah.. di usia 12 bulan 3 minggu, akhirnya Raka mampu dan berani jalan sendiri. Seperti kebanyakan balita yang baru berada dalam taraf “pejalan” pemula, maka seperti itu juga lah anak kami. Tangan ke depan sebagai pengendali keseimbangan, badan terhuyung-huyung, kaki menapak maju tiga atau empat langkah dan kemudian brukk..jatuh terduduk...dan kemudian tertawa riang. Belajar tanpa mengenal lelah, tak putus asa..bahkan bisa tersenyum setelah jatuh. Sebuah pelajaran berharga dari seorang bayi yang sebenarnya bisa kami (atau kita )terapkan dalam hidup ini.

9 Januari 2008


Nah ini dia...ternyata boneka bukan monopoli mainannya para perempuan. Di rumah, raka memiliki boneka yang masing-masing memiliki nama: mas kucing, mas beruang, mbak miki, mas burung, mas bebek...dan mas kelinci. Dengan boneka2 ini, biasanya ayah-ibu mendongeng atau bermain peran. Di samping itu...boneka2 ini ternyata mampu menjadi teman-teman raka yang menyenangkan.

kebetulan, di belakang rumah kami masih tersisa sepetak lahan kosong. Dulunya, kami sempat menanaminya dengan beberapa jenis sayuran. Tapi karena kesibukan, ato memang males yaaa..akhirnya nasib beberapa tanaman mengenaskan. Beberapa tanaman bayam tampak tinggi menjulang, dengan bunga2 yang tak sedap dipandang. Tak lagi bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Walau begitu...rupanya tempat ini menarik buat raka. Hati2 loh kaa...jangan sampai kena bulu ulat


Menapakkan kaki, dan kemudian melangkah mantap, bagi bayi tentu saja merupakan sesuatu yang sulit. Untuk mencapai tahap tersebut, dibutuhkan proses yang cukup panjang, Di hari-hari pertamanya, kemampuan motorik bayi hanya sebatas menggerakkan tangan, kaki, dan tubuhnya dalam posisi telentang. Menginjak dua atau tiga bulan, kebanyakan bayi telah mampu memiringkan badan, dan kemudian tengkurap. Kemampuan tersebut lantas dilanjutkan dengan kemampuan-kemampuannya yang lain seperti membolak-balik badan dari tengkurap-telentang, duduk, merayap, merangkak, berdiri sambil berpegangan, melangkahkan kaki ke samping,dan kemudian berjalan. Bagi orang tua, berjalan bisa jadi merupakan puncak dari perkembangan motorik seorang anak.
Raka, anak kami baru saja melewatkan ulang tahun pertamanya. Kini usianya 12 bulan lebih beberapa hari. “Anaknya sudah bisa jalan belum??” Pertanyaan yang amat jamak dilontarkan para tetangga, saudara, teman kepada kami. Tak hanya kami yang mengalaminya, berani taruhan..pasti banyak orang tua-orangtua lain yang mengalami pengalaman serupa. Kalau sudah begitu, jadi ingat ketika masih menjalani masa-masa kuliah, begitu akrab dengan pertanyaan “kapan wisuda”...atau selepas wisuda “kerja dimana sekarang?”....”kapan nikah?”....atau setelah nikah “kapan punya anak?”. Aduuh, pusing!!
Sedikit flashback, raka pertama kali tengkurap di usia 3 bulan 10 hr, duduk di usia 6 bulan, kemudian merayap, merangkak dan merambat di usia 8 bulan. Di awal 9 bulan, raka mulai gemar di tetah. Menilik perkembangan demi perkembangan yang dilalui, sebenarnya tak ada yang salah dengan perkembangan motorik raka. Semuanya lancar sesuai milestone perkembangan motorik. Dari beberapa artikel yang kami baca, setiap anak memiliki pola perkembangan yang berbeda, selama masih dalam tahap normal, tak perlu ada yang dicemaskan. Konon, rata-rata anak akan berjalan di usia 13 atau 14 bulan dan melangkahkan kaki secara mantap di bulan ke 15. Dari segi medis, kalau sampai 2 tahun belum bisa berjalan, baru mesti diwaspadai. Tapi namanya orang tua, kekhawatiran itu masih saja ada, apalagi kalau ada yang bercerita “anak saya 11 bulan sudah bisa jalan”.
Apa raka kurang stimulus?? Sepertinya tidak, kami selalu mewanti-wanti mbak rus untuk membiarkan raka bergerak bebas (tidak banyak gendong, kecuali lg sakit). Raka juga amat jarang sakit, kalaupun ke dokter...biasanya masalah kulit yang masih sensitif. Jadi sepertinya, hanya kami yang terlalu khawatir. Untuk alat melatih berjalan, sejak awal, kami sengaja tak menggunakan baby walker. Banyak tulisan yang berkisah tentang negative effect baby walker, membuat kami lebih memilih alat tradisional dari bambu. Simbah raka menyebutnya GERITAN. Murah, meriah..dan buktinya raka suka. Sempat beberapa saat tidak digunakan karena rusak, tanggal 6 januari kmrn GERITAN buatan Simbah Raka difungsikan lagi (setelah diperbaiki tentunya) dan...ooo, raka senang sekali memakainya. AYO, SEMANGAT LATIHANNYA KA!!KAMU PASTI BISA!!





4 Januari 2008…….raka genap berumur 1 tahun. Alhamdulillah.... Tak ada perayaan di rumah, toh Raka masih terlalu kecil untuk sebuah pesta. Hanya ada ayah-ibu (ibu sengaja ngambil libur, sementara ayah ijin pulang lebih pagi), mbak rus, mas ilham, mbak nisa dan bude win yang tinggal di sebelah rumah. Ngumpul bareng di ruang tamu, nyanyiin lagu ultah buat raka...dan sebuah lilin teramat sederhana (yang dipake klo lagi mati lampu), eeh...ternyata raka belum bisa tiup lilin....he..he.
Tak banyak kado, tapi tak mengapa....Raka tumbuh menjadi anak yang sehat, sholeh, dan pintar adalah kado yang sangat berharga dari Allah SWT untuk ayah dan ibu. Sebuah boneka kelinci diberikan Mas Ilham dan Mbak Nisa sebagai kado ultah Raka, di sertai doa “semoga cepat bisa jalan sendiri yaa kaaa”. Amiiin. Di usianya yang ke 12 bulan..raka memang belum berani kalau jalan sendiri, mesti pegangan perabot rumah atau tetah. Tak ketinggalan, pak de dan bude menghadiahkan mini kue tart di sertai sebuah lilin berangka 1 ( maafkan ibu ya nak...ga sempat belikan raka kue). Agar setiap moment indah keluarga kami terabadikan dan tingkah polah raka raka yang lucu bisa kami rekam, ayah membeli sebuah kamera digital. Untuk sayangnya ibu, Ibu belikan sebuah kuda2an kayu disertai pesan “raka tetap rajin latihan jalan ya nak”. Sebagai ungkapan syukur, ayah dan ibu membagikan bingkisan makanan kecil ke teman-teman Raka di kampung.
SELAMAT ULANG TAHUN RAKA SAYANG......SEMOGA SENANTIASA DALAM LINDUNGAN-NYA

Namaku mas beruang. Aku tak tinggal dihutan seperti beruang-beruang yang lain. Ah..tubuhku pun aneh, bulat panjang…… kenapa aku tak punya kaki seperti hewan-hewan sebangsaku?? Oh..iya, aku lupa!! Aku kan hanya boneka berbentuk guling…..
Meski begitu, aku tetap bahagia. Kehadiranku bisa membuat seorang anak senang dan tertidur pulas baik siang maupun malam.
Raka : “ mas beruang gak usah main jauh-jauh yaa… sini bobok aja ama raka”
Beruang : OK boss!!