Skip to main content

Usir Dingin, dengan Nasi Goreng Pedas Pakem Sari


Sering harus berdamai dengan udara dingin, itu konsekuensi bagi saya yang tinggal di kaki gunung Merapi. Walau begitu, saya tetap bersyukur. Tak semua bisa menghirup udara sesegar yang biasa kami rasakan setiap hari. Toh akses untuk ke pusat kota Jogja tak begitu sulit, paling sekitar setengah jam. Sudah di dukung jalan beraspal halus pula.

Konsekuensi lain adalah curah hujan yang lebih tinggi. Akhir-akhir ini, hampir setiap sore hujan turun. Dampak ikutannya adalah ngelihan atau sering laper..wkk..wkk.

"Cari makan di luar yuk.."


Ajak suami beberapa hari lalu. Padahal kami juga barusan makan lho. Mungkin biar beda suasana, beda rasa aja.. *masakan saya kadang memang membosankan kok.

Peserta makan malam hari itu tetep ber empat, saya..suami, Raka dan Alya. Demi efisiensi dan efektifitas...nggak perlu jauh-jauh. Maka jatuhlah pilihan pada Pakem Sari Hotel n Resto yang berada di Kawasan Pakem, Sleman.

Mungkin karena malem, tempat makan ini terlihat sepi. Biasanya kalau kami lewat pas siang, parkiran selalu rame, terlebih karena selain menyediakan aneka makanan, penginapan, outbond area, Pakem Sari juga dilengkapi Waterboom.

Mengimbangi dinginnya malam, pilihan saya dan suami jatuh pada nasi Goreng. Raka masih konsisten dengan makanan kegemarannya, udang asam manis. Saya pilih nasi goreng ayam, sementara suami nasi goreng udang.

"Pedas mbak?" mbak-mbak waitress mengkonfirmasi menu yang saya pesan.

"Iya mbak, pedas" saya menegaskan.

Saya memang penyuka cabe. Nggak afdol klo makan tanpa bumbu satu itu. Beberapa saat kemudian, pesanan datang, dan begini penampakannya.


Soal rasa? Lumayan. Bintang 3,5 dari skala lima. Harga juga terjangkau soalnya, 12 ribu perporsi untuk nasi goreng ayam, 16 ribu dan 25 ribu untuk nasi goreng udang dan udang asam manis. Level pedasnya? Kurang ternyata. Ternyata level pedas antara saya dan yang masak beda. Atau karena cabe lagi mahal yaa?

Nah..itu tadi satu alternatif penghangat badan ala-ala saya. Cari anget-anget, sembari kulineran di seputar Jogja. Mau berbagi cerita ala Anda? Boleh banget

Comments

  1. saya pun Mba Sulis, apalagi malam-malam dalam suasana hujan itu enaknya makan atau minum yang hangat-hangat. tapi kalo makanan pedas banget sih lidah saya masih belum kuat Mba, hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo nggak pedes tu rasanya ada yang kurang e mb. Selain nasgor..dingin2 nge mie kuah juga nikmat..☺

      Delete
  2. Aku juga suka beli nasi goreng malem2. Kalo beneran lagi khilaf, tambah sama bakmi goreng. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Magelangan ya namanya. Gpp..asal khilafnya nggak sering2😀

      Delete
  3. Replies
    1. Klo pete..suamiku mb yang suka. Aku nggak suka baunya...😊

      Delete
  4. yang pedas2, memang mengundang selera ya mba :) Saya juga penyuka pedas

    ReplyDelete
  5. Hampir semua orang suka nasi goreng ya mbak Sulis, termasuk keluarga saya. Vani paling sering minta nasgor apalagi kalau malam hari dia belum makan karena ngga cocok sama lauknya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Sulis maaf, komentar njenengan yang di blog saya tanpa sengaja terhapus, saya nggak tahu ngeklik apa kok tiba-tiba hilang tuh, maaf ya mbak nggak sengaja :(

      Delete
  6. mb sulisss nasgore taknyiduk dunk, 2 centong aja cukup *terus dikeplak ahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Nit...tapi klo kmu makin mbul...ra tanggung jawab lho..

      Delete
  7. Wah ada waterboomnya to? Masa sih mbak dari Pakem ke kota setengah jam? Enak dong jalurnya nggak terlalu padet. Rumahku dekat ring road utara tapi lalinnya padat banget, jadi smp kota juga setengah jam meski lebih dekat. Padahal kalau sepi harusnya cuma 15 menit. Jogja makin padat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lewat jalur tengah mbak. Klo klo ke Pakem lewat jalur turi...cepet. Krn lebih sepi dibanding jalur jl magelang/ jakal

      Delete
    2. Oh..klo ke Jogja ya.. Aku bukan di Pakem mb. Di jalan magelang..tp kilometernya banyak...utara ringroad

      Delete

Post a Comment

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin