Skip to main content

5 Alasan yang  membuat Candi Gedong Songo Menarik di mata wisatawan

Pesan yang dalam. Saya dapatkan dalam perjalanan dari bangunan candi ke dua menuju kelompok candi ketiga


Bagi warga Semarang dan sekitarnya, tentu mereka  sangat familiar dengan keberadaan candi Gedong Songo; candi peninggalan kebudayaan Hindu yang berlokasi di Desa Candi, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.  Diantara beberapa lokasi wisata, candi ini pantas dijadikan primadona karena daya tarik yang dimilikinya. Saya yang notabene warga luar Jawa Tengah pun, rasanya nggak bakalan bosan seandainya suatu saat nanti bisa kembali menikmati keindahan alamnya.


Menurut saya, ada beberapa alasan masuk akal yang membuat kompleks wisata ini selalu ramai pengunjung, terlebih di hari libur:

1. Harga tiket masuk yang relatif murah

Harga, bagi saya tetap hal yang sensitif. Sebagus apapun tempat wisata...seandainya harga tidak terjangkau atau membuat kantong jebol...saya milih mundur teratur.  #PenganutPahamIritologi. Nah..bagi yang sepaham, nggak perlu khawatir, untuk bisa meng-eksplore keindahan alam di kawasan kompleks candi Gedong Songo, pengunjung hanya dikenai tarif masuk seharga Rp.7500/ orang. Sementara anak berusia dibawah 5 tahun, belum dikenakan tarif. Hemat kan!?



2. Two in one; Wisata sejarah plus wisata alam.

Nah, buat yang jaman sekolahnya seneng dengan pelajaran sejarah..boleh banget  belajar peninggalan sejarah nenek moyang sembari menikmati keindahan alam yang tersaji di depan mata.

Candi Gedong Songo sendiri, tersebar dalam lima komplek candi yang jarak antar satu candi dengan candi lainnya lumayan jauh. Untuk menjangkau kelima tempat tersebut, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalanan kecil, dengan medan yang kadang menaik ataupun turun. Eh..tapi buat yang mau naik kuda, bisa juga...dengan menyewa jasa kuda tunggangan dengan tarif sekitar 80ribu.

Semangat! Candi dah di depan mata.

Awalnya saya ragu bisa menyelesaikan rute candi gedong 1 sampai 5 dengan jalan kaki, apalagi ada Alya yang masih balita. Jarak yang kami tempuh, bisa jadi lebih dari 3 kilometer.  Eh...tapi nggak nyangka, anak-anak  kuat dan malah semangat. Masak emaknya kalah sama anaknya..malu dong. Yeahh..itung-itung bakar kalori, biar tubuh nggak makin mekar kanan-kiri.



Selain udara bersih, di sini untuk pertama kalinya anak2 melihat tanaman kubis langsung dari sawah ☺

Yang paling saya suka dari tempat ini adalah udara yang begitu sejuk, warna hijau sejauh mata memandang, dan juga aroma-aroma alam yang tercium sepanjang perjalanan. Di samping pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang, kami juga bisa menikmati hamparan tanaman sayur-mayur dan juga kebun-kebun mawar milik penduduk.



Tak jauh dari tempat ini, ada sumber mata air panas. Selamat menikmati aroma belerang☺

Ada beberapa bagian hutan pinus yang dilengkapi sarana outbond

3.  Lingkungan obyek wisata yang rapi dan bersih.

Sampah, kerap kali menjadi masalah di tempat-tempat umum, termasuk obyek wisata. Namun, begitu memasuki areal komplek Candi Songo, yang ada kesan bersih dan asri. Puluhan atau bahkan ratusan tempat sampah telah disediakan pihak pengelola. Kalau sudah begitu, sebagai pengunjung, kita yang harus bijak kan?

Rapi dan asri

Satu pemandangan menarik yang saya lihat adalah, sapu lidi yang dibawa oleh petugas pemandu kuda tunggangan. Rupanya saat si kuda yang tengah bertugas membawa pengunjung BAB di jalan, maka pemandu akan langsung menyapunya keluar jalur/rute dan mengembalikannya ke alam (sebagai pupuk kandang)

4. Fasilitas penunjang yang mencukupi.

Meski harus nge-track lumayan jauh, tapi kami nggak perlu khawatir. Bahkan tanpa bekalpun,  kalau mau bisa, karena sepanjang rute yang kami lewati banyak pedagang dengan gubuk-gubuknya menyediakan aneka minuman baik dingin, hangat, plus makanan dengan harga standar.

Seperti pagi itu misalnya. Di depan komplek candi pertama, kami membeli jagung rebus dari seorang ibu berjarit dengan tenggok di punggung seharga Rp 3500/ buah. "Manis dan enak", kata dua bocil. Juga tak perlu khawatir  ketika membutuhkan toilet di tengah perjalanan. Tersedia.


Selepas meninggalkan pintu keluar, lagi-lagi kita disambut  warung-warung makanan dan juga jajaran kios oleh-oleh/souvenir. Pilihan kami, jatuh pada makanan khas daerah berhawa dingin; sate kelinci




Ada yang niat njajan di sini?

5.Posisi yang berdekatan dengan obyek wisata yang lain

Tak begitu jauh dari komplek Candi Gedong Songo, ada pasar Bandungan dengan daya tarik wisata belanja aneka tanaman bunga, buah-buahan, dan juga makanan khas, tahu serasi. Ada pula Bandungan Water Park, atau kolam renang yang lebih alami di Umbul Sidomukti.

Ahh..tu kan nggak rugi menghabiskan liburan di kawasan Bandungan Semarang. Jadi...siapa nih yang mau berangkat??


Comments

  1. Itu tempatnya cukup curam juga ya mbak, dan biasanya kalau anak anak itu suka takut kalau main di tempat yang tinggi dan terbuka seperti itu, dan kalau untuk saya mah pasti sangat seru sekali kalau bisa berkunjung kesana untuk melapas penat dalam pikiran.

    ReplyDelete
  2. Yang nomor empat! Mantep banget tuh.
    Soalnya aku pernah pergi ke tempat wisata yang gak ada nyediain tempat sampah yang memadai. Sedih ngeliat ada sampah plastik di pinggir jalan :(
    Jadi pelajaran banget buat yang jadi pengelola, sebelum ada tulisan "buang sampah pada tempatnya" sediain dulu tempat sampahnya.

    ReplyDelete
  3. bersih dan asri ya lis. bandungan ki pusat bunga di sekitar semarang ya lis?


    wah hebat lho alya kuat jalan naik turun!

    ReplyDelete
  4. pemandangan indah udara nya juga bersih... wajar aja jadi tempat asyik..buat liburan..., udara bersih dan lingkungan asri itu mahal dikota.. :)

    ReplyDelete
  5. keren banget tempatnya dan bersih juga ya..wajah banyak turis lokal dan mancanegara yang suka ke sini. kapan-kapan ke sini ah saya masukin listing tempat yang harus dikunjungi ;)

    ReplyDelete
  6. Jadi ini juga tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Semarang ya Mbak? noted hehe
    makasih :)

    ReplyDelete
  7. Cateet Mbak..kalau ke Semarang pengen ke sini...Candi Gedong Songo yak. Mudah2 an kesampaian. Saya paling suka kalau wisata sejarah..

    ReplyDelete
  8. Dulu pas berkunjung ke Jateng, saya pernah diajak kesini ama temen. Tapi sayang, waktunya mepet, keburu balik lagi ke Bandung :(

    ReplyDelete
  9. Huaaa, + 3 km lumayan juga, Mbak, jalannya. Tapi, kalo lihat pemandangannya asri gitu, jadi gak kerasa ya :)

    ReplyDelete
  10. Sangat rekomended ya mbak untuk berwisata dengan budget yang ngepres seperti saya hehe, tempatnya indah dan sejuk pula :)

    ReplyDelete
  11. pemandangannya cantik banget Mba Sulis, kapan yah saya bisa menginjakkan kaki di tempat keren ini?

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin