Personal & Lifestyle Blog

15 January 2016

Mempercayakan Penanganan Biang Keringat Anak Pada Lactacyd Liquid


Musim hujan ini memang berbeda dari tahun sebelumnya, setidaknya itu yang saya rasa. Kalau biasanya Januari identik dengan “hujan sehari-hari”, sepertinya tidak berlaku di tempat saya.. Bisa jadi karena efek el nino. Atau dampak pemanasan global, hingga iklim dunia kacau balau. Ah, mbuh lahh.. dalam bidang cuaca-percuacaan gini, saya nggak gitu ngerti.

Sering sekali cuaca terasa panas sepanjang siang. Yang pasti, klo udara terasa gerah, saya sering punya pe er baru. Beresin biang keringatnya Alya. Klo emak-emak yang punya bocil, pasti cukup familiar dengan penyakit kulit yang akrab dengan anak-anak ini. Ditempat saya, biang keringat umum di sebut kringet buntet.
Meskipun sepertinya ringan, tapi biang keringat sangat mengganggu. Kalau kena terik matahari atau pas cuaca panas, biasanya si anak akan resah-gelisah, mbingungi, garuk sana-sini, karena gatal. Kalau Alya, area yang paling sering terkena biang keringat adalah seputar jidat, tengkuk, dan terkadang punggung...

Untuk penyelesaian masalah, biasanya saya lihat tingkat keparahan. Kalau area kemerahan baru sedikit, biasanya tanpa obat. Cukup memakaikan Alya baju yang agak minimalis, dan rajin mengelap keringat yang bercucuran, biang keringat reda atau sembuh dengan sendirinya.

Pernah saya nyoba meredakan biang kringatnya dengan tepung kanji, tetapi ketika cerita ke teman saya yang bidan, malah saya dilarang melakukannya lagi. Katanya secara medis, kanji tidak direkomendasikan karena takutnya bercampur dengan keringat, justru akan menjadi “bubur” dan membuat pori-pori kulit semakin tertutup.

Rekomendasi teman saya untuk cara simpel memerangi biang keringat adalah, mandikan anak dengan air dingin. Cara yang ini belum saya coba, masih belum tega karena suhu air di tempat kami dingiiiin.

Saat area yang terpapar biang keringat meluas, mau tak mau saya menggunakan obat. Lotion pengurang gatal, bisa saja dipakaikan, dan cukup efektif hasilnya. Tapi akan menjadi masalah adalah ketika biang keringat sudah sering digaruk, dan anak mengeluh perih saat diolesi lotion. Akhirnya, teringat kembali cairan Lactacyd.


Pertama kenal Lactacyd liquid saat Alya umur setaon an. Dulu karena badannya bayi Alya pernah bruntusan merah-merah. Teringat cerita teman yang berhasil meredakan ruam susu bayinya dengan ini, ya sudah nyoba beli di apotek. Ternyata lactacyd liquid gampang didapatkan, tanpa resep dokter, harganya sekitar 23an ribu untuk kemasan 60ml.

Saya cobakan, ternyata cairan ini cukup ampuh menangani masalah kulit bayi yang terkena bruntusan merah-merah dan juga ruam popok. Sesuai saran penggunaan, sebenarnya ada dua cara pemakainan, dicampurkan dengan air mandi ataupun difungsikan seperti sabun cair. Saya lebih senang cara yang kedua. Biar lebih meresap dan berasa lebih mantap.

Kini, Alya sudah berumur 3 tahunan. Kembali kami pakaikan ia Lactacyd liquid. Setelah sekitar 10 hari pemakaian, kulitnya memang belum pulih benar, tapi biang keringatnya sudah hampir 90% berkurang. Mungkin karena Alya bukan bayi lagi, jadi cairan lactacyd butuh waktu yang lebih lama untuk “bekerja” .

Jadi pe er saya belum sepenuhnya selesai. Saya harus lebih tlaten lagi; memastikan kulit Alya kering, bersih. Untuk soal mandi, dua kali sehari sudah pasti. Yang paling penting, yaitu meminimalkan keringat dan terkena matahari. Cara termudah adalah mengganti baju seandainya basah terkena keringat atau mengelap segera setelah tubuh keringetan. Betewe, diantara para teman blogger punya pengalaman tentang biang keringat dan penanganannya...? Berbagi yuk, di kolom komentar.

10 comments:

  1. Waktu anak2 balita sering banget biang keringat. Setelah besar kok nggak pernah lagi ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah gede...ganti ya mbak, masalahnya ganti jerawat :-) eh..tiba2 ingat clerasil, obat jerawat jaman gadis.

      Delete
  2. Dulu waktu kecil Vani juga sering keringet buntet mbak Sulis, sampai merah dan bintik2 nya besar gitu. Sudah saya bawa ke dokter berkali-kali tetap nggak sembuh sampai akhirnya disarankan teman ke doktet spesialis kulit di dekat Simpang Lima, Alhamdulillah bisa sembuh tapi mahal sekali :)

    ReplyDelete
  3. Anakku pake VCO (virgin coconut oil), lumayan ampuh juga mengatasi biang keringat

    ReplyDelete
  4. di tempat saya juga padahal bln januari tapi panas menyengat. kalo anak2 saya gak pernah kena biang keringat dari bayinya

    ReplyDelete
  5. Biasanya pakai herocyn aja sih. Tapi layak juga nih dicoba

    ReplyDelete
  6. bidan juga nyuruhnya pakai lactacyd buat air mandinya tuh mbak.. klo pakai tepung kanji kulit anakku jd malah merah2

    ReplyDelete
  7. kalo keluarga kami pakai bedak salicyl Mbak :)

    ReplyDelete
  8. pas banget sih mba, raissa lagi biang keringat udah beberapa minggu ga sembuh2..saya pakein lotion anti gatal ilangnya dikit2

    ReplyDelete
  9. Saya juga pernah dikasih tahu mengenai tepung kanji itu, ooo ternyata tidak direkomendasikan tho.

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin