Personal & Lifestyle Blog

13 January 2015

Cara Mudah Memperbanyak Tanaman Kemangi

Sumber gambar dari www.disehat.com




Sebagian ibu tentu tak asing dengan tanaman satu ini. Bernama latin Ocillum basilum ferina citratum, di daerah saya tanaman ini akrab di sebut kemangi. Aromanya daunnya yang khas, kerap kali dimanfaatkan masyarakat sebagai pelengkap atau bahkan sebagai bumbu aneka masakan.

Kebetulan, saya termasuk perempuan penyuka dedaunan, (ha...ha, kayak kambing ya ) termasuk daun kemangi ini. Biasanya, kemangi saya gunakan sebagai lalapan, saya tambahkan pada soto ayam, atau beberapa jenis pepesan. Disamping aromanya yang membuat semakin lezat masakan, ternyata daun kemangipun menyimpan begitu banyak manfaat, seperti mencegah bau badan, mengobati sariawan, obat bagi yang panu-an, dan bahkan baik bagi yang punya masalah dalam mendapatkan keturunan. Woww...ternyata, meski bentuknya mungil, seabrek juga manfaatnya. 

Pada musim hujan, tanaman kemangi mudah ditemukan. Daunnya banyak dijual baik pasar tradisional maupun pasar swalayan. Saya sendiri biasa mendapatkan daun kemangi dari penjaja sayuran yang setiap hari lewat depan rumah, cukup 500 rupiah untuk 1 ikat yang berisi sekitar 10 batang kemangi. Murahkan? Tapi, sepertinya lebih enak kalau membudidayakan tanaman ini sendiri, dengan catatan ada waktu luang, dan juga sedikit lahan. Lagian...mumpung masih musim hujan, waktu yang paling tepat untuk bercocok tanam bukan?

gambar dari ratnaputriwijayanti.blogspot.com


Tanaman kemangi, berkembang biak melalui biji. Pada umur tertentu, tanaman ini akan menghasilkan bunga dengan biji di dalamnya. Saat bunga sudah berwarna coklat kehitaman, itu lah tanda biji yang terdapat di dalam bunga siap untuk di semaikan. 

Cara inilah yang jamak digunakan masyarakat untuk mengembangbiakkan tanaman kemangi. Namun, ternyata ada sebuah cara lagi yang lebih mudah dan lebih cepat. TERNYATA dengan hanya memetik dahan/pohon kemangi begitu saja dari pohon induk, lantas kita tanam di tanah, akan tumbuh tanaman kemangi baru. Untuk istilah pertaniannya, dengan cara stek batang mungkin. 

Awalnya saya hanya membeli dua ikat kemangi pada penjual sayur. Satu ikat untuk kami konsumsi, dan satu ikat lagi untuk saya ujicobakan tanam di halaman belakang. Karena masih seringnya turun hujan, saya tak perlu lagi menyiramnya. Cukup ditanam, di pot, polibag, atau tanah. Sekitar satu minggu pertama, tumbuhan kemangi terlihat agak layu. Tapi beberapa hari kemudian batang kemangi terlihat segar. Iseng, saya cabut kembali dan amati..oh, ternyata sudah tumbuh akar-akar mungil di sana. Jadi, untuk memiliki banyak pohon kemangi, saya tak lagi harus menunggu si pohon induk berbiji, untuk kemudian disemai.... cukup langsung memetik batangnya, dan segera pertemukan ia dengan tanah. Jangan lupa kondisikan tanah supaya tetap basah. Selamat mencoba!

11 comments:

  1. wah. it's that simple ya. boleh juga nih dicoba.

    ReplyDelete
  2. Silakan mbak diah... Cara ini bisa dipake juga untuk menanam bayam (tp yang tipe bayam potong) lho .....

    ReplyDelete
  3. wah... baru tau bun... slama ini tahunya yang dg menyemai biji. trims infonya...
    bisa lgs di praktekkan nih.. secara suami penggenar kemangi....he he..

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  7. Ciri-ciri batang yang bunda pakai untuk ditanam seperti apa bunda?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bagusnya yang sudah agak tua..
      Tapi aku nanam yang beli di tukang sayur (tanpa akar, biasa buat lalap)...bisa kok.

      Delete
  8. terima kasih infonya,tanam dengan batanglebih cepat dapat hasilnya

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin