Skip to main content

Posts

Drama para Emak yang sering terjadi di Awal Tahun Ajaran

Minggu pertama tahun ajaran baru semester ganjil, hampir terlewat. Apa kabar ibu-ibu, sudah terkondisikan stabil semuanya..? Ha..ha, kelamaan libur..kadang perlu adaptasi ulang. Ya anaknya, ya orang tuanya. Termasuk saya.

Libur pasca raport an yang nyambung ke libur lebaran kemaren ini, memang lumayan panjang menurut saya. Jadinya..gitu deh, terlena. Pas giliran harus siap sedia, ah..ternyata pagi-paginya ketemu beberapa "kenyataan hidup"
Recent posts

Pantai Watulawang Gunung Kidul; Pantainya Jogja Rasa Papua.

Unik, kaya akan nuansa etnis. Itulah kesan pertama yang saya dapatkan begitu melihat beberapa gasebo yang berdiri di pinggiran pantai Watulawang GunungKidul, Yogyakarta. Tiba-tiba saya keingat dengan Honai, rumah adat papua. Ha..ha, belum pernah ke Papua sih, tapi ingat aja pas kemarin mbelajari Raka pas materi rumah adat. Meskipun nggak sama persis,  bentuknya agak-agak mirip 😁



Hampir semua gasebo dipantai ini terbuat dari kayu (kayu bekas,atau batang pohon yang dibiarkan utuh, natural tp malah jadinya bagus), beratap bulat yang dibuat dari anyaman jerami atau juga daun tebu. Kesan klasiknya ngena banget
"Mau naik jembatan, dan foto di sana Bu?  Bayarnya dua aja, nanti adik-adiknya gratis." 
Seorang pemuda berseragam POKDARWIS menawari kami untuk menyeberang menaiki jembatan batu, untuk kemudian berfoto. Tarif untuk menaiki jembatan dan menikmati pantai dari gasebo sebesar 5000 rupiah/orang. Kepengen sih..tapi anak-anak pada nggak mau, takut nyebrang katanya. Padahal dibaw…

Bekali Mereka dengan Makanan Sehat, Demi Lahirnya Generasi Hebat

Apa yang masuk ke tubuh kita sekarang, menentukan level kesehatan  di masa mendatang. Saya sepakat dengan itu. Meskipun yang namanya sehat-sakit, pendek-panjangnya usia semua adalah bagian suratan takdir, tapi sebagai manusia berakal tentulah kita punya cara untuk berusaha. Termasuk menjaga apa yang kita konsumsi, terlebih untuk anak-anak. Ya..iya, masa depan mereka masih jauh lebih panjang. 

Pengalaman Maen ke Baron Technopark Gunung Kidul

Papan nama bertulis Baron Technopark, selalu saya baca  setiap kali melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan saat kami mau maen ke pantai seputaran Gunung Kidul. Iya, saya baca thok, karena mikirnya...ah, pasti harus pake ijin, ah..paling itu isinya semacam lab dan tempat penelitian gitu. Lha wong punyanya BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi), apalah saya,  tanpa ID card instansi apapun, akses ke tempat seperti itu pasti terbatas.
Tapi baca-baca di beberapa tulisan, katanya Baron Technopark kini dibuka untuk umum, bisa digunakan untuk wisata edukasi. Apalagi sekarang sudah ada jam matahari. Weis, Bagus donk. Apalagi untuk anak-anak, kok kayaknya menunjang banget. Ya, biar jalan-jalan sekalian belajar.

Celoteh Bocah

Balita itu klo nanya bahkan njawab pertanyaan, lucu dan kadang ajaib. Kayak pas saya iseng nanya cita cita ke Alya (ha..ha, ini pertanyaan standar orang tua ke anak deh sepertinya)😎
Saya : Nok...klo sudah besar mau jadi apa? Alya. : mau jadi dokter, trus masinis. Nanti habis nyopir kereta..trus ngobatin orang sakit. Saya : Ya..boleh. Berarti harus rajin belajar lho. Alya  : Eh..ada lagi. Aku juga mau jadi PEMBANTU Saya: Pembantu??? Alya : Iya. Pembantunya ibu. Jadi nanti kalo sudah besar..aku yang goreng tempe...ibu yang masak sayur. Saya : Oalah.. 😊😊 *** Suatu malam, pas kami njajan bakmi goreng. Minuman, kami pesen teh dan jeruk anget. Belum juga mba yang mbawain minum pergi dari meja dimana kami duduk, tiba2 Alya kelihatan heran dengan sesuatu yang dilihatnya digelas.
Alya : Ini apa tho? Ayah : Gula batu... Alya : Batu apa? (Polos..ekspresi nanya beneran gitu) ***

Hunting Suguhan Tempo Dulu

Lebaran dan silaturahmi itu bagai dua sisi mata uang, keduanya nggak bisa dipisahkan. Biasanya moment silaturahmi ini diadakan setelah sholat Ied, berlanjut dengan acara halal-bihalal, sungkeman, saling memaafkan.
Untuk tradisi silaturahmi ini, mungkin masing-masing tempat berbeda tradisinya. Setidaknya ada tiga yang saya tahu: Ada yang cukup berkumpul di masjid, kemudian saling memaafkan, nanti kalau misalnya mau diteruskan dengan acara kunjungan dari rumah ke rumah..ya monggo..nggak pun nggak apa-apa, karena sudah ada ikrar saling memaafkan pas di masjid.Ada yang berkunjung dari rumah ke rumah, ngobrol sebentar dengan tuan rumah mencicip suguhan lalu pamit.Ada pula yang berkunjung  rumah, dan kemudian dipersilakan oleh tuan rumah untuk menikmati hidangan besar alias makan.

Di Merapi Park, Semua bisa Berselfie dengan Background Landmark Dunia.

Satu lagi tempat wisata baru meramaikan Jogja. Merapi Park, merupakan tempat wisata keluarga yang baru saja di soft-opening 25 Juni 2017. Masih gress alias kinyis-kinyis.  Meski baru, tapi ketika kemaren nyoba maen ke sana..ternyata dah lumayan rame juga. 

Merapi Park, dibangun tak jauh dari Museum Gunung Merapi Yogyakarta, tepatnya di sisi selatan museum. Secara administratif, tempat wisata anyar ini masuk wilayah kampung Tanen, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Berada di kaki Merapi, menjadikan Merapi Park mempunyai 2 poin plus; udara segar plus panorama alam yang hijau. Posisinya juga gampang dijangkau, dari bawah (Jogja) bisa, atau  dari atas mampir setelah dari kawasan hutan wisata Kaliurang. Harga Tiket Masuk untuk masuk ke obyek wisata ini juga lumayan (masih) murah. Hanya 15 ribu rupiah perorang.