20 November 2018

Hidup Berasa Lebih Hidup dengan Menulis di Blog

"Sekarang ngapain di rumah...?"

Kelihatannya tidak ada yang aneh dengan pertanyaan tersebut. Tapi itu pernah menjadi pertanyaan yang sangat saya benci, paska saya memutuskan resign dari sebuah kantor media. Tiba-tiba percaya diri saya akan terjun bebas. Apalagi ditanyakan di tengah keluarga besar pak suami yang rata-rata perempuan bekerja di sektor publik.

Hmmm...

Sebelum usia 35 tahun, mungkin saya akan enteng menjawab, "Di rumah...ngasuh sambil nyiapin test cpns, biar fokus." Faktanya, saat itu ada moratorium CPNS/ASN sekian lama, dan ketika ada kesempatan, persyaratan usia saya sudah hampir expired. Total skor CAT saya juga kalah bersaing untuk berebut 3 posisi yang ditawarkan di pemprov Jogja waktu itu. Sedih, pasti. Putus asa, iya.

"Waa...bakal sahabatan sama panci seumur hidup ni..," keluh saya saat itu. 

Rupanya kegalauan saya dibaca seorang teman, yang kemudian mengingatkan saya kalau saya punya blog. 

"Kamu suka nulis kan? Blognya masih...? Ngeblog kayak aku yuk...?"


Tiga tahun lalu, akhirnya saya kembali menulis, di blog. Motivasi awalnya, sebagai pengusir jenuh di tengah-tengah tanggungjawab saya ngurusin duo krucil dan beberes rumah yang menyita banyak tenaga dan emosi.

Saya anggap nulis sebagai rekreasi. Dengan aktivitas ini, saya bisa berinteraksi dengan lebih banyak teman, bukan melulu benda mati (setrika, panci, ember, sapu) yang saya jumpai di rumah. 

Dengan menulis di blog, saya ditantang untuk lebih banyak menggali informasi, lebih banyak belajar hal-hal baru, lebih banyak membaca, dan merasa lebih berguna untuk orang lain. Terlebih ketika saya menulis suatu hal (informasi) yang banyak dicari di mesin pencari. Yup, melalui tulisan saya bisa berbagi. Meski kadang sekedar informasi receh, enteng, tapi tetep saja rasanya beda. Lebih berenergi, lebih hidup!

Terlebih ketika belakangan profesi blogger mulai diperhitungkan sebagai ujung tombak pemasaran produk dan jasa di era digital. Konsekuensinya, blog yang serius dirawat, bisa jadi ladang yang menghasilkan secara ekonomi. Yang nggak kalah penting sih, saya bisa dengan percaya diri njawab "Saya nge-blog"  klo ada yang nanya..."Di rumah ngapain?" Ha..ha..ha.



2 komentar:

  1. Aku yo dang kadang nek ditanyain ngunu mandan gedeg mb lis, soale pertanyaane semacam koyok ngenyak huhu
    Untung ketemu blog, seenggaknya buat hiburan, masi brusaha merintis supaya suatu hari kelak bisa entuk bonuse ah

    BalasHapus
  2. Nek dijawab ngono njuk mesti pada takon. Ngeblog ki apa to? Trus kasih link wae😁

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin