Cari Blog Ini

30 November 2016

Aki Soak Saat Perjalanan? Shop & Drive in Aja!

November 30, 2016 20 Comments
Image dari www.shopanddrive.com

Kejadian ini sudah beberapa bulan yang lalu sebenarnya. Pas saya, suami, dan dua bocil kami main di Pantai Parangtritis Jogja. Sebenarnya kami sudah berniat balik ke rumah karena  sudah cukup lama berada di kawasan pantai. Tapi kok ya ndilalah anak-anak belum mau diajak pulang. Sambil nyemil udang goreng yang kami beli pada mbak-mbak yang jualan, kami berteduh dibawah sebatang pohon, tak jauh dari parkiran mobil. Didepan kami duduk, ada sebuah mobil yang para penumpangnya tampak sibuk.  Ada apa gerangan? **Biasa..emak-emak kan naluri ke kepoannya lebih tinggi..hi..hi😀😁

28 November 2016

26 November 2016

18 November 2016

Mampir ke Griyo Wono, Resto di Antara Tanaman Jati di Gunung Kidul.

November 18, 2016 23 Comments
Selain pantai, salah satu hal menarik lain yang saya suka dari Gunung Kidul adalah hutan jati. Yup, ada begitu banyak bukit-bukit kapur maupun kawasan hutan di kawasan ini yang terisi dengan batang-batang tanaman jati. Panorama alam yang paling saya suka adalah melintas di kawasan hutan atau perkebunan jati di pagi hari, dan menyaksikan garis pancaran matahari di antara pohon-pohon. Nggak ngerti dimana letak bagusnya, tapi suka aja liatnya.

Diantara bentangan perkebunan jati dan persawahan warga, ada satu yang juga sering menarik perhatian saya. Sebuah resto yang parkirannya hampir selalu penuh dengan bis-bis wisata. Penasaran juga, apa karena makanannya enak?Apa karena harganya terjangkau? Atau karena tempatnya yang nyaman? Biasanya faktor itu kan yang paling berpengaruh?

14 November 2016

5 hal keren ini menjadikan Pantai Krakal Gunung Kidul sayang untuk dilewatkan

November 14, 2016 15 Comments
"Aku sudah pangling sama Jogja. Lebih macet, banyak hotel, banyak mall"  
 (Komentar seorang teman, setelah sekian lama meninggalkan Jogja, trus balik untuk liburan)


Ini nanti mo jadi resto atau penginapan ya? Kita tunggu saja☺
Benar kalau ada yang bilang pembangunan fisik di Jogja kian pesat.   Kalau tak percaya, tengok saja Kabupaten Gunung Kidul. Memang, intensitas saya ke Kabupaten di sisi timur jogja itu juga nggak sering banget. Paling dua bulan sekali, kalau pas lagi kangen untuk nge-pantai. Tapi setiap kali ke sana, ada saja yang berubah.  Pembangunan SPBU  baru, pembangunan Toserba lumayan gede, semakin banyak penginapan-penginapan bernuansa alam, dan yang paling update banyak pelebaran-pelebaran badan jalan di jalur kawasan pantai. Banyak bukit-bukit kapur yang kemudian dipotong, demi pembangunan sarana dan prasarana pariwisata. Kayaknya para investor lagi pada rame-rame nanem modal di gunung kidul nih.☺

Dan postingan ini tentu saja nggak akan mbahas peluang investasi, saya nggak ngerti ilmunya kalau itu. Cuma mau cerita, kalau saya pun pangling dengan Pantai Krakal. Ibarat cewek, makin hari makin cantik ☺ Rugi kalau nggak maen ke sini.

Boleh mampir tulisan jalan-jalan pas di pantai Gunung Kidul ini dulu.


Menurut saya, setidaknya ada lima hal yang menjadikan anda harus menyambangi pantai Krakal, Gunung Kidul kalau pas lagi maen ke Jogja

 Gampang dicari, dengan biaya masuk lokasi wisata yang sangat terjangkau.




Begitu meninggalkan kota Wonosari dan mulai memasuki jalan Baron, banyak plang-plang penunjuk  jalan yang sangat memudahkan pengunjung, terutama yang datang dari luar daerah. Satu hal menguntungkan lagi, untuk mengunjungi sedemikian banyak pantai di Gunung Kidul (yang masih satu deretan tapi), pengunjung hanya di tarik satu kali retribusi, dengan besar 10 ribu perorang. Saya yang selalu bawa 2 bocil nggak pernah kena charge, padahal selalu bilang "dua dewasa, dua anak-anak Pak". Rejeki emak sholehah. Selanjutnya biaya yang mesti dibayarkan parkir saja, 5 ribu untuk kendaraan roda 4. Biasanya oleh petugas parkir biaya dikenakan di depan.

 Pantai Krakal itu, 3 in one!



Parkir di satu tempat, dan anda bisa ke 3 pantai sekaligus. Beneran? Iya bener! Biasanya kalau kami ke pantai Krakal, suami akan nyari tempat yang rindang dulu untuk parkir. Setelah posisi kendaraan aman, kami bisa langsung turun ke Pantai Krakal. Kalau sudah puas, tinggal berjalan menyusuri pantai ke arah barat, nanti akan tembus ke pantai Slili dan juga pantai Sadranan. Antara pantai Krakal-Slili-dan sadranan hanya terpisahkan karang tak begitu besar.  Bahkan untuk krakal-Slili, nyaris berdempetan. Jadi tinggal naik sedikit, melewati beberapa rumah penduduk/penginapan, sampai deh ke Pantai Sadranan (pantai yang terkenal dengan snorklingnya)

 Fasilitas dan akomodasi untuk pengunjung cukup memadai



Sudah masuk waktu sholat, tapi masih pengen lebih lama di air? Bersih-bersih badan dulu aja, karena di sini banyak warga yang nyewain kamar mandi untuk buang air kecil, cuci-cuci atau mandi bilas. Tarifnya sekitar 2 ribu sampe 4 ribu rupiah. Untuk sholat, ada musholla umum. Tapi untuk mukena, mending bawa sendiri, dengan pertimbangan kebersihannya lebih terjamin. Kalau tiba-tiba lapar? Banyak warung-warung sepanjang pantai yang yang menawarkan menu-menu khas pantai, maupun menu standar (mie, bakso, nasi goreng, ayam), dengan harga yang wajar. Bahkan seandainya pengen lebih lama menikmati suasana pantai, banyak penginapan-penginapan yang tersedia.


Pantai krakal adalah pantai yang cantik



Pertama, jarak antar parkiran dengan bibir pantai deket banget. Kalau yang lagi males jalan, bisa saja langsung duduk-duduk di gasebo yang banyak berjajar, nikmati semilir angin dan suasana pantai. Tapi melihat pantai yang landai, dengan pasir putih yang bersih, siapa coba yang tak tergoda? Makanya, nggak cuma kalangan keluarga saja yang sering menyambangi pantai ini, para anak-anak muda juga keliahatannya betah banget kalau udah pada gelar tenda.


Beberapa spot tambahan kini telah dimiliki pantai Krakal



Ini pas banget buat yang suka selfie. Bagi yang pengen melihat birunya pantai selatan dari ketinggian, bisa juga langsung naik ke bukit jujugan. Bukit jujugan berada di sisi Barat pantai Krakal, dan kini tengah dalam proses penyempurnaan pembangunan.

13 November 2016

5 Bahan Alami untuk Atasi Diare dan Gangguan Pencernaan

November 13, 2016 12 Comments
Meski hujan adalah berkah dan anugrah, namun adakalanya hujan adalah musim yang rawan. Rawan bencana bagi sebagian tempat, dan rawan penyakit bagi sebagian orang. Udara yang cenderung lebih dingin, genangan air yang bisa jadi kotor, akhirnya memicu timbulnya beberapa gejala penyakit, yang biasanya gampang menular. Salah satunya diare.



Karena usia semakin besar dan faktor imunitas yang semakin baik, beruntung anak-anak  sudah jarang sekali terserang diare. Saya pun merasa lebih nyaman dengan pola makan sarapan buah yang sudah terjalani sekitar setengah tahunan. Jadinya jarang sakit. Malah Pak suami yang sering terkena gangguan pencernaan. Kayaknya perutnya tipe-tipe susah adaptasi. Makan bakso, sambel kebanyakan dikit,...diare. Makan buah berasa asem, perut protes dan jadinya bolak-balik WC. Kedinginan, masuk angin..eh larinya ke diare lagi.

Walau begitu, biasanya kalau ada salah satu dari kami ada yang terserang diare atau perut nggak nyaman,  penangan pertama, pasrahkan "dapur dan kebun" dulu. Maksudnya? Sebisa mungkin obati dengan bahan-bahan di sekitar yang gampang dicari.  Alasan utamanya lebih alami. Apa saja mereka?

10 November 2016

Ngembun atau Terapi Udara Pantai, di Pesona Pengklik Samas, Jogja.

November 10, 2016 7 Comments

Tidak begitu ramai, ambil fotonya udah agak siang☺

Pernah mendengar atau membaca tradisi ngembun atau mengunjungi pantai di pagi hari? Meski awalnya hanya milik masyarakat pesisir, tapi kemudian banyak masyarakat percaya, tradisi ngembun ini memberikan banyak efek positif bagi kesehatan paru-paru.

Cuaca yang tak menentu, siang panas kemudian seringkali hujan menjelang sore, akhirnya berimbas pula ke bocil saya Alya. Batuk-pileknya awet. Sudah ke dokter, tapi saat ingus hampir kering, ketemu lagi teman di sekolah yang mulai pilek. Ketularan lagi. Begitu berulang. Jadi semacam flu bergilir di PAUD ☺

8 November 2016

Perempuan, dan Dilema

November 08, 2016 11 Comments
Sumber: youtube
"Okey,  Aku akan menikah, tapi setelah lulus S2. Aku juga harus terpelajar, punya karir bagus, biar bisa sama dia -- dan jadi jodoh yang pas. Jadi sama kan?"

Kalau yang sering lihat TV, pasti akrab sama petikan dialog diatas. Meskipun sebenarnya saya juga masih mikir, apa hubungan antara nikah - S2- dan pencerah wajah. Yang justru saya tangkap adalah, bahwa iklan tersebut turut menyepakati, kalau dunia para perempuan tak lepas dari hal-hal dilematis.

4 November 2016

Ketika Anak Bertanya.."Kok Aku Bisa Ada?"

November 04, 2016 16 Comments

Suatu hari..pas kondisi capek..atau PMS..entahlah..agak lupa. Tapi Raka yang jadi sasaran. Waktu itu dia lagi kumat bandel..hingga emosi saya naik.  Biasanya karena telinganya yang ngilang. Terlalu sering bilang "nanti"..atau kalau nggak gitu njawab "iya.." tapi tetap nggak beranjak dari tablet atau tv.

"Ka...klo kamu bandel..tak balikin ke perut ibu lho!" (teori parenting..nggak boleh ancam2 anak..tapi fakta di lapangan..sering lupa sama teori..wkkk..wkk)"

Follow Us @soratemplates