24 Juli 2016

Ruang tunggu pengambilan obat terlihat ramai. Sembari, duduk dikursi panjang yang disediakan pihak klinik, Dimas mengurut-urut perutnya yang berasa di tusuk-tusuk. Badannya lemas. 

Sesungguhnya ia merasa lapar, ingin makan udang asam manis masakan ibu, tapi perutnya terasa mual. Sudah lebih dari 8 kali ia buang air besar hari ini, dan juga muntah-muntah. Ia ingat kata dokter barusan, saat ibunya bertanya tentang penyakit Dimas.

"Salah makan. Nanti saya beri obat untuk 3 hari, insyaalloh akan sembuh. Obat bisa dihentikan begitu keluhan hilang," Begitu dokter Wikan menjelaskan. 

Ingatan Dimas langsung tertuju pada liburannya kemarin.
**
Yess! Dimas bersorak begitu ayahnya mengijinkan sisa libur lebaran dihabiskannya dengan menginap di rumah kakek- nenek. Lumayan, 3 hari..bisa bersenang-senang dengan Mas Desta nanti. Mas Desta adalah kakak sepupu Dimas yang tinggal tak jauh dari rumah kakek dan neneknya Dimas. 

"Hore...aku bisa bebas....!  Aku bisa bermain sepuasnya di rumah nenek. Kakek juga pasti akan menyembelih seekor ayam untuk laukku. Yang pasti, nggak ada ibu yang suka melarang aku."

15 Juli 2016

"Ibu...aku bajunya yang ada sakunya...soalnya nanti klo salim (salaman maksudnya), sering dikasih uang..."



Spontan saya ngakak mendengar permintaan polos Alya beberapa hari yang lalu, sebelum kami berangkat silaturahmi lebaran ke tempat para budhe-pakdhe dari pihak suami. Usia belum genap 4 tahun, ternyata cukup kreatif juga permintaannya... Padahal Alya mah belum ngerti nominal uang..yang penting berlembar-lembar, udah seneng dia 😀

5 Juli 2016

Ramadhan mendekati ujung. Tampak begitu banyak kendaraan yang menjejali parkiran pada sebuah tempat makan yang berada di kawasan Sendangrejo, Minggir, Sleman.


"Maaf.. untuk gubuk sudah penuh. Dengan kursi saja ya.. Di gubug bulat masih banyak kursi tersedia", seorang waitres menyambut kedatangan kami dengan ramah.


" Ya udah, nggak apa-apa mbak,"

Seorang waitres yang lain kemudian mengantarkan kami menuju tempat yang dimaksud. Biasa lah..bawa anak kecil, kalau ada fasilitas yang bisa lesehan, kami milih makan beralas tikar saja. Anak-anak akan lebih leluasa bergerak. Tapi apa mau dikata, rupanya kami datang kesorean. Tempat-tempat makan di penghujung puasa sepertinya lagi pada rame, termasuk Gubuk Mang Engking sore ini.