24 April 2008


Aksi raka yang berdiri di tepian kolam renang, mengingatkan kita pada film dewasa beberapa tahun lalu, BAYWATCH. Tapi ini jelas beda... orang Raka juga masih kecil, mana bisa jadi SAR pantai..

Ceritanya, minggu (13/4) kami mengajak raka ke kolam renang. Ini adalah pelajaran dan pengalaman pertama raka. Beberapa artikel yang menyatakan berenang merupakan olahraga yang baik untuk perkembangan motorik anak-anak, menjadi alasan pertama. Alasan kedua, raka gak boleh seperti ibu; gak bisa berenang sama sekali. Mumpung libur, ada kolam renang umum di dekat rumah, kenapa nggak?

Jadilah kami bertiga(aku, suamiku, Raka) berangkat. Sebelum nyampe lokasi, beli peralatan dulu tentunya; karena raka memang belum punya. Sempat bingung juga..efektif pelampung yang berbentuk bulat menyerupai ban atau baju ya? Dengan beberapa pertimbangan, pilihan kami jatuh pada baju pelampung berwarna orange, masih kebesaran, tapi itulah yang terkecil yang dimiliki toko. Harga lumayan juga, 27.000 rupiah. Tapi tak apalah, demi anak, toh juga tak sekali pakai.

Sore itu kolam renang cukup ramai, maklum hari libur. Tiga kolam dengan kedalaman yang berbeda, meski tak penuh sesak, semuanya terisi. Raka tentu saja kami pilihkan kolam renang yang paling dangkal. Geli waktu melihat reaksi pertama raka saat tubuhnya dicemplungkan ke air... Awalnya, ia ketakutan, pegangan erat dengan tubuh ayah, dan tidak mau dipisah, lengket. Tapi setelah beberapa menit di air, bisa ditebak, sifat alami anak-anak yang begitu menyukai air pun tampak. Tangannya berkecipak..bermain air..mulai berani dijauhkan dari tubuh ayahnya pelan-pelan, dan ogah diajak naik! Ah, dasar anak-anak, bisa aja!!

8 April 2008




Saat ini, televisi sudah menjadi media yang amat personal, begitu dekat dengan masyarakat. Hampir tak ada rumah tanpa televisi di dalamnya, bahkan bagi sebagian orang bisa jadi televisi menjadi property wajib pengisi kamar.

Wajar kalau ada yang menyebut televisi sebagai kotak ajaib. Dari kotak ini kita bisa menyaksikan dunia dan segala hal tanpa berpindah tempat. Lalu apa hubungan si kotak ajaib ini dengan Raka?

Hanya kotak ajaib alias si televisi inilah yang membuat Raka bisa anteng, diam dan menyimak baik-baik apa yang tampak di layar, dalam jangka waktu yang lumayan lama. Bahaya sinar biru?? Iya, sebetulnya kami tahu itu tidak baik untuk mata. Tapi daripada makan harus gendongan, jalan-jalan ke sana-kemari, toh Raka makan wortel tiap hari he..he.

Saat makan, abis mandi (karena raka sering lari kalo mo dipakein celana), dan ibu capek ngikutin raka yang jalan terus kesana-kemari, maka TV lah yang menjadi senjata. Untuk materi tayangan, kami tentu tidak menyerahkan sepenuhnya pada stasiun-stasiun televisi kita yang hanya mengobral mimpi dan cenderung merusak ( jadi prihatin klo liat tayangan TV kita sekarang, kontas/lomba nyanyi anak2, anak SD nyanyinya dah “mari bercinta”). Kalo ibu yang paling rajin ngajak raka nonton TV, ayah adalah sosok yang paling sering beliin vcd lagu anak-anak untuk raka, meski ada beberapa juga vcd yang gratisan alias hadiah.

Tak cuplikin ya beberapa lagu kesayangan Raka (ga tau karena lagunya yang bagus, atau klipnya yang warna-warni..yang jelas raka senyum2 dan ngasih coment klo klip ini yang muncul). Semoga nantinya raka pinter nyanyi, tapi matanya juga tetap sehat..

“semut..sini donk, jangan gigit melisa ya”
Semut, semut kecil
Saya mau tanya..apakah kamu di dalam sana tidak takut gelap
Semut-semut kecil
Saya mau tanya..apakah kamu di dalam sana tidak takut setan
Dst.. (he2 ibu ga hapal, dari lagu MELISA)

Susan, susan..besok gede mau jadi apa
Aku kepengen pintar, biar jadi dokter
Kalau..kalau sudah jd dokter, susan mau apa
Mau suntik orang lewat..jus..jus
Dst... ( Ria Enes & Susan)


Twinkle-twinkle little stars
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle-twinkle little stars
How I wonder what you are
(kumpulan lagu ceria,hadiah dr nestle)
Back to Nature. Itulah yang kami lakukan ketika raka sedang tak enak badan atau sakit. Semangat kembali menggunakan bahan-bahan alami memang telah lama menjadi kesepakatan kami, orang tua raka, bahkan semenjak raka masih dalam kandungan. Walau begitu bukan berarti keluarga raka anti dokter lho yaa, tapi sebisa mungkin kami meminimalisir obat-obatan kimia, apalagi antibiotik masuk ke tubuh anak kami (tentang efek antibiotik, bisa search via google). Berikut beberapa obat tradisional yang sering kami pake ke Raka, hasil googling juga

Kembung : bawang merah parut+minyak telon, balurin ke tubuh
Demam ringan : bawang merah parut, minyak telon, air jeruk nipis, balurin ke tubuh
Pilek : Kunir, dikupas, trus ditarus didepan hidung anak pas tidur, sekitar 15 menit biar aroma kunir terhisap. Berjemur di matahari pagi.

Batuk berdahak : air jeruk nipis di campur kecap. Sekali minum 5ml, 3x sehari.

Semoga bermanfaat.....



Si criwis, tapi masih banyakan bahasa planet daripada bahasa “benernya”. Itulah berita terbaru tentang Raka. Berita tentang Ibu dan ayahnya Raka? Ibu lagi bosen ma pekerjaan, jenuh jadi PERS ( katanya menerima amplop dari narasumber adalah tindak kriminal, tapi gaji ga dinaikin juga), takjub dengan harga-harga barang konsumsi sehari-hari yang terus meninggi. Sementara ayah lagi senyum-senyum gara-gara ga sering overtime lagi, plus gaji PNS yang naik sekian persen mulai tahun ini.

Kembali ke topik awal, tentang Raka tentunya. Sepertinya baru kemaren ayah-dan ibu sering begadang jagain raka yang hanya bisa menagis kala pipis-haus-gerah-ataupun eek, nggak terasa sekarang Raka dah makin gede. Di rumah, kini raka jadi penjelajah ulung,hampir tak ada sudut dan barang di rumah yang ia lewatkan dan belum terkena “sentuhan” tangannya (kecuali stop kontak & kabel-kabel listrik...ga usah penasaran ma mereka ya kaa).

Hobi Raka sekarang? Jalan-jalan, main di tanah, memindah saluran TV dengan remote, mengambil sesuatu dan memasukkannya ke dalam wadah, mencocokkan tutup dengan wadah, menggambar benang kusut di kertas dengan spidol warna-warni. Tapi kadang kalau sudah bosan dengan kertas, lantai, karpet, celana, kaki & tangan Rakapun bisa jadi media gambar. Kalau sudah begini..kami hanya bisa geleng-geleng kepala.

Soal makan?? Selera makan rakalah yang membuat ibu rajin masak tiap pagi, khusus untuk Raka ( maaf ya, ayah hanya selalu di belikan sayur matang di warung, seadanya). Alhamdulillah, raka memiliki nafsu makan yang bagus alias doyan makan. Telur OK, ikan mau, tempe gak pa-pa,perkedel boleh, sop ato sayur bening suka! Apalagi di tambah pake abon sapi, makannya pasti akan lebih lahap. Tapi paling susah kalo raka lagi pilek, batuk, apalagi demam. Nafsu makan merosot,itu jelas. Tapi kami kembali bersyukur, raka jarang sakit..

4 April kemaren, Raka genap berusia 15 bulan. Sehat selalu ya sayang... Senyum manismu adalah obat bagi segala keletihan dan kelelahan kami..