Personal & Lifestyle Blog

10 March 2017

Ibu, Aku Mau Mentho...

Ada yang keningnya langsung berkerut, sambil berpikir..."apaan mentho?" Sejenis Permenkah? Bukan, itu mentos. Temannya bebek..? Kalo itu mentok.😄😄 Trus siapa mentho sebenarnya?


jajanan tradisional mentho
Kue mentho, salah satu kekayaan kuliner nusantara

Hi..hi, dulu saya juga mikir ketika salah satu teman pas SMP, namanya Eni.. menulis status di medsosnya.."menthonya lagi dikukus". Kalo kipo saya masih ngerti..lha ini..makanan berupa mentho..belum pernah dengar sebelumnya.

Hingga kemudian, kami ada acara semacam reunian, trus teman saya tadi mbawain mentho hasil karyanya. Nyamm..nyam gurih, dan enak. Dua bocil saya yang biasanya picky eater aja doyan.

"Enak bu... " begitu komentar mereka pasca ngabisin dua bungkus mentho.
"Besok bikinin yaa"

***

"Resepnya apa tho bikin mentho.."
Iya lah..naluri emak, setiap anaknya suka makan..pasti penasaran. Kali aja bisa masak di dapur sendiri.

"Cari di google aja..ada kok" kata teman saya.

Baru ngeh..ternyata kue mentho atau bongko mentho merupakan jenis kue tradisional yang berasal dari daerah Madura. Di daerah asalnya, kue ini sering disajikan sebagai menu takjil di saat bulan puasa.

Mmm..pantesan di Jogja persebaran kue mento masih relatif jarang, tidak se massif nagasari, arem-arem, atau lemper yang hampir semua tempat ada. Berdasarkan nanya-nanya ke pakdhe google, ternyata ada beberapa varian mentho, namun secara garis besar ada tiga unsur utama yang digunakan untuk membuat kue mentho:

  • Tepung gandum dan tepung beras yang kemudian didadar dan itu difungsikan sebagai kulit.
  • Ayam yang dicincang, dibumbui, dan dimasak dengan santan, digunakan sebagai isian.
  • Saos santan kental, merupakan pelezat sebelum dikukus.
Setelah semuanya oke, baru deh dibungkus daun pisang...trus di kukus sampai matang. Kebayang kan gurihnya..? Aroma daun pisang yang sudah layu karena mengalami proses pemasakan, juga bikin perut makin keroncongan.

Trus gimana..berhasil proyek Mentho saya?

Ini dia!

Alya gitu klo ada kamera..pengen nampang☺




Tampilannya sih lumayan. Tapi rasanya..keasinan! Alya aja commentnya jujur banget...


"Aghh..enak yang ngasih temannya ibu.."

*makanya, saya nggak akan nulis resepnya dipostingan ini. Nanti jadinya nggak karuan, pada diamuk saya..😊😀😄 

Mentho memang hal baru bagi saya, apalagi anak-anak. Tapi melihat anak punya "ketertarikan" dengan makanan tradisional, itu hal yang luar biasa. Jaman sekarang gitu lho...saat jajanan anak dengan kemasan menarik, senantiasa melambai-lambai di depan mata mereka. Klo Alya, sebenarnya gerakan mencintai jajanan tradisional ini sudah diterapkan di PAUDnya, wong kadang kalau saya nanya..

"Snacknya apa nok..?"
"Nogosari bu.."


Lain hari ia akan menjawab..
"Lemet.."

Syukurlah. Kalau tidak kita yang melestarikan makanan lokal, jajanan tradisional, siapa lagi? Beda dengan sulung. Pemilih banget klo dia. Sukanya yang garing dan kriuk, klo yang kue basah..jarang mau. Maikanan tradisional, jarang yang dia mau ikut makan. PR buat saya..
Balik lagi ke mentho, di tempat saya tinggal, mentho memang jarang ada yang jual..  Tapi di seputaran pasar Kotagede klo pas sore, dibagian jajan pasar ada. Harganya juga terjangkau, 2500 perbungkus. Kalo yang ukuran kecil, saya pernah nemu @ 1000 rupiah..tapi ayamnya dikit. Gurihnya juga kurang.  Recomended yang 2500an. Btw, ada yang masih penasaran dengan kue mentho?

16 comments:

  1. aduh aku belum pernah makan itu mba, hehehhe penasaran rasa mentho duh
    warnanya lembut ya. Kayak agak creamy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saos santannya itu mbak yang bikin creamy...

      Delete
  2. Aaaak sukanku mentho. Paling suka yg santennya terasa gurih banget. Sayangnya ibuku bikinnya cuma kalau ketempatan arisan saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. He eh mbak. Klo yang sudah expert..jadinya gurih..karena santan kental. Klo aku kmrn..santannya sepunyanya...jadi rasanya ya nggak maksimal

      Delete
  3. Kukira ini awalnya carang gesing atau nagasari yang dalamnya manis, ternyata asin toh dalamnya. Jadi penasaran sama rasanya deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tampak luar mmbg mirip mbak..cuma klo caranggesing/nagasari manis karena pke pisang.. Klo ini gurih karena kaya santan plus pke ayam

      Delete
  4. Dulu pernah makan sekali, mba. Udah jarang nemu soalnya :)

    ReplyDelete
  5. pengen nyobain.. awalnya aku pikir nagasari atau lepet pisang..

    salam kenal dari follower mba yg ke-54 ^^

    ReplyDelete
  6. Pernah makan ini, tapi gak familiar bagi anak2.

    ReplyDelete
  7. Yaampun aku maah kemlecer iki mb sulis aaaaaaaak
    Tapi alya jujur betul tu mb aakakakakak

    Hmmm aku juga suka lemet jew, pingin nggawe tapi nda duwe parutan

    ReplyDelete
  8. enak lis. mbakku ipar kl dari klaten ke madiun suka mampir delanggu, bawain ini sama jajanan pasar lain.

    maemnya pake lombok ceplus.

    aduh arep ngeces.

    ReplyDelete
  9. aku taunya lentho mbak ;p... di solo banyak soalnya...

    eh, td aku liat penampakannya, mirip kue kampung di sibolga juga... aku lupa namanya, bonggol apa yaa... tp yg di kmpungku manis rasanya.. ini gurih yaa :)

    ReplyDelete
  10. Wah saya belum pernah nyobain Mentho. Moga di sini ada yang jual :D

    ReplyDelete
  11. Anakku suka mentho ini Mbak, menggiurkan ya

    ReplyDelete
  12. Waah aku baru tahu kue ini mba, jadi pengen nyobain juga. Mau cari cara bikinnya ah.

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin