Personal & Lifestyle Blog

5 November 2015

'Angiring Lakuning Surya', Nama Anak yang Unik, dan Tidak Pasaran.


Bagi saya, nama tak sekedar identitas. Fungsinya tak berhenti sebatas pembeda antara anak yang satu dengan yang lain. Adakalanya, sebuah peristiwa ingin dikenang dibalik pemberian nama pada bayi. Tak jarang, doa- doa dan harapan terbersit dalam sebuah nama yang di sandang.

Dalam perkembangannya, namapun menurut saya memiliki periodisasi masing- masing. Jaman dulu, biar gampang kakek-nenek atau buyut kita menamai anak- anak mereka dengan nama hari yang kadang digabungkan dengan pasaran jawa. Lahirlah nama-nama Kemiskidi ( lahir di hari Kamis), Ponirah ( lahir pas pasaran Pon), Wagimin ( lahir pas Wage) dan konco- konconya. 
Era berganti. Kehidupan semakin modern. Ada televisi, radio, hingga namapun kian variatif. Di era kelahiran saya, nama Dewi, Ratih, Danang, Bambang, Erni, Tri, Dwi, Eka, Catur, adalah nama- nama yang laku di pasaran. Kemunculan artis sinetron dan telenovela melalui layar kaca di tanah air, menurut saya membawa dampak yang cukup signifikan dalam kancah dunia "pernamaan" juga. 
Kalau awalnya ada semacam kastanisasi dalam memberi nama seorang anak ( nama Pringgo, Yuwono, identik untuk anak ningrat. Sementara kaum jelata, biasanya memakai nama- nama umum misalnya Danang, Bambang, Jono), di era ini semua mendapatkan kebebasan. Muncullah nama- nama asing di pelosok-pelosok desa, seperti Thalia, Calista, Joni. Saya ingat betul, ada tetangga kampung saya dulu yang memberi nama anaknya Merry Carlina. Kenapa coba? Karena mengidolakan penyayi dangdut Merri Andani dan Nini Carlina. Pintarnya Desi Anwar dan Atika Suri dalam membawakan berita, ternyata mengilhami paman saya dalam menamai putrinya yang lahir di era 90 an dengan nama Atika Desita. 
Well, era dunia dalam genggaman, semakin bebaslah para orang tua untuk memberikan nama. Kedua anak saya, saya akui memiliki nama yang cukup pasaran. Raka Adhi Gunattama dan Alya Amira Salsabila. Nama Raka saya ambil dari kamus bahasa sansakerta yang artinya kakak yang sholeh dan unggul atau pintar. Sementara Alya, dari bahasa Arab yang artinya perempuan yang memiliki derajat tinggi, dan sejuk layaknya mata air surga. Terus terang, saya dan suami kala itu tidak pede untuk menyandangi anak kami dengan nama- nama di luar kebiasan. Apalah kami ini... Tapi meskipun nama anak- anak kami banyak kembarannya, kami tetap pada satu harapan, semoga anak- anak tumbuh menjadi manusia yang bisa dibanggakan. Aamin. 
Terlepas dari ketidakpede an itu, sampai saat ini...ada sebuah nama yang unik dan terus saya ingat sampai sekarang. Iya, bahkan saya belum pernah ketemu dengan si pemilik nama. ANGIRING LAKUNING SURYA, sebuah nama unik dan tidak biasa, yang tercantum pada lukisan anak yang tertempel pada kantor di mana saya bekerja dulu. Karena unik itulah, maka saya terus ingat, bahkan setelah beberapa tahun berlalu. 
Mengikuti jalannya matahari, begitulah kira- kira artinya dalam bahasa Indonesia. Entahlah, peristiwa apa yang hendak dikenang si pemberi nama dibalik tetenger tersebut. Bisa jadi proses kelahirannya yang lama dari matahari terbit hingga matahari tenggelam. Yang jelas, secara feeling, nama tersebut memang pas untuk seorang seniman. 
Iseng- iseng, ketika nama tersebut saya ketikkan di kolom google....ternyata si pemilik adalah siswa kelas 6 salah satu SD di Yogyakarta yang memang jago melukis dan menang lomba dimana- mana. Nama yang unik, nyeni, mbedani ( tidak pasaran) dan pas untuk si empunya bakat nyeni pula.

25 comments:

  1. yang penting nggak susah diucapkan dan ditulis deh. dan nggak bikin orang lain jadi bertanda tanya apalagi tanda pentung. hehe...

    nama anak-anakmu bagus-bagus kok Lis. tur lintas zaman. maksude dipakai anak-anak oke, kelak kalau mereka dewasa pun tetep oke gitu.

    good luck ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb, sering nemu juga nama yang susah ditulis... Anak2ku nama lintas jaman yaaa... He he makasih... Eh, jaman skrng masih ada nggak to tradisi ganti nama di Jawa....bapakku punya dua nama lho, nggak tau gantinya umur berapa dulu...

      Delete
  2. Betul mbak Sulis...namapun mengikuti perkembangan jaman..
    Kalau dulu sangat sederhana dan bersahaja, sekarang lebih berwarna ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo sekarang orang-orang indonesia pada ke bule-bule an ngasih nama ke anaknya....besok2 ada periode nggak yaa, orang LN berkiblat ke kita pas ngasih nama bayinya mbak...

      Delete
  3. nama ku gak pasaran nih mbak, soale diambil dari bahasa timor-timor yang artnya bikin orang geleng2 deh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh..iya tho mbak? Evrina= bikin geleng2? Jadi klo gedenya menjelma mnjadi sosok usil...jail...wajar yaa...? * peace

      Delete
  4. Sy lebih suka nama sederhana, mudah diingat tp tetap unik. Pasti nyarinya susah y nama seperti itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unik itu yang paling susah mbak... Rata2 para orang tua mencari nama dari sumber yang sama, makanya sering nama panggilan kembar2...

      Delete
  5. kalau di sekitaran rumahku nama anak-anak yang baru lahir biasanya mengikuti nama-nama anak selabriti mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Efek tayangan berita infotainment klo yang itu sepertinya mbak...

      Delete
  6. Namanya unik. ANGIRING LAKUNING SURYA. Jarang yang punya nama kayak gitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya jarang banget. Saya baru nemu satu mbak...makanya unik. Makasih ya, sudah mampir

      Delete
  7. kalo saya nemu nama orang dengan banyak huruf O-nya langsung mengira dia orang jawa :D
    Pringgo, Yuwono itu org jawa kan? *sotoy* hi hi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan biasanya klo orang pake huruf o...badannya gede mbak..

      Delete
  8. yang mudah diingat ajalah terus jangan panjang panjang .. kasian kalau lagi ujian nulisnya banyak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..bener. Klo kepanjangan, nulisnya pegel...

      Delete
  9. Apakah ini orang yang sama?
    "Pemenang Terbaik I
    Provinsi : Di Yogyakarta
    Judul lukisan : Buku Harian Indonesia
    Peserta : Khairunisa Anjani, Dito Andika, Citta dan Angiring Lakuning Surya"

    Coba deh googling, sepertiya Angiring ini pelukis cilik.
    Btw, kalau aku sih nama apa saja, yang penting artinya baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bener bngt mbak Indi. Saya juga blm pernah ketemu anaknya kok...tp terus keinget namanya yang unik

      Delete
  10. Bagus nama Angiring :) saya juga orang Jawa, tapi gak pakai O hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang pake o biasanya kan cowok mbak... Kalo cewek, ada eranya sendiri. Sri, Endang, Dewi.... Klo lairan 80 an keatas.....biasanya banyak huruf A mba...

      Delete
  11. Mbak, kayaknya kenal dengan nama Yuwono hehehehe... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jatmiko yuwono yoooo...adikku kui...sastra jawa ugm 2000

      Delete
    2. Lho, setahuku namanya Nugroho Yuwono e mbak? Apa aku yang salah ingat? hihihi

      Delete
  12. Mbak, kayaknya kenal dengan nama Yuwono hehehehe... :)

    ReplyDelete
  13. Saya dapetin pd sebuah nama, O nya ada 4 .. ho-oh ono wong jowo to ngono yo :)
    Betul juga yah mbak, masing2 era ada fenomena penamaan mengikuti trend.

    Tulisan yg menarik, menambah pengetahuan. Salam kenal ...


    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin