Personal & Lifestyle Blog

10 July 2015

Diriku Bintitan!

Ada yang pernah ngalami mata bintitan? Kalo di tempat saya, familiar dengan sebutan "timbilen." Ha..ha, kla jaman kecil dulu...kalo ada temen yang lagi timbilen, pasti langsung kena vonis ...'abis ngintip yaaa'. Tapi, please deh....jangan dipercaya....100% MITOS kok...:-) Tema postingan kali ini tentang bintitan alias Timbilen. Kenapa? Karena saya barusan terbebas lagi timbilen alias bintitan, kali aja ada yang lagi senasib-sepenanggungan...he..he.




Foto dari mediskus.com

Gejala bintitan mirip-mirip sakit beleken. Begitu bangun tidur beberapa hari yang lalu, saya merasa ada yang tak nyaman dengan mata saya. Kelopak mata bengkak, agak sakit saat berkedip, dan berair. Awalnya saya mengira saya kena belekan, waduh...bakalan menular nih!

 Tapi ketika saya bercermin, dan melihat warna kornea mata yang relatif normal --hanya sedikit merah, lumayan lega. Bukan belek, artinya peluang untuk beleken berjamaah sekeluarga berkurang. 

Makin siang, mata saya makin membengkak. Tidak begitu sakit, tapi menganggu dan sangat tidak nyaman karena mata juga jadi berair. Tapi setelah terlihat ada semacam bisul mungil di kelopak mata, akhirnya jadi tambah yakin....mata saya lagi bintitan. Seperti biasa...googling-googlinglah saya tentang bintitan ini.... 

Dulunya saya mengira mata bintitan timbul karena ada bulu mata yang salah posisi pas numbuh, ternyata bintitan ada karena bakteri Staphylococcus Aureus. Jadi bintitan timbul, bisa jadi karena debu atau kondisi kebersihan mata yang kurang terjaga. Oo...pantesan, meski kemarau belum begitu lama...tapi sepertinya debu sudah banyak beterbangan dimana-mana.

Asal tidak dipencet pada bagian bisul, bintitan pada mata sebenarnya bukan termasuk penyakit yang berbahaya. Cara penanganan bintitan yang paling sederhana juga cukup mudah, cukup mengompres area yang bengkak dengan air hangat. Lebih oke lagi, kalau air kompresan adalah air rebusan daun sirih. Sirih memang dipercaya sebagai anti-bakteri alamiah yang cukup mumpuni.

Sayang....akhir-akhir ini saya sering kurang sabar dengan cara kerja obat tradisional, karena penyembuhan biasanya akan lebih lama dari obat kimia. Karena bengkak di mata cukup mengganggu ** keadaan puasa pula ( apa hubungannya coba?) untuk kasus bintitan kali ini saya lebih milih lari ke apotek. 

Hanya sekedar menunjukkan mata saya, mbak apoteker tanpa perlu banyak nanya langsung merekomendasikan salep mata ber merk Terra-Cortril, dengan kandungan oksitetrasiklin-hidrokortison. 

"Ini fungsinya apa mbak" tanya saya. 
Nggak mau lah jadi konsumen obat pasif. 
"antibiotik sama buat peradangannya" Jawab mbak apoteker.
Nanya-nanya harga, jadilah saya membeli salep mata mungil itu.

Setelah 3 hari pengobatan, apa kabar kelopak mata kanan saya? Alhamdulillah, sudah kempes....ukuran kelopak dah kembali normal. Hanya sedikit rasa gatal yang sesekali masih muncul...semoga besok-besok ndak usah balik lagi. 

Agar bakteri pembawa bintitan ini nggak menclok dimata, sebenarnya ada beberapa upaya pencegahan yang bisa kita lakukan, diantaranya: 
Hindari area yang mengandung banyak debu 
Pastikan tangan bersih saat menyentuh mata
Minimalisir mengucek mata kita 
Jangan biarkan mata dalam kondisi lelah --karena mata yang lelah akan mudah terkena bintitan juga. 
Nah, itulah pengalaman saya beberapa hari terakhir saat berdamai dengan bintitan. Teman-teman punya cerita tentang penyakit ini? Bagi ke saya ya! :-)

7 comments:

  1. Replies
    1. terakhir kena ini pas smp deh..emag ga enak bgt mba... mana temen2 pada ngejekin...hih.... jgn sampe deh kena lagi

      Delete
  2. anakku rojat barusan kena. tp karena ya namanya bocah, dikasih tetes mata sama dokter tp emoh ditetesi. akhirnya dibelikan salep cendocitrol. lumayan harganya, 45ribu. alhamdulillaah srkrg udah keciiil banget bintilnya.

    ReplyDelete
  3. katanya kalau suka bintitan uak ngintip orang mandi. Dulu aku sering banget bintitan , tapi entah sekarang gak pernah nongol lagi

    ReplyDelete
  4. Awal puasa aku juga bintitan
    Duh nyebelin bgt
    Makin ngga pede dg penampilan
    Tapi alhamdulillah skrg sudah berangsur

    ReplyDelete
  5. dulu pernah sekali mbak, timbelin itu rasanya pegel dimata ya...alhmdullilah mbak untungnya sudah sembuh meski kena 3x timblin ini ya.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin