Personal & Lifestyle Blog

6 June 2015

Kenapa Harus Cuci Kaki, Bunda?

Ada yang tau tradisi nyadran? Dikampung saya, tradisi ini rutin diadakan setiap tahun, menjelang ramadhan. Biasanya, tiap kampung beda pula cara pelaksanaannya. Ada yang ramai-meriah bak upacara adat, adapula yang simple, sederhana, yang penting mengena. 

Lokasi penyelenggaraannya pun berbeda-beda pula, ada yang di makam, ada pula yang di masjid. Kebetulan, kampung dimana saya tinggal tradisinya adalah melaksanakan sadranan di area seputar makam. Trus ngapain aja selama mengikuti acara? Ziarah ke makam keluarga yang sudah meninggal, doa bersama dan pengajian, lalu pulang. 

"Ibu, kenapa setelah keluar dari makam kita harus cuci kaki?" tanya Raka begitu meninggalkan nisan ayah mertua. Ia memang saya minta untuk segera mencuci kaki di kran air terdekat. * Tuing!! Pertanyaan spontan, tak terduga. Dulu pas kecil, saya nggak sekritis Raka rupanya. Percaya saja kalau cuci kaki atau tangan selepas dari makam atau melayat adalah cara untuk mencegah setan agar tak mengikuti kita. 

 * aduh kenapa ya, inget-inget pelajaran agama...* 

"Ya, biar bersih. Tadi kan kaki kena tanah, sandalnya kan taruh diluar..eh, tapi kayaknya ada hadisnya deh Ka...besok cari di google aja yaa..." Jawab saya, sekenanya.



gambar dari manfaat.co.id 


Pagi tadi, hampir seminggu setelah pertanyaan itu. Saya lupa untuk nyari jawaban yang sebenarnya, tapi rupanya Raka masih ingat. 

"Bu, udah cari tau kenapa harus cuci kaki setelah keluar makam?" 
"Belum, nanti malam yaaa...semoga ibu nggak lupa lagi" 

Barusan saya ubek-ubek google dengan kata kunci adab ziarah ke makam, kok tetep nggak nemu juga petujuk atau aturan tentang kebiasaan (atau himbauan) mencuci kaki setelah keluar area pemakaman. Mungkin ada yang bisa membantu saya? Adakah faktor lain selain faktor higienitas? Atau ini hanya kebiasaan yang lantas membudaya? Semoga bisa menemukan jawabnya sebelum ditagih Raka :-)

13 comments:

  1. Setau saya sih, ya biar bersih. Gak cuma cuci kaki aja, tapi sampai mandi dan ganti baju. Kalau kata orang tua memang biar jinnya nggak nempel. wallahu'alam *maaf nggak membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oo...gtu ya mbak, bagi beberapa orang...memang sampai mandi segala. Di tmpat saya juga gitu...jd lebih ke faktor kepercayaan ya sepertinya..

      Delete
  2. setahuku ya biar ga ketempelan jin. tapi itu betul apa ga ya entah ya. yang jelas karena masuk kompleks makam kita harus copot alas kaki dan ya mungkin saja pegang ini-itu. jadi kayaknya jawaban bunda soal higienis dah betul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo ga ada adab-tuntunannya gini...mmg kadang memancing pertanyaan berikutnya ya mb...lha klo pengusir jin nya sekedar cuci kaki/mandi....berarti gmpang sekali ya ngobati orang yang keganggu jin... Berarti klo njawab pertanyaan anak, sing bisa dilogika saja ya jawabannya...

      Delete
  3. iya bun, dijawab dari sisi higienisnya aja. sy jg ndk pernah dengar jg sih hadist tentang cuci kaki stlh dari kuburan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyari via google juga ga nemu tu mbak...ato klo ada pengajian pas mbahas adab di makam...bisa ditanyain ke yang lbh kompeten kayaknya

      Delete
  4. di kampung saya juga biasanya menjelang ramadhan banyak yg ziarah ke makam keluarganya untuk berdoa, bersihin makam, dsb. tp saya gatau namanya, bilangnya ya ziarah aja..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada tradisi sadranan berarti ya mb... Di sini tradisi ini juga dah mulai ilang di wilayah perkotaan kok mb... Biasanya di desa/islam tradisional yang pengaruh hindu-jawa-islam msh kuat

      Delete
  5. maaf mba, tapi kalo masuk makam diharuskan lepas sepatu ato sendal? saya tiap ke makam adik, ga prnh lepas sepatu/sendal sih... jalan dari sisi2 pinggir makam, pelan2 supaya ga menginjak kuburan org lain, tp yg pasti ga lepas sendal... apa memang diharuskan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo lepas sandal, dr sisi agama mmng ada adab nya mb...klo agama lain ndak tau juga aku mb. Setauku menghormati ahli kubur gitu....sama seperti adab memberi salam saat masuk..

      Delete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  7. mungkin untuk alasan higienis saja ya bunda....

    ReplyDelete
  8. kalau kita searching via google akan ketemu link ini

    http://dhammadharassacommunity.blogspot.co.id/2010/04/tradsi-etnis-tionghoa-oleh-ko-rudi.html

    Mudah mudahan bisa menjelaskan latar belakang ataupun asal usulnya...

    ReplyDelete

Terimakasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf, tidak mengurangi rasa hormat, komentar yang berupa link hidup, anonymous, atau berpotensi sebagai broken link akan dihapus oleh admin