Miniscrew, Tidak Semengerikan yang Dibayangkan

Posting Komentar
G

ara-gara giginya Alya bermasalah, harus minta bantuan ortodontist...akhirnya mau ga mau kami harus bersinggungan dengan hal-hal  yang terkait dengan dunia perbehelan. Salah satunya miniscrew. 

Miniscrew

Namanya juga screw, jadi bentuknya memang mirip sekrup atau baut. Tapi ukurannya kecil. 

Dalam penggunaannya, miniscrew ini akan dipasangkan di rahang untuk jangka waktu tertentu. Selama dokter masih membutuhkan, ya miniscrew akan tetap terpasang. Pemahaman saya begitu, tolong dikoreksi kalau salah.

Kenapa Harus Dipasang Miniscrew?

Setau saya, tidak semua yang pake behel itu harus menggunakan miniscrew. Balik lagi ke kasus permasalahan giginya. 

Tapi secara umum, miniscrew atau Temporary Anchorage Device/TAD)  berfungsi menjadi titik tumpu yang kuat selama perawatan ortodonti (behel).

Belajar dari teman-teman yang sudah lebih dulu masuk gang "IYUP", ada beberapa kondisi yang mengharuskan mereka menggunakan miniscrew ini, antara lain untuk menarik kembali gigi yang posisinya turun, gummy smile, dan juga untuk merapatkan celah bekas gigi yang dicabut. 

Untuk kasusnya Alya, miniscrew dipasang karena ada 2 celah bekas gigi premolar yang dicabut. Satu gigi premolar rahang atas, dan satu gigi premolar rahang bawah. Jadi ada 2 miniscrew yang harus dan saat ini posisinya sudah terpasang di rahang.

Haruskah miniscrew, tanpa bisa digantikan alat orto yang lain? Sepertinya itu tergantung kasus atau permasalahan gigi. Tapi kalau di Alya, kata dokter orto nya, memang harus menggunakan miniscrew untuk hasil yang terbaik.  

Sesuai rencana perawatan, nantinya gigi geraham belakang akan ditarik untuk menggantikan  celah yang kosong, sementara gigi depan tdk boleh ketarik mundur, hrs dipertahankan di posisinya. Karena itulah, peran miniscrew diperlukan. Semakin pendek jarak cabut gigi dengan fase penarikan agar celah gigi merapat semakin baik. Begitu katanya. 

Bagaimana Rasanya Dipasang Minicrew?

Banyak yang bilang, pemasangan miniscrew akan menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengganggu. Tapi ada juga yang hanya sekedar merasa sedikit tidak nyaman setelahnya, dan akhirnya menjadi terbiasa. 

Kalau  Alya sendiri, seperti apa? 

"Bedakan antara terasa...dan sakit yaa. Kalau sakit, nanti angkat tangan" begitu pesan dokter spesialis orto setelah memberikan bius dalam bentuk oles, yang dilanjut dengan bius suntuk sesaat sebelum miniscrew dipasang awal Juli 2026 lalu.

Setelahnya dokter  memasangkan miniscrew, di dua rahang yang berbeda. Saya lihat, Alya aman; tidak mengangkat tangan. Bius ternyata ampuh mengusir rasa nyeri. 

Dua Miniscrew terpasang dalam kurun waktu sekitar 5 menit. Tidak ada tangan yang perlu terangkat. Alhamdulillah, acara pasang miniscrew aman. 

Setelahnya alya cukup minum pereda nyeri. Dua hari pertama tok..hari kedua cuma 1 x saja. Setelah itu, udah terasa biasa katanya. 

Saya nulis artikel ini, hampir 2 minggu semenjak miniscrew di pasang. Berkali-kali saya tanya, ada sakit atau sariawan? Alhamdulillah nggak sama sekali. Adaptasinya terhadap "benda asing" di mulut itungannya cepet. 

Jadi kalau ada yang bilang kalau miniscrew se menakutkan itu... Ternyata nggak  juga. Di Alya, semua aman. Alhamdulillah 

Sulis
Hai, saya Sulis! Domisili di Jogja, pernah bekerja di media, dan sekarang blog inilah media menulis saya. Untuk kerjasama, bisa dihubungi t.sulistiyowati80 (at)gmail.com, atau sulistiyowatitri98(at) yahoo.co.id
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar